
"Berbuat baik janganlah di tunda tunda karena kita tidak akan tahu kapan ajal menjemput makanya jangan pernah menundanya."
Salah satu nasihat baik yang selalu di katakan orang tuanya ke pada dirinya ketika mereka masih hidup. Dan Ara selalu mengingat hal itu.
Sebelum berangkat, dia meminta izin sebentar pada Raka untuk mencairkan cek bonusnya ke bank yang di tujukan dalam cek itu.
******
Waktu menunjukkan pukul 5 sore.
Rafa meluruskan tubuhnya dengan bersandar pada jok mobil.
Peluncuran produk parfum barunya berjalan lancar.
Wisnu segera masuk ke dalam mobil setelah menerima paper bag dari pimpinan divisi HRD, Moly.
Rafa yang berada di dalam mobil melambaikan tangan pada perempuan itu.
"Selama aku pergi, kamu handle pekerjaan di sini." kata Rafa kepadanya.
"Siaap bos." jawab wanita itu sambil meletakkan tangannya di pelipisnya memberi hormat.
Wisnu meletakkan paper bag yang berisi sala satu produk parfum tuannya di tempat duduk sebelahnya.
Parfum yang sangat wangi dengan aroma khas hasil ciptaan tuannya, yang komposisinya terbuat dari kemangi, kapulaga, cendana, musk, melati, geranium dan kuning.
Di kemas dalam botol terbuat kristal, dan tentu saja harganya sangat fantastis hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Rafa menyuruh dirinya membawa beberapa botol sebagai koleksi pribadi dan untuk di berikan kepada Raka . karena Raka tadi berkata pada dirinya ingin merasakan aroma parfum racikannya.
"Apa mama dan yang lainnya sudah berangkat?" Rafa memecah keheningan dengan mata terpejam.
"Iya tuan, sudah sejam yang lalu, saya sudah menghubungi orang kita mengawasi mereka begitu tiba di bandara, dan manajer hotel telah menyiapkan mobil menunggu kedatangan mereka di bandara." jawab Wisnu di sela sela menyetir.
__ADS_1
"Maksimalkan pengawasan dan penjagaan pada mereka selama di bali, begitu juga dengan di rumah utama, alihkan anak buah mu ke rumah utama, sisakan beberapa orang saja untuk mengawasi apartemenku." kata Rafa.
Dia memikirkan si kembar yang berada di rumah utama karena tidak akan ikut bersama ke bali.
"Baik tuan." jawab Wisnu.
Melirik sekilas tuannya dari kaca tengah.
"Ada apa?" ujar Rafa yang mengetahui lirikannya.
"Tuan, nona muda sudah mencairkan
cek nya?"
"Itu hasil dari prestasinya, mungkin dia butuh sesuatu untuk di beli." kata Rafa sambil membuka dasi dan kancing kemeja bagian atas.
Wisnu menyodorkan kebelakang ponsel khusus untuk informasi penting
"Nona mentransfer bonus uangnya ke beberapa nomor rekening, dia mentransfer secara langsung tanpa menariknya."
Dahi Rafa mengerut mendengar ucapannya.
Dia membaca pesan masuk pemberitahuan penarikan pengeluaran uang bonus yang di berikan kepada mahasiswa/i tadi.
semuanya nampak telah mencairkan nya.
Dan untuk Ara, ada 8 pesan dari nomor rekening dengan nama yang berbeda.
"Ini nomor rekening siapa Wisnu?" memperhatikan beberapa norek dan nama penerima.
"Itu nomor rekening penerima sumbangan yang telah di transfer oleh nona muda. Nona muda telah menyumbangkan uangnya untuk pembangunan panti asuhan di beberapa tempat, dan juga menyumbangkan pada beberapa anak penderita penyakit berbahaya yang belum tersentuh oleh tangan pemerintah. Sudah beberapa hari ini nona dan teman temannya menggalang dana di jalanan dan mendatangi rumah rumah masyarakat guna mendapatkan dana untuk anak anak itu agar segera di operasi, tapi sepertinya dana yang terkumpul belum cukup." kata wisnu menjelaskan.
Rafa menarik nafas panjang, lalu membuangnya pelan.
__ADS_1
"Hatimu terbuat dari apa? kamu masih terlalu muda dan polos, tapi memiliki jiwa sosial yang tinggi serta kebaikan hati yang berlimpah.
Rasa kepedulian mu terhadap saudara saudara mu yang lemah begitu besar, perjuangan dan kerja kerasmu yang ingin membuat hidup mereka lebih baik, sementara kau sendiri tidak mengenal mereka dan mereka pun tak mengenal mu." guman Rafa pelan, memikirkan kebaikan hati yang di miliki Ara.
"Hubungi orang kita yang bekerja di balai kota dan kantor dinas sosial, cari data data penerima sumbangan dari Ara." katanya kemudian.
"Baik tuan." ucap Wisnu tersenyum.
"Bagaimana dengan pembangunan yayasannya?"
"Sudah berjalan 80 % tuan, pengerjaan di lakukan secara dua shift, siang dan malam hari. Saya juga mengerahkan sebagian anak buah kita untuk membantu dalam pengerjaan pembangunan. Kepala mandor memastikan pengerjaannya akan selesai dalam waktu 10 hari."
"Bagus, terus awasi pengerjaannya, dan
berikan bonus kepada para buruh bila pembangunannya selesai."
"Baik tuan tuan."
"Tuan, sebulan yang lalu nona muda mengunggah sebuah ucapan di sala satu akun sosial medianya." ucapnya kembali.
"Unggahan?"
"Silahkan anda buka aplikasi facebook."
Rafa mengikuti petunjuk Wisnu, dia mencari aplikasi tersebut kemudian membukanya.
"Ini akun siapa?" tanyanya begitu melihat foto profil sepasang mata elang dengan nama pengguna @'R
"Akun facebook anda tuan, saya telah membuatnya seminggu yang lalu, maaf atas kelancangan saya tuan." kata Wisnu.
******
Happy reading ππ
__ADS_1