Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 165


__ADS_3

...Happy Reading....


Tidak berapa lama mobil berhenti di sebuah gedung yang sangat tinggi dan megah.


"Wah, gedungnya gede banget." ucap Ines takjub memandang tak bergeming pada gedung yang menjulang tinggi seakan ingin mencakar langit.


Wajah Ara mengernyit teringat sesuatu.


"Kayaknya aku pernah ke sini deh," ucapnya pelan.


"Oh ya?" Dion menatapnya.


"Iya kak, dulu Cindy yang memberiku alamat ini sewaktu ingin bertemu dengan calon donatur untuk yayasan. Benar nggak Cind ?" menoleh pada Cindy.


"Iya benar....tapi aku udah lupa, ayo kita turun." kata Cindy lupa lupa ingat. Dia segera keluar dari mobil. Ines dan Ara ikut turun.


"Maksudmu pemilik perusahaan ini?" tanya Dion kembali.


"Bukan, tapi salah seorang direkturnya dari perusahaan cabang 5." kata Ara.


"Jadi kamu gak tahu dengan pemilik dan pimpinan perusahaan ini?"


"Nggak." kata Ara di sertai gelengan kepala.


Dion heran kok Ara tidak mengetahui kalau pimpinan sekaligus pemilik perusahaan ini adalah Rafa Ravendro Artawijaya.


"Kakak nggak ikut?" tanya Cindy melihat Dion hanya di dalam mobil tak ikut turun.


"Nona nona, aku nggak bisa ikut kalian! Aku nunggu di mobil aja." kata Dion. Dia tidak ingin bertemu dengan Ravendro.


"Iya kak, nggak apa-apa. Makasih ya udah ngantar kami. Kalau kakak punya kerjaan, pergi saja, nggak usah menunggu kami. Kami akan menghubungi mang saleh untuk menjemput!" kata Ara.


"Gak usah hubungi taksi. Aku akan tunggu kalian di parkiran."


Ketiganya mengangguk.


Lalu segera melangkah menuju pintu masuk yang di jaga oleh satpam dan beberapa petugas keamanan.


"Selamat siang pak," sapa Ara pada satpam


yang berada di pos penjagaan.


"Siang Nona, ada yang bisa di bantu?"


"Kami kesini ingin mengantar proposal pengajuan dana sumbangan dari universitas. Kami harus menyerahkan ke mana ya?" tanya Ara.


"Coba tanyakan langsung pada bagian resepsionis. Tapi maaf nona, hanya satu orang saja yang bisa masuk ke dalam, yang lainnya bisa menunggu di Lobby." kata satpam.


"Oh iya pak, terimakasih."


"Kau saja yang masuk Ra, kau juga harus menjelaskan mengenai proposal pribadimu. Kami akan menunggumu di lobby, atau di parkiran bersama kak Dion," kata Ines.

__ADS_1


"Baiklah,"


Ara segera melangkah kan kaki masuk kedalam menuju ke tempat pegawai resepsionis.


"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang pegawai resepsionis.


Ara menjelaskan maksud kedatangannya.


"Boleh tahu dari yayasan mana? Nama universitasnya?"


Ara menyebutkan nama universitas mereka.


"Nama anda?"


"Azahra Radya Almira,"


Ucapannya menarik perhatian seorang wanita yang baru saja masuk. Dia kenal nama itu. Wanita itu menghentikan langkah dan segera mendekati tempat resepsionis.


Para pegawai resepsionis memberi hormat padanya.


"Selamat siang buk Moly," sapa mereka sopan.


Wanita itu mengangguk.


Ara ikut menoleh ke arahnya, dan memberi senyum.


Yang di panggil Moly menatap Ara, lalu membalas senyumannya.


"Azahra Radya Almira," jawab Ara sopan.


"Selamat datang di perusahaan ini nona Azahra Radya Almira." kata Moly sambil menundukkan kepala sedikit.


Ara melongo.


"Eh--e iya bu," katanya canggung merasa sangat di hargai dan di hormati.


Pegawai resepsionis juga kaget melihat sikap hormat Moly pada Ara. Karena sikap seperti ini hanya biasa di tujukan pada orang orang yang sangat penting dan punya jabatan yang lebih tinggi. Dan Moly hanya melakukan itu pada pimpinan mereka Rafa Ravendro.


"Perkenalkan, saya Moly, manager HRD di perusahaan ini. Maaf, kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa nona Azahra Radya Almira?" tanya Moly kembali.


Ara segera menjelaskan maksud kedatangannya sambil memperlihatkan berkas proposal di tangannya.


Moly memeriksanya sebentar.


Lalu dia menatap Ara sambil tersenyum


"Anda tahu nama perusahaan ini?"


"RA Group, saya melihat dari proposal fakultas." jawab Ara bingung mengapa Moli bertanya seperti itu.


"Terus apa anda tahu siapa nama pemilik dari perusahaan ini? wajahnya, atau mungkin anda pernah bertemu dengannya?" tanya Moly kembali.

__ADS_1


Ara menggeleng kepalanya


"Saya tidak mengetahuinya." jawabnya kemudian.


"Anda benar tidak tahu?" Moly mengulang pertanyaannya.


"Iya benar buk, saya tidak tahu sama sekali."


Moly tertawa kecil.


"A- apa pemilik perusahaan ini tidak menerima proposal sumbangan seperti ini?" tanya Ara jadi ragu melihat Moly tertawa.


Dia berpikir mungkin pemilik perusahaan ini tidak menerima proposal dana bantuan seperti ini.


"Ikutlah bersama ku Nona Azahra Radya Almira. Aku akan menyampaikan langsung proposal pengajuan donasi anda pada pimpinan. Anda juga bisa bertemu langsung dengan beliau." kata Moly.


Senyum merekah langsung menghiasi wajah Ara.


"Benarkah? Alhamdulillah. Terimakasih buk atas bantuannya." ucap Ara senang.


"Saya kesini bersama kedua teman. Sekarang mereka sedang berada di lobby." sambung Ara kembali.


"Anda bisa menyuruh mereka menunggu sebentar. Saya akan menyuruh pegawai resepsionis untuk melayani mereka dengan baik."


"Baik buk, saya hubungi mereka dulu."


"Silahkan."


Ara mengambil ponselnya. Terlibat pembicaraan sejenak dengan Ines, lalu dia segera mematikan ponselnya.


"Mari Nona Azahra Radya Almira," Moly mengajaknya masuk pada lift privat. Lift khusus Presdir perusahaan ini.


Telunjuknya menekan angka 45.


"Ibu bisa memanggil saya Ara saja. Teman teman biasa memanggil saya dengan nama itu." kata Ara merasa canggung dengan panggilan nama lengkapnya.


"Baik Nona Ara." kata Moly.


"Kau kedatangan tamu yang sangat penting tuan Ravendro Artawijaya, tamu yang sangat penting dalam hidupmu. Dan ini adalah sebuah kejutan yang sangat spesial untukmu." batinnya dalam hati sambil tersenyum kecil menoleh sekilas pada Ara.


Moly yang memang sudah tahu siapa Ara.


Tapi Ara tidak mengenalinya. Karena sejak Rafa tinggal di luar negeri, dia tidak lagi menginjakkan kaki di rumah Utama Artawijaya.


Bahkan saat Ara dan Raka menikah pun, dia tidak sempat hadir. Makanya Ara tidak mengenalnya. Hanya Raka yang tahu dirinya.


Bersambung.


Tinggalkan jejak dukungan ya.....


Like, rate bintang lima, vote, kopi dan masukan ke favorit ❤️

__ADS_1


__ADS_2