Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode. 221


__ADS_3

...Happy Reading....


Dengan menahan segala rasa tidak enak pada tubuh, Cindy memaksakan diri pergi ke tempat Dion. Dia menggunakan taksi online.


Akhirnya dia sampai juga di apartemen Dion.


Cindy menyapa sambil tersenyum ketika Dion membuka pintu untuknya. Dia berusaha untuk terlihat baik baik saja di depan kakak sepupunya itu.


Dion menatap wajah Cindy cermat. Melihat warna hitam di bawah matanya yang cekung. Wajah yang kurus, rambut tipis dan kusut, leher yang memanjang kurus, tulang selangka menonjol keluar, begitu juga dengan urat-urat leher dan sekitar dada Cindy. Di matanya sekarang, Cindy seorang wanita yang tidak terawat, kurus kering, terlihat tua.


Padahal gadis itu rajin merawat diri dan penampilan.


"Hentikan diet mu itu, lihat dirimu kurus kering." katanya tegas. Lalu menarik tangan Cindy masuk kedalam.


Cindy menelan ludah pahitnya.


"Kak, aku akan pulang sekarang. Taksi sedang menunggu di bawah. Aku datang hanya untuk mengambil buah dan makanan." katanya dengan suara lemah. Dia mengikuti langkah Dion yang menuju wastafel.


"Menginap lah di sini." kata Dion sambil mencuci buah mangga, apel, semangka dan anggur di wastafel.


Cindy kaget.


"Tapi aku sedang mengerjakan tugas akhir dengan kedua temanku. Aku sudah berjanji akan pulang secepatnya. Mereka juga sedang menunggu makanan yang akan ku bawa nanti. Kakak pasti tahulah nasib anak kost bagaimana, apalagi akhir bulan begini." katanya terpaksa berbohong.


Dion meletakkan buah buah segar itu di depan Cindy, dan juga dua dus berisi paket makanan. Lalu dia mengambil ponselnya, mengirim pesan pada satpam Apartemen.


"Taksi mu sudah pergi. Aku akan mengantarmu pulang."


Cindy kembali kaget."Tapi aku belum membayar ongkos taksi."


"Kamu tidak usah cemaskan hal itu." kata Dion melihat sekilas."Duduk dan makanlah." meletakkan buah di depan Cindy.


Cindy gelisah tidak tenang mendengar Dion akan mengantarnya pulang. Perlahan dia duduk dan meletakkan tasnya di pangkuannya.


Dion membuka dus yang berisi pizza jumbo dan 4 burger berisi variasi buah dan sayur.


"Aku sengaja membeli untuk mu. Karena aku tahu kamu menyukainya. Makanlah." kata Dion.


Cindy menatap nanar makanan itu. Perutnya mulai beraksi, terasa mual melihat dan mencium aroma kedua makanan itu. Dia berusaha menekan sekuatnya agar tidak muntah, atau setidaknya bisa menahan beberapa menit untuk tidak muntah.


"Aku masih kenyang. Tadi aku sudah makan. Kakak saja yang makan." semakin gelisah.


"Benarkah?" Dion melihat kegelisahannya.

__ADS_1


Cindy mengangguk cepat.


"I iya...aku makan buah saja." dia segera mengambil sebuah biji anggur dan di masukan ke dalam mulutnya.


Dion ingin berkata, tapi batal karena ponselnya berbunyi. Cindy menarik nafas lega. Dion segera meraih ponselnya di meja. pergerakannya itu di gunakan Cindy mengeluarkan anggur yang masih utuh dari mulutnya, lalu segera di masukan ke dalam tas selempang yang berada di pangkuannya, dia pura pura menguyah buah itu tadi.


Dion mendesah kasar saat melihat siapa


yang menelepon, Sophia..Dia masih menatap layar ponselnya tak mengangkat.


"Kok nggak di angkat ?" tanya Cindy. Dia melirik ke layar ponsel kakaknya. Nama Sophia, di lihatnya tertera.


Dion tidak menjawab, dia hanya mengalihkan pandangannya ke atas sambil membuang nafas panjang.


"Siapa kak? pacar baru ya?" ucap Cindy tersenyum menggoda. Dia pura pura mengambil anggur kembali dan di masukan ke dalam mulutnya saat Dion menoleh ke arahnya.


Dion membiarkan teleponnya berdering hingga berhenti dengan sendirinya.


"Kenapa nggak di angkat?" tanya Cindy heran.


"Aku lihat namanya Sophia, apa pengganti Ara?" kembali menggoda,. sekaligus mencari tahu siapa Sophia..Dia dapat membaca kakaknya ini tidak suka dengan panggilan itu, dari cara Dion mengabaikannya.


Dion tidak menjawab, dia memetik satu


biji anggur dengan kasar lalu memakannya.


"Memang sangat sakit dan sulit untuk melupakannya, tapi kakak harus tetap berusaha, sala satunya dengan cara menemukan seseorang yang membuat kakak membuka hati untuk wanita lain. Kakak juga berhak hidup bahagia, meski tak bersamanya." ucap Cindy kembali meyakinkan dirinya.


Dion menatapnya datar."Aku sudah ikhlas melepaskannya Cind, karena aku sadar, sangat mustahil untuk memilikinya yang sudah menjadi istri orang. Aku hanya tidak tenang dan cemas dengan kebahagiaannya. Aku khawatir pernikahannya hanya karena ancaman dan sebuah keterpaksaan. Bagaimana jika ternyata dia tidak bahagia dan malah menderita hidup bersama dengan Ravendro? Aku sungguh tidak tenang Cin...." ujarnya serius dengan raut wajah cemas.


Cindy mengurai senyuman, lalu mengambil ponselnya, dia membuka akun facebooknya.


"Justru Ara sangat bahagia dengan penikahannya. Suaminya sangat mencintainya. Aku juga yakin Ara pasti sudah mencintai kakak iparnya itu. Coba kakak lihat ini! Semoga setelah melihat ini kakak akan tenang dan tidak cemas lagi dengan kebahagiaan hidup Ara."


Dahi Dion mengerut penuh tanya.


"Ini adalah Video romantisnya mereka saat sedang menikmati jajanan kuliner di kaki lima. Video ini di ambil seseorang secara diam-diam, lalu di bagikan di akun Facebook. Dan sekarang video mesra mereka itu lagi viral di semua media sosial. Seluruh dunia pasti sudah menontonnya." Cindy membuka video tersebut dan meletakkan ponselnya di depan Dion.


Meski tidak suka, Dion memaksakan diri melihat video momen momen romantis Rafa dan Ara. Video mereka itu mendapat perhatian dari warganet karena di sebut sangat manis dan romantis.


Ekspresi sang suami yang sangat perhatian dan melayani istrinya dengan lembut dan penuh cinta, dan ekspresi sang istri yang manja dan pemalu.


Dion membaca beberapa kolom komentar.

__ADS_1


Banyak yang iri, melihat pasangan ini, sangat cocok dan serasi. Sangat cantik dan tampan.


Banyak jiwa para singel meronta. Ucapan selamat dan mendoakan kebaikan hubungan mereka langgeng selamanya.


Dion juga membaca kolom komentar dari beberapa artis yang memberi ucapan, doa dengan emoticon manis dan cinta.


Di akses dari 6 jam yang lalu, video tersebut sudah di bagikan 97 ribu kali, dan di lihat oleh sejuta lebih warganet. Dion mematikan video tersebut, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi dan menatap ke depan.


"Semoga saja kamu memang benar bahagia bersamanya Ra. Semoga suamimu benar tulus mencintaimu, aku sangat berharap video tersebut benar benar kebahagiaan yang nyata dalam hubungan pernikahan kalian. Aku tenang dan ikut bahagia melihat kau bahagia." batinnya lirih.


Rasa sedih, sakit terluka dan kehilangan menyeruak di hatinya. Dia harus merelakan Ara dengan ikhlas pada Ravendro. Melupakan selamanya serta mengeluarkan wanita itu dari hatinya..Dan seperti kata Cindy, untuk bisa melupakan Ara, dia harus mulai belajar untuk menerima kehadiran wanita lain dalam hidupnya.


Tiba tiba teleponnya berdering Kembali, mengagetkan Keduanya. Cindy melihat ponselnya, karena ponsel kakaknya Itu berada tepat di depannya.


"Orang yang tadi kak, Sophia! Angkatlah. Mungkin dia sangat perlu hingga menelpon berulang kali begitu." katanya dan bangkit berdiri.


Dia memetik anggur dua buah, satunya di masukan ke mulutnya.


"Nanti kenalkan sama aku ya?" kata Cindy tersenyum menggoda."Kakak bicaralah dengannya, aku mau nonton TV dulu." sambungnya kembali dan segera melangkah menuju ruang TV dan menghidupkannya, mengeraskan sedikit volumenya agar bisa di dengar oleh Dion.


Alih alih pamit untuk nonton, Cindy melangkah cepat menuju kamar mandi di kamarnya, lalu memuntahkan apa saja yang diperutnya ke dalam toilet. Sejak tadi dia sangat tersiksa menahan rasa mual yang menjadi. Dia juga memasukkan beberapa buah anggur yang di sembunyikan di dalam tasnya ke dalam lubang toilet dan menyiramnya. Setelah itu keluar menuju ruang TV. Membaringkan tubuhnya di sofa, sambil menyapu keringat dingin yang menempel di pelipisnya dan mengatur nafas secara perlahan-lahan. Kepalanya pusing, tubuhnya lemah. Cindy mensilent kan ponselnya, lalu segera memejamkan mata. Tidak butuh waktu yang lama dia pun tertidur.


Dion membuang nafas kasar menghilangkan kekesalannya setelah menerima telepon dari Sophia..Dia tidak suka dengan perjodohan ini. Makan siang bersama Sophia yang di rencanakan ayahnya batal karena Dion menghindar dengan alasan pekerjaan yang banyak.


Hal itu membuat ayahnya marah besar dan tetap mengadakan acara makan perkenalan mengganti waktunya menjadi malam hari.


Ternyata itu bukan sekedar makan malam biasa, tapi sekaligus pertunangan mereka dan pemasangan cincin, penentuan tanggal pernikahan mereka, karena dalam dinner tersebut hadir juga orang tua Shopia.


Dion tidak kuasa menolak pertunangan itu. Karena terus di desak oleh papa mamanya dengan memakai alasan kesehatan ayahnya yang saat itu memang terlihat pucat di lihat Dion..Dan dari ikatan pertunangan yang terjadi beberapa jam yang lalu Itu, membuat dirinya berubah status menjadi tunangan dan sudah menjadi milik seorang wanita yang baru pertama kali di lihatnya. Wanita yang sama sekali tidak di cintainya, wanita yang bahkan tidak bisa membuatnya tertarik dan tidak bisa membuat hatinya bergetar sedikit pun. Dan karena sudah menjadi tunangannya, Sophia menghubunginya mengundang untuk sarapan dan makan siang besok di rumah orangtuanya, sekaligus mengajaknya belanja keperluan pernikahan mereka.


Dion kembali mendengus kesal sambil meremas kasar rambutnya. Dia terdiam beberapa saat memendam kekesalan.


Tiba tiba dia bangkit karena teringat Cindy.


Dion segera melangkah menuju ruang TV dan mendapati adik sepupunya itu sudah tertidur sambil di saksikan oleh TV yang menyala.


Dion segera mematikan TV. Dia melihat jam di ponselnya, sudah pukul pukul 23.45.


Melihat pulasnya tidur Cindy dan waktu yang sudah larut malam, mengurungkan niatnya untuk mengantar gadis itu pulang. Dion segera mengangkat tubuh Cindy pelan pelan, membawa ke kamar dan membaringkannya ke tempat tidur, lalu menyelimutinya.


Dia keluar mengambil buah dan air minum,


di letakkan di nakas pinggir ranjang Cindy. Barangkali saja adiknya itu bangun tengah malam, merasa lapar dan haus. Setelah mengelus rambut Cindy beberapa saat, Dion segera mematikan lampu, menyisakan lampu meja tidur, lalu segera melangkah keluar dan menutup pintu dari luar. Dia menaiki tangga menuju kamar tidurnya.

__ADS_1


Bersambung.


Tak hentinya Author meminta dukungan para reader 😍


__ADS_2