Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 77


__ADS_3

...Happy Reading...


Ara turun di kost Ines, kedua sahabatnya itu sudah menunggunya. Lalu, dengan taksi online Narto mereka menuju Mall. 20 menit kemudian mobil yang membawa mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu yang bertuliskan AZ'FA MALL.


Setelah membayar ongkos taksi, ketiganya segera melangkah memasuki gedung yang sangat besar berlantai 10 ini


"Wah Gede' bangat ya bangunannya." seru Cindy terpukau.


"Tajir bangat pasti pemilik gedung ini. Kalian tau gak pemilik mall ini adalah seorang pria tampan dan masih singel." kata Cindy kembali.


"Benarkah? Ku kira pemiliknya pria tua yang mau lahiran," celetuk Ines menimpali.


"Setahu aku Mall ini sebelumnya bernama Ravend Mall, tapi udah di ganti menjadi AZ'FA Mall. Menurut berita AZ'FA tuh nama kekasih pemilik bangunan besar ini. Wah, beruntung banget ya wanita itu?" ujar Cindy sambil membayangkan sesuatu.


"Memangnya siapa pemilik pusat perbelanjaan ini?" tanya Ara sambil memandang sekeliling dalam bangunan. Memang cukup luas dan memiliki 10 ruang atrium. Terlihat dari lantai 1 hingga ke atas banyak pengunjungnya.


"Lo masih ingat gedung Ravend Group? Itu tuh__tempat yang lo datangin buat bertemu calon donatur yayasan?"


"Iya__" Ara mengangguk mengingat.

__ADS_1


"Nah, Ravend Group tuh pendiri dari Mall ini. Dan bukan hanya mall ini, tapi rumah sakit terbesar AZ'FA Harapan mulia, hotel AZ'FA yang besar itu tuh! Masih banyak lagi aset aset mewah yang dimiliki Ravend Group termasuk anak perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan mencakup keluar negeri. Karena sang Presdir Ravend Group tuh orangnya gila kerja, pekerja keras." Cindy menjelaskan panjang lebar sesuai info yang di dapat dari om google.


"Wah, pasti keseharian hidup mereka bermandikan uang dan emas yaa? Mau dong jadi pacarnya." Ines kembali berseloroh.


"Kamu tuh khayal nya jangan ketinggian." kata Ara mencubit hidung Ines.


"Tampan gak orangnya?" tanya Ines.


"Aku sudah membuka semua akun sosmed nya, tapi satupun tak di tampilkan profil wajahnya. Sepertinya orangnya sangat menjaga privasi. Aku pengen banget melihat wajah tampannya seperti yang di katakan orang." sambung Cindy.


Tak terasa mereka sudah berada di lantai 3 bangunan ini. Pusat perbelanjaan ini memiliki fasilitas yang lengkap. Deretan toko yang menarik menjual produk dari brand lokal hingga brand internasional ternama, restoran masakan Indonesia hingga mancanegara, dan masih banyak lagi fasilitas mewah lainnya.


"Cind, gak salah nih kita masuk ke sini?" ucap Ines begitu melihat daftar menu yang harganya fantastis.


Ara ikut terbelalak melihat harga menu.


"What? Millions? Kita cari tempat lain saja Cin." ujar Ara bangkit dari duduknya.


"Udah, kalian tenang saja, gue yang bayar." Cindy menarik tangan Ara untuk duduk kembali.

__ADS_1


"Duit dari mana lo?" Ines menyelidiki, Ara juga ikut menatapnya.


"Menang lotre ya?" Ines tertawa kecil.


Cindy menjintak dahinya.


"Sembarangan kalau ngomong. Sudah tenang aja, duitnya halal kok." kata Cindy menatap Ines kesal.


"Ayo pesan aja menu yang kalian suka." ujarnya kembali.


"Aseeek." Ines melonjak senang. Dia segera memilih menu pada daftar.


Tentu saja harga minuman dan makanan di tempat ini memiliki harga fantastis, karena cafe itu sala satu cafe mewah tempat berkumpulnya para kelompok orang kaya dan juga sebagai tempat berkumpulnya perempuan perempuan sosialita.


Ada beberapa kelompok geng sosialita berkumpul saling memamerkan tas, sepatu, baju, perhiasan terbaru, bahkan saling bersaing tentang perawatan kecantikan tubuh dan make up termahal.


Bersambung.


Jangan lupa dukungannya ya....like, komen, vote, hadiah kopi, rate bintang lima dan masukan ke favorit. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2