Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 258


__ADS_3

Rumah pribadi pukul 3 dini hari.


Rafa dan Ara baru mengerjakan shalat malam.


Rambut Ara yang basah membuat mukenanya juga basah.


Rafa mengangkat tubuh istrinya dan di dudukan di meja rias.


Ara kaget


"Kakak ngapain?"


"Mau mengeringkan rambut mu sayang. Nanti kau masuk dingin. Aku tidak ingin kau sakit." mengambil handuk kecil dan hair dryer, meletakkan sejenak di dekat istrinya.


Kemudian bergerak mengambil susu yang telah hangat lalu di sodorkan pada istrinya.


"Minum dulu sayang mumpung masih hangat, untuk menghangatkan perutmu."


Ara menerimanya


"Makasih kak.." segera meminumnya.


"Pelan pelan sayang...," menyapu lembut punggung istrinya


Ara meminum setengah gelas.


"Sisanya nanti aja kak, sekalian saat aku makan..." katanya kemudian.


Rafa meletakkan gelas ke meja, lalu mulai mengeringkan rambut Istrinya. Dari bawah ke atas, atas ke bawah samping kiri kanan.


Sesekali mencuri mengecup bibir istrinya.


Ara manyun manyun, Rafa tertawa gemas kembali mengecup bibirnya.


Ara segera memeluk tubuh suaminya, menyembunyikan wajahnya di dada suaminya agar tidak lagi di serang.


Rafa kembali tertawa kecil sambil terus menggerakkan alat pengering rambut.


Beberapa saat kemudian terdengar ponsel Rafa berdering. Ara segera mengambilnya karena benda pipih itu dekat dengan dirinya.


"Kak, dari sekertaris Wisnu." katanya.


Rafa hanya menatapnya dan terus fokus dengan apa yang dia lakukan.


Setelah di rasa rambut Ara kering, dia segera mematikan alat pengering rambut itu.


"Sudah selesai sayang."


Rafa menggendong tubuh istrinya ke sofa, mendudukkannya. Lalu mengambil makanan, susu, air putih, buah dan di letakan di depan Ara.


"Makanlah, kau pasti lapar kan?" mengelus perut Ara.


Ara mengangguk, lalu mulai menikmati makanannya.


Rafa mengambil ponselnya dan menelepon balik Wisnu.


Terlibat pembicaraan serius dengan sekretaris pribadinya itu.


Ara memperhatikan di sela sela makannya.


Semenit berlalu telepon di matikan.


Rafa segera duduk di dekat Istrinya.


Menyapu makanan yang mengotori sekitar bibir istrinya.


"Kak, Udah jam begini sekertaris Wisnu masih kerja? bukannya istrahat?"


"Dia sedang melakukan sesuatu yang ku perintah kan sayang."

__ADS_1


"Ini kan waktunya untuk istrahat, kenapa masih menyuruhnya kerja? kasihan kan?. Kalau aku jadi dia.. aku pasti Udah mengundurkan diri menjadi sekretaris dari bos diktator seperti kakak." kata Ara dengan wajah kecut dan bibir manyun.


Rafa terkekeh mendegar kan ucapannya.


"Dia tahu saat tubuhnya lelah dan butuh istirahat sayang. Udah.. terus kan makanmu."


"Kak, boleh nggak aku nanya tentang sekretaris Wisnu?"


Rafa menatapnya.


"Aku melihat dia sangat setia pada kakak, ngikutin perintah kakak, ngikutin dan dampingin ke mana pun kakak pergi.... waktunya hanya di habiskan untuk kerja dan mengerjakan semua perintah kakak. Dia juga pribadi yang sangat tertutup."


"Terus?" Rafa menyambung kalimatnya.


"Dia nggak punya waktu untuk nyenangin dirinya sendiri, menikmati kebebasannya... kenyamanannya.... karena setiap detik menit jam, setiap saat selalu bersama kakak terus... kalau nggak sedang mengerjakan perintah kakak seperti sekarang ini. Kalau kerjanya hanya kerja terus.. lalu kapan dia punya waktu untuk dirinya sendiri... untuk keluarganya.. untuk kekasihnya...?" Ara menatap lekat wajah suaminya.


"Udah selesai makannya?" Rafa balik bertanya melihat istrinya berhenti makan dan malah membahas tentang Wisnu.


Ara mengangguk pelan.


"Aku dah kenyang."


Rafa mengangkat tubuhnya dan di tidurkan dalam pangkuannya seperti seorang ibu meninabobokan anak kecilnya dalam pangkuannya.


"Sekarang tidurlah... waktu subuh masih lama, nanti kakak akan bangunkan kamu."


Wajah Ara cemberut


"Tapi aku nggak ngantuk." keluh Ara.


"Sudah.. jangan membantah.."


"Kakak...." rengek Ara.


"Sayaang..aku nggak suka di bantah ya..udah jangan bicara lagi. Kamu sedang hamil, nggak boleh capek, lelah, banyak pikiran, stres..! udah.. pejamkan matamu...."


Ara mendesah kesal.


Tangannya meraba-raba dada Rafa, terus menjalar ke leher, telinga, hidung, dagu dan....Hap.


Ara menjerit keras karena jarinya di gigit Rafa ketika melewati mulutnya.


"Kakak..kenapa di gigit sih? sakit tau...." meringis


"Habis kamunya nakal...di suru tidur malah jarinya kelayapan..." memegangi jari Ara yang di gigit kecil tai terus di kecup kecupnya.


Ara mendengus kesal, lalu membalas dengan mengigit dada suaminya.


Rafa meringis karena gigitannya yang kuat.


"Kamu ya makin nakal....." Rafa ******* habis bibirnya sampai Istrinya memukul mukul dadanya karena kesulitan bernafas.


"Sudah.... sekarang tidur." Rafa menatapnya tajam.


"Tapi aku ingin tahu..Ayo dong kak, katakan padaku...apa sekretaris Wisnu punya kekasih?"


Ara bersikeras merengek.


Rafa tak bicara, dia mengambil ponselnya.


Dan malah memeriksa pekerjaan yang di kirim Wisnu.


Ara semakin cemberut, karena di abaikan.


Perlaha dia turun.


"Mau kemana?"Rafa merasakan pergerakannya.


"Mau tidur," jawabnya pelan.

__ADS_1


Turun dan melangkah ke atas ranjang. Berbaring membelakangi Rafa lalu menutupi tubuhnya dengan selimut sampai tak ada yang terlihat.


Rafa senyum senyum melihat tingkahnya.


Dia segera meletakkan ponselnya dan bangkit menuju ranjang.


Perlahan dia naik, berbaring, membuka selimut dan memeluk Ara dari belakang, lalu menutupkan selimut kembali ke tubuh mereka.


"Sayang.." panggilnya pelan, mencium belakang Istrinya.


Dia tahu kalau sudah begini, Istrinya pasti sedih dan kecewa.


Hmmm... jawaban Ara.


"Apa kau marah padaku?"


Ara geleng geleng kepala.


"Aku mau tidur, jangan ganggu." suara rendah dan terdengar serak.


Rafa tersenyum dengan tingkah ngambek menggemaskan ini.


Dia mengusap perut Ara dan terus menciumi belakangnya.


"Sayang, berbaliklah..."


"Jangan di ganggu, aku mau tidur. Kakak bekerja saja...aku nggak ingin mengganggu pekerjaan kakak." keluh Ara semakin memeluk kuat bantal gulingnya.


Rafa kembali tersenyum, lalu menghela nafas panjang.


"Wisnu tuh udah pernah menikah sayang."


Katanya kemudian.


Akhirnya bicara dari pada melihat istrinya ngambek dan merajuk terus menerus.


Dahi Ara mengernyit mendegar ucapannya, kaget.


Segera dia berbalik dan berbantal di lengan suaminya. Lalu menatap lekat wajah suaminya.


Rafa tersenyum senyum melihat tingkahnya yang pengen tahu tentang pribadi Wisnu.


"Sudah menikah?" ulang Ara kembali.


Rafa mengangguk, lalu mengecup bibirnya sesaat.


"Iya, dia bahkan sudah punya dua anak."


Ara semakin kaget, semakin penasaran dan ingin tahu.


"Tapi kok aku nggak pernah lihat istri dan anaknya? aku juga nggak pernah lihat dia bersama keluarganya? sepanjang hari, setiap saat hanya bersama kakak. Jadi ku pikir dia jomblo."


Ha-ha-ha...


Rafa tertawa kecil mendengar ucapannya.


Dia kembali mengecup bibir mungil yang saat bicara selalu membuatnya gemas.


Tapi beberapa saat kemudian dia terdiam, menarik nafas panjang dan membuangnya pelan.


Pikirnya melayang jauh ke masa dulu, kejadian yang terjadi 13 tahun lalu..saat pertama kali dia bertemu Wisnu.


*****


Happy Reading, maaf baru up, karena sibuk ngurus ortu yang lagi sakit πŸ™


Para readers yang ke pengen Wisnu sama Ines, ternyata Wisnu pernah nikah dan punya dua anak, apa mereka masih ingin di satuin?


Dukung terus author ya πŸ™

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian semua yang meluangkan waktu untuk mampir kekarya saya πŸ™πŸ˜˜


__ADS_2