Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 244


__ADS_3

...Happy Reading...


Rafa menatap mereka dengan tajam, seakan ingin menelan hidup hidup.


"Jika terjadi sesuatu yang buruk pada istriku , akan ku kuliti tubuh kalian dan ku bakar hidup hidup," sentak Rafa keras pada Abimanyu dan Sophia.


"Wisnu, Bersihkan tempat ini secepatnya." perintahnya Sembari menatap menyeringai pada Abimanyu dan Sophia.


Wisnu menunduk kan kepalanya cepat.


Rafa segera membawa tubuh istrinya keluar dari ruangan ini.


Setelah Kepergian tuannya, Wisnu menutup pintu dan menguncinya.


Baik Abimanyu dan Raymond Alkas terlihat tegang. Dinda dan Ines saling berpegangan tangan. Mereka ketakutan melihat wajah sangar Wisnu melototi Abimanyu dan Sophia bergantian.


Wisnu mendekati Abimanyu dan Sophia yang sudah babak belur dan memprihatinkan.


"Tuan Abimanyu, seperti perintah tuanku. Aku di minta untuk membersihkan tempat ini. Dan seperti apa yang di katakan tuanku pada anda tadi, siapa yang menyentuh dan menyakiti istrinya, maka tangannya akan di potong potong menjadi beberapa bagian." ucapnya pelan tapi penuh tekanan, menatap menyeringai.


Sophia semakin ketakutan dan gemetar.


Karena dia yang menyentuh dan menyakiti Ara.


"Papa...," dia langsung memeluk Abimanyu yang juga terlihat pucat dan gemetar. Tak tubuh berdaya menahan rasa sakit di kedua lengannya yang terluka dan juga tubuhnya yang babak belur.


"Nona Sophia, aku sudah memperingatkan mu di parkiran butik. Kau tentu masih ingat dengan kejadian buruk yang menimpamu itu kan? Tapi kau tidak mengindahkan peringatan ku. Kau memang wanita jahat dan kejam. Ternyata mematahkan tangan dan kakimu tidak membuatmu jera untuk menyakiti nona mudaku." kata Wisnu menatap sinis pada Sophia.


Sophia tercengang. Jadi yang mematahkan tangan dan kakinya adalah orang suruhan Wisnu.


"Tak tahukah kau, wanita yang selalu kau sakiti itu adalah nona muda yang sangat berharga bagi kami? Kami bahkan rela memberikan nyawa untuk menjaga dan melindunginya." kata Wisnu kembali seraya mengeluarkan pisau belati dari saku jasnya.


Sophia semakin ketakutan dan memeluk kuat ayahnya.


"Apa yang ingin kau lakukan sekertaris Wisnu?" tanya Abimanyu, terkejut bercampur takut.


"Kau pasti sudah tahu apa yang akan kulakukan Abimanyu. Putrimu sudah terlalu banyak menyakiti Nona mudaku! Meski nona mudaku hanya diam dan tidak melawan, kau terus menyakitinya tanpa kasihan!" Wisnu tersenyum menyeringai. Lalu menarik cepat tangan Sophia dan membuat 4 garis di kedua lengan tangan gadis itu.


Darah mengucur deras dari empat potongan itu.


Aaaaaa..... pekikan keras melolong panjang keluar dari mulut Sophia.

__ADS_1


Semua orang tercengang ketakutan melihat Sophia. Abimanyu ikut memekik keras seolah merasakan penderitaan Sophia.


Jeritan Sophia menyayat hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Abimanyu tidak kuasa menolong karena tangannya juga terluka dan sangat sakit untuk di gerakan. Dia menjerit histeris melihat penyiksaan terhadap anaknya.


Dinda dan Ines berteriak teriak ketakutan saling berpelukan erat karena terlalu takut dan tak tega melihat apa yang terjadi di depan mereka. Melihat pisau Wisnu mengiris ngiris kedua lengan Sophia tanpa kasihan. Pria ini benar-benar kejam.


Raymond Alkas meringis memalingkan wajahnya ke arah lain. Tidak sanggup melihat kekejaman yang di lakukan Wisnu.


Dia tidak menyangka pembalasan yang di beri Ravendro sangat kejam pada orang yang menyakiti istrinya.


Wisnu melepas dasinya dan di bungkam pada mulut Sophia yang terus berteriak teriak keras kesakitan.


"Hentikan sekretaris Wisnu! Jangan sakit putriku. Hukum aku saja!" pinta Abimanyu dengan derain air mata.


Wisnu menatapnya sinis dan menyeringai.


"Seharusnya kata kata itu kau ucapkan pada putri mu saat dia menyakiti nona mudaku. Tapi kau malah membiarkannya dan malah ikut menyakiti nona mudaku Abimanyu." sentaknya keras.


Wisnu kembali menarik kuat kedua tangan Sophia. Sophia kembali menjerit-jerit ketakutan dan berusaha menarik tangannya.


"Jangan sakiti putriku sekretaris Wisnu, aku mohon. Maafkan aku, aku yang salah kaena tidak mendidiknya dengan baik. Maafkan kami, jangan lagi kau sakiti putriku, dia sudah sangat kesakitan dan tersiksa dengan luka luka itu, tolong jangan kau tambah lagi." pinta Abimanyu memohon sambil menangis, tidak tahan melihat keadaan putrinya yang tak berdaya dengan darah yang semakin banyak keluar dari kedua lengan dan kulit kepalanya.


"Aaaaa.....!" terdengar Jeritan menyayat hati dari mulut Sophia yang di bekap, tangannya yang baru saja sembuh kini patah lagi. Kesakitannya lengkap sudah dan berlipat ganda di rasakan. Ingin rasanya dia mati saja. Karena tidak tahan menahan kesakitan.


"Cukup sekertaris Wisnu, aku mohon hentikan, lepaskan putriku. Sophia.. Sophia....!" jerit Abimanyu sambil menangis menghiba.


"Sekretaris Wisnu hentikan." Raymond Alkas dan Dinda juga ikut memohon, karena tidak tega melihat penderitaan Sophia.


Ines semakin kuat memeluk Dinda menekan ketakutannya melihat penyiksaan ini.


Tubuhnya gemetaran dan dingin.


Wisnu tersenyum menyeringai. Dia bangkit berdiri. Lalu menarik kasar dasinya dari dalam mulut Sophia yang tak bergerak.


"Dengarkan oleh kalian semua, pastikan kejadian ini tidak akan di ketahui oleh nona mudaku. Sekali lagi aku ingatkan, jangan sampai nona Ara mengetahuinya, kalian dengar?"


Abimanyu cepat menganggukkan kepalanya.


Raymond Alkas dan Dinda juga mengangguk pelan. Abimanyu segera meraih tubuh putrinya yang telah tergeletak tak berdaya karena tak kuat menanggung rasa sakit.


"Nona Ines, ikutlah bersamaku." Wisnu menatap Ines.

__ADS_1


Ines tersentak dalam dekapan Dinda.


"A aku....Aku..!" Ines terlalu takut untuk bicara


dan melihat wajah Wisnu. Saat ini saja tubuhnya gemetar hebat.


"Aku tidak ingin Nona mudaku mencemaskan dirimu. Kau kesini bersamanya bukan? maka tugasku mengantar dirimu pulang dengan selamat."


Lalu dia menoleh pada Abimanyu dan Raymond Alkas bergantian.


"Sesuai dengan keinginan Nona Ara, pernikahan putra putri kalian telah di batalkan. Para tamu undangan dan penghulu sudah kembali. Dan mengingat batalnya pernikahan ini karena keinginan nona muda kami, maka RA Group akan bertanggung jawab dan membantu menyelesaikan segala kesepakatan dan perjanjian yang telah kalian buat bersama, agar tidak akan ada pihak yang merasa di rugikan. RA Group akan mengembalikan semua bantuan yang Group X berikan kepada DRA Group." kata Wisnu.


Raymond Alkas terperanjat mendengar perkataan Wisnu. Dia tersenyum senang,


begitu juga dengan Dinda.


"Terimakasih sekretaris Wisnu," ucap Raymond senang.


"RA Group melakukan hal ini bukan karena ingin menyelamatkan perusahaan anda tuan Alkas. Tapi semua karena keinginan nona muda kami untuk menyelamatkan hidup dan masa depan sahabatnya, nona Cindy. Apa pun akan dilakukan nona muda untuk kebahagiaan sahabat sahabatnya," ucap Wisnu menatap lekat Raymond dan Dinda.


Ines terenyuh dan terharu. Begitu juga dengan Dinda. Tak menyangka Ara begitu peduli dan baik pada Cindy.


Sementara Sophia di antara kesakitannya yang tak dapat bergerak lagi, terkejut mendengar ucapan Wisnu.


"Jadi wanita yang sedang mengandung anak Dion adalah Cindy?" gumamnya pelan sangat lemah. Dia mengingat kembali Kasih sayang dan perhatian Dion yang begitu berlebihan pada Cindy. Kebersamaan dan kedekatan mereka yang di lihatnya di apartemen.


"Kau benar Sophia. Dan dari pada dirimu, Nona Cindy lebih membutuhkan Dionel Alkas untuk menjadi suaminya demi anak anak yang ada dalam kandungannya. Dan seperti yang di katakan oleh nona muda kami, jangan sampai kau menyakiti dan mencelakai nona Cindy dan juga anak anak yang ada dalam kandungannya. Camkan itu baik baik. Dan pastikan putrimu tidak melakukan hal buruk kepada orang lain lagi Abimanyu." Wisnu menekan kata katanya sedikit keras menatap tajam ayah dan anak itu bergantian.


Selesai berkata, Wisnu menundukkan kepala pada Raymond Alkas dan Dinda. Dia melirik sekilas pada Ines, lalu melangkah pergi keluar di ikuti Ines dengan berlari kecil. Karena langkah Wisnu yang terlalu cepat dan panjang.


...Bersambung....


Untuk episode 245, lihat setelah episode 238.


Jangan lupa dukung ya,,,


Masukkan ke favorit ❀️, rate bintang lima, vote,like dan kopi biar tambah semangat upnya 😍


Maaf baru bisa up. Sibuk bikin kue lebaran pesanan pelanggan πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜Š


Terima kasih yang masih setia dengan karya author πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2