Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode. 122


__ADS_3

...Happy Reading....


Rizal mengandeng seorang artis papan atas yang di kenal dekat, menjadi pasangan dansanya.


Alun sebuah simfoni


Kata hati di sadari


Merasuk sukma kalbuku


Dalam hati ada satu


Manis lembut bisikkanmu


Merdu lirih suaramu


Bagai pelita hidupku


Suara nyanyian Ara mengalun memenuhi ruangan. Dia bernyanyi di sela sela gerakan tarian dansanya bersama Raka.


Suara tepukan tangan sebagian tamu terdengar begitu nyanyian lagunya terdengar merdu dan indah di telinga mereka. Bahkan beberapa tamu mengangkat jari jempol penuh takjub.


Beberapa artis penyanyi yang di undang memeriahkan acara tersebut berdecak kagum, ikut takjub mendengar suaranya.


Di tempat duduknya, Rafa pun terpana mendengar suara merdu adik iparnya itu. Dia beberapa kali mendengar suara merdu Ara saat mengaji. Rafa tersenyum tipis menikmati suara merdu itu beberapa saat. Sesekali meneguk jus lemonya. Sebuah tangan nampak menjulur ke arahnya. Rafa mengangkat tatapannya ke atas melihat pemilik tangan putih mulus itu. Seraut wajah cantik tak menggunakan topeng tersenyum manis ke arahnya. Rafa seketika teringat pemilik wajah cantik ala Jepang ini.


"Maukah kau menjadi pasangan dansaku Tuan Ravendro?" Kata wanita di depannya ini dengan senyuman manis yang masih terhias memenuhi wajah.


Rafa tersenyum tipis. Dia bangkit dari duduknya."Nona Kazumi Kirey?" tidak langsung menerima tangan Kazumi. Dia menatap gadis jepang yang merupakan relasi bisnisnya. Dengan gaun putih yang indah dan sedikit terbuka bagian atasnya. Juga pada bagian bawah belahan paha.


Kazumi tersenyum padanya.

__ADS_1


"Apa anda bersedia berdansa denganku?" Kazumi masih memberi pertanyaan yang sama, karena Rafa tidak menyambut uluran tangannya untuk mengajak berdansa."Suatu kehormatan bagiku jika dapat berdansa dengan Anda. Tolong Jangan kecewakan aku." pinta Kazumi kembali.


Rafa tersenyum tipis dengan permintaan yang sangat ingin itu. Dia mengalihkan pandangannya ke lantai dansa. Melihat pada Raka dan Ara, Nesa dan pasangannya, serta Rizal dan teman artisnya yang menari berbaur dengan para tamu.


Tak ada salahnya menerima keinginan Kazumi. Toh dia pun hanya duduk menemani para relasi bisnisnya. Dan ini adalah acara ulang tahunnya dengan Ara. Rafa tersenyum pada Kazumi. Dia segera menyambut tangan Kazumi yang masih tergantung sedari tadi tanpa merasa lelah."Silahkan nona kazumi." katanya kemudian. Rada pamit pada teman teman bisnisnya yang sedang duduk bersamanya.


Keduanya melangkah ke lantai dansa bergabung dengan lainnya.


Kazumi mengalunkan kedua tangan di bahu Rafa, pemuda tampan yang banyak di inginkan banyak wanita malam ini. Hatinya menjerit sangat senang bisa berdansa pengusaha sukses dan berkuasa ini. Dia dapat menangkap dengan ekor matanya ada beberapa wanita di ruangan ini menatap iri pada dirinya karena berhasil membawa Rafa ke lantai dansa.


Syair dan melodi


Kau bagai aroma penghapus pilu


Gelora di hati.


Bak mentari kau sejukkan hatiku.


"Suara adik ipar anda sangat merdu dan indah." kata Kazumi di sela sela dansa mereka. Dia tak bergeming menatap wajah tampan maskulin di depannya yang tertutup topeng. Meski tertutup topeng, dia tahu ada wajah sangat tampan tersembunyi di balik sana. Menghirup Aroma wangi yang sangat khas dari tubuh Rafa.


"Aku tidak menyangka anda berada di acara ku?" Rafa mengalihkan pembicaraan. Dia heran kenapa Kazumi bisa Hadir di acara ulang tahunnya sementara tak ada undangan untuk Kazumi maupun di tunjukan pada perusahaan milik ayah Kazumi.


"Sebelumnya aku minta maaf karena hadir di sini tanpa undangan. Aku sudah dua hari berada di negaramu dan menginap di hotel mewah mu ini. Aku mengetahui acara ulang tahun mu dari pegawai hotel. Anda tidak keberatan dan mempermasalahkan kehadiran ku kan yang datang tanpa undangan kan?"


"Kau sudah berada di sini. Tidak sopan mengusir tamu terhormat seperti anda." kata Rafa.


Senyum Kazumi mengembang mendengar jawaban itu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Aku melihat ada yang kurang dari dirimu Tuan. Kau seorang diri, aku tidak melihat kekasih modelmu itu? Di mana dia?"


"Apa kau sedang dalam perjalanan bisnis?" Rafa bertanya lain. Malas membahas model yang di maksud Kazumi.

__ADS_1


Kazumi tertawa kecil dengan mimik menggoda. Rafa selalu mengalihkan pokok pertanyaannya.


Rafa melihat deretan gigi putihnya yang teratur, juga bibirnya yang merah merona di olesi lipstik.


"Maaf tuan Rafa, aku bukan menertawakan mu. Aku gemas karena kau selalu mengalihkan pertanyaan ku." kata Kazumi menatap lekat ke wajahnya. Tangan Kazumi bergerak ingin menyentuh bibir Rafa yang sedari tadi menggodanya. Dia ingin sekali menciumi bibir seksi merah alami itu. Menyentuh dengan jari saja sudah cukup senang rasanya. Tapi belum sempat jemarinya menyentuh bibir Rafa, Rafa segera memegang tangannya, dan membawa tangan itu kembali ke atas bahunya.


Kazumi kembali tertawa, tapi hatinya menyeringai kesal.


"Ternyata sangat sulit menyentuhmu Tuan Rafa. Beruntung sekali Levina menjadi kekasihmu. Bisa menyentuh semua bagian tubuhmu dengan bebas," batin Kazumi kesal bercampur malu karena penolakan Rafa secara mentah. Lelaki ini sangat beda, tidak mudah di sentuh.


"Maafkan aku Tuan Ravendro karena sangat lancang ingin menyentuh bibir mu. Ada sesuatu di bibirmu sehingga aku bermaksud ingin menyingkirkanya." kata Kazumi berbohong demi menyelamatkan harga dirinya dari rasa malu.


Mendengar perkataan Kazumi, wajah Rafa mengernyit. Dia mengabaikan alasan yang di beri Kazumi karena dia tahu itu adalah kebohongan. Wanita ini memang sengaja mencari cara untuk dapat menyentuhnya.


"Dan seharusnya aku tahu diri dan menyadari bahwa tubuhmu ini adalah milik kekasihmu Levina. Hanya dia yang berhak menyentuhmu. Benar bukan?" sambung Kazumi kembali.


Rafa tersenyum menyeringai."Tubuhku milikku sendiri Nona Kazumi. Tidak ada yang berhak menyentuh tubuh ku dan tidak akan ku izinkan siapapun yang menyentuhnya atas izin ku."


Alis Kazumi terpaut, mencerna perkataan Rafa. Apa Levina tidak pernah menyentuh tubuh Rafa? batinnya.


Kazumi tersenyum heran."Aku tidak percaya Tuan. Banyak wanita cantik, seksi tergila-gila padamu. Apa pun akan mereka lakukan untuk bisa dekat dan menjadi wanita mu. Dan aku yakin kau pasti sudah menikmati sebagian dari wanita wanita itu bukan?" kata Kazumi dengan mengedipkan matanya menggoda.


Rafa tersenyum tipis, perlahan mendekatkan wajahnya di telinga Kazumi."Apa kau ingin menjadi sala satu dari mereka?" bisiknya di telinga gadis jepang itu.


Mata Kazumi melongo. Dia sedikit geli dan merasakan kelenjar aneh pada tubuhnya tak kala hembusan nafas Rafa menerpa di telinga dan lehernya yang terbuka. Dia segera mengulas senyum begitu Rafa menarik wajah dan menatapnya.


Kazumi ingin menjawab pertanyaan Rafa tapi tubuhnya berputar karena Rafa tiba tiba memutar tangannya. Dia berpindah tempat pada pasangan Nesa. Nesa berganti posisi dengannya. Ara berpindah pada Rizal. Dan pasangan Rizal berpindah pada Raka.


Sedangkan Rafa memang sengaja tak ingin memberi kesempatan Kazumi menjawab. Karena dia tahu jawaban apa yang akan di beri oleh gadis Jepang itu. Yang sudah dapat di tebak menyukai dirinya sama seperti wanita wanita yang mengejarnya tanpa rasa malu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2