
Levina sangat marah karena Rafa terus menghindarinya. Dia membanting vas bunga yang ada di dekatnya.
Setiap kali dia menghubungi Rafa, Wisnu selalu mengatakan sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu, di datangi ke apartemennya tidak ada, ke kantornya selalu di halangi petugas keamanan.
"Aku tidak akan melepaskan mu Rafa. Kau hanya milikku__ milikku seorang. Tidak akan ku biarkan wanita manapun memiliki dirimu. Belum ada kata putus di antar kita. Kau masih tetap milikku," umatnya geram. Dia tersenyum sinis."Kau selalu menghindari ku kan? Maka aku akan memakai cara ini untuk bisa bertemu denganmu!" seringai licik muncul di bibirnya. Dia menemukan sebuah ide untuk dapat bertemu Rafa bahkan bisa bersama lagi seperti dulu dengan pria mesin pencetak uangnya itu, yaitu tinggal di rumah utama Artawijaya. Dari dulu Maya selalu memintanya untuk tinggal di rumah utama. Tapi dia selalu menolak, karena tinggal di rumah itu akan mengekang kebebasannya. Dan bisa jadi sifat aslinya akan ketahuan. Dia yang sangat suka dunia malam, dugem, ke diskotik, bar, perokok, peminum alkohol, bebas bergaul dengan sembarang lelaki dan masih banyak lagi lagi kebiasaan buruk hidupnya. Yang bagi mereka itu adalah hal buruk tapi baginnya adalah sesuatu yang menyenangkan. Bukan wanita baik, lembut, sabar dan penyayang seperti yang di ketahui Maya dan Rafa.
Tapi sepertinya kali ini dia akan menyetujui keinginan Maya agar bisa bertemu dengan Rafa. Dia akan merubah diri sekuat mungkin menjadi wanita alim dan lembu untuk kembali menarik hati Rafa.
"Mungkin ini caranya agar aku bisa bertemu denganmu" gumamnya kembali tersenyum licik.
Kantor perusahaan RA Goup.
Di ruang kerjanya, Rafa duduk dengan posisi tangan di letakkan di atas sofa. Mata terpejam, nafasnya menderu pelan beraturan.
Dia bukan sedang tidur tapi memikirkan sesuatu. Kedatangan Levina ke rumah utama, dan isi pesan ancaman yang di kirim wanita itu membuatnya sedikit pusing. Tapi dia tidak mau tunduk dengan ancaman itu.
Pintu di ketuk, lalu di buka dari luar. Wisnu masuk dengan memegang beberapa berkas. Dia baru saja bertemu beberapa klien menggantikan Rafa yang sedang tidak enak badan.
"Sekarang jam berapa?" Rafa mengetahui siapa yang masuk.
"Jam 5 Tuan." jawab Wisnu sopan. Lalu meletakkan berkas di depan Rafa yang sudah membuka mata.
"Apa para karyawan sudah kembali?" melihat ke arah berkas.
"Sudah Tuan, mereka baru saja pulang." kata Wisnu.
Rafa membuang nafas perlahan.
__ADS_1
"Bersiaplah." Katanya kemudian. Lalu bangkit berdiri.
"Baik Tuan." jawab Wisnu dengan semangat. Senyuman kecil terukir di wajahnya.
Kediaman Utama Artawijaya.
Ara dan Sita membereskan mainan di ruang bermain yang dibuat berantakan oleh si kembar. Setelah rapi, Ara menuju ruang kerja Rafa. Tepatnya ke perpustakaan, mengatur beberapa buku yang berantakan karena ulah Cio Cia yang belajar sambil bermain. Tadi dia mengajak kedua bocah itu membaca beberapa buku cerita tentang Islam dan belajar berhitung. Tapi anak anak itu malah lebih banyak bermain dan membongkar buku buku yang tertata rapi. Meskipun nakal, mereka tetap mendengar kan perkataan Ara.
Berulangkali di ajak ke perpustakaan, membuat Cio Cia mulai lancar membaca, menulis, berhitung dan mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan juga ilmu agama.
Setelah di tata rapi ke rak rak, Ara segera turun menemui bocah-bocah itu untuk bersiap shalat Magrib. Di lihatnya pak Sam nampak sibuk beserta pelayan dan penjaga keamanan.
"Pak Sam."
"Ya Non? Nona butuh sesuatu?" kata Sam setelah melihat pada Ara.
"Belum Nona, mungkin mereka balik jam 9 atau jam 10. Karena ada dua tempat acara yang mereka hadiri." jawab Sam.
"Oh.... gitu."
Ara melihat kesibukan para pelayan dan petugas keamanan."Tampaknya Bapak dan lainnya sedang sibuk." katanya.
"Apa ada tamu yang datang?" tanyanya kembali.
"Benar Non." jawab Sam tersenyum.
"Oh gitu. Kalau begitu saya ke atas dulu." pamit Ara. Tidak ingin bertanya lagi tamu sapa yang akan datang. Tapi dia dapat menebak pasti tamu Maya dan Nesa. Karena hanya tamu keduanya yang sering di lihat datang berkunjung ke rumah ini.
__ADS_1
"Silahkan Nona. Makan malam nanti saya akan panggil Nona." kata Sam sopan.
Ara mengangguk dengan senyum sekilas. Lalu melanjutkan langkah menuju ke atas. Sebelum shalat magrib dia bersih bersih sebentar. 15 menit berlalu dia keluar sudah memakai daster tidur selutut tali satu, dia sangat suka memakai daster saat mau tidur karena tidak membuat keringat dan gerah. Saat keluar dari kamar mandi, dapatinnya si kembar duduk di sofa kamarnya.
"Kami mau shalat sama Ante!" kata Cio, keduanya bangkit berdiri. Ara mengangguk tersenyum.
Cia mengatur posisi sajadah, sedang Cio sibuk dengan benda yang di pegang nya, lalu meletakkan di bawah bantal secara sembunyi.
Ara meraih telepon seluler yang tadi di dengar berbunyi.
"Sayang, aku sudah di jalan pulang, tapi sepertinya gak sempat magrib bareng kalian. Soalnya udah keburu masuk magrib. Aku mampir shalat di masjid pinggir jalan." membaca pesan dari Raka yang masuk 10 menit lalu.
Ara segera membalas. Tercentang dua tapi belum di baca, mungkin suaminya sudah berada di dalam mesjid, pikirnya.
Semenit berlalu, terdengar Adzan magrib berkumandang. Mereka segera melaksanakan shalat bersama, setelah itu Ara mengajari mereka membaca surah surah pendek, dan juga membaca Iqro. Suara merdu dan polos si kembar menggema di ruang kamar itu ketika mereka menyebut satu persatu huruf Hijaiyah dengan fasih. Ara menyapu kepala mereka dengan senyuman. Satu halaman di lewati, masuk dua halaman di lewati, masuk ke halaman tiga Ara menyuruh berhenti, karena ia merasa perutnya mulas.
"Sayang, cukup dulu belajarnya ya, Nanti kita lanjutkan lagi setelah shalat isya. Perut ante mules. Ante mau ke kamar mandi dulu."
"Iya ante." jawab si kembar kompak dan bersemangat, mereka saling menatap dengan senyuman di wajah.
Ara sedikit heran menatap wajah mereka, karena terasa ada yang aneh dengan anak anak ini. Tapi karena sudah kebelet, dia tidak bertanya lagi.
"Turunlah ke bawah, main dulu sama mbak Sita." Ara segera melepaskan mukenanya dan terburu buru masuk kamar mandi sambil mengikat cepol asal rambutnya.
Bersambung.
Tinggalkan jejak dukungan ya
__ADS_1