Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 121


__ADS_3

...Happy Reading....


Lampu kembali menyala. Lagu telah berubah. Tamu yang berdansa kembali ke tempat duduk masing masing.


Ara melihat makanan yang ada di dekatnya. Dia memetik sebiji buah anggur, lalu memakannya.


Kemudian melangkah kaki mencari suaminya.


"Kakak pergi kemana? Siapa yang meneleponnya tadi?" gumamnya dalam hati.


Celingukan mencari keberadaan Raka. Ara ketempat Nesa berada. Melangkah melewati kumpulan gadis gadis tadi yang merendahkannya.


Ara memberikan senyuman, karena mereka menatap padanya.


Tapi tatapan mereka kali ini terlihat ramah. Tidak seperti tadi, sinis dan merendahkan.


Ara heran, tapi dia tidak mau ingin tahu. Dia terus melangkah.


Dia merasakan ada yang kurang dari mereka. Gadis yang bernama Lisa dan Mona tidak lagi bersama mereka.


"Mungkin mereka sudah kembali?" batinnya dalam hati.


Suara musik kembali mengalun, lalu terdengar suara nyanyian merdu seorang pria.


"Kaulah segalanya bagiku,


Kaulah curahan hati ini


Tiada lagi yang ku harapkan hanya kau seorang."


Ara mengalihkan pandangannya ke depan.


Suara itu sangat di kenalnya.


Para undangan juga ikut mengalihkan pandangannya ke arah panggung. Begitu mendengar lagu artis Ruth Sahanaya.


Ara tersenyum melihat suaminya di sana.


Dia tahu itu suara merdu suaminya.


Raka tersenyum memandang ke arahnya.

__ADS_1


Dia berjalan mendekat ke arah istrinya


sambil bernyanyi, di telinganya terpasang microfon.


"Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya.


Apa yang ku inginkan di saat saat ini.


Kau tak kan percaya, kau selalu di hati."


Raka meletakkan kedua tangan Ara ke dadanya. Ara menatap terharu dan bahagia.


Suara merdunya, gerakan tubuhnya yang di tujukan pada Ara membuat semua mata terfokus kepada mereka. Termasuk Rafa, Rizal, Nesa, Wisnu.


"Lagu ini saya persembahkan untuk wanita yang sangat berharga dalam hidup saya__yaitu istriku tercinta." kata Raka menatap romantis pada Ara yang tampak berkaca. Dia mengecup lembut kening Ara.


"Saya sangat beruntung dan bersyukur sekali memiliki wanita ini menjadi teman dan pendamping hidup saya." sambung Raka. Dia terus memegang ke dua tangan istrinya, tersenyum manis menatap mesra.


Tepukan tangan terdengar dari tamu.


Raka menarik tangan Ara melangkah ke panggung. Mengambil microfon di saku celananya yang sudah di siapkan tadi, lalu memasangkan ke telinga Ara.


Ara kaget menggelengkan kepalanya. Dia malu karena menjadi pusat perhatian tamu.


Rizal mendekat, sambil bertepuk tangan dengan keras.


Di susul oleh tamu lainnya memberi tepukan.


Raka kembali meletakkan tangan istrinya pada dadanya ketika menyebut


"Kaulah segalanya bagiku." bernyanyi kembali.


Lalu mengecup tangan itu lembut.


Ara terharu menatap wajah suaminya.


Dia tersenyum, matanya basah. Sungguh dia wanita paling bahagia dan beruntung di dunia ini. Memiliki pria yang benar-benar tulus mencintainya.


Dia tidak menyangka kepergian suaminya tadi yang meninggalkan dirinya ternyata mempersiapkan kejutan lagu ini untuknya


Seisi ruangan juga ikut bernyanyi, tangan Raka berpindah menyapu wajah istrinya lembut di sela sela nyanyiannya.

__ADS_1


Lalu membawa tangan itu ke wajahnya, di kecupnya lagi.


Ara semakin terharu, satu tetes air mata mengalir di sudut matanya. Raka menyapu kristal bening itu.


Para tamu semakin menjerit histeria melihat kemesraan mereka.


Para ladies nampak iri pada Ara.


"Tiada lagi yang ku inginkan hanya kau seorang."


Raka memeluk tubuh istrinya, Ara membalas pelukan itu dengan erat. Dia menarik diri dari pelukan, dan tanpa sadar mengecup bibir Raka. Di kecup berulang.


Raka tercengang, tersenyum senang.


Akhirnya istrinya menciumnya di depan orang banyak.


Saking senangnya, diapun membalas kecupan istirnya, bahkan mencium bibir istrinya.


Keduanya saling berciuman hangat dan lembut di iringi tepukan tangan yang semakin keras.


Raka melepaskan ciumannya, memeluk kembali istrinya.


"Sayang, terimakasih. Kau telah memenuhi keinginanku, menciumku di tempat umum, di depan banyak orang. Aku sangat senang dan bahagia sekali. Aku mencintaimu." bisiknya pelan mempererat pelukannya.


"Aku juga mencintai kakak. Aku pun tak butuh apa pun di dunia ini, hanya kakak seorang. Kakak segalanya bagiku." ucap Ara tersenyum haru. Keduanya kembali berpelukan di sertai tepukan, pujian dan ___ tatapan tak bergeming dari Rafa Ravendro.


"Temani aku menyanyi ya, sekalian kita berdansa." bisik Raka kembali.


Ara mengangguk.


Raka melepaskan pelukannya, menurunkan kedua tangannya di pinggang Ara, dan meletakkan kedua tangan gadis itu di pundaknya.


"Ayo kita berdansa kembali." kata Raka pada tamu.


Para tamu yang ingin berdansa segera turun dan mengambil posisi bersama pasangannya. Mengikuti gerakan tubuh Raka dan Ara.


Sebagian tidak ikut bergabung, dan hanya menjadi penonton saja.


Sebagian lagi memilih duduk menikmati makanannya sambil mendengarkan lantunan musik dan melihat tarian dansa.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya...


Rate bintang lima, vote, hadiah, like dan masukan ke favorit ❤️


__ADS_2