Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 80


__ADS_3

Hari ini Raka meminta izin cuti seharian pada pimpinannya. Dengan mengambil cuti tahunannya.


Karena hari ini istrinya berulang tahun yang ke 19 tahun.


Raka ingin memberikan kejutan ulang tahun spesial yang manis buat Istrinya tercinta.


Dengan berpura-pura ke kantor sekalian mengantar Ara ke kampus, setelah mengantar Ara ke kampus dia langsung balik lagi ke rumah untuk mempersiapkan hadiah kejutan.


Dia menghiasi kamar tidur mereka sedemikian indah di bantu pak Sam dan beberapa pelayan.


Ruang kamar yang di hiasi balon warna-warni berbetuk ❤️ menggantung di langit-langit kamar dengan tali yang menjuntai indah,


juga banner bertuliskan Happy Birthday Istriku, yang di gantung di atas sandaran tempat tidur.


Bentuk ❤️ dari campuran bunga berwarna pink dan putih di letakkan di atas ranjang.


Tak lupa sebuket mawar merah yang indah dan kotak kecil kado spesial ulang tahun.


Tok tok tok


Tiga ketukan pintu kamar membuat Raka dan dua pelayan langsung menghentikan pekerjaannya, mereka saling berpandangan.


Apa Ara sudah pulang? guman Raka.


"Siapa?" tanya Raka dari balik pintu mencari tahu.


"Raka, apa kamu di dalam? kata pak Sam kau tidak ke kantor. Ini kak Nesa, buka pintunya." panggilan dari luar terdengar, yang ternyata adalah Nesa.


Raka menarik nafas lega, dia segera membuka pintu perlahan, lalu menutupnya kembali.


Nesa melongo melihat sekeliling ruangan pemandangan indah di dalam kamar itu,


matanya tertuju fokus melihat tulisan birthday yang menempel di dinding.

__ADS_1


"Apa Ara ulang tahun hari ini?" tanyanya kemudian.


"Iya kak, aku ingin memberikan dia kejutan. Kupikir dia yang ngetuk pintu, syukurlah hanya kak Nesa, tolong jangan kasih tau sama siapa siapa yah?" Pinta Raka merangkul pundak kakaknya sambil tersenyum memelas.


"Baiklah, terus mana dia? kakak ada perlu sama dia." tanya Nesa, dia berniat ingin mengembalikan kartu kredit Ara.


"Ara masih di kampus, kak Nesa ada perlu apa sama dia?"


"Kakak ingin mengembalikan ini, nanti tolong kamu kasih ke dia yah?" Nesa menyodorkan kartu Black card pada Raka .


"Apa kamu yang memberikan ini padanya?" tanya Nesa.


Raka menatap benda tipis di tangannya, sebuah kartu hitam yang hanya di keluarkan oleh American Express sala satu bank terbesar di AS yang tidak memiliki batas atau limit, dan hanya di khususkan untuk orang-orang kaya.


"Tidak kak, Kak Rafa yang memberikannya." jawab Raka.


"Rafa yang memberikannya?" Nesa mengulang perkataannya dengan dahi mengernyit, sementara dia Raka saja tidak pernah memegang kartu ini.


"Lebih bagus juga dia belum mengembalikannya, karena dia sudah menolong kakak beberapa hari yang lalu."


"Emangnya ada apa kak?" Raka menatap lekat wajah kakaknya.


Nesa menceritakan kejadian buruk yang terjadi di cafe seminggu yang lalu.


Raka mendesah pelan setelah mendengarkan penjelasan kakak perempuannya ini.


Dia memegang kedua pundak kakaknya seraya menatap lekat.


"Kak, berhentilah menghamburkan uang pada sesuatu yang tidak memberikan manfaat, lihat tuh pakaian, tas sama sepatu branded milik kakak sudah menumpuk menggunung seperti sampah. Dari pada uangnya hanya di pakai untuk persaingan gaya hidup dan ..........."


"Udah udah.. kamu jangan mulai lagi menceramahi kakak." potong Nesa cepat seraya mengangkat ke dua tangannya di depan Raka, dia sudah tau arah kata kata Raka selanjutnya. Adiknya ini tak pernah bosan menasehatinya dengan hal hal baik.


Nesa segera membalikkan tubuhnya membuka pintu.

__ADS_1


"Kak tunggu sebentar." Raka menahan pundak kakaknya.


"Apalagi sih..." Nesa berbalik.


"Kakak tahu gak hari ini hari apa?"


"Jumat, kamu sendiri udah tahu kan? ngapain sih tanya lagi?"


"Ya ampun kak, kalau itu sih semua orang juga pada tau, maksud aku hari spesial seseorang, masa sih kakak lupa." Raka menekan jidat kakaknya.


Nesa sebenarnya tahu apa yang di maksud Raka, tapi dia masih kesal dengan kelakuan Rafa.


Hari ini adalah hari kelahiran Rafa. Adik pertamanya itu berulang tahun yang ke 29,


mana mungkin dia lupa hari spesial adik adiknya. Karena dulu dia yang selalu antusias memberi kejutan dan membuat pesta untuk merayakan hari kelahiran ke dua adiknya.


Tapi sejak kematian suaminya dua tahun lalu, dia tidak lagi merayakannya.


"Kak.. " Raka menepuk pundak Nesa karena di lihatnya kakak perempuan itu melamun.


"Sudah ah..kakak mau melihat si kembar dulu." Nesa mengalihkan pembicaraan.


Nesa segera berbalik dan menarik handle pintu, Raka segera memeluknya dari belakang.


"Kak, aku mau memberi kejutan malam ini saat kak Rafa pulang nanti, aku harap kakak pun begitu. Kita sama-sama kasih ucapan dan doa untuk ka Rafa, sama seperti dulu lagi yang sering kak Nesa lakukan di saat kami berulang tahun." Raka melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh kakak perempuannya ini.Dia menangkup wajah Nesa.


Mereka saling menatap, ada kesedihan di hati ke duanya, mengingat masa masa bersama yang penuh kebahagiaan dulu yang sudah terabaikan.


Nesa segera mengatur emosinya, dia segera melepaskan tangan Raka, berbalik dan membuka pintu keluar dari kamar itu, meninggalkan adiknya, yang terpaku menatap kepergiannya.


*****


Happy reading 😊☺️

__ADS_1


__ADS_2