Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 117


__ADS_3

...Happy Reading....


Maya mendekati Rafa.


"Tunggu nak, kita harus menunggu Levina untuk menemanimu." bisik Maya pada Rafa.


"Mama benar, tapi kemana kak Levina? Dia tidak bersama kita di sini, aku tidak melihatnya." kata Raka memperhatikan sekelilingnya mencari Levina. Padahal wanita kekasih dari kakaknya itu ada tadi bersama mereka.


"Levina ada di sini? Ku kira dia tidak datang." ujar Rafa berpura-pura tidak tahu.


"Kau ini bagaimana nak, acara ini kan dari idenya. Mana mungkin dia tidak ikut. Tadi dia ada di sini. Malah datang lebih awal hanya untuk menunggumu." kata Maya.


"Lalu mana dia? Sejak aku masuk tidak melihatnya." kata Rafa kembali ikut memperhatikan sekelilingnya.


Maya menoleh pada Nesa yang sedang berdiri bersama teman temannya, menanyakan keberadaan Levina dengan mimik wajah. Nesa mengangkat tangan di sertai gelengan kepala sebagai isyarat tidak tahu keberadaan Levina.


Rafa mengangkat tangan kanan melihat jam di jam tangannya yang mewah."Kita harus segera memulai acaranya. Ini sudah hampir jam 10, nanti para undangan keburu pamit."


"Tapi Rafa, Levina itu kekasihmu. Bagaimana mungkin kau memulainya tanpa ada dia di sampingmu." Maya tetap bersikeras untuk menunggu wanita pilihannya itu.


"Seharusnya dia tahu hal itu Ma. Tapi nyatanya dia malah menghilang entah kemana saat acaranya nya akan di mulai." Rafa menatap dingin Maya.


"Aku tidak mau para tamuku menunggu lama hanya karena dia. Mereka juga punya pekerjaan dan urusan penting di luar."


Maya tambah panik mendengar perkataan Rafa, dia melihat ke kanan kiri dan belakang tapi tidak menemukan apa yang dia cari. Maya jadi kesal pada Levina. Hanya pamit sebentar tapi sudah selama ini belum juga kembali. Kemana perginya dia dan siapa yang menelponnya? batin Maya.


"Kakak ipar__!" panggil Ara pelan yang sedari tadi hanya diam.

__ADS_1


Rafa menoleh ke arahnya.


"Ada apa? Kau jangan ikut ikutan membantu mama dan Levina." tatapan datar dan tajam.


Seketika Ara mengatupkan bibir dan memeluk lengan Raka, menyembunyikan wajah. Tatapan mata Rafa begitu menakutinya.


Padahal dia ingin mengatakan tentang Levina yang sempat di lihatnya keluar dari ballroom bersama dengan seorang lelaki. Keduanya tampak pergi dengan tergesa-gesa. Tapi melihat tatapan Rafa yang menakutkan membuatnya ciut nyali karena takut. Dia tidak ingin mencari masalah atau melakukan kesalahan pada kakak ipar keduanya ini. Karena akibatnya akan fatal.


"Ada apa sayang? Kamu ingin ngomong apa sama kak Rafa? " Raka bertanya melihat istrinya diam.


Sementara Rafa membuang nafasnya kasar, dia kesal pada dirinya sendiri, karena nada suaranya yang menekan malah membuat Ara takut. Seharusnya dia menyadari kalau gadis ini terlalu takut padanya.


"Tante, waktu aku kesini, aku sempat melihat Levina sedang terburu-buru ke luar bersama temannya. Mungkin dia sedang ada urusan penting mendadak sehingga membuatnya meninggalkan acara ini." Rizal Membuka suara. Baru ingat melihat sosok wanita mirip Levina berlari ke koridor bersama seorang laki-laki. Tapi dia yakin itu adalah Levina. Entah siapa pria yang bersamanya itu, hingga menimbulkan kecurigaan pada hatinya.


"Temannya? Siapa Nak?" tanya Maya.


Maya mengingat tadi Levina sempat meminta izin sebentar karena mendapat telpon. Apa mungkin karena telepon itu membuat dirinya pergi dan tidak kembali ke acara ini? Apa telepon itu hal yang penting sehingga membuatnya meninggalkan acara ini? gumamnya dalam hati. Tapi siapa yang meneleponnya? Dan kenapa telpon ku juga tidak di angkat?


"Sudahlah Ma, saat ini Levina sedang mengerjakan sesuatu dengan temannya." kata Rafa


"Apa maksudmu? Apa kau tahu di mana dia sekarang?" Maya mengernyit.


"Aku hanya menduganya saja! Siapa tahu saja saat ini dia sedang punya kesibukan yang sangat penting dari acara ku ini. Mama juga kan tahu sifat Levina seperti apa, jika dia sedang sibuk melakukan sesuatu yang membuatnya senang, maka dia akan lupa dengan hal yang lain." kata Rafa Kembali dengan tatapan tajam ke depan. Karena dia tahu apa yang di lakukan Levina saat ini.


"Ayo lanjutkan kembali acaranya. Ada Ara yang akan mendampingi Rafa di sini. Mereka berdua yang berulang tahun, tak perlu harus Levina." seru Rizal, seraya memberi kode pada MC.


Sang Mc menyampaikan acara berikutnya,

__ADS_1


menandu acara sesuai urutannya.


Pertama menyanyikan lagu ulang tahun, para undangan ikut bersama menyanyikan,


selanjutnya pemotongan kue.


Raka menyerahkan pisau pada Rafa.


"Ayo kak__Ara, potong kuenya berama sama."


"Ya _ayo potong kuenya." sambung Nesa tak kalah antusias.


Ara meraih pisau kue dari tangan suaminya.


"Apa pisaunya hanya satu?" tanyanya.


"Iya. Kau pegang pisaunya, nanti Rafa akan memegang tanganmu. Kalian pegang pisaunya bersama sama." kata Nesa.


"Ayo sayang pegang yang benar pisaunya. Nanti kak Rafa akan pegang tanganmu." timpal Raka.


Potong kue potong kuenya


Potong kuenya sekarang juga


Sekarang juga.. sekarang juga


Ara melirik sekilas pada kakak iparnya yang sedang melihat kepadanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2