Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 128


__ADS_3

Mereka menuju ke kamar Wisnu. Dari jauh mereka melihat Wisnu berdiri di depan kamar Rafa. Disampingnya berdiri seorang wanita memakai gaun putih.


"Kak, lihat itu sekretaris Wisnu." kata Ara seraya menunjuk ke pada Wisnu.


Raka mengikuti arah telunjuknya. Dia melihat Wisnu.


"Sebaiknya kakak balik saja ke kamar dan istirahat. Kakak baru minum obat! Nanti aku akan meminta sekretaris Wisnu untuk mengantarkan ku kembali ke kamar kita." Ara menatap suaminya yang terlihat lelah dengan sedikit pucat.


"Baiklah sayang, jangan lupa minta sekretaris Wisnu untuk mengantar mu kembali." ujar Raka mengalah.


Ara tersenyum mengangguk.


Raka mengusap istrinya, lalu berbalik melangkah kembali menuju kamarnya. Sesungguhnya dia juga sangat butuh istirahat setelah minum obat. Reaksi dari obat sudah bekerja. Sudah berulangkali dia menguap.


Ara menatap kepergian suaminya sampai masuk ke kamar, lalu ia berbalik dan melangkah menuju kepada Wisnu.


"Sekretaris Wisnu sedang bicara dengan siapa?" gumamnya melihat Wisnu tampak sedang bersama dengan seseorang tapi tidak jelas terlihat wajahnya. Tapi dari pakaiannya orang itu adalah seorang wanita.


Posisi Wisnu membelakangi Ara. Sehingga dia tidak melihat kedatangan Ara.


Setelah dekat, Ara segera menyapa Wisnu.


"Sekretaris Wisnu." ucap Ara berhenti tepat di belakang Wisnu.


Wisnu berbalik mendengar sapaan itu. Dia kaget melihat Ara."Nona muda."

__ADS_1


Ara tersenyum, lalu mengalihkan matanya ke sebelah, melihat wanita yang ternyata sedang berbicara dengan Rafa. Keduanya terlihat dekat. Tangan wanita itu berada di bahu Rafa, wajahnya tersenyum manis menatap kakak iparnya yang juga tersenyum menatap kepadanya.


Wajah Ara mengernyit melihat kedekatan mereka. Karena bukan Levina tapi wanita lain. Wanita ini siapanya kak Rafa? batinnya. Beberapa detik kemudian dia segera mengarahkan pandangannya ke pada Wisnu. Tak mau mencari tahu dan mengurusi hal pribadi Rafa karena takutnya akan membuatnya kena masalah.


"Nona muda, ada apa anda kemari? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Wisnu kembali.


Rafa dan wanita itu segera menoleh mendengar perkataan Wisnu. Rafa sendiri kaget melihat Ara di sini.


Ara menatap Wisnu.


"Aku ada perlu pada anda sekretaris Wisnu, bolehkah kita bicara sebentar?" katanya kemudian dengan suara rendah. Dia melirik sekilas pada Rafa dan wanita itu. Ara mengingat wanita itu, wanita


jepang yang berdansa dengan Rafa tadi di lantai dansa ballroom.


"Ada dengan bibir anda sekretaris Wisnu?" tanyanya.


"Saya tadi terjatuh Nona." jawab Wisnu gugup.


"Jatuh?" ulang Ara kembali kurang percaya.


Rafa melangkah mendekat pada mereka.


"Kamu ada apa datang menemui Wisnu selarut ini?" tanyanya menatap wajah Ara.


"A-aku___ada sesuatu dengan sekertaris Wisnu." Ara terbata menjawab. Dia menelan ludah.

__ADS_1


"Siapa dia tuan Ravendro?" Kazumi memperhatikan Ara dari atas hingga bawah.


Rambut keriting yang setengah basah, poni tebal tak beraturan, kaca mata tebal, kening tebal hitam asal di garis, tapi wajahnya cantik dan manis meski tanpa polesan. Semakin di tatap semakin cantik dan membuatnya tertarik. Kazumi tidak mengenal Ara sebagai istri Raka karena wajahnya saat di ballroom tertutup topeng. Saat ini Ara tidak mengenakan topeng, jelas saja dia tidak mengetahui Ara sebagai istri Raka.


"Aku sudah katakan pada kalian untuk segera beristirahat, kenapa kau masih keluyuran di luar?" kata Rafa menatap Ara tanpa menjawab pertanyaan Kazumi.


"Ma maafkan saya Tuan Ravendro. Ini sesuatu yang mendesak." ucap Ara terbata bata.


Rafa terkejut mendengar perkataan Ara, begitu juga dengan Wisnu, mendengar Ara sebutan formal Ara pada Rafa.


"Kamu sebut apa aku barusan?" Rafa menatap lekat sembari melangkah semakin mendekat.


Ara mundur selangkah. Dia sengaja berkata begitu tidak ingin membuat Rafa malu di depan Kazumi dengan penampilannya yang buruk dan kampungan.


"Maaf...." ucapnya pelan takut takut melihat wajah Rafa yang berubah. Lalu dia menoleh pada Wisnu.


"Sekretaris Wisnu, bisakah kita bicara sebentar?"


"Baik Nona Muda." Kata Wisnu. Dia menundukkan kepalanya pada Rafa sebagai penghormatan, lalu melangkah menuju ruangannya. Ara mengikutinya dari belakang setelah mengatakan kata permisi pada Rafa dan Kazumi.


"Nona muda?" batin Kazumi mendengar Wisnu menyebut Ara Nona muda.


"Siapa yang mengizinkan kamu pergi Wisnu?" kata Rafa agak keras melihat kepergian mereka yang sudah berjarak tiga meter darinya. Dia penasaran ada urusan apa Ara pada Wisnu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2