Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 299


__ADS_3

Hari ini Ines mulai masuk kerja di perusahaan RA Group setelah sejam lalu mendapat telepon dari bagian HRD perusahaan RA Group.


Yang seperti di ketahuinya, dia di terima bekerja atas pengajuan Ara pada suaminya.


"Ibu, nanti lepas kerja langsung pulang ya?" kata Azhar ketika dia hendak pergi.


Kedua anak itu sangat antusias menyemangatinya ketika mereka mengetahui dirinya akan bekerja di perusahaan paman mereka Rafa, sekaligus tempat ayah mereka bekerja. Sebenarnya Ines sudah menolak untuk bekerja karena mengingat sudah menikah dan ada anak anak yang harus dia jaga dan urus.


Tapi Rani dan kedua anak itu justru senang dan memaksanya untuk bekerja. Mereka tidak melarang dirinya untuk bekerja, malah mendukungnya.


"Ibu baik baik di luar ya." sambung Azham.


Ines sangat terharu mendengar mereka memanggilnya dengan sebutan ibu.


"Iya Azhar Azham, ibu pasti langsung pulang dan akan selalu jaga diri. Azhar dan Azham mau nitip apa kalau ibu pulang?"


"Nanti aja kami akan kirim pesan ke ibu."


"Baiklah sayang. Selama ibu tinggali bekerja kalian jangan nakal ya? jangan nyusahin nenek. Kalian harus dengar kata nenek." pesannya.


"Iya bu..." jawab keduanya kompak.


"Anak pintar. Ayo sini peluk ibu, biar tambah semangat kerjanya."


Anak anak itu langsung memeluk Ines.


Ines merangkul mereka dan mencium puncak kepala masing masing.


Rani tersenyum terharu melihatnya.


"Bu saya pamit dulu. Maaf ya merepotkan ibu dengan menjaga mereka." kata Ines mencium punggung tangan Rani.


"Gak apa apa. Kau jangan khawatir. Hati hati di jalan." kata Rani mengusap lengannya.


Ines segera melangkah masuk ke dalam taksi yang sudah di pesannya lewat online tadi.


Dia melambaikan tangan pada anak anak.


Ines berharap tidak terlambat karena sekarang sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


Dia agak kesel kenapa harus di hubungi tiba tiba seperti ini.


Wisnu sudah pergi ke rumah tuannya dari jam setengah enam tadi seperti kebiasaannya.


***


Rumah pribadi.


Kamar Rafa dan Ara.


Ara sedang mengancing kemeja suaminya. Sesekali Rafa jahil mengecup bibirnya. Kedua tangannya memeluk pinggang Ara.


Di sebelah Wisnu tampak sedang menyiapkan sepatu dan kous kaki tuannya.


"Kak, apa ini akan berhasil?" bisik Ara sambil menoleh sekilas pada Wisnu.


"Semoga saja sayang." jawab Rafa kembali mengecup bibirnya.

__ADS_1


Ara manyun manyun sambil menyentuh bibirnya.


"Gak lihat tuh ada orang lain di sini?"


"Mana?.... nggak ada!" jawab Rafa seraya melihat ke kiri kanannya.


"Ihhh..." Ara menatapnya kesal.


Rafa semakin tersenyum.


Ara segera memasang dasi dan menyimpulnya.


Rafa menurunkan sedikit tubuhnya agar Ara lebih mudah memasang.


Setelah itu Ara memakaikan jas, menyisir rambut suaminya.


"Kakak Semakin tampan dan keren." kata Ara sambil memberikan jari jempolnya.


Rafa tersenyum senang mendengar pujiannya.


Dia mencium bibir istrinya sejenak. Lalu mengecup perut istrinya yang sudah tampak menonjol.


"Jangan melakukan apapun yang membuatmu capek sayang."


"Aku hanya akan ke studio untuk melukis."


"Tapi jangan terlalu capek ya. Nanti Kalau lukisanmu sudah banyak, aku akan membuat kan pameran untuk memamerkan semua hasil karya senimu itu."


"Benarkah? Ah___terimakasih kak." ucap Ara senang.


"Terimakasih nya di sini sayang." kata Rafa menunjuk bibirnya.


Rafa senyum senyum. Dia meraih kembali pinggang istrinya. Dan mencium bibir istrinya. Dia suka sekali dengan benda kenyal basah ini.


Mereka terlibat perang lidah yang lembut sesaat. Lalu Ara segera menarik wajahnya.


Dia harus menghentikan ini, Kalau tidak akan menjurus ke hubungan **** lagi.


"Terimakasih sayang, aku akan tambah semangat bekerja setelah mendapat vitamin dan energi darimu." ucap Rafa tersenyum seraya menyapu lembut bibir istrinya dari air liurnya.


Ara hanya menatapnya dengan wajah cemberut dan tersengal sengal.


Rafa segera duduk. Wisnu mendekat dan meletakkan sepatunya.


Setelah memakai sepatu mereka segera keluar dan turun ke ruang makan.


Seperti biasa Rafa sibuk melayani Ara makan, meski Ara menolak di layani.


Dia ingin memastikan kebutuhan nutrisi, vitamin dan asupan gizi istrinya terpenuhi dengan baik. Baru setelah itu dia sarapan.


Selesai sarapan mereka segera berangkat ke kantor.


Kantor pusat perusahaan RA Group.


Seperti biasa, seluruh staf karyawan dari masing masing departemen dan divisi berbaris rapi untuk menyambut kedatangan pimpinan mereka dengan pandangan menunduk. Termasuk Ines. Dia di beri tahu Moly tentang aturan aturan perusahaan ini sewaktu dia datang tadi.


Satu menit kemudian datanglah Rafa dan Wisnu yang di sambut Moly di pintu lift.

__ADS_1


Mereka melangkah dengan hentakan tegas mendekati barisan para karyawan.


Rafa berhenti sejenak di depan para karyawannya, memperhatikan satu persatu wajah setiap karyawannya.


Begitu juga dengan Wisnu. Dia kaget saat melihat Ines berada di antara barisan para karyawan. Kenapa Ines ada di antara mereka? Apa istri yang baru di nikahnya kemarin itu telah bekerja? Tapi kenapa dia tidak tahu tentang masuknya Ines hari ini? batinnya.


Wisnu menoleh pada Moly, untuk meminta jawaban dari pertanyaannya.


Moly hanya menanggapi dengan senyuman sambil mengangkat bahu. Dia tahu isi otak asisten pribadi sepupunya itu


Rafa segera melangkah kembali menuju ruangannya. Wisnu mengikuti cepat dari belakang.


Dia masih menoleh sekilas ke belakang, bertepatan dengan Ines yang sudah mengangkat wajah melihat ke arah mereka.


"Kau pasti penasaran ingin melihat wajah pimpinan kita bukan?" bisik seorang karyawan wanita yang bernama Lisa pada Ines.


Ines hanya tersenyum.


"Pimpinan kita sangat tampan. Jika kau melihatnya kau pasti akan jatuh hati.Tapi sayangnya sudah ada yang punya." kata Lisa dengan wajah kecewa.


"Bukan hanya pimpinan saja yang tampan. Sekretaris pribadinya itu juga lho, namanya sekretaris Wisnu Adi Nugroho. Kita masih bisa memujanya. Karena orangnya masih single. Tapi sayangnya orangnya terlalu disiplin, keras dan tegas. Orangnya menakutkan, angkuh dan dingin. Dia dan pimpinan sangat menakutkan kalau lagi marah. Terutama pimpinan. Jangan sampai kau membuat kesalahan walau hanya terkecil. Kau bisa di pecat." kata karyawan itu kembali dengan tegas wajah serius.


Ines hanya pura pura mendengar kan saja.


Dia membenarkan kata Lisa. Kedua lelaki itu memang tampan, tapi angkuh dan menakutkan. Terutama suaminya itu, si pria angkuh sombong yang benar-benar sangat menyebalkan.


"Hey, kalian___jangan bergosip. Cepat ke meja kerja kalian." seru seorang pria dari staf divisi pemasaran pada beberapa kelompok perempuan yang sedang terlibat obrolan hangat entah menggosipkan apa.


Mereka segera bubar mendengar perintah itu.


Begitu juga dengan Ines. Dia segera menuju meja kerjanya yang sudah di atur Moly saat dia datang tadi.


"Hay... kamu karyawan baru ya?" sapa pria yang menegur mereka tadi.


Ines menengadah ke atas melihat siapa yang menyapanya. Dia melongo melihat wajah tampan sedang tersenyum padanya.


Ines jadi salah tingkah dan gugup.


"I- iya pak, saya baru masuk hari ini." katanya senyum senyum.


"Kamu jangan panggil saya seperti itu, namaku Aldi. Kita mungkin hanya beda tiga tahun. Kamu panggil saja aku Aldi." kata pria yang namanya Aldi itu.


"Baiklah Al-di___!" ucap ini ragu ragu.


"Nah begitu lebih baik dan enak di dengar. Karena kamu baru di sini, kau pasti belum punya teman. Anggaplah aku teman mu. Jika kau butuh bantuan jangan sungkan untuk memberi kepada ku." kata Aldi tersenyum menatapnya.


"Iya Aldi, terimakasih. Aku senang, di hari kerja pertama sudah dapat dua teman, kau dan Lisa." kata Ines senang.


"Nanti kita ngomong lagi, silahkan bekerja. Aku ke meja kerja ku dulu." kata Aldi dan segera berlalu setelah memberi senyuman termanis yang membuat hati Ines klepek-klepek dan melayang.


"Wah...dia benar benar tampan. Senyumannya sangat manis." gumam Ines tersenyum sendiri. Lupa kalau dirinya telah memiliki suami.


Dia tidak menyadari Wisnu memperhatikannya setiap gerak gerik dan ucapannya dari kamera cctv.


Bersambung.


Tinggalkan jejak ya πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Like, hadiah, komentar, dan juga vote karena sudah masuk seninπŸ™πŸ˜˜


__ADS_2