Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 89


__ADS_3

...Happy Reading....


Saat menyantap makanan penutup, sebuah lagu romantis dari Kenny Rogers "Through The Years" menggema mengalun indah dengan lembut.


Ara terkejut dan menghentikan makannya, ia menatap Raka yang saat itu juga sedang menatapnya dengan senyuman manis di wajahnya.


Ara pun tersenyum, ia mulai ikut menyanyikan lagu tersebut, Raka pun demikian.


Ara gak menyangka suaminya begitu romantis sampai menyiapkan lagu cinta di dinner mereka.


Raka bangkit dari duduknya, mengulurkan tangan kanannya pada istrinya.


Ara yang mengerti segera menyambut uluran tangan itu dan bangkit.


Mereka berdiri di dekat jendela kaca saling berhadapan. Raka meraih ke dua tangan istrinya diletakkan di atas bahunya, lalu ia menautkan ke dua tangannya di pinggang ramping istrinya.


Keduanya tersenyum malu-malu saling menatap.


Lalu mulai menggerakkan tubuh melakukan dance mengikuti irama musik.


"Selamat ulang tahun sayang, terima kasih telah menjadi milikku, serta menerima segala kekuranganku." bisik Raka lembut di sela sela tarian dansa mereka


Ara tersenyum penuh haru, dia mengecup sesaat kening Raka. Menatap mata suaminya dalam dalam penuh cinta.


"Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta ini karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata kata yang dapat menjelaskan betapa aku sangat bersyukur, sangat beruntung, sangat bahagia, karena telah di pilih menjadi teman hidupmu. Aku ingin kita selalu dekat seperti ini selamanya, hidup bersama selamanya tak kan terpisah. Teruslah di sampingku selamanya, aku mencintaimu, sangat mencintaimu tanpa henti, tanpa ragu, dalam setiap denyut jantungku." ucap Ara tersenyum haru.


Lalu mengecup lembut dahi, kedua mata, kedua pipi, bibir suaminya. Kemudian memeluk merebahkan kepalanya di dada laki laki yang sangat di cintainya ini.


Raka tersentuh haru, dia memeluk tubuh istirnya dengan erat, mencium berulangkali puncak kepala istrinya.


"Ya Allah, semoga engkau tetap mempersatukan kami selamanya seperti ini hingga rambut kami memutih." ucapnya lirih dalam hati, semakin memeluk tubuh mungil Ara, wanita yang sangat di cintainya ini.

__ADS_1


Lagu romantis telah berubah, mereka kembali melanjutkan tarian dansanya.


Saling menatap tersenyum, berpelukan. Kadang kala Raka usil mencuri curi mengambil kesempatan menciumi Ara di sela sela tariannya.


Keduanya tertawa, tersenyum sangat bahagia.


.


.


Di salah satu ruangan privat di restoran itu,


Rafa sedang menerima tamu yang berasal dari Australia dan jeddah. Kedua negara itu mengajak bekerja sama dengan bisnis kuliner restorannya dengan menggunakan sistem waralaba. Mereka tertarik dengan dua menu andalan dari restoran itu yang sudah menyebar ke berbagai negara hingga ke Eropa dan Amerika.


Banyaknya permintaan membuat Rafa membuka cabang restorannya di beberapa wilayah di indonesia serta luar negeri. Hal itu membuat omzet penjualan bisnis kulinernya semakin meningkat setiap bulannya hingga mencapai Ratusan M setiap bulan, belum termasuk olahan menu lainnya yang ada di restoran itu.


Para tamu itu baru saja pergi setelah terjadi kesepakatan. Wisnu mengantar mereka sampai ke bawah.


Pintu di ketuk, lalu masuklah seorang pria yang usianya lebih tua dari Rafa.


"Tuan." Haryanto menyapa menundukkan kepalanya sejenak pada bosnya.


"Apa mereka masih di sini?" tanya Rafa.


"Iya tuan. Tuan dan Nona muda sedang menikmati dinner mereka." jawab Haryanto sopan.


"Berikan pelayanan terbaik pada mereka."


"Baik tuan."


"Pergilah."

__ADS_1


Haryanto menundukkan kepalanya lalu melangkah ke luar.


Untuk pertama kalinya Raka adiknya itu menggunakan haknya sebagai seorang adik dari Ravendro Artawijaya dalam hal penggunaan segala fasilitas mewah miliknya yang sejak dulu ia tawarkan kepada adik bungsunya itu, termasuk penggunaan kendaraan mewahnya. Dan untuk pertama kalinya Raka menggunakannya.


Sejak dulu ia telah memberikan fasilitas yang mewah pada Raka dan juga Nesa. Tapi adiknya itu memilih hidup sederhana, bahkan lebih memilih bekerja sendiri, hidup mandiri tanpa bergantung pada dirinya.


Beda dengan kakaknya Nesa yang suka royal menghamburkan uang untuk gaya hidupnya yang glamor. Tapi bagi Rafa itu tidak mengapa, karena baginya hasil dari kerja kerasnya semuanya hanya untuk keluarganya, yaitu mamanya, kakaknya Nesa, Raka adiknya dan kedua keponakannya.


Dan kini sudah ada Ara istri dari adiknya itu. Tapi ternyata adik iparnya itu sama dengan Raka, tidak menyukai kemewahan dan lebih suka hidup sederhana.


Tadi sore ia mendapat informasi dari Haryanto, kalau Raka melakukan reservasi waktu dan tempat untuk acara dinner malam bersama Ara. Tentu saja hal itu membuatnya senang dan segera memerintahkan Haryanto untuk mempersiapkan semuanya. Mendekor indah ruangan privat untuk adik dan adik iparnya.


Beberapa menit berlalu, ketukan di pintu membuyarkan lamunannya,


Wisnu masuk.


"Tuan, ada pesan masuk dari pak haryanto. Tuan muda dan nona muda baru saja keluar. Pak Haryanto sedang mengantar mereka ke bawah."


Rafa melihat jam tangannya, sudah jam 22.35,


"Suru beberapa orang anak buah mu untuk mengikuti mereka, jangan sampai ketahuan." perintahnya pada Wisnu, dia khawatir karena waktu sudah mendekati larut malam.


"Baik tuan." Wisnu meraih ponsel pada saku celananya dan mengirim pesan pada anak buahnya untuk mengikuti kepulangan Raka dan Ara tanpa sepengetahuan keduanya.


"Apa agendaku besok pagi?"


"Jam 8 pagi Anda akan mengikuti rapat bulanan. Jam 10 anda akan menghadiri undangan dari yayasan Universitas, setelah itu anda akan melaunching produk parfum anda. Besok akan menjadi hari yang sibuk bagi anda, sebaiknya tuan pulang dan istirahat."


"Antaraku ke apartemen."


"Baik tuan."

__ADS_1


Wisnu segera membukakan pintu, lalu mengikuti langkah tuannya untuk turun ke bawah dengan menggunakan lift privat.


Bersambung.


__ADS_2