Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 47


__ADS_3

Bel rumah berbunyi.


Sam segera datang membukakan pintu.


Matanya mengernyit setelah melihat siapa yang datang.


Seseorang yang tidak di sukainya.


"Nona Levina"


"Apa kabar pak sam? sudah lama ya aku tidak datang ke sini, anda terlihat semakin tua" kata tamu yang tak lain adalah Levina, tersenyum menyindir menatap Sam dari kaki sampai kepala.


"Aku datang karena sudah ada janji dengan tante Maya" sambungnya dan segera masuk melewati Sam, menyapukan pandangannya mengamati ruangan yang semakin mewah di matanya.


Sam menatapnya dengan tatapan sinis, sejak dulu dia memang tidak suka pada levina.


"Silahkan duduk nona, saya akan beri tahu nyonya kedatangan anda" Sam membawa Levina ke ruang tamu.


Sam segera berlalu.


Levina kembali melihat lihat, dua tahun lalu terakhir kalinya dia datang ke rumah ini waktu mengunjungi Rafa.


Telinganya mendengar suara ribut-ribut dari dalam, suara orang orang yang tertawa.


Lalu melihat sosok tubuh Maya yang datang, dia segera berdiri memberi senyuman paling manis.


"Halo tante" memeluk dan cipika cipiki dengan Maya.


"Tante makin cantik saja, dan tambah awet" Levina mengerlingkan sebelah matanya.


"Terima kasih, kamu juga makin cantik Levina, ayo duduk" ujar Maya.


Mereka segera duduk saling berdekatan.


"Kamu sudah lama gak kesini, kenapa ?"


"Makanya aku datang tante, karena rindu sama tante dan rumah ini "


"Sejak Rafa menetap di luar negeri kamu juga sudah tidak pernah berkunjung"

__ADS_1


"Maaf tan, aku juga sangat sibuk dengan pekerjaan. Dan sebagai permintaan maaf, aku bawakan sesuatu buat tante, semoga tante menyukainya" Levina mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah kotak berisi cincin berlian mahal, di belinya dengan sangat terpaksa, demi mengambil hati calon ibu mertuanya, tapi dari uang pemberian Rafa tentunya. Dia tidak sudi memakai uangnya untuk membeli sesuatu yang mewah pada penghuni rumah ini.


"Bagus sekali, sungguh inda, kau memang selalu membawa kan sesuatu yang mahal dan indah untuk tante, terima kasih ya" Maya menyematkan benda kecil itu ke jarinya.


"Indah sekali !" sambung Maya menatap benda indah itu di jari manisnya.


Sam datang membawa minuman dan meletakkannya di meja.


"Silahkan nona" seraya memperhatikan sekilas ke arah mereka, lalu segera undur diri.


"Baguslah kalau tante menyukainya" ujar Levina.


Matanya sekilas melihat sosok wanit yang lewat berjalan mengejar Cio dengan mata tertutup kain, berjalan merangkak dengan tangan menggapai di depan.


"Di dalam sepertinya lagi ramai ya tan?"


"Oooh.. itu si kembar lagi bermain bosukan sama Raka serta Ara, juga beberapa pelayan"


"Ara? siapa dia? apa yang tadi sempat aku lihat memakai penutup mata ?"


"Iya, dia Ara istrinya Raka"


"Raka sudah menikah? kok aku gak tahu ya ?" Levina kaget. Dia mendengus geram dalam hati karena di dahului oleh istri Raka menjadi menantu Artawijaya.


"Apa Rafa tidak memberitahu tahu padamu ?" sambung maya kembali.


Levina salah tingkah, dia gugup.


"Rafa juga gak sempat datang" kata Maya


"Kenapa tan? padahal kan itu hari istimewanya Raka" Levina kembali kaget.


"Sebelumnya dia mau datang, cuma batal karena mendadak ada kerjaan penting yang gak bisa di tinggalkan" Maya menjelaskan.


"Ayo di minum, nanti keburu dingin" seru Maya menyodorkan cangkir teh pada Levina.


Levina menyambutnya dengan tersenyum


"Makasih tan " otaknya masih di penuhi pertanyaan tentang tidak adanya kehadiran Rafa pada pernikahan Raka, karena setahunya Rafa sangat menyayangi adiknya itu, apa pun keinginan Raka selalu di penuhi.

__ADS_1


"Oya Levina, katanya ada yang ingin kamu bicarakan dengan tante" Maya memecah keheningan.


"Bagaimana hubungan mu dengan Rafa? kalian sudah lama berhubungan kenapa tidak memikirkan ke tahap yang lebih serius saja?"


Levina jadi salah tingkah, dia tersenyum senang karena ternyata Maya sangat menyetujui hubungan mereka dan belum mengetahui keretakan antara hubungannya dengan Rafa.


"Aku terserah Rafa tante! tante tau kan aku sangat mencintainya ! aku juga berharap seperti itu, tapi sepertinya Rafa lebih mementingkan pekerjaannya daripada memikirkan hubungan kami " katanya memasang wajah sedih.


"Nanti tante akan membicarakannya dengan Rafa" Maya menyapu tangan Levina pelan


"Terima kasih, tante memang yang terbaik, selalu mendukung hubunganku dengan Rafa ! Oh ya tan, apa Rafa sudah pernah pulang ke rumah selama dua tahun ini?"


Maya mengeluh berat, wajahnya berubah sendu


dia menggelengkan kepalanya


"Itu yang membuat tante sedih, dia tidak pernah berkunjung ke rumah, dia tidak pernah pulang ke Indonesia ! tante sudah memintanya berulangkali ! entah apa yang membuatnya betah tinggal di negara asing itu"


Berarti tante Maya tidak tau kalau Rafa ada di Indonesia sudah hampir sebulan ini? batin Levina, Rafa menyembunyikan keberadaannya di Jakarta.


Kalau Rafa tidak tinggal di sini, berarti Rafa ada di apartemennya.


Seulas senyuman menghiasi bibir Levina.


"Tante jangan sedih, nanti aku akan coba bicara dengan Rafa! Oya tante ada yang ingin aku tanyakan! aku dengar Rafa sudah menjual beberapa properti mewahnya"


Maya kembali mendesah berat.


"Tante juga dengar itu dari Nesa, entah benar atau tidak tante belum menanyakan pada Rafa, tante juga bingung dan bertanya-tanya kenapa dia menjual nya"


"Sepertinya itu benar tante, karena kepemilikan properti itu sudah berubah nama, bukan lagi nama Rafa ! aku mengeceknya, dan yang menjadi pemiliknya sekarang adalah seorang perempuan bernama AZ'FA"


"AZ'FA...? siapa dia?" tanya Maya dengan mata mengernyit.


"Aku juga tidak tahu tante"


Levina juga heran kenapa Rafa menjual aset-aset mewahnya? apa dia kekurangan uang ? atau apa bisnisnya mulai melemah? karena rata rata yang di jual Rafa adalah aset aset mewahnya dengan nilai yang sangat tinggi.


"Pantas saja Wisnu sudah tidak lagi mentransfer uang ke rekening ku! mungkinkah karena Rafa memang sedang kesusahan keuangan? batin Levina.

__ADS_1


"Dan AZ'FA itu siapa? seandainya dia laki laki pasti sudah ku dekati untuk ku jadikan pengganti Rafa, guman Levina kembali dalam hati.


*****


__ADS_2