
Jam 4 mereka mendarat di bandara HPK. Sebuah mobil sudah menunggu kedatangan mereka. Wisnu kembali mengambil alih kemudi. Di tengah perjalanan pulang menuju rumah, bunyi alarm pengingat waktu sholat subuh berbunyi bersamaan di HP Raka dan Ara.
Tanpa menunggu perintah, Wisnu segera mencarikan mesjid terdekat.
Terdengar ponsel Ara berbunyi, panggilan video dari "Mama Mertua"
"Mama menelepon ?" kata Ara dengan dahi mengerut. Tidak biasanya ibu mertuanya ini menghubunginya. Dia memperlihatkan pada Raka.
"Biar aku yang angkat." Raka meraih ponsel dari tangan istrinya.
"Assalamualaikum ma....."
"Waalaikumsalam nak, kalian sudah di mana ?" jawab Maya dari seberang.
"Sementara dalam perjalanan pulang ke rumah. Tapi masih akan singgah sebentar di mesjid. Ada apa ma? Apa mama baik baik saja ?"
"Iya, mama baik kok..."
"Syukurlah. Mama harus selalu menjaga kesehatan, biar sakitnya gak kambuh kambuh lagi."
"Iya iyaa nak. Mama kan udah janji sama kamu! Kamu selalu aja ngingatin hal itu, apa nggak bosan?"
Rafa terkekeh."Ya nggak dong ma, Aku nggak akan pernah bosan ngingatin terus. Karena aku sayang mama. Sayang ku pada mama gak ada batasnya. Aku nggak ingin mama sakit , aku ingin mama sehat terus. Dan aku berharap mama bisa hidup sampai 1000 tahun lagi " ujar Raka berseloroh.
Maya tersenyum lebar dari seberang.
"Mana ada manusia yang hidupnya sampe 1000 tahun begitu. Kamu ini ada aja."
"Aku hanya ingin mama sehat terus dan di beri umur panjang. Biar lebih lama lagi menikmati hidup bersama anak dan cucu mama." ucap Raka tersenyum.
"Iya, Aamiin ! Nih ponakan kamu dari tadi rengek rengek terus mau bicara sama kalian." Maya memperlihatkan wajah Cio dan Cia.
"Halo kesayangan paman yang tampan dan cantik."
"Paman...." panggil si kembar bersamaan.
"Kalian nggak sholat subuh ?"
__ADS_1
"Ini dah bangun mau sholat." jawab Cia.
"Anak anak pintar. Semoga nanti jadi anak sholeh dan sholehah. Paman bangga sama kalian! Sholat terus ya, jangan di tinggalkan meski kalian melakukan apapun. Jangan pernah abaikan shalat !"
"Iya paman."
"Janji ?"
"Janji paman !"
"Anak pintar, Paman menyayangi kalian. Cup Cup..." cium Raka di telpon
"Kami juga sayang paman, cup cup..." si kembar ikut memberi ciuman kepadanya.
"Paman, ante Ara sama mama mana ?"
"Nih mama...!" Raka memperlihatkan wajah Nesa yang kepalanya bersandar di lengan kanannya.
Nesa tersenyum melambaikan tangan ke arah mereka."Halo sayang....!"
"Mama, mama cepat pulang , kami rindu sama mama."
"Lihat tuh kak. Anak anakmu rindu sama kamu. Itu artinya mereka sayang sama kakak dan juga membutuhkan kakak." ucap Raka pada Nesa sambil memegang tangan kakak perempuannya itu dengan hangat. Nesa diam dan menelan ludahnya yang terasa pahit.
"Ante Ara..." panggil si kembar girang melihat Ara.
"Halo sayang, bersiap siaplah untuk sholat subuh ya...!" seru Ara.
"Iya ante. Oleh oleh kami ada gak ante ?"
"Ada sayang. Paman Raka udah belikan. Nanti ante kasih kalau sudah sampai rumah ya ?"
"Iya ante. Terus dari Daddy ada nggak ? daddy janji mau bawain kami mainan."
Ara menatap ke depan.
"Ada nona muda." jawab Wisnu.
__ADS_1
Ara kembali menatap layar hp dan memberikan jari jempolnya kepada bocah-bocah itu.
"Yeeee ...berarti kita dapat mainan yang banyak. Dari nenek, mama, Daddy, paman Raka dan ante Ara! Asiiiikkk." si kembar melonjak senang dan gembira.
"Sudah ya, ayo siap siap sholat ! Minta pak Sam untuk menemani. Ada gak pak Sam di situ ?" tanya Raka.
"Ada paman." Cio memperlihatkan wajah pak Sam yang berada di belakang mereka, yang memang sudah dari tadi menemani anak anak itu dari mereka bangun.
Pak Sam melihat wajah tuan mudanya di layar HP
"Pak Sam, nanti tolong temani dan bimbing anak anak sholat subuh " kata Raka.
"Baik tuan muda." jawab Sam dengan sopan
"Terimakasih pak Sam, jaga anak anak dengan baik. Sedikit lagi kami sampai." ujar Raka tersenyum.
"Iya tuan muda." jawab Sam kembali.
"Sudah ya anak anak. Paman akan matikan telepon." kata Raka beralih pada si kembar.
"Iya paman ! Kami sayang paman."
"Paman juga sayang kalian. Sampai ketemu di rumah yaa, da daaa.." Raka tersenyum ke arah mereka. Si kembar melambaikan tangan dan menyerahkan kembali telepon pada Maya.
"Sudah ya ma ? Aku tutup teleponnya, aku menyayangi mama." kata Raka
"Iya nak, mama juga menyayangimu." ucap Maya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh." Raka segera mematikan telepon setelah Maya membalas salamnya.
Bersamaan dengan berakhirnya telpon, mobil berhenti di depan sebuah mesjid. Wisnu menepikan mobil di pinggir jalan raya, karena halaman mesjid yang tidak terlalu luas sudah penuh oleh kendaraan bermotor dan juga beberapa mobil yang sudah lebih dulu masuk.
Terlihat beberapa jamaah laki laki sedang mengambil air wudhu di tempat pengambilan air wudhu dekat teras mesjid.
Suasana alam sangat tenang, langit terlihat terang terkena pancaran dari sinar cahaya bulan yang bersinar terang. Ayam berkokok bersahutan dengan suara merdu.
*****
__ADS_1
Selamat membaca , jangan lupa like vote dan komentnya ya βΊοΈππππ