Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 162


__ADS_3

Pagi hari.


Ara cepat turun kebawah dan menuju meja makan, dia ingin bicara dan minta maaf pada ibu mertuanya sebelum sarapan di mulai.


Untung saja Maya dan Nesa sudah berada di meja makan bersama si kembar.


"Selamat pagi ma, kak Nesa." sapanya sopan.


"Selamat pagi ante." seru si kembar tersenyum manis padanya.


"Selamat pagi sayang." ucapnya membalas senyuman bocah bocah manis itu.


"Ante... hari ini antar kami ke sekolah ya ?" pinta Cia.


"Baik sayang, tapi izin dulu sama mama ya ?" ucapnya menoleh pada Nesa. Berharap kakak iparnya ini mengizinkan.


"Boleh yah ma ?" tanya si kembar sama Nesa.


Nesa mengangguk yang membuat si kembar senang.


Ara mendekat pada Maya.


"Ma, aku minta maaf mengenai kejadian semalam. Maaf jika perkataanku membuat mama tersinggung dan sakit hati. Aku tidak bermaksud membalas perkataan mama, sungguh ma..," ucapnya pelan dengan wajah memelas.


"Mengenai keterlambatanku pulang semalam, karena kami masih melakukan penggalangan dana bersama pihak yayasan di bundaran X. Setelah itu aku singgah shalat di mesjid dekat jalan raya karena udah keburu magrib. Aku juga sudah menghubungi pak Sam memberitahu kan keterlambatanku." sambungnya kembali.


"Ma, jangan marah ya, tolong maafkan aku." pintanya kembali berharap mama mertuanya tidak marah lagi padanya. Dia menyentuh tangan Maya lembut yang berada di atas meja.


Maya menarik tangannya sambil memalingkan wajahnya ke samping.


Ara menelan ludahnya yang terasa pahit. Hatinya sedih.


Pak Sam dan pelayan juga merasa kasihan padanya.


"Daddy, selamat pagi." seru si kembar melihat kedatangan Rafa bersama Wisnu.


"Pagi sayang." balas Rafa sangat semangat dan senyum merekah terukir di wajahnya.


Dia mengusap puncak kepala kedua bocah itu bergantian seraya melirik pada Ara yang berada di dekat mamanya.


Segera dia mendudukkan pantatnya setelah Wisnu menarik kursi untuknya.


"Duduklah, kita akan segera sarapan." kata Nesa pada Ara.


Ara menuju tempat duduknya di sebelah Rafa.


"Selamat pagi kakak ipar." sapanya pelan hampir tak terdengar tanpa melihat pada Rafa. Pandangannya mengarah ke pinggiran meja. Tidak berani menatap wajah Rafa mengingat kejadian semalam yang hingga detik ini masih membuatnya takut.


Pelan pelan dia segera menjatuhkan bokongnya di kursi makan.


"Pagi !" jawab Rafa menatapnya dari samping dengan senyuman tipis. Menatap bibir yang tampak bengkak karena di lahapnya dengan rakus semalam.


Rafa kembali tersenyum dalam hati seraya mengulum bibirnya.


Ara menoleh pada Wisnu.


Subuh tadi dia mengirim pesan pada Wisnu meminta bantuan untuk mengambilkan kacamatanya di kamar Rafa yang tertinggal semalam dan lupa di ambil saat keluar.


Dia tidak berani untuk datang ke kamar Rafa tadi dan meminta langsung pada kakak iparnya.


Wisnu memberi isyarat sambil menunjuk


pada tuannya. Yang artinya... kacamata itu ada pada tuannya.


Ara membuang nafas berat dengan wajah sedih.

__ADS_1


Pak Sam segera menyiapkan makanan


setelah mendapat isyarat.


Mereka makan dengan tenang.


Hanya terdengar bunyi suara sendok, garpu, dan pisau ketemu piring.


"Selamat pagi semua." tiba tiba terdengar suara dari belakang mereka. beberapa detik kemudian muncul seorang wanita berpakaian seksi muncul di depan mereka.


Semua mata memandang ke arahnya. Kecuali Rafa karena dia sudah kenal jelas dengan suara itu. Dia tidak menoleh sama sekali dan tetap fokus pada makanan.


"Selamat pagi Levina, duduklah sarapan bersama kami." balas Maya yang sudah tau keberadaan Levina. Karena wanita itu menginap di rumah mereka semalam tanpa sepengetahuan yang lain. Dia datang dari Singapura pukul 2 dini hari dan hanya dia yang tau.


"Terimakasih tante." ucap Levina.


Dia mendekat pada Rafa dari arah belakang.


Dan dengan gerakan cepat mengecup pipi kanan lelaki pujaannya, Cup...


Gerakannya yang tiba-tiba membuat Rafa dan tidak dapat menghindar. Wisnu pun terkejut dan terlambat menahan tubuh wanita itu menyentuh tuannya.


"Halo sayang, aku sangat merindukanmu." kata Levina kemudian dengan senyuman manis.


Semua orang kembali melihat ke arahnya.


Rafa terdiam menahan kekesalan dan menghentikan makannya. Dia segera mengambil tisu di depannya dan melap kuat bekas kecupan bibir Levina.


Lalu membuang kertas putih itu ke lantai.


Levina mendengus kesal melihat tingkahnya itu.


"Sayang, kok di bersihkan sih? seharusnya kau senang dong dapat Kiss morning dariku. Sepertinya kau masih marah padaku karena sering mengabaikan mu karena pekerjaan! Maaf ya?" katanya berusaha tersenyum dan memberi alasan sendiri atas sikap dingin Rafa padanya agar semua orang di ruang ini tidak menilai buruk hubungan mereka.


Rafa tidak menanggapi, dia kembali melanjutkan makannya.


"Duduklah Levina!" kata Maya.


"Aku duduk di mana dong tante?" Levina memperhatikan posisi duduk penghuni meja makan. Dia ingin sekali duduk di samping Rafa, tapi ada si kembar dan Ara di sana.


Dia menoleh pada Ara.


Ara yang cepat mengerti arti tatapannya segera bangkit berdiri sambil mengangkat piring makannya.


"Kak Levina duduk saja di tempat ku." katanya tersenyum, lalu bergerak keluar dari kursi makannya.


"Tetaplah di tempatmu." ucap Rafa menatapnya.


"Tidak apa-apa kakak ipar. Kak Levina tamu kita, dia juga adalah kekasih kakak, wajarlah kalau dia ingin duduk di samping kakak." kata Ara kembali sambil tersenyum setengah.


"Silahkan kak." menoleh pada Levina.


"Ara..," sentak Rafa agak keras menatap tajam.


Ara kaget dengan suara keras itu. Tubuhnya sampai bergidik. Rasa takut langsung menyeruak di hatinya. Dia memegang kuat piringnya untuk menekan ketakutannya.


"Gak apa apa kak. Aku juga sudah selesai kok!" jawab Ara berusaha tersenyum.


"Baguslah kalau kau mengerti posisi Levina di rumah ini." kata Maya meliriknya dengan senyuman miring.


Ara hanya mengangguk tersenyum mendengar kata-kata itu. Meski hatinya sedih dan terluka.


Rafa mendengus kesal karena Ara tak mendengar perintahnya. Dia meletakkan sendok dan garpu agak kuat sambil menatap tajam ke arah Ara.


Sedangkan Levina tersenyum senang mendengar perkataan Ara.

__ADS_1


"Oh ho ho, terimakasih atas pengertian mu


Ara." dia mengedipkan mata pada Ara, lalu segera duduk di samping Rafa dengan senang. Dia memandang Rafa dengan lekat.


"Sayang, kau makin tampan saja, aku sangat rindu dengan wajah tampan mu ini." ucapnya menggoda.


Ara segera menuju dapur di tuntun Sam di ikuti tatapan kemarahan Rafa.


Rafa membuang nafas kasar. ***** makannya langsung hilang. Dia tidak berselera lagi untuk makan.


"Nona muda, saya bisa ambilkan kursi lain untuk nona duduki, nona jangan makan di meja belakang." kata Sam.


"Tidak perlu pak Sam, kebetulan saya juga sudah selesai makan. Pagi ini saya harus cepat cepat ke kampus." kata Ara tersenyum. Dia mengerti akan maksud kepala pelayan ini.


"Tapi nona, tuan Rafa sepertinya sangat marah pada nona. Sebaiknya nona kembali ke meja makan dan dengarkan perintah tuan!" kata Sam kembali karena cemas melihat kemarahan tuannya pada Ara.


"Untuk apa saya duduk kembali di meja makan? saya kan sudah selesai sarapan. Pak Sam tidak perlu khawatir dengan kemarahan kak Rafa. Nanti saya akan jelaskan padanya! Saya harus segera ke kampus. Karena pagi ini kami akan melakukan penggalangan dana kembali."


"Lagi pulau kak Levina kan kekasih sekaligus calon istrinya kakak ipar. Sudah sepantasnya dia duduk di samping kak Rafa. Apalagi dia baru kembali dari luar negeri, wajarlah dia ingin dekat dengan kak Rafa." lanjut Ara kembali dengan kembali tersenyum.


"Saya buru buru ke kampus karena giat kami hari ini sangat banyak. Saya mau menemui kakak ipar dan mama dulu untuk meminta izin!"


"Nona jaga diri baik-baik di luar, jangan terlalu capek." kata Sam.


"Iya pak...." kata Ara sambil mencuci tangannya.


Lalu segera balik lagi menuju meja makan


mendekat pada si kembar.


"Cio Cia apa sudah selesai sarapannya? ayo sayang, kita berangkat sekarang ya?" katanya pada anak anak.


"Sudah ante." jawab si kembar kompak.


Mereka segera berdiri lalu memakai tas sekolah.


Ara menoleh pada Rafa dan Maya bergantian.


"Ma, kakak ipar." ucapnya pelan dan sopan.


"Hari ini kami akan melakukan penggalangan dana kembali di tiga titik tempat. Kami akan berangkat jam 8. Aku tidak dapat memastikan sampai jam berapa proses pengumpulan kontribusi donasinya. Karena rencananya kami juga akan meminta donasi ke perusahaan, yayasan dan lembaga pemerintah di kota ini. Untuk itu aku meminta izin terlebih dahulu jika nanti aku pulang terlambat." katanya kembali melihat wajah Rafa dan Maya bergantian.


Maya hanya diam dan asyik dengan makanannya.


Rafa juga terus menikmati makanannya sambil menahan kemarahannya. Dia melirik sekilas pada Ara dengan lirikan tajam.


Ara segera menunduk sedikit menghindari lirikan menyeramkan itu.


Sedangkan Levina menatapnya dengan mata menyelidik.


Meski terlihat cupu, tapi dia tertarik dengan postur tubuh Ara yang tinggi langsing. Bokongnya yang lumayan besar, padat berisi terpahat terlihat menantang. Terbungkus dengan celana jeans panjang sebetis yang tidak terlalu ketat, di padukan dengan kaus lengan pendek yang di masukan kedalam celana. Terus sepatu kets sneaker putih, membuat bentuk tubuhnya terlihat seksi dan ideal, apalagi di tunjang dengan kulitnya yang putih mulus dan bersih. Membuat gadis ini terlihat sempurna.


Levina berpikir, apa gadis ini benar-benar cupu dan tidak menyadari kelebihan yang di miliki? atau memang sengaja di tutupi? batinnya menatap lekat wajah Ara.


Karena semakin di lihat lebih jelas dan agak lama, wanita muda ini sebenarnya memiliki wajah yang sangat cantik dan manis di atas rata-rata. Wajah cantik alami tanpa polesan Makeup yang tertutupi oleh kecupuan nya.


"Pergilah, nanti si kembar terlambat ke sekolah. Dan kau juga berhati-hatilah di luar," suara Nesa pada Ara.


Ara mengangguk tersenyum, senang akan kepedulian kakak ipar perempuannya ini.


Dia mendekati Wisnu yang berada beberapa langkah di belakang Rafa.


"Sekretaris Wisnu, aku mau pergi, tolong kacamata ku." memberi isyarat dengan wajah memelas.


"Tolonglah ..." pintanya lagi, menyuruh Wisnu untuk meminta kacamatanya pada kakak iparnya.

__ADS_1


Wisnu tak berani meminta karena saat ini mood tuannya sangat buruk.


******


__ADS_2