Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 102


__ADS_3

...Happy Reading....


Mereka melewati ruang kerja Rafa yang pintunya terbuka sedikit. sepertinya Rafa dan Wisnu ada di dalam.


"Sayang, kamu sendiri bagaimana dengan permintaan mama untuk ke Bali?" tanya Raka begitu mereka masuk ke kamar.


Ara menarik nafas pelan."Aku terserah kakak saja. Meski sebenarnya aku ingin di rumah saja, menemani kakak istirahat. Kakak pasti capek dan mengantuk bukan?"


"Kata kak Rafa, pimpinan kakak memberi tambahan izin beberapa hari. Aku ingin kakak istirahat total di rumah tanpa memikirkan pekerjaan atau apapun. Tapi aku juga tidak ingin membuat mama kecewa jika kita menolak keinginannya untuk datang ke acaranya kakak ipar." kata Ara menatap wajah suaminya yang sedikit pucat.


"Masih ada beberapa jam untuk istirahat. Sore kita akan berangkat. Terus bagaimana dengan rencana mu ke yayasan siang ini?" tanya Raka menatap lembut wajah istrinya.


"Nanti sepulang dari Bali aku akan ke sana. Aku akan menghubungi Tito untuk memberi tahu aku batal datang." kata Ara.


Sebenarnya Ara berencana akan ke panti siang ini untuk berbagi kebahagiaan dan sedikit rezeki dengan anak anak, sebagai rasa syukurnya atas bertambah usianya. Tapi sepertinya dia harus me mending rencananya itu, karena tidak ingin membuat ibu mertuanya kecewa dan semakin tidak menyukai dirinya karena menolak untuk ke Bali.


"Kalau kamu tidak jadi datang ke panti, kirimkan saja makanan dan minuman yang ingin kau bagi pada anak anak panti. Aku akan meminta sopir rumah untuk mengantarnya." kata Raka.


"Kakak benar." kata Ara tersenyum.


"Kamu ke kampus hari ini?" tanya Raka.


"Iya, ada tiga mata kuliah hari ini. Tapi aku hanya akan ikut satu MK saja. Sisanya nanti aku nyusul. Aku akan minta izin pada ketua kelas."


Ara melepaskan jas Raka, lalu membaringkan tubuh suaminya itu.

__ADS_1


"Sementara aku ke kampus, kakak tidur saja dulu, jangan kemana mana dan mengerjakan apa pun,"


"Siap sayang." kata Raka tersenyum.


Ara ikut tersenyum. Dia memperbaiki bantal suaminya, lalu mengecup bibir suaminya lembut. Raka menahan tengkuknya saat Ara menarik wajahnya, lalu menciumi bibir istrinya beberapa saat.


"Aku pergi ya kak, aku mau mampir sebentar ke ruang kerja kakak ipar. Aku ingin mengembalikan kartu kreditnya." Ara mengambil tas ranselnya dan memakaikan ke punggungnya.


"Iya sayang. Kamu hati hati di luar."


Ara mencium tangan dan kening suaminya lalu melangkah keluar dan menutup pintu kembali.


Raka memandangi punggung istrinya yang hilang di balik pintu. Dia memikirkan tentang cuti liburnya yang di tambah beberapa hari.


"Pasti kak Rafa yang meminta tambahan


Apa yang tidak bisa di lakukan oleh kakaknya? Bahkan hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bila kakaknya turun tangan. Kecuali hanya kehendak Allah SWT yang tidak bisa di tentang oleh kakaknya.


Perlahan Raka memejamkan mata, berusaha untuk tidur, karena sebenarnya dia juga sangat mengantuk.


Ara berhenti di depan pintu ruang kerja Rafa yang sedikit terbuka. Dia menengok ruang ke dalam. Ingin mencari tahu apa Kakak Iparnya masih di dalam sana bersama Wisnu.


Ara hendak mengetuk pintu, Wisnu tiba tiba muncul di dari dalam.


"Nona Muda?" kata Wisnu kaget.

__ADS_1


Ara tersenyum."Apa kakak ipar ada di dalam?"


"Nona ada perlu pada tuan Rafa?" Wisnu balik bertanya.


"Iya, aku ingin mengembalikan kartu kredit kak Rafa dan juga memberikan kertas permintaanku." Ara memperlihatkan dua benda di tangannya."Bolehkah anda memberikan ini pada kakak ipar?" katanya kembali.


"Maaf Nona, sebaiknya anda berikan sendiri. Saya bukannya tidak ingin membantu, tapi saat ini saya buru buru mau mengerjakan sesuatu. Saya mau menyelesaikan berkas berkas untuk acara siang ini."


Ara teringat akan peluncuran produk baru yang di bicarakan tadi oleh Rafa di meja makan.


"Baiklah sekretaris Wisnu, saya akan menemui kakak ipar, tolong katakan padanya."


"Tuan sedang berada di kamarnya, Nona silahkan ke sana saja." kata Wisnu.


Ara terpaku di tempat dengan dahi mengerut.


"Ke kamar kakak ipar?" telunjuknya mengarah ke samping, ke arah kamar Rafa.


"Iya Nona, tuan tidak di sini. Tuan sudah kembali ke kamarnya, karena sedang mengerjakan sesuatu di sana."


Ara menarik nafas, dia ragu.


"Tidak apa-apa Nona. Nona tidak perlu khawatir. Mood tuan lagi bagus saat ini." kata Wisnu, tahu apa yang di pikirkan Ara.


...Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya


__ADS_2