
...Happy Reading....
Dion melangkah menuju pintu.
"Kau mau kemana Dion?" cegah Raymond melihatnya hendak membuka pintu.
"Aku mau menemui Cindy."
"Lalu bagaimana dengan pernikahan ini?"
"Aku tidak perduli, aku ingin anak anakku," kata Dion keras.
"Sejak awal aku tidak mau menikah dan menolak pernikahan ini tapi papa terus memaksaku," menatap tajam pada papanya.
"Pikirkan nasib perusahaan Dion, dan juga perjanjian dan kesepakatan kita bersama tuan Abimanyu,"
"Aku tidak perduli dengan semua itu. Biarkan aku memilih hidupku, aku tidak akan menelantarkan anak anakku hanya demi sebuah kesepakatan yang papa buat sendiri," sentak Dion kembali. Wajah memerah karena amarah.
"Papa tidak memintamu untuk menelantarkan Cindy dan anak anakmu. Kita bisa mencari jalan keluar dari keduanya.Tentang kehamilan Cindy dan juga nasib perusahaan."
"Papa cari sendiri jalan keluar dari permasalahan yang papa buat dengan tuan Abimanyu. Dan aku akan menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan yang telah ku perbuat pada Cindy." kata Dion tegas dengan menekan.
Dia melepaskan jas pengantinnya, lalu dilempar kasar ke lantai. Dia segera keluar dari ruangan untuk mencari Cindy.
Ara dan Ines tersenyum senang melihatnya.
Raymond Alkas mendengus geram.
Dinda hanya bisa menangis di tempat duduknya.
"Hentikan pernikahan ini pa, pikirkan nasib Cindy dan anak anak Dion yang ada dalam kandungannya. Anak anak itu adalah cucu kita." ucapnya sedih memegang tangan suaminya.
"Aku pun menginginkan hal itu Dinda. Cindy juga adalah keponakanku, aku tidak mungkin membuat masa depannya hancur dan hidup menderita bersama cucu kita. Aku bingung harus berbuat apa? Aku tidak tahu bagaimana cara menghadapi tuan Abimanyu dan meminta dia untuk membatalkan pernikahan ini. Tuan Abimanyu tidak akan membiarkan kita begitu saja. Karena pembatalan ini akan membuat dia dan keluarganya malu. Dia akan marah besar, dan sudah pasti akan meminta kita mengembalikan semua bantuannya dan mengganti kerugian dari pernikahan ini." ujar Raymond Alkas gusar.
Pintu di buka lebar lebar.
Masuklah Abimanyu dan Sophia.
Mereka kaget.
Sophia terkejut melihat Ara dan Ines
di ruangan ini.
"Kalian?" ucapnya sambil menatap tajam.
"Apa yang terjadi tuan Alkas? Kekacauan apa yang terjadi di sini?" tanya Abimanyu.
"Kenapa kalian belum menuju ruang akad nikah? Tamu undangan sudah hadir semua. Para penghulu juga sedang menunggu pengantin lelaki. Kita harus segera ke ruangan dan melaksanakan ijab kabul putra putri kita." ujar Abimanyu menatap Raymond Alkas.
Sophia melihat tak ada Dion bersama mereka."Mana Dion tante? Kenapa Dion tidak terlihat di sini?"
Tanpa sengaja matanya melihat jas Dion di lantai."Ini jas pengantinnya kan? Kenapa tergeletak di lantai?" ujar Sophia memungut jas Dion di lantai.
Dinda tak menjawab, hanya bisa membuang nafas berat.
__ADS_1
"Apa yang terjadi tuan Alkas? Kenapa kalian hanya diam seperti ini?" Abimanyu menatap tajam pada mereka.
Raymond membuang nafas berat, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana. Dinda semakin sedih dan menangis di tempat duduknya.
"Maaf tuan Abimanyu Widjaya. Dengan sangat menyesal aku menyampaikan pada kalian. Pernikahan ini di batalkan. Dan bukan hanya di batalkan, tapi memang tidak akan di laksanakan. Dionel Raymond Alkas tidak bisa menikahi Sophia karena dia akan menikah dengan wanita lain." jawab Ara tegas mewakili Raymond Alkas dan Dinda.
Raymond Alkas dan Dinda terhenyak mendengar ucapan keberaniannya.
"Omong kosong apa ini tuan Alkas?" sentak Abimanyu terkejut, sama halnya dengan Sophia yang ikut terkejut mendengar ucapan Ara.
Abimanyu menatap tajam Ara dan Raymond bergantian, kemarahan terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Ini bukan omong kosong tuan Abimanyu, tapi kebenaran yang harus kalian ketahui sebelum terlambat. Ini adalah kebenaran yang sesungguhnya. Putra Alkas akan menikah dengan wanita lain, wanita yang sedang mengandung anaknya! Jadi kami berharap pengertian dari anda untuk membatalkan pernikahan ini." ucap Ara Kembali.
Abimanyu tercengang.
"Aku tidak bisa terima ini tuan Alkas. Kenapa wanita ini yang bicara terus dan kalian berdua hanya diam saja tanpa memberikan penjelasan apa pun?" sentak Abimanyu menekan kata katanya, wajahnya semakin memerah menahan amarah.
"Tuan Alkas bicaralah." sentaknya kembali menahan amarah.
Tubuh Raymond bergetar mendengar perkataan kasar dan keras itu. Sedangkan Dinda semakin terisak dengan ketakutannya. Ray memegang kedua bahunya memberi kekuatan, lalu dia menatap Abimanyu dengan perasaan bersalah.
"Maafkan kami tuan Abimanyu, aku pun tidak menginginkan hal ini! Suatu kesalahan telah terjadi tanpa kami sadari, dan kami baru mengetahuinya tadi. Hanya itu yang bisa aku katakan, tolong maafkan aku." ucapnya kemudian.
Abimanyu menatap tajam.
"Maksudmu kau ingin membatalkan pernikahan ini? Bajingan kau Raymond Alkas, kau ingin membuat putriku dan juga keluargaku malu? para tamu undangan dan penghulu sudah hadir ingin menyaksikan pernikahan anak anak kita dan kau malah ingin membatalkannya?" Dia mendekat dan mencengkram kerah jas Raymond kuat.
"Aku tidak mau pernikahan ini batal papa. Mau di taruh di mana mukaku?" pekik Sophia sedih campur marah mendengar perkataan Raymond Alkas.
"Aku tidak bisa terima penghinaan ini Raymond Alkas." dengus Abimanyu geram. Dia semakin mencengkram kuat kerah Raymond Alkas dan melayangkan pukulan keras ke wajahnya.
Raymond tidak sempat menghindar, darah segar mengalir dari bibirnya yang pecah.
Dinda menjerit. Meraih suaminya.
Abimanyu kembali hendak melayang kan tinjunya. Tapi batal.....
"Cukup tuan Abimanyu, anda tidak perlu menggunakan kekerasan. Anda harus bisa menerima kenyataan ini. Dari awal anda sudah tahu, kalau putra tuan Alkas tidak menginginkan pernikahan ini. Dia tidak menyukai Sophia. Tapi kau terus memaksa dengan mengiming-imingi bantuan mu pada tuan Alkas hanya demi memenuhi keinginan putrimu untuk memiliki putranya. Kau juga mengambil kesempatan di antara keterpurukan yang di alami perusahan DRA Group dengan melakukan kesepakatan dan perjanjian yang menguntungkan dirimu juga perusahaan mu." ucap Ara lantang. Entah kekuatan dari mana dia berani berkata seperti itu. Dia yang sebenarnya adalah seorang penakut dan memiliki hati yang lembut.
Sementara Ines di sampingnya semakin memegang kuat sala satu Ara dengan gemetar.
Raymond Alkas dan Dinda terhenyak mendengar ucapannya yang tegas.
"Tutup mulutmu, siapa kau? Aku tidak punya urusan dengan mu." bentak Abimanyu keras menujuk kuat pada Ara, rahangnya mengeras pengaruh Amarah.
"Papa, dialah wanita sialan yang telah membuat tangan dan kakiku patah dan hampir lumpuh. Dia penyebabnya. Para preman bajingan itu menyerang ku karena wanita rendah ini. Wanita bajingan ini pasti yang menyuruh para preman itu menyerang ku." kata Sophia menatap sinis pada Ara.
Ara kaget mendengar ucapannya, dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan Sophia.
"Dan sekarang dia ada di sini lagi untuk menggagalkan pernikahanku. Nggak papa, aku gak mau pernikahan ini gagal, aku tidak akan kuat menanggung malu jika sampai batal."
Ara tersenyum ketus.
"Kenapa kau harus memaksakan keinginan mu Nona sophia. Belajarlah untuk menerima sesuatu yang tidak bisa kau miliki. Tidak semua keinginanmu harus terpenuhi meski dengan menggunakan kekuasaan ayahmu."
__ADS_1
"Apa yang kau dapatkan dengan memaksakan diri menikah dengan lelaki yang tidak mencintaimu? Hanya sakit hati dan kecewa yang akan kau dapatkan. Kau tidak akan bisa memaksa seseorang untuk menyukai dan mencintaimu bahkan menikahimu dengan memanfaatkan kelemahannya dalam sebuah kesepakatan dan perjanjian kerja sama." ujar Ara kembali dengan lantang.
"Tutup mulutmu wanita Sialan!" maki Sophia geram.
Ara tersenyum sinis."Atau... kau sengaja memaksa melakukan pernikahan ini hanya untuk memenuhi kepuasan dirimu?"
"Dasar cupu rendah, hentikan bualan mu itu." Sophia mendengus geram, dia mendekati Ara dan menarik kuat rambutnya.
Ara meringis kesakitan ikut memegang tangan Sophia yang menarik rambutnya.
Dinda dan Ines terkejut.
"Sophia, hentikan nak....!" pekik Dinda.
"Lepaskan tanganmu Sophia." Ines menarik tangan Sophia dari rambut Ara. Tapi Sophia semakin memperkuat pegangnya dan mendorong Ines kuat, Ara kembali menjerit kesakitan.
Ines jatuh tersungkur ke lantai dan meringis kesakitan.
"Ineees...!" pekik Ara melihat sahabatnya jatuh.
"Apa yang kau lakukan Sophia, Hentikan! Lepaskan Ara, Jangan menyakitinya." teriak Dinda, dia mendekati Ara.
"Jangan mendekat tante. Aku akan membalas mematahkan tangan dan kakinya sama seperti yang telah perbuat nya padaku." sentak Sophia keras menarik kembali rambut Ara dan memutar satu tangannya ke belakang. Membuat Ara kembali berteriak kesakitan.
Dinda terhenti di tempatnya dan meringis melihat kesakitan di wajah Ara.
"Tuan Abimanyu, hentikan anakmu." Raymond memperingati.
Abimanyu hanya menatap sinis padanya.
"Sebaiknya kau suruh putramu kesini Raymond Alkas, pernikahan ini harus tetap di laksanakan. Kalau tidak, aku melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal. Cepat segera hubungi putramu !" katanya keras.
"Jangan om, jangan hubungi kak Dion. Pernikahan ini tidak boleh terjadi, jangan dengarkan kata katanya." teriak Ara.
Ucapannya membuat amarah Sophia semakin bertambah, dia kembali memelintir tangan Ara. Membuat Ara kembali menjerit kesakitan dan menangis menahan sakit.
"Sophia, lepaskan nak, ini kesalahan kami. Jangan menyakitinya, tolong lepaskan Ara." pinta Dinda.
"Tidak, aku tidak akan melepaskannya. Aku tahu ini hanya akal akalan kalian saja untuk membatalkan pernikahan ini, dengan menggunakan alasan kehamilan. Kalian benar benar licik memakai cara murahan seperti itu." Sophia menyentak.
"Kami tidak membohongi mu Sophia, Semuanya terjadi begitu tiba tiba. Kami memang ingin kau dan Dion menikah, tapi ...!"
"Cukup tante, jangan membuat banyak alasan lagi. Kalian pikir aku tidak tahu kalau wanita murahan ini adalah wanita yang di cintai oleh Dion? Dion sangat mencintainya, bahkan dia rela kuliah kembali hanya untuk mendekati si cupu rendah ini. Dan kalian berusaha menutupinya dariku, kalian menyembunyikannya dariku. Kalian pasti ingin menikahkan Dion dengan wanita kampungan ini kan?" kata Sophia keras.
Ara tercengang mendengar ucapan Sophia,
"Jadi.... aku wanita yang di cintai kak Dion?" batinnya.
Ara menatap Dinda seakan tak percaya.
...Bersambung....
Dukung ya
Masukkan ke favorit ❤️ ,,,rate bintang lima, vote dan beri hadiah kopi.
__ADS_1