Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 283


__ADS_3

"Assalamualaikum kak." jawab Ines setelah memperlihatkan pada Ara.


Mereka menjauh sedikit dari Cindy setelah memberi kode pura pura melihat pakaian di sebelah.


Mereka sengaja tidak memberi tahu Cindy, khawatir sahabatnya itu sedih lagi.


Saat ini hati Cindy lagi senang dan bahagia melihat-lihat beberapa pakaian bayi dalam paper bag dengan senyuman di wajahnya.


Mereka tidak ingin wajah bahagia itu pudar berganti kesedihan setelah mendapat telepon Dion.


"Waalaikumsalam. Nes, aku sudah menghubungi nomor Cindy sejak tadi tapi tidak aktif, begitu juga dengan Ara. Nomor mereka berdua tidak aktif. Makanya aku menghubungi mu."


"Ponsel Cindy dan Ara kehabisan daya kak. Apa Kakak ingin bicara dengan Cindy?"


"Iya Nes, aku ingin menjelaskan semua kepadanya untuk mengakhiri kesalahpahaman di antara kami. Dia pasti sangat sedih, hancur dan terluka. Aku sangat cemas dengan keadaannya. Cindy pasti sudah menceritakan permasalahan kami kepada kalian kan?"


"Cindy benar-benar sangat terluka kak! Kami sangat kasihan padanya. Dia menangis terus tadi waktu di kampus." kata Ines jadi sedih.


Ara ikut mendengar lewat kabel headset yang tersumbat di satu telinganya, dan satunya pada telinga Cindy.


Dion mendesah sedih mendengar ucapan Ines. Merasa semakin bersalah karena telah gagal menjadi suami dan kakak yang baik untuk Cindy.


"Tentang foto foto itu, Kak Dion gak melakukannya kan? Gak mungkin kan kakak menghianati Cindy?" tanya Ines pelan


"Tidak Nes, aku tidak akan setega itu kepadanya. Aku tidak akan mungkin melakukan hal rendah seperti itu pada perempuan lain termasuk Bela. Cindy bukan hanya istriku bagiku, tapi juga adikku. Aku sangat menyayanginya. Apalagi sekarang dia sedang mengandung anak anakku. Mana mungkin aku menyakitinya. Aku di jebak oleh wanita iblis itu. Semua yang di perlihatkan lewat foto-foto itu omong kosong. Aku tidak melakukan hal-hal rendah dengannya, aku sama sekali tidak menyentuhnya. Kalian harus percaya kepadaku." kata Dion menjelaskan.


"Aku percaya. Aku yakin kakak tidak akan mungkin suka pada wanita ular siluman itu. Dia memang wanita buruk dan kejam. Dia bukan hanya jahat pada Cindy, tapi juga padaku dan Ara. Kami berdua juga pernah di celakainya."


"Di celakainya? Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Iya. Dia pernah ingin mencelakai ku dengan Ara, mungkin karena kami sahabat Cindy. Wanita itu benar-benar iblis berwajah manusia. Semoga saja tuhan menempatkannya di neraka paling jahanam."


"Aku pun ingin sekali membunuhnya Nes. Semoga saja aku bisa menemukannya secepatnya untuk memberikan balasan setimpal atas perbuatannya."


"Sekarang mana Cindy? Aku ingin sekali bicara dengannya. Aku sangat khawatir dengannya. Aku ingin memperdengarkan sesuatu padanya. Bukti bahwa aku tidak melakukan apapun dengan wanita ****** itu dan juga tidak punya hubungan apa-apa dengannya."


"Bukti?"


"Iya, tadi Bela menelpon, kami berbicara sesuatu dan aku merekamnya. Kalian di mana sekarang?"


"Kami lagi di Mall. Kami mengajak dia jalan dan belanja keperluan bayi untuk menghiburnya. Alhamdulillah dia bisa tersenyum meski terlihat kesedihan di matanya.Kami tidak di dekatnya karena khawatir dia akan sedih lagi jika tahu kakak menelpon."


"Kalian di Mall mana? aku akan ke sana untuk menjemputnya dan memperdengarkan bukti ini kepadanya. Biar masalah di antara kami selesai. Aku sangat cemas dengan keadaannya."


Ara memberi isyarat pada Ines dia akan bicara.


"Ara benar. Cindy pasti tidak akan langsung percaya dan akan bilang itu hasil kerja sama kakak dengan mak lampir itu. Sebaiknya jangan menemuinya dulu! Candy sangat marah dan terlalu sakit hati pada kakak. Dia tidak mau bertemu kakak....." timpal Ines. Ara langsung menutup mulutnya dan melototinya jangan memperburuk keadaan.


"Benarkah dia sangat marah padaku? Dia pasti sangat membenciku." Dion mengeluh sedih.


"Cindy tidak membenci kakak. Dia hanya syok saja, mungkin karena pengaruh bawaan kehamilannya hingga dia marah dan emosi. Maklumlah, wanita hamil lebih sensitif dan mudah sekali marah. Makanya biarkan dia tenang dulu. Aku dan Ines akan menghibur nya sekaligus menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian. Aku tadi sudah menghubungi tante Dinda. Tante meminta kami untuk menghiburnya. Aku akan mengajaknya ke rumah. Setelah magrib nanti, kakak datanglah ke rumah untuk menjemputnya. Insyaallah hatinya sudah lebih tenang untuk menerima kakak."


"Baiklah Ra, tolong kalian bantu aku menjelaskan padanya. Jika ada apa apa kabari aku Secepatnya. Oh ya..apa dia sudah makan siang?"


"Sudah kak, hanya sedikit. Tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Dia juga meminum susu hamil segelas."


"Ah syukurlah, terima kasih Ra atas bantuan kalian berdua."


"Sama sama kak.."

__ADS_1


Telepon di matikan.


Ara dan Ines menoleh pada Cindy. Wanita itu melambaikan tangan kepada mereka. Keduanya tersenyum lalu segera melangkah mendekatinya.


"Jadi kita akan ke rumahmu Ra setelah dari sini?" mengingat dia ada janji bertemu dengan Azhar Azham hari ini.


"Iya Nes, aku harus memeriksakan kandungan Cindy dulu. Aku akan meminta dokter kandungan untuk datang ke rumah. Cindy banyak menangis dari semalam. Belum lagi menahan beban emosi jiwanya. Aku khawatir berpengaruh pada janinnya. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada bayinya."


"Ide bagus Ra, kau benar sekali. Kau memang the best friend Ra, peduli sekali pada sahabatmu." Ines mengecup pipi kanannya lalu memeluknya.


"Sudah ah...kau dan Cindy selalu saja ngomong begitu. Aku mau menelpon dokter Rizal dulu. Lepaskan pelukanmu, aku sesak nih.."


Ines terkekeh. Dia melepaskan pelukannya.


Ara segera menelpon Rizal meminta dokter kandungan untuk datang ke rumah utama.


"Baiklah cantik. Aku dan Moly juga akan ke sana untuk mengunjungimu. Kami merindukanmu sayang, bye.." kata Rizal di akhir ucapannya.


Ara segera mendekati Cindy, meninggalkan Ines yang lagi menghubungi seseorang.


Ines sedang menghubungi Rani, memberi tahu akan bertemu Azham dan Azhar nanti setelah magrib. Dia meminta alamat mereka untuk datang langsung ke sana.


Kata Rani, Azham dan Azhar juga masih akan mengunjungi paman mereka setelah ashar.


...Bersambung....


Terimakasih yang sudah mampir πŸ™


Tinggalkan jejak ya kalau suka karya author πŸ™

__ADS_1


__ADS_2