
...Happy Reading...
Rafa membuang nafas kasar, jantungnya berdebar. Jari jemarinya bergerak memijit kedua pelipis. Berulangkali ******* berat keluar dari mulutnya. Dadanya sesak dan sakit saat ini. Dia juga kesal karena Nesa terus mengabaikan si kembar.
"Cio dan Cia ada di kamar mereka?" tanyanya kemudian.
"Iya tuan, si kembar meminta tidur di kamar tuan Raka dan nona Ara sambil di bacakan dongeng." Wisnu menceritakan kejadian yang terjadi sebelum magrib tadi yang ia dapatkan dari Sam.
Rafa menatap ke depan, sambil meremas ke dua tangannya satu sama lain.
"Apalagi agendaku sore ini?"
"Satu jam lagi anda akan bertemu dengan beberapa investor dari Malaysia. Dan nanti malam ada undangan makan malam dari Nona Kazumi Kirey di restoran X."
"Kazumi Kirey?" tanya Rafa mengerutkan kening. Karena dia tidak kenal dengan nama itu
"Iya tuan. Nona Kazumi adalah putri tuan Hidetoshi dari Jepang. Dia mengirim putrinya sebagai perwakilan dirinya. Karena saat ini Tuan hideoshi sedang tidak sehat." Wisnu menjelaskan.
Rafa kembali memijat keningnya. Sedang berpikir.
"Segera atur pertemuan dengan mereka." katanya beberapa saat.
"Baik tuan. Lalu mengenai hadiah pernikahan tuan Raka dan Nona Ara?"
"Batalkan." jawab Rafa sebelum Wisnu menyelesaikan kalimatnya.
"Baik tuan." Wisnu menekan tombol tombol yang ada di HP nya, menulis sebuah pesan.
Hadiah pernikahan sebuah rumah mewah seharga 100 miliar dan bookingan perjalanan bulan madu yang berjumlah milyaran itu hangus dalam sekejap.
Rugi? tentu tidak bagi seorang Rafa Ravendro Artawijaya yang memiliki kekayaan yang tak terhitung jumlahnya.
__ADS_1
Tapi bagaimana jika seorang Ara mengetahui jumlah yang sangat fantastis itu? Tentu dia akan pingsan. Karena nilai seribu rupiah sangat berarti baginya.
"Ambilkan aku minum." kata Rafa setelah membuang nafas panjang dan merasa tenang.
Wisnu segera mengambil sebotol minuman soda dari lemari es, menuangkan kedalam gelas kemudian menyerahkan pada Rafa, lalu ia berdiri kembali tidak jauh dari samping tuannya.
Rafa segera meminumnya sampai habis.
Pikirannya melayang pada keluarganya di Indonesia. Rafa teringat perkataan Ara tentang arti sebuah keluarga dan juga kebersamaan, dia tersenyum tipis.
"Apa arti keluarga bagimu Wisnu?" menoleh pada Wisnu.
Eh? Wisnu kaget dengan pertanyaan itu. Dia kebingungan harus menjawab apa, mendapat pertanyaan tiba tiba.
"Hahahaha." Rafa tertawa melihat sikap bingung Wisnu. Dia sudah bisa menebak sekretaris pribadinya itu tidak akan bisa menjawabnya, sama seperti dirinya. Karena mereka jarang berkumpul bersama keluarga.
Ada apa dengan tuan? Kenapa tiba-tiba dia menanyakan tentang keluarga? Apa dia merindukan keluarganya? batin Wisnu bingung dengan sikap tuannya.
Terdengar alunan musik yang di mainkan sang DJ seksi. Satu persatu pengunjung meninggalkan kursi untuk turun melantai.
Terdengar teriakan histeria dan tarian menggila dari beberapa wanita yang hanya menggunakan cd dan bra. Mereka bergelantungan di tiang besi. Sementara para bartender terus menuangkan minuman kepada setiap tamu yang masih duduk. Di sudut ruangan terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian seksi, make up tebal nampak menyurut sebatang rokok. Sesekali dia meneguk minuman seraya menggerakkan tubuh bagian atasnya mengikuti hentakan irama musik. Beberapa pria hidung belang mendekat dan menggoda, tapi tidak di hiraukan. Sebuah pesan SMS nampak masuk kedalam ponselnya. Setelah membaca isi pesan itu, dia tersenyum.
"Akhirnya aku menemukan mu." ucapnya dengan ekspresi senang. Lalu dia segera bangkit keluar dengan langkah cepat dari tempat itu, menuju mobilnya. Kemudian melarikan kendaraan itu dengan kecepatan tinggi.
Di sala satu Restoran mewah di Amerika.
Di ruangan berkelas VVIP. Seorang pria tampan berjas abu abu dan wanita cantik berpakaian kimono ala Jepang sedang terlibat pembicaraan serius mengenai pekerjaan. Yang tak lain adalah Rafa dan Kazumi Kirey. Di temani oleh sekretaris pribadi masing-masing yang duduk di belakang tidak jauh dari mereka.
Meskipun nampak serius, tapi terkadang terdengar candaan tawa mereka menghiasi ruangan berkelas itu di sela sela perbincangan bisnis. Kazumi sesekali mencuri pandang laki laki tampan di depannya ini.
"Sungguh sempurna." gumamnya dalam hati terpukau dengan pesona ketampanan Rafa. Kazumi senang tiada tara dapat bertemu langsung dengan pria yang sangat dikaguminya ini. Bahkan sangat di inginkan untuk menjadi kekasihnya. Pria yang mempunyai sikap dingin, angkuh, sangat sulit di dekati. Dengan memberi alasan ayahnya yang lagi sakit, akhirnya dia bisa bertemu dan berbincang dengan pengusaha muda sukses, tampan dan berkuasa ini.
__ADS_1
Kazumi melihat gelas Rafa yang telah kosong
"Tuan Rafa, aku dengar wanita wanita Indonesia terkenal cantik." katanya sambil menuangkan Wine ke gelas Rafa.
Rafa tersenyum, sehingga membuat tubuh Kazumi bergetar melihat wajah di depannya ini semakin tampan mempesona.
"Tapi anda lebih cantik Nona." ujar Rafa menggoda dengan senyum manisnya.
"Benarkah? Ah saya jadi tersanjung tuan." Kazumi tertawa kecil memperlihatkan gigi putihnya."Tapi benar, wanita Indonesia itu cantik dan manis." ujarnya kembali sambil meneguk minumannya.
Rafa terdiam dengan gelas di tangannya. Matanya melihat lurus ke depan membayangkan sesuatu. Teringat seseorang yang membuat jantungnya berdebar setiap kali mengingat.
"Tentu saja, sangat cantik dan manis." katanya sesaat dengan senyum tipis menghias wajahnya. Mengkhayalkan wajah manis ayu seseorang.
"Makanya, anda sangat tergila-gila pada kekasih model anda itu kan tuan Ravendro ? Karena dia sangat cantik dan seksi." Kazumi menyambung perkataannya seraya mengedipkan matanya dengan senyum kecil.
Rafa hanya tertawa tidak menjawab. Dia kembali meneguk minumannya.
Wisnu yang sedari tadi hanya duduk diam, tiba tiba berdiri mendekati tuannya dan membisikkan sesuatu. Dia baru saja mendapatkan sebuah pesan yang langsung di mengerti Rafa. Rafa menatap pada Kazumi.
"Nona Kazumi, kita akan bertemu lagi di lain waktu." kata Rafa sambil berdiri."Terimakasih atas makan malamnya, sampaikan salam ku pada ayahmu." sambungnya kembali.
"Baiklah tuan Ravendro, aku pun berharap kita akan bertemu lagi. Terima kasih sudah sudi meluangkan waktu memenuhi undangan kami." balas Kazumi yang mengerti dan bisa membaca jalan pikiran Rafa. Presdir tampan ini sepertinya punya urusan penting mendadak sehingga mengakhiri obrolan mereka. Tidak masalah bagi Kazumi jika Rafa akan pergi. Karena yang menjadi tujuan utamanya mengundang CEO ternama ini sudah terpenuhi, karena sangat sulit membuat janji bertemu dengannya. Bertemu dengan CEO dingin ini merupakan suatu keberuntungan bagi dirinya dan juga perusahaan ayahnya.
Rafa segera keluar di ikuti Wisnu setelah menerima buah tangan mewah dari Kazumi. Kazumi dan sekretarisnya membungkukkan badan ketika ke dua lelaki tampan itu keluar di ikuti oleh pengawal yang lain.
Kemana mereka akan pergi? Hanya Wisnu yang tahu. Yang pasti dia harus segera membawa tuannya ke luar dari restoran mewah ini sebelum Levina mengetahui keberadaan mereka.
...Bersambung....
Dukung author terus ya โบ๏ธ๐
__ADS_1