Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 9


__ADS_3

...Happy Reading....


Tiga minggu berlalu dengan cepat, dimana hari pernikahan Raka dan Ara akan segera di gelar. Pernikahan di langsung kan secara tertutup dengan sederhana sesuai keinginan Ara di hotel milik tante Raka, Rahmia.


Ara tak ingin pesta yang meriah meski Raka sudah berulangkali menawarkan kepadanya.


Mengingat Ara tidak punya keluarga maka yg menjadi wali nikahnya adalah ustadz


Arif Rahman. Ustadz Arif dulu adalah guru ngaji Rafa dan Raka, makanya Raka mempercayakan wali nikah Ara kepadanya.


Tak banyak yang hadir, hanya keluarga Raka dan dua sahabat Ara sebagai saksi dari pernikahan.


Teman kantor Raka dan juga teman kampus Ara pun tak tahu dengan pernikahan mereka, termasuk manajer dan rekan di cafe tempat Ara bekerja.


Ara nampak semakin cantik dengan balutan gaun putihnya, meski tanpa memakai make up di wajahnya. Cantiknya begitu alami dan mempesona.


Sementara Raka terlihat tampan dengan jas hitamnya. Tubuhnya yang kekar dengan pahatan yang tampak terlihat dari jas yang ia kenakan.


Meski sederhana, tapi penuh hikmah pernikahan itu berlangsung dengan lancar.


Raka dan Ara telah sah menjadi pasangan suami istri setelah ustadz Arif mengucapkan ijab kabul yang di ikuti Raka.


Selanjutnya Raka dan Ara menyalami Maya dan Nesa. Pasangan yang baru saja melepas masa lajangnya itu terlihat sangat bahagia.


Ara menyapa dan menyalami kedua wanita itu dengan sopan, mencium kedua tangan mereka mengikuti Raka. Ara tahu ibu mertua dan kakak iparnya ini tidak menyukai dirinya dari cara mereka memandangnya.


Tak lama Maya dan Nesa pamit pulang karena tak suka berlama lama di tempat ini.


Setelah kepergian keduanya, muncul seorang wanita paruh baya seusia Maya mendekati Raka dan Ara.

__ADS_1


"Selamat atas pernikahan mu nak." kata wanita itu memberi selamat, lalu memeluk dan mencium kening Raka.


"Terima kasih tante." Raka juga menyalami wanita itu dengan sopan.


"Ara, kenalkan ini tante Rahmia, adik kembar mama. Beliau adalah pemilik dari hotel ini. Beliau juga yang telah mengurus acara pernikahan kita." sambungnya kemudian pada Ara.


Ara tersenyum dan segera menyalami dengan mencium tangan wanita itu yang di balas Rahmia dengan pelukan dan mengecup kening Ara lembut.


Ara senang dengan perlakuan baik dari tante suaminya ini, ternyata orangnya baik.


"Saya Ara Bu." katanya kemudian tersenyum manis. Ara menatap Rahmia, wanita paruh baya tapi masih ada sisa-sisa kecantikan di wajahnya. Mukanya memang ada kemiripan dengan mama mertuanya, ternyata mama mertuanya itu punya saudari kembar.


"Hey, jangan panggil ibu dong, panggil aja tante, kau sekarang adalah keponakanku sama seperti Raka." jawab Rahmia seraya menyentuh hidung Ara lembut.


"Iya tante__" ucap Ara agak canggung.


"Nah gitu dong baru enak di dengar. Raka sering cerita dirimu padaku, dan ternyata dia benar, kamu memang gadis yang sangat cantik, manis, ramah, sopan dan baik." kata Rahmia kembali.


"Benarkah? Kak Raka terlalu berlebihan tante." ujarnya seraya menoleh pada Raka.


"Memang kenyataannya seperti itu sayang." Raka merangkul pundak istrinya.


"Istriku ini memang gadis terbaik dan tercantik di dunia." sambung Raka kembali.


"Raka benar." Rahmia membenarkan ucapan keponakanya dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya."Tante ucapkan selamat atas pernikahan kalian, cepat beri tante cucu ya?" sambungnya dengan senyum menggoda.


Ara tersentak, wajahnya memerah. Dia langsung menunduk.


"Pasti tante." kata Raka tertawa kecil melirik Ara dengan mata nakalnya. Membuat istrinya semakin salah tingkah dan malu.

__ADS_1


Rahmia tertawa kecil melihat tingkah keduanya.


"Tante sudah menyiapkan kamar untuk kalian tempati." kata Rahmia. Dia telah menyiapkan kamar pengantin untuk Raka dan Ara. Telah di hias seindah mungkin.


"Terima kasih tante, tapi kami mau balik ke rumah." kata Raka


"Yaah terserah kalian saja, tapi kapan kapan menginap lah di sini. Kalian bebas datang kapan saja." kata Rahmia sedikit kecewa.


"Iya tante." jawab Raka.


"Baiklah, tante pamit dulu, gak bisa lama lama karena masih ada urusan yang ingin di kerjakan. Selamat berbahagia dan selamat bersenang-senang." Rahmia mengedipkan sebelah matanya pada Raka, kembali menggoda keduanya.


"Pasti tante." ujar Raka sambil tersenyum lebar mengerti godaan tantenya.


Ara kembali salah tingkah, berpura-pura menoleh ke arah lain.


Rahmia memeluknya.


"Semoga kamu bahagia selamanya nak. Jika kau perlu sesuatu jangan sungkan sungkan untuk menghubungi tante ya?"


Ara mengangguk.


"Terimakasih Tante." ucap Ara tersenyum.


Rahmia segera beranjak dari tempat itu.


Ditengah kebahagiaan yang di rasakan Raka, ada sedikit rasa kecewa dan sedih yang dia rasakan. Karena Rafa, kakak keduanya batal datang menghadiri pernikahannya.


Padahal dia sangat berharap kakaknya itu datang untuk mendampinginya sebagai ganti dari ayah mereka yang telah lama meninggal.

__ADS_1


Sebelumnya, Rafa sudah berjanji akan datang di hari bahagianya itu. Dan entah kenapa setengah jam sebelum akad nikah di mulai, sekretaris pribadi kakaknya menelepon memberi kabar bahwa Rafa batal datang karena ada urusan pekerjaan penting mendadak tidak bisa di wakilkan.


Bersambung.


__ADS_2