Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 116


__ADS_3

"Tuan Ravendro, berarti Raka Rahardian sudah menikah?" kata salah seorang tamu undangan yang duduk di depan.


"Selamat atas pernikahannya Raka." kata tamu yang lain.


Para ladies nampak terkejut setelah tahu Raka menikah. Karena mereka tidak mendengar berita pernikahannya pria tampan dari kalangan orang berkuasa ini.


Dan lebih terkejut lagi setelah tahu sosok istri Raka dengan rambut panjang keriting bergelombang.


"Raka sangat tampan, sudah pasti istrinya juga sangat cantik, bolehkah kami melihat wajah istri adik ipar anda tuan Ravendro?" seru tamu yang lain.


"Iya tuan Raka, bolehkah kami melihat wajah istri anda, kami ingin melihat wajah cantik di balik topeng itu." sambung tamu yang lainnya


"Buka, buka, buka, buka." para model dan artis berseru.


Ara panik, keringat dingin mulai muncul dari pori pori tubuhnya mendengar permintaan para undangan. Dia mengapit lengan suaminya kuat.


"Sayang , tenanglah."


"Aku gak mau kak buka topengnya."


"Iya sayang, kamu tidak akan membuka topeng itu." Raka menoleh pada kakaknya.


"Tenanglah Ara kamu jangan panik dan cemas." sambung Rafa.

__ADS_1


Dia menatap wajah para tamu satu persatu .


lalu menoleh pada Raka.


"Bicaralah." memberi kekuasaan pada adiknya untuk memberikan klarifikasi tentang pernikahannya dan juga tentang istrinya.


Rafa bisa saja bicara langsung bahkan membungkam mulut para tamunya supaya tidak banyak ngomong, tapi dia tidak ingin melangkahi Raka sebagai suami Ara.


Raka mengangguk tersenyum.


"Para tamu undangan sekalian, saya sangat berterimakasih atas ucapan dari anda atas pernikahan kami, saya menikahi istri saya lima bulan yang lalu, kami bukan ingin menutupinya dari publik, tapi memang keinginan saya dan istri untuk menikah sederhana. Mengenai latar belakang istri saya, dia adalah seorang mahasiswi yang cerdas. Dan untuk permintaan anda semua ingin melihat wajah istri saya ...maaf saya dan istri tidak bisa memenuhinya, kami punya privasi yang harus di jaga. Tapi untuk menjawab rasa penasaran anda tentang istri saya, saya mengatakan di balik topeng ini ada wajah yang sangat cantik dan manis tersembunyi." ujar Raka menjelaskan sambil tersenyum.


"Itu benar skali, wajah cantik bagai bidadari di penuhi banyak kebaikan cinta dan kasih sayang, bahkan saya pun sangat terpesona." muncul suara dari arah belakang para tamu.


Sosok dokter Rizal.


"Hallo adik iparku yang cantik jelita." Rizal mendekat ke arah mereka, dia tidak memakai topeng.


"Dokter." seru Ara.


Rizal memeluk Ara sebentar, cipika cipiki dengan gadis itu.


"Kamu makin cantik aja dengan topeng itu." kata Rizal kembali mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Ara tersenyum dari balik topengnya.


Rizal mengalihkan pandangannya kedepan


"Saya juga gak setuju bila topeng adik iparku ini di buka, saya gak rela wajah cantiknya ini jadi tontonan banyak orang dan di liput kamera." celetuk Rizal kembali tersenyum.


Para tamu undangan terkekeh, tertawa kecil mendengar guyonannya.


Sebagian dari mereka ada yang mengenal Rizal, karena dia adalah dokter mereka.


Beberapa kalangan artis juga mengenalnya, karena Rizal terkadang muncul di tv memenuhi undangan dari berbagai stasiun tv untuk program kesehatan.


Mereka juga tahu karakternya yang humoris.


"Hey nona cantik, cepat lanjutkan acaranya." seru rizal pada sang MC.


Rafa mengangkat tangannya.


"Anda semua sudah mendengar penjelasan tentang Ara dari suaminya, jadi jangan ada lagi pertanyaan, jangan ada lagi yang berkomentar buruk dan menilai rendah padanya, saya tidak akan mentolerir jika ada yang berani." ucapnya tegas dengan tatapan tajam dan dingin.


Para tamu undangan segera berdiam diri melihat perubahan sikap pada pemilik Ravend Group ini, kata katanya yang terdengar seperti suatu ancaman terasa menusuk hati.


Dia segera memberi kode pada Sang MC

__ADS_1


untuk melanjutkan acara.


*****


__ADS_2