
Ines dan cindy memeluk dan menciumi kedua pipi sahabat nya ini bergantian, mereka saling berpelukan lama .
"Selamat ulang tahun ya Ra." ucap Cindy.
"Terima kasih ya guys, kalian benar-benar membuat aku terkejut, gak nyangka kalian bisa ada di sini, karena setahuku kalian tadi udah pulang."
"Tapi boong." jawab Ines tertawa kecil.
"Kamu tau gak, tadi pagi suamimu tuh nelpon kami dan memberi tahu acara kejutan kecilnya ini." Cindy menjelaskan seraya menoleh pada Raka yang berada di belakang Ara, memeluk istrinya itu dari belakang.
"Indah sekali hadiah kejutan dari suamimu, dan kak Raka juga suami yang sangat romantis." Ines menatap dekorasi kamar yang sangat Indah hasil kerja tangan Raka, dia menarik sala satu balon yang menjuntai indah.
Ara dan Cindy juga ikut memperhatikan sekelilingnya, menatap tempat tidur, banner, seikat bunga mawar dan kado kecil yang menghias indah di ruangan ini.
Ara menatap wajah suaminya dengan haru.
"Terima kasih ya kak untuk semua ini, aku sangat bahagia sekali, aku sendiri bahkan tidak ingat kalau hari ini adalah hari kelahiran ku, tapi ternyata kakak mengingatnya. kakak bahkan sampai gak masuk kerja hanya untuk mempersiapkan kejutan ini untukku." kata Ara terharu.
Raka membelai wajah istrinya lembut .
"Sama sama sayang, aku sangat senang melihat mu bahagia, maaf hanya bisa membuat acara kejutan kecil seperti ini di hari ulang tahun mu. Katakan kau butuh apa? kau ingin hadiah apa? aku pasti akan memberikannya."
Ara mendesah pelan.
"Aku tidak ingin hadiah atau pesta yang mewah, aku tidak ingin semua itu, aku hanya ingin hidup bahagia bersama selamanya dengan kakak."
"Tentu sayang, aku sangat mencintaimu, kita akan selalu bersama selamanya hingga maut memisah." Raka menatap lembut wajah istrinya,
menyentuh mata dan hidung istirnya, mengecup pelan bibir istrinya, dan berlanjut dengan ciuman yang panjang.
__ADS_1
dan berhenti ketika keduanya sudah sulit bernafas.
Sedangkan Ines dan cindy sudah keluar tanpa sepengetahuan mereka saat mereka berciuman tadi.
Ines memaki mereka karena berciuman tanpa melihat situasi ada orang lain di ruangan itu.
"Sayang, aku ingin mengajakmu dinner malam ini, tolong jangan menolak ya? aku ingin melakukan sesuatu yang romantis hanya berdua dengan istriku." ujar Raka berharap, karena dia tahu Ara tidak suka dengan yang sesuatu yang berbau mewah dan glamor.
"Baiklah kak, aku mau." jawab Ara, tidak ingin membuat suaminya kecewa.
Raka tersenyum senang.
"Kalau gitu, aku akan segera mereservasi tempatnya, kita akan pergi setelah isya."
Ara mengangguk, mengiyakan.
"Apa perutmu masih terasa nyeri dan kram?" Raka menyentuh perut rata Ara, karena semalam dan tadi pagi istrinya itu mengeluh dengan perutnya.
"Siap tuan putri, perintah di laksanakan." jawab Raka memberi hormat.
Ara tertawa kecil, dia memukul pelan dada suaminya.
"Terimakasih kasih kak, kakak memang suami terbaik." mencium bibir suaminya sebentar.
Raka terkejut, karena selama ini Ara tidak pernah melakukan ciuman pertama padanya. Gadis itu terlalu pemalu untuk melakukan ciuman yang di mulai dari dirinya sendiri, harus dia dulu yang memulainya.
Dan Raka senang sekali Ara melakukannya tadi untuk pertama kalinya.
"Hey sayang, apa itu tadi?" sambil memegang bibirnya.
__ADS_1
Ara tersipu malu
"Bukan apa-apa "
"Sayang, aku mau lagi." Raka menggoda meraih tangan istrinya yang menutupi wajahnya.
"Gak ah, aku malu."
Raka memeluk istrinya dari belakang, menciumi tengkuk istrinya sebentar.
"Sayang, di hari ulang tahun mu ini aku mau meminta sesuatu, jangan menolak ya."
"Kakak mau apa?"
"Aku ingin kau menciumku di depan banyak orang, aku ingin merasa suami yang paling bahagia mendapat ciuman dari istrinya dan di saksikan banyak orang."
"Aku gak berani kak, aku malu."
"Pokoknya, kakak ingin itu darimu sayang."
"Iya iya, tapi aku gak janji yaa..sekarang kakak turun, kasian Cio Cia, nanti keburu waktu shalat nya habis."
Ara memegangi kedua pipi suaminya, lalu mengecupnya bergantian, membuat raka gemes dan kembali menciumi bibir istrinya.
"Sudah ah, aku mau mandi." Ara melepaskan pelukannya beberapa saat.
Raka terkekeh melihat wajah istrinya yang merah menahan malu.
Dia pun segera turun ketika istrinya sudah masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
*****
☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️