Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 129


__ADS_3

Langkah mereka terhenti. Wisnu segera membalikkan tubuhnya.


"Nona muda, maafkan saya." Wisnu serba salah, di antara dua pilihan.


Ara membuang nafas berat. Dia mengerti situasi dan posisi wisnu.


Kazumi yang sejak tadi penasaran dengan pertanyaannya yang belum terjawab. Di tambah mendengar Wisnu menyebut Ara nona muda. Siapa dia? batinnya menatap Ara.


"Tuan Ravendro, kau belum menjawab pertanyaan ku. Siapa gadis cupu ini?" tanya nya penasaran dengan wajah cantik alami Ara.


"Jaga ucapan mu. Dia adik ipar ku, istri Raka." kata Rafa menatap tajam pada kazumi.


Ooow mulut Kazumi membentuk huruf O, dia sedikit kaget dengan jawaban Rafa. Dia segera tersenyum untuk menutupi kesalahannya karena merasakan ketidaksukaan Rafa karena menyebut Ara cupu.


"Maaf aku tidak tahu. Aku tidak dapat mengenalinya saat dia memakai topeng dan saat melepaskannya," ucapnya kemudian. Lalu dia menatap Ara."Maaf Nona AZAHRA." katanya kembali dengan ramah. Dia mendekat pada Ara. Dia ingat nama Ara saat Rafa memperkenalkan di ballroom tadi. Sekarang dia bisa melihat jelas wajah istri Raka Rahardian yang sebenarnya. Dia tidak menyangka istri si tampan Raka, adik dari pengusaha kaya sukses dan terkenal yang menjadi bahan omongan buruk sebagian para tamu ternyata memiliki wajah secantik ini yang tersembunyi di balik topeng. Ternyata benar yang di katakan Raka dan dokter Rizal saat di ballroom tadi, ada wajah cantik, manis tersembunyi di balik topeng yang di kenakan Ara tadi. Tapi kenapa mereka tidak mengizinkan wanita muda ini memperlihatkan wajahnya di depan umum saat di minta membuka topeng tadi? Apa mereka memang tidak ingin wajah cantik ini menjadi tatapan mata para pria nakal seperti apa yang di katakan dokter pribadi keluarga mereka itu?


"Halo Nona Ara, kenalkan aku__Kazumi kirei," katanya mengulurkan tangan pada Ara.


Ara segera menyambutnya sambil tersenyum.


"Saya Ara Nona Kazumi," kata Ara.


"Mata yang indah!" batin Kazumi melihat sepasang mata teduh milik Ara serta tatapan lembutnya dari belakang kaca mata tebalnya.


Tak ada kekurangan dari wanita muda ini. Cantik dan juga memiliki postur tubuhnya yang ideal. Tinggi ramping, bokongnya kencang padat berisi serta kulitnya yang putih, bersih dan mulus.


"Tuan Ravendro, izinkan Nona Ara berbicara dengan sekretaris mu. Mungkin ada sesuatu yang penting ingin di sampaikan," ujar kazumi menoleh pada Rafa.


"Kita juga belum selesai bukan?" sambungnya kembali.

__ADS_1


"Kita sudah selesai Nona Kazumi, sebaiknya anda segera kembali ke kamar mu. Aku ingin istirahat." Rafa memberi isyarat pada Wisnu.


Dahi Ara mengerut mendengar ucapan mereka."Telah selesai? Selesai apa? Memangnya apa yang mereka lakukan?" gumamnya dalam hati."Apa wanita ini kekasih baru kak Rafa hingga membuat dia tidak perduli lagi pada kak Levina? Apa karena wanita ini penyebab kakak ipar tidak mencari kak Levina tadi?" batinnya kembali.


Dia menatap Rafa dan Kazumi bergantian dengan tatapan menyelidik.


"Baik tuan Ravendro, terimakasih untuk malam ini. Aku sangat senang dan bahagia bisa bersama denganmu. Aku juga sangat berharap kita bisa bertemu kembali secepatnya. Tolong hubungi aku segera." kata Kazumi tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya. Dia melangkah pergi setelah pamit pada Ara.


Wisnu mengantarnya.


"Permisi kakak ipar, selamat malam." Kata Ara buru buru seraya melihat pada Wisnu dan Kazumi. Dia hendak melangkah mengejar Wisnu.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku." Rafa menghalangi jalannya tiba tiba. Sehingga Ara menabraknya. Ara kaget dan hampir jatuh jika Rafa tidak menahan lengannya.


Ara segera mundur kebelakang.


"Aku tidak ingin membuat kakak malu di depan Nona Kazumi." katanya kemudian.


Ara mengangguk cepat.


"I iya, aku tidak akan melakukannya lagi. Kakak mau istirahat kan? Aku juga mau ke kamar, selamat malam." katanya terburu buru sambil menatap punggung Wisnu yang semakin menjauh. Dia hendak melangkah tapi Rafa kembali menghalangi jalannya. Rafa tahu dia ingin mengejar Wisnu bukan mau ke kamar dan istirahat.


"Kakak ipar, tolong jangan halangi jalanku." kata Ara menatapnya. Mulai kesal.


"Apa yang ingin kau bicarakan dengan Wisnu?" tanya Rafa tak menyingkir dari hadapan Ara.


"Aku akan mengatakan sendiri padanya."


"Kau tidak akan bisa berbicara dengannya."

__ADS_1


Ara melongo, mata bulat mendengar perkataan itu.


"Kenapa? Apa kakak tidak akan mengizinkan sekertaris Wisnu bicara dengan ku?" kata Ara menatapnya.


"Apa hak kakak melarang dia berbicara dengan ku? Apa kakak juga akan melarang dia berbicara dengan keluarganya, dan juga dengan orang lain? Apa dia hanya boleh berbicara dengan kakak saja?" katanya kesal.


Hah.....Rafa tertawa di dalam hati mendengar rentetan pertanyaan di selingi dengan luapan kekesalan. Alih-alih menjawab pertanyaan Ara, dia melangkah mendekati pintu kamarnya.


Ara menatapnya semakin kesal.


"Baiklah aku akan berbicara dengan kakak," kata Ara cepat, melihat Rafa hendak masuk. Wisnu juga sudah tidak terlihat lagi.


Percuma beradu mulut terus. Dia berpikir lebih baik di tanyakan langsung saja pada Rafa tentang gadis gadis itu. Wisnu juga pasti akan tutup mulut tidak akan menjawab, karena dia hanya melaksanakan perintah dari kakak iparnya.


"Aku ingin menanyakan tentang gadis gadis


itu."


Rafa terdiam sesaat, lalu menutup pintu kamarnya. Kemudian berjalan menuju ke balkon luar kamar di ujung sana.


Ara mendesis kesal karena di acuhkan. Dia segera mengikuti dari belakang dengan langkah cepat.


"Kak, di mana mereka?" tanyanya dari belakang."Apa kakak sudah membebaskan mereka?"


Rafa tak menjawab, terus berjalan hingga mencapai batas ujung luar kamar tidurnya.


Dia memandang ke depan sambil menghirup udara dengan kedua tangan direntangkan. Udara dingin malah membuat tubuhnya segar.


Ara semakin kesal dengan sikap acuh ini.

__ADS_1


"Kak, tolong jawab pertanyaan ku." katanya suara agak meninggi.


Bersambung.


__ADS_2