Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 206


__ADS_3

Eropa?


Ara tersentak.


Dengan menggunakan jet pribadi mewahnya Rafa membawa istrinya terbang ke Eropa setelah sebelumnya mempersiapkan hal-hal penting seperti paspor dan visa istrinya. Ara terkejut karena saat memasuki pesawat sudah ada Moly dan Rizal di dalam. Juga pak Sam dan buk Narsih, kepala pelayan di rumah utama dan rumah pribadi.


Moly mengabadikan momen perjalanan mereka di dalam pesawat dengan mengambil gambar foto foto mereka.


"Kak, ngapain kita ke Eropa?"


"Kau lupa perkataan mama beberapa hari yang lalu?"


Ara kaget."Apa ya? aku nggak tahu." pura pura sambil menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


Rafa tersenyum kecil, dia meraih tangan istrinya, mengecupnya.


"Mau ku ulangi lagi perkataan mama?" bisiknya lembut menggoda.


Ara semakin menekan wajahnya. Dia bukannya tidak tahu, tapi malu.


"Kita harus memberikan mama cucu empat sayang, aku sudah janji sama mama." bisik Rafa kembali masih menggoda.


"Ih kakak...!" Ara mencubit dada suaminya. Rafa tertawa kecil melihat wajah malu merah merona istrinya. Sungguh menggemaskan.


Berulangkali dia mencium rambut wangi Ara yang kini di buat bergelombang berwarna coklat oleh Moly sebelum berangkat tadi. Ara menolak tapi Moly memaksanya mengikuti trend gaya rambut dirinya.


Rafa mengeluarkan ponselnya.


"Sayang, lihat ke kamera. Ayo kita foto bersama."


Ara menyembulkan sedikit wajahnya dari dada suaminya, lalu tersenyum. Rafa segera menekan kameranya. Beberapa foto di ambilnya dengan pose mengecup kening, mengecup bibir istrinya menyentuhkan hidung mereka sambil tersenyum bahagia.


"Jangan di bagikan kak."


"Nggak sayang, aku akan menyimpannya, tnanti saat kau sudah siap aku akan mengunggahnya.


Lihat sayang, kau sangat cantik, dan lihat ini foto yang ini, kau imut dan menggemaskan."


Ara memperhatikan foto foto itu.


"Kakak ngajak pergi tiba tiba begini tanpa persiapan."


"Moly sudah menyiapkan semua keperluan mu. Aku sengaja mengajak dia dan Rizal untuk mendampingi mu jalan jalan dan shopping selama di sana. Juga pak Sam dan buk Narsih untuk melayani keperluan dan makananmu di sana. Aku akan mengajakmu ke tempat tempat terindah di Eropa." kata Rafa lalu mengecup puncak kepala Ara.


"Kakak tidak perlu mengajak pak Sam dan buk Narsih, aku kan bisa masak."


"Aku gak mau kamu capek. Di sana ada pelayan dan koki. Tapi kamu kan hanya terbiasa dengan masakan buk Narsih dan pak Sam." mengelus lembut tangan Ara.


"Terus bagaimana magangku? Sonya dan para karyawan pasti akan mempertanyakan diriku."


"Apa yang kau khawatirkan sayang. Kamu Istriku, istri pimpinan sekaligus pemilik RA Group, Nyonya Azahra Rafa Ravendro Artawijaya."


"Tetap saja aku gak enak, mereka kan tidak tahu kalau aku istri kakak. Itu namanya gak profesional dalam pekerjaan."


Rafa tersenyum mendengar ucapannya. Dia bergerak bangun memperbaiki posisi tubuhnya.


"Kamu gak usah khawatir soal itu." katanya kemudian.


Lalu dia bangkit berdiri dan mengangkat tubuh Ara.


"Kakak, ngapain?" Ara terkejut.


"Kita berbaring di kamar saja, kau pasti capek. Perjalanan kita masih lama sayang."


"Aku bisa jalan kak." kata Ara.


"Sudah diam."


Ara menoleh pada Rizal dan Moly. Dia terkejut saat melihat kedua orang itu sedang berciuman. Saat tiba di ruang kamar, Ara terpukau dengan interior ruang yang mewah dan elegan. Di lengkapi dengan furniture yang indah.


Rafa membaringkan tubuh Ara, lalu dia pun ikut berbaring mendekap istrinya.


"Jangan macam macam kak." merasakan tangan suaminya mulai menjalar ke dadanya. Dia sangat heran kenapa suaminya suka sekali menyentuh ke dua buahnya itu.


Rafa tersenyum.


"Aku sangat suka menggenggam nya sayang. Semakin hari makin besar dan kencang." meremas lembut. Mungkin karena selalu di sentuhnya membuat kedua benda kenyal itu makin bertambah ukurannya.


"Kaka kesini mau ngajak aku tidur atau ingin menggangguku?" kata Ara menahan desahannya akibat remasan lembut itu


Rafa tertawa kecil.


"Keduanya sayang." mengecup bibir istrinya.


"Habisnya kamu selalu bikin aku bergairah. Tubuhmu sangat indah. hanya melihatmu saja milikku menegang." membawa tangan Ara pada miliknya yang mengeras.


Makanya dia membawa Ara ke ruang tidur biar bebas mencumbui tubuh istrinya.


Ara tidak terkejut, karena dia memang sudah merasakan tonjolan itu sewaktu mereka duduk di sofa kabin pesawat.


"Sayang......"


Ara mengecup cepat bibir suaminya. Dia dapat menangkap ada maksud lain dari panggilan itu.


"Jangan meminta yang aneh aneh di dalam pesawat, gak baik. Sekarang kita tidur ya? aku ngantuk." mengelak sebelum suaminya menutut macam macam.


Rafa kembali tersenyum.


"Kak, tadi waktu kita kesini aku melihat dokter Rizal dan kak moly ciuman."


"Mereka pacaran sayang, mereka pasangan kekasih."


Ara terkejut.


"Pacaran? Jadi kak Moly kekasihnya dokter Rizal? Kakak kok nggak ngomong ke aku? Kakak juga nggak kasih tahu kalau kak Moly itu anak tante Rahmia." katanya mendongak ke atas. Melihat wajah Rafa.


Dia menjerit tiba-tiba merasakan remasan kuat di dadanya. Pilinan kuat pada nipelnya.

__ADS_1


Rafa memilin pucuknya agak kuat karena gemas. Dan dia segera membungkam jeritan Ara dengan ciuman. Ara kembali di buatnya mendesah di antara bunyi kebisingan laju terbangnya pesawat di angkasa.


Setelah menempuh perjalanan panjang selama 16 jam lebih mereka sampai di Paris. Tinggal di hunian megah pribadi milik Rafa berlantai tiga yang berada di kota itu. Hunian pribadi yang di desain dengan interiornya dari bangunan mewah. Memiliki lobby, kolam renang di atas, garasi, halaman dan taman yang luas di tanami pepohonan yang rindang dan di hiasi lampu hias besar juga bunga bunga hias besar. Ara tidak menyangka suaminya punya hunian besar dan megah di Eropa.


******


Indonesia.


Sebuah kafe.


Sonya menatap wanita anggun yang masih terlihat sisa sisa kecantikan di wajahnya, duduk di depannya sambil mengaduk aduk minumannya.


"Tante ingin menanyakan apa?" tanyanya kemudian pada Nyonya Alkas yang meminta ingin bertemu.


Dinda menyeruput minumannya perlahan, lalu menatap serius kepadanya.


"Sonya, tante langsung saja. Tante ingin menanyakan tentang Ara, kau pasti tau tentang dia karena kalian temanan dan magang di tempat yang sama."


Sonya menelan ludahnya, dia sudah tau arah pembicaraan mama Dion.


"Jujur tante sangat terkejut melihat kedekatan Dion dengan Ara waktu kunjungan kalian kemarin. Sikap dan perlakuan Dion pada Ara yang tidak lazim. Kau tahu sendiri Dion tidak pernah dekat dan berhubungan dengan wanita selama ini. Tapi pada Ara? tante melihat Dion sangat senang dan bahagia berada di dekat gadis itu. Dia banyak tersenyum dan tertawa. Sepertinya Dion menyukainya dan telah jatuh cinta pada Ara. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Dion jatuh cinta pada seorang wanita. Tante ingin tahu banyak tentang Ara." ujar Dinda.


Sonya kembali menghela nafas.


Dinda menyentuh tangannya.


"Son, sebenarnya tante tidak enak menanyakan hal ini padamu mengingat Dion dulu pernah menolak di jodohkan denganmu. Tapi tante tidak tahu harus bertanya pada siapa. Dion belum mau terbuka mengenai gadis itu pada tante."


Sonya tersenyum.


"Aku gak apa-apa tante, santai saja." menyentuh tangan Dinda lembut.


"Dan mengenai Ara, aku tidak begitu banyak tahu tentang dia, karena kami belum lama saling mengenal. Tapi menurut pandangan ku, Ara wanita yang baik dan cerdas. Kalau tante ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang status dan kehidupan pribadi Ara, tante tanyakan langsung pada Cindy."


"Cindy?" wajah Dinda mengernyit sedikit terkejut. Cindy adalah keponakan suaminya, adik sepupu Dion.


"Iya, Cindy tahu banyak tentang Ara. Karena mereka bersahabat sejak masuk kuliah! Mereka selalu bersama."


"Jadi Cindy berteman dengan Ara? Mungkin Dion mengenal Ara melalui cindy?"


"Sepertinya begitu tante." kata Sonya mengangguk pelan.


Sonya sendiri sudah dapat memastikan wanita yang di cintai Dion adalah Ara. Tapi apa Dion sudah mengetahui status Ara yang sebenarnya? Bahwa Ara sudah menikah dan sekarang sudah menjadi seorang janda setelah kematian suaminya, Raka Rahardian.


Sonya tidak mau menceritakan tentang status Ara seorang janda dan juga mengenai hubungan pribadi Ara dengan pimpinan mereka pada Dinda. Yang mana Ara adalah adik ipar Rafa Ravendro Artawijaya dan juga hubungan rahasia Ara dengan pimpinannya itu, karena dia belum memastikan secara jelas hubungan seperti apa yang terjalin antara kakak dan adik ipar itu.


Tapi Sonya melihat pimpinannya itu begitu memanjakan Ara, memperlakukan Ara dengan lembut penuh cinta dan kasih sayang saat dia melihat apa yang di lakukan pimpinannya pada Ara tadi.


Rafa memperlakukan dengan penuh kelembutan, bahkan sampai mengendong dan menyuapi Ara dalam pangkuannya. Dan cumbuan yang di lakukan pimpinannya ke pada Ara di lihatnya adalah cumbuan cinta dan sayang, bukan karena nafsu semata. Hal itu semakin membuat Sonya bertanya tanya dan sangat penasaran, ada hubungan apa di antara mereka? Apa hubungan mereka gelap dan terlarang? sampai membuat Ara ingin menyembunyikan hubungan mereka? Karena dia mendengar ucapan Ara yang tidak ingin hubungannya dengan pimpinannya di ketahui oleh publik.


Apa mungkin karena presdir juga berhubungan dengan Tania? makanya Ara ingin menyembunyikan hubungan mereka agar tidak di ketahui oleh Tania?


******


Rumah kediaman Raymond Alkas.


Dion sangat merindukan wanita itu. Nomornya tidak aktif di hubungi, pesan yang dikirimkan juga belum terbaca. Dion sudah menanyakan pada Cindy, tapi Cindy tidak mengetahui keberadaan Ara. Saat di hubungi, nomor Ara tidak aktif. Pesannya juga belum terbalas karena belum di baca Ara.


Dion bahkan bertanya pada Sonya, Sonya mengatakan bahwa Ara sudah beberapa hari tidak masuk kantor, tanpa kabar.


Bahkan Sonya pun bertanya tanya, nomor telepon Ara juga tidak bisa hubungi.


"Apa dia ikut bersama presdir dan buk Moly ke luar negeri?" karena sejak kepergian Presdir, Wisnu dan Moly keluar negeri, Ara juga tidak terlihat di kantor.


"Apa Presdir mengajak dia keluar negeri?" dugaan Sonya seperti itu.


*****


"Kemana kamu Ra? Aku sangat merindukanmu." gumam Dion sedih sambil menatap wajah Ara pada ponselnya.


"Apa Ravendro telah mengganti nomor telepon mu lagi sehingga membuat mu susah di hubungi ?"


"Dion, ini sudah jam berapa? Kamu belum makan juga? Sebentar lagi makan siang akan tiba dan kau bahkan belum menyentuh sarapan mu. Kamu harus makan yang banyak, terus minum obat biar luka mu itu cepat sembuh." tegur Dinda. Untuk ketiga kali, mamanya menegurnya karena melihat makanannya masih utuh.


Dinda baru saja kembali dari mengecek usaha bisnisnya, dan di dapatnya makanan yang di tinggalkan untuk Dion masih utuh.


Dion menghela nafas, lalu berbalik melihat Dinda.


"Aku nggak lapar ma."


"Kamu memikirkan Ara lagi?"


Dion tak menjawab, dia meraih ponselnya menghubungi seseorang.


"Kau sudah dapat informasi ?" tanyanya kepada yang seseorang di seberang.


Dion mengeluh kecewa setelah telepon di matikan


"Kemana dia?" batinnya.


Dinda memperhatikannya, Dinda tahu kalau anaknya ini sedang memikirkan Ara.


Wajahnya tak seceria dan sebahagia saat Ara mengunjunginya. Resah, gelisah, kecewa terpancar di sana. Bahkan putranya ini kehilangan semangat hidup, makan saja malas tak berselera, tidur tak nyenyak saat Ara tidak datang menengok nya lagi.


"Kamu harus pikirkan dirimu Dion. Kau sedang sakit. Jangan hanya memikirkan Ara terus. Lupakan dia, mama tidak setuju kau berhubungan dengannya." kata Dinda dengan menekan.


"Aku mencintainya ma. Mama jangan melarang ku untuk bersama dengan wanita yang aku cintai." kata Dion menatap mamanya.


"Dion sayang, selama ini mama dan papa tidak pernah melarang kamu berhubungan dengan gadis mana pun, termasuk dengan Ara. Mama malah senang kau punya pacar dan menikah. Mama sangat senang melihat Ara membuatmu tersenyum dan bahagia. Kau begitu bersemangat dan sangat bahagia ketika dia datang mengunjungi mu. Mama sangat berharap dia adalah kekasihmu, calon istrimu. Mama gak masalah dengan status derajatnya, selama dia bisa membuat mu bahagia." kata Dinda menyentuh pundak Dion.


"Lalu kenapa mama tidak setuju aku berhubungan dengan nya?"


Dinda membuang nafas berat.


"Itu karena Ara seorang janda." menatap lekat.


Dion kaget, ternyata mama sudah tahu mengenai status diri Ara? batinnya.

__ADS_1


"Ara pernah menikah dan sekarang statusnya adalah janda. Apa kamu tidak tahu hal itu? Apa Ara tidak jujur mengenai status dirinya padamu? Atau dia malah memang sengaja menyembunyikan darimu?" sambung Dinda kembali.


Dion berbalik membelakangi mamanya.


"Dion, kau harus menjauhinya nak. Dari awal saja dia tidak jujur padamu." lanjut Dinda sambil menarik tubuh putranya untuk menghadap kembali padanya.


"Aku tahu ma, aku tahu Ara seorang janda."


jawab Dion segera.


Dinda terkejut mendengar penuturan itu.


"Jadi kau sudah mengetahuinya?"


"Iya ma. Aku tahu bahkan saat suaminya masih hidup. Aku tahu dia sudah menikah, menikah dengan keluarga konglomerat Artawijaya, Raka Rahardian Artawijaya, adik bungsu Rafa Ravendro Artawijaya mitra kerja bisnis papa. Dan Ara tidak pernah menyembunyikan status dirinya padaku. Dia tidak menutupinya, dia jujur padaku." kata Dion menatap wajah Dinda lekat.


"Jadi karena Ara alasanmu balik dari london? Menetap di jakarta, mulai bekerja di perusahaan ayahmu dan berpura-pura menjadi mahasiswa di tempat Ara kuliah?" kata Dinda menatap tajam.


"Apa kau sudah gila mencintai istri orang Dion ?" sentaknya agak keras.


"Aku masih waras ma. Saat pertama melihat dan jatuh cinta pada Ara, aku tidak tahu kalau dia sudah menikah dan punya suami. Aku terlalu bahagia menemukan dirinya tanpa mencari tahu status dirinya terlebih dahulu. Yang aku mau hanya ingin terus berada di dekatnya, melihatnya setiap saat, melihat senyum manisnya, menatap mata teduhnya wajah cantiknya yang menenangkan hatiku, mendengar suara dan tutur bicaranya yang lembut." kata Dion.


"Meski aku sudah tahu statusnya sebagai istri Raka Rahardian, tidak membuat ku berhenti mengaguminya. Aku berusaha untuk menjauh, tapi hatiku selalu membawa langkah kakiku untuk terus melihat dan menemuinya di kampus. Aku tidak mampu untuk tidak melihat wajah dan mendengar suaranya walau hanya sehari saja."


Dinda kembali terkejut.


"Dan sekarang Ara sudah menjadi janda. Karena suaminya telah meninggal. Aku akan menjadikan dia istriku, aku menginginkan dirinya menjadi pendamping hidupku serta ibu dari anak-anakku." berkata tegas menekan.


Dinda membuang nafas kasar.


"Tapi Dion, kau akan berhadapan dengan tuan Ravendro. Kata Cindy, Ara masih berada dalam pengawasannya. Ara masih tinggal di kediaman Artawijaya dan menjadi tanggung jawab tuan Ravendro. Bagaimana jika tuan Ravendro menolak keinginan mu untuk memperistri adik iparnya? Dan sudah pasti papa juga tidak akan menyetujui keinginan mu itu." kata Dinda memperingatkan putranya.


"Aku tidak perduli papa setuju atau tidak. Dan aku akan menghadapi Ravendro jika dia menghalangi ku untuk memiliki Ara. Aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan wanita yang ku cintai." kata Dion tegas dan serius.


Dia memegang kedua tangan mamanya.


"Ma, aku tidak pernah mencintai wanita dalam hidupku. Aku tidak pernah tertarik dan jatuh cinta pada seorang wanita, hanya pada Ara aku bisa merasakan cinta dan kebahagiaan. Jadi aku harap mama mendukungku untuk mendapatkan Ara. Dia adalah wanita yang sangat baik, lembut, penuh kasih dan punya jiwa sosial yang tinggi. Dia adalah menantu idaman yang sempurna untuk mama, percayalah padaku." katanya serius berharap mamanya mendukungnya.


Lalu dia segera melangkah menuju tangga untuk pergi ke kamarnya.


Dinda menatap kepergiannya tanpa berkedip.


"Cindy juga berkata seperti itu. Ara adalah gadis yang sangat baik, gadis yang lemah lembut, gadis yang sangat cerdas, gadis sederhana, rajin beribadah, hidupnya hanya di hiasai cinta dan kebaikan, yang di tebarkan pada semua orang tanpa pilih kasih. Ara menghormati dan menghargai sesama tanpa perbedaan, Ara tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan ketika orang menyakitinya. Ara gemar bersedekah, punya jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama yang membutuhkan. Itulah yang membuat Raka, sala satu putra konglomerat Artawijaya jatuh cinta padanya. Raka sangat mencintainya dan menjadikan dia sebagai istri meski tidak mendapat restu dari orang tuanya, Maya." kata kata Cindy terngiang di pikiran Dinda.


Kata Cindy kepadanya, Ara bukan gadis cupu dan kampungan, justru Ara adalah gadis yang sangat cantik dan manis. Bahkan Cindy memperlihatkan wajah asli Ara kepadanya, dan membuatnya sangat terkejut. Karena wajah cantik itu tidak asing baginya. Dia ingat wajah itu adalah wajah wanita yang menjadi model ambassador saat meluncurkan beberapa produk baru Azahra di mall AZ'FA beberapa waktu yang lalu. Dia turut hadir dalam launching tersebut atas undangan Rahmia, karena Rahmia adalah salah satu teman bisnisnya. Dan dia kaget ternyata wajah pemilik dari usaha bisnis produk produk tersebut adalah wajah Ara yang tidak berambut keriting dan memakai kacamata tebalnya. Dan dia mengakui kecantikan wajah dan keindahan tubuh gadis itu serta bicaranya yang sopan, tenang, lemah lembut saat mempromosikan produknya di depan publik.


Tapi kenapa Ara menutupi dirinya dari publik? Kenapa dia menyembunyikan kecantikan dan kelebihannya di balik kecupuan nya? dengan bergaya hidup sangat sederhana, jauh dari kesan mewah dan glamor ? sementara hidupnya di penuhi segala kemewahan dengan menjadi menantu dari kalangan kelas atas.


Saat para wanita gila pamer dan bersaing akan segala kemewahan milikinya, Ara malah menutupi segala kemewahan yang dia miliki dari publik, bahkan tidak semua orang tahu kalau dia adalah menantu konglomerat Artawijaya, karena dia menutupinya.


Itulah sifat dan karakter Ara yang sesungguhnya, kata Cindy kepadanya. Dan Ara sengaja berpenampilan cupu seperti itu atas keinginan suaminya yang tidak ingin wajah cantik dan tubuh indahnya menjadi tatapan mata lelaki lain. Dan meski suaminya sudah tiada, Ara tetap berpenampilan seperti itu.


Dinda terduduk lesu.


Dia memikirkan apa yang harus di lakukan sekarang, mendukung putranya untuk mendapatkan Ara? Karena jujur dia juga menyukai wanita muda itu dari tutur katanya yang sangat lembut. Tapi bagaimana jika Ravendro tidak akan menerima Dion untuk menjadi suami Ara? Dion pasti tidak akan menyerah dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Ara, dan itu akan berdampak buruk pada hubungan kerja sama DRA Group dan RA Group.


*****


Singkat cerita.


Rafa mengajak istrinya ke tempat tempat wisata terindah Eropa seperti menara Eiffel, museum Louvre, juga destinasi lainnya yang ada di kota Paris. Melihat kincir angin dan mengunjungi pabrik pengasahan berlian di Amsterdam dan juga jalan jalan menikmati keindahan kota cantiknya yang lain seperti lisse bunga tulip keukenhof.


Selain itu mereka juga berkunjung ke negara Jerman, Italia, spanyol, London, Swiss, republik Ceko, negara Yunani, Portugal, menikmati destinasi wisata wisata terindah yang ada di negara negara tersebut.


Selain mengunjungi tempat wisata, Rafa juga mengajak istrinya shopping dan belanja barang barang branded keluaran terbaru di pusat perbelanjaan negara negara tersebut, dengan di dampingi Moly dan Rizal.


Yang harganya setinggi langit bikin Ara menjerit-jerit dan pingsan. Sungguh Rafa menyuguhkan segala kemewahan dan keindahan untuk istrinya, meski istrinya itu bersikeras menolak dan tidak mau menerima. Bahkan sampai ngambek dan marah marah karena suaminya menghamburkan uang yang sangat banyak untuk membeli sesuatu yang tidak begitu berguna dan tidak bermanfaat menurut dirinya.


"Kakak, aku tidak butuh ini semua." menatap tidak suka semua barang belanjaan yang tergeletak di atas ranjang yang menumpuk menggunung.


Rafa hanya menanggapinya dengan mengecup bibirnya. Setiap Ara menggerutu Rafa akan selalu membalas dengan kecupan dan ciuman. Membuat Ara semakin kesal dan menjerit jerit menahan emosi.


Rafa tertawa kecil melihat tingkahnya yang lucu, ingin marah tapi tidak tahu cara meluapkan emosinya.


Ara melihat semua itu bukan barang barang lagi, tapi duit berjumlah ratusan miliyar yang sudah bisa di gunakan untuk membeli sebuah jet pribadi.


"Selama menjadi ipar dan istri tuan Rafa, kau tidak pernah mempergunakan uang yang di berikan tuan Rafa padamu, kau juga tidak pernah memakai kartu kredit yang dia berikan." kata Moly padanya.


"Ara Sayang, 300M adalah jumlah yang tidak berarti apa-apa bagi tuan Rafa untuk memanjakan istri tercintanya." kata Moly sambil memegang lembut dagu istri kesayangan bosnya ini.


Ara Kembali terkejut dan semakin emosi


"Apa kakak bilng ? 300 M adalah jumlah yang tidak berarti apa-apa ? ya Allah kak... kalian ini benar-benar..." omel Ara menggerutu, menatap Moly tajam.


Dia berjalan sambil mondar mandir di depan Moly. Diluar sana banyak orang yang tak beruntung dan sangat susah untuk mendapatkan uang seribu rupiah.Tapi Moly dan suaminya malah berkata 300 M adalah jumlah yang sangat kecil dan tidak seberapa? Ara mendengus kesal.


Moly terkekeh melihat apa yang dia lakukan.


"Ini hanya jumlah yang sangat sedikit untuk menyenangkan dirimu sayang. Kau wanita yang sangat berharga untuknya. Bahkan jika kau ingin meminta separuh dari isi dunia ini, suamimu itu pasti akan memenuhinya." sambung moly kembali.


Ara langsung jatuh melorot ke bawah, pingsan lagi untuk yang ke 3 kalinya. Moly terkejut tapi kemudian tertawa.


Rafa yang juga melihat tingkah istrinya yang lucu menggemaskan dari kamera CCTV tertawa kecil.


Saat ini dia sedang berada di kantor cabang miliknya yang berada di kota itu. Dia kembali mengecek semua usaha bisnisnya yang berada Eropa setelah selesai menyenangkan hati istrinya selama 16 hari perjalanan.


Moly mengabadikan momen indah perjalanan mereka dengan mengambil banyak foto. Rafa juga mengambil banyak foto dirinya dan istrinya. Selain berlibur Rafa juga melakukan perjalanan bisnisnya. Dia mengajak Ara mengunjungi dan melihat tempat tempat usaha bisnisnya yang berada di beberapa negara di Eropa.


******


Maaf baru bisa up πŸ™πŸ™


Terimakasih yang masih setia dengan karya Rafa dan Ara πŸ™ .


Mampir juga ya dalam karya author yang ke dua, Arley & Ana πŸ™πŸ™πŸ˜˜


Insya Allah ceritanya menarik πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2