Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 37


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Fajar mulai menyingsing, cahaya kemerahan mulai muncul di sebelah timur.


Di sebuah apartemen mewah, Seorang pria tampan menggeliat di atas ranjang king sizenya yang mewah. Dia terbangun dari tidurnya yang nyenyak setelah mendengar tiga ketukan dari pintu kamarnya.


Tok tok tok....


"Masuk....."


Pintu di buka dari luar.


"Selamat pagi tuan." masuklah Wisnu dengan setelan jasnya. Dia menundukkan kepalanya sejenak.


Rafa membuka matanya sedikit, melihat ke arah Wisnu.


"Tuan, pagi ini anda akan bertemu dengan sala satu CEO dari New York, anda harus segera bersiap." kata Wisnu membacakan agenda tuannya hari ini.


Rafa mengucek matanya sambil menguap. Dia segera menyingkap selimut yang


menutupi tubuhnya yang hanya memakai celana boxer hitam. Tubuhnya yang kekar, seksi, berotot, terbungkus oleh kulit putih terlihat. Kebiasaannya tidur hanya mengenakan celana boxer pendek. Rambutnya yang berantakan membuat wajahnya semakin luar biasa tampan.


20 menit berlalu, Tubuhnya nampak bersih fresh dan wangi setelah dia mandi.


"Tuan, ada informasi dari orang kita, besok malam mereka akan bergerak." kata Wisnu sambil memperhatikan Rafa yang sedang memakai kemejanya.


"Perintahkan kepada orang orang kita untuk bersiap." kata Rafa tanpa melihat.


"Biarkan saya yang akan mengurusnya tuan, anda tidak perlu turun tangan."


Rafa tak menjawab, dia segera menuju meja makan dan menyantap sarapan paginya.


****


Malam hari di sebuah gedung tua yang berada jauh dari pusat kota, merupakan markas dari sebuah geng mafia. Seorang pria bertubuh tinggi gemuk dengan wajah yang menyeramkan, penuh tato di tubuhnya sedang duduk di kursi kebesarannya.


Sala seorang anak buah nya datang tergesa gesa menyampaikan berita


"Tuan, markas kita di serang."


Sang ketua itu terbelalak.


"Apa? Siapa ?"

__ADS_1


"Kelompok geng Topeng Hitam tuan."


"Brengsek, kenapa mereka muncul tiba tiba, seharusnya kitalah yang menyerang mereka, sepertinya ada yang telah membocorkan rencana kita pada mereka, sehingga mereka mendahului kita! Bawa orang orang mu untuk menahan mereka di pintu utama."


"Baik tuan."


"Dan kalian bereskan ini semua dan sembunyikan."


Sementara di lantai bawah para topeng hitam sudah berhasil menerobos pintu utama. Terdengar percikan benda tajam beradu dan letusan senjata api saling tembak menembak di iringi jeritan yang melengking.


"Jangan biarkan satu orang pun lolos." terdengar perintah dari seorang topeng hitam


"Siap bos." mereka segera berpencar sesuai instruksi dari bos.


Para penghuni rumah angker itu nampak kocar-kacir menghadapi serangan yang datang tiba-tiba dari sekolompok orang berpakaian hitam dengan wajah di tutupi topeng hitam.


Saling menembak, baku hantam dengan senjata di tangan masing-masing.


"Hancurkan tempat ini." sang pimpinan topeng hitam menyerang naik ke lantai dua.


Dia membasmi para musuh yang menghalangi dirinya dengan membabi buta


sret


sret


sret


Begitu pintu terbuka, satu tembakan peluru mengenai tangan kanannya, hingga senjatanya terlepas. Satu lagi di tembakkan ke tangan kirinya. Darah nampak menguncur deras dari pergelangan tangannya, tapi sepertinya dia tidak merasakan sakit sedikit pun. Dia segera mengeluarkan pisau belati dari pinggangnya.


"Majulah, akan ku pecahkan batok kepala mu. Kalian si topeng hitam selalu ikuti campur dengan urusan kami." sentak ketua geng mafia bertato itu dengan tatapan sinis sambil mengarahkan senjatanya ke arah pimpinan topeng hitam.


Pimpinan si topeng Hitam tersenyum sinis menyeringai dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.


"Kalian manusia laknat yang suka menggambil organ tubuh manusia dengan kejam, sudah sepantasnya mendapatkan balasan yang setimpal, akan ku cincang tubuhmu sama seperti kau mengambil organ tubuh anak anak yang tak berdosa dengan kejam tanpa belas kasihan sedikit pun."


"Hahaha.." sang pemimpin mafia itu tertawa mengejek.


"Tertawa lah sepuas mu, sebelum ku keluarkan isi otakmu dengan belati ini." selesai berkata si pemimpin topeng hitam berlari mendekat dengan cepat tanpa perduli tembakan yang di arahkan oleh pimpinan geng itu kepadanya.


Beberapa tembakan mengenai tubuhnya.


dor

__ADS_1


dor


dor


Dia melompat tinggi mengindari tembakan peluru seraya melemparkan beberapa senjata rahasia beracun dengan gerakan cepat,


beberapa saat terdengar jeritan.


Dua buah senjata rahasia itu menancap tepat di dahi pimpinan geng mafia itu, pria bertubuh gemuk itu tersungkur ke tanah dengan mata yang melotot merenggang nyawa.Tubuhnya seketika membiru.


Sementara di ruangan sebelah nampak terjadi pertarungan yang sengit antara seorang topeng hitam dan beberapa orang geng mafia lainnya.


Dia sangat lincah menghindari setiap serangan dari musuhnya, hantaman dan pukulan saling beradu.Tetesan darah mengalir dari belati yang ada di genggamannya. Darah dari beberapa musuh yang terkena sayatan pisau belatinya.


Tersisa lima orang yang mengepungnya. Para mafia mendekat seraya menodongkan senjata ke arahnya. Dengan gerakan cepat dia menjatuhkan tubuhnya ke bawah dan melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah kaki musuh musuhnya hingga mereka terjungkal dan jatuh, Lalu secepat kilat dia meraih pistol yang tergeletak satu meter dari tubuhnya, tanpa ampun di tembakkan satu persatu tepat ke dahi musuh sebelum mereka berdiri.


dor


dor


dor


dor


dor


Para anggota geng mafia itu tergeletak diam tak bernyawa.


Mereka segera mengeledah bangunan itu, dan mendapati 12 orang anak kecil yang ketakutan,lemah tak berdaya di sekap di gudang bawah tanah. Anak anak itu akan di kirim ke luar negeri untuk di perjual belikan organ tubuhnya.


Beberapa orang anggota geng mafia berhasil lolos, untung saja tidak sempat membawa bukti-bukti kejahatan mereka. Sementara kepala geng dan beberapa pengawal pribadinya tewas. Dan anggotanya berjumlah 40 orang berhasil di lumpuh kan, sebagian merenggang nyawa dan sisanya terluka parah.


Sementara dari pihak topeng hitam meski tak ada yang kehilangan nyawa tapi beberapa dari mereka mengalami luka cukup berat.


Tak berapa lama polisi datang, mengepung gedung tua itu. Para topeng hitam sudah pergi meninggalkan tempat itu sebelum mereka tiba.


*****


Dukung author ya...


Tinggalkan jejak dukungan like, komentar, hadiah seikhlasnya, rate bintang lima, vote dan masukkan ke favorit....


Terimakasih 😍

__ADS_1


__ADS_2