
Suara MC terdengar memenuhi ruangan, mengumumkan sang raja malam akan segera memasuki ruangan ballroom.
Para undangan segera berdiri dan menatap pintu masuk.
Satu menit kemudian masuklah pria tampan dengan postur tubuh tinggi tegap, kulit putih rahangnya yang kokoh dengan wajah di tumbuhi bulu bulu halus, bibir yang tebal berwarna merah alami, hidung mancung.
Setelan jas yang ia kenakan sangat pas dengan tubuhnya sehingga memperlihatkan perutnya yang six-pack.
Saat ini Rafa belum memakai topengnya.
Semua lampu kamera menyorot ke arahnya,
Rafa memasuki ruangan dengan gagahnya. Para wanita wanita single dari kalangan model dan artis melongo dengan mulut berdecak kagum sangat terpesona dengan ketampanan CEO muda dan cerdas ini.
Bukan hanya tampan dan memiliki postur tubuh yang menarik, tapi karena Rafa juga seorang Presdir di perusahaannya sendiri dengan kekayaan yang berlimpah ruah tanpa ada habisnya.
Bukan hanya gadis gadis dari anak anak konglomerat yang mengejarnya, tapi juga dari kalangan artis dan model.
Berbagai cara yang mereka lakukan untuk mendapatkan Rafa, bahkan yang sampai menjebak Rafa dengan keindahan tubuh mereka, tapi Rafa tidak tergoda.
Dan beberapa artis itu ada yang hadir di acaranya ini, memberikan senyuman manis pada pada pengusaha sukses ini.
Mereka tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Presdir tampan dan kaya ini, meskipun mereka tahu ia sudah mempunyai kekasih bernama Levina.
Selama status Rafa masih single, para wanita ini akan terus berusaha mengejar dan mendapatkan dirinya.
Dan jika pun Rafa sudah berstatus menjadi suami levina atau perempuan lain, mereka akan tetap menggoda dan mendapatkan Rafa meski harus menjadi simpanan atau istri ke dua atau ke tiga CEO tajir melintir ini .....
"Di mana Levina?" guman Maya yang gelisah mencari keberadaan Levina. Dia sudah menelepon berulang kali tapi tidak di angkat,
seharusnya dia ada disini mendampingi Rafa.
"Tuan ravendro." sapa beberapa rekan bisnis Rafa yang hadir dalam acara itu.
Rafa segera menyapa mereka satu persatu serta mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka.
Dia melambaikan tangannya pada artis artis dan model yang menyapa menyebut namanya . mereka ingin mendekat, tapi di halangi Wisnu dan petugas keamanan.
Hanya para CEO dan teman seprofesi saja yang bisa menyalami Rafa secara langsung.
__ADS_1
Rafa melewati mereka satu persatu dan naik ke atas panggung kecil di mana terdapat kue ulang tahun yang mewah.
Matanya melirik sekilas pada Raka dan Ara yang berdiri tersenyum saling berpegangan tangan dengan mengenakan topeng.
Sebelumnya ibunya dan Levina memakai konsep tema vintage dan klasik dalam acara ini. Tapi Rafa menambahkan konsep tema pesta topeng ( Masquerade ).
Di mana para undangan yang datang wajib memakai topeng.
Bukan tanpa alasan dia menambahkan tema konsep tersebut, sengaja dia melakukannya untuk menghindarkan Ara dari penilaian buruk tamu undangan dengan penampilan cupunya.
Terutama dari Levina, yang sudah pasti akan mempermalukannya adik iparnya itu di depan orang banyak.
Rafa sangat tahu akan sifat buruk Levina yang membenci Ara karena telah mendahului dirinya menjadi menantu dan nyonya di keluarga Artawijaya.
Jika wajah Ara tertutup topeng seperti ini, tidak akan ada yang dapat melihat kecupuan nya,
tidak akan ada yang menghina dan mempermalukannya.
Dan kalaupun ada yang berani...........?
Rafa memakai topengnya, lalu berdiri di depan kue ulang tahunnya yang besar dan mewah,
di dampingi Maya dan Nesa.
Maya tidak tenang sejak tadi, matanya terus mencari cari Levina, wanita paruh baya itu kesal karena panggilan teleponnya di abaikan.
Sesuai instruksi dari MC yang mengikuti prosedur susunan acara, Rafa memberikan sambutan berupa kata kata rasa syukur dan ucapan pada semua tamu undangan yang telah bersedia meluangkan waktu untuk acara ultahnya.
Tamu undangan bertepuk tangan.
Acara yang paling di nanti adalah acara inti.
Rafa menatap kue ulang tahun di depannya.
Dia menoleh pada Raka dan Ara.
"Kemari lah." katanya pada Ara.
Ara terdiam, dia menoleh pada suaminya, menggelengkan kepalanya tidak mau mendekat pada Rafa.
__ADS_1
"Sayang, berdirilah dekat dengan kak Rafa,
ini perayaan untuk kalian berdua." bisik Raka.
"Tapi kak ..."
"Ayolah tidak apa apa, jangan takut. Kamu tuh istri aku, adik iparnya kakak, gak akan ada yang berani bicara buruk padamu, apalagi di depan kak Rafa, tidak akan ada yang berani sayang." bisik Raka kembali menenangkannya.
"Aku gak mau malu maluin kalian." Ara memegang tangan suaminya sambil geleng-geleng kepala.
"Kemari lah." kata Rafa kembali.
Ara menggeleng gelengkan Kepalanya semakin erat memegang tangan kanan suaminya.
"Tidak apa apa, tidak ada yang perlu kau takutkan, kemari lah ...!" ujar Rafa kembali, menyodorkan satu tangannya pada Ara.
Raka segera menarik tangan istrinya, lebih dekat pada kakaknya.
"Aku akan menemanimu sayang." bisik Raka.
Mereka bertiga berdiri di depan kue ultah.
Ara kembali memegang kuat tangan suaminya, dia berdiri di tengah kakak beradik itu.
"Para hadirin, teman teman semua, acara ini di buat bukan hanya untuk saya pribadi saja , tapi juga buat seseorang yang kebetulan tanggal dan bulannya sama seperti kelahiran saya." ucap Rafa.
Para undangan saling berpandangan dan mencari tahu siapa gerangan orang yang ultahnya sama dengan Presdir tampan ini.
Rafa menoleh pada Ara yang berada di tengah antara dia dan Raka .
"Dia adalah wanita yang berada di samping saya ini. Namanya Ara, Azahra Radya Almira. Istri dari adik saya Raka Rahardian Artawijaya." kata Rafa kembali menoleh pada Ara dan Raka.
Para undangan kembali berguman satu sama lain sambil menatap memperhatikan sosok Ara.
Ada yang berkomentar baik ada juga yang merasa kurang setuju. Raka si tampan menikahi gadis yang terlihat cupu dengan dan terlihat kampungan.
Merek bertanya tanya siapa Ara? derajatnya, pekerjaannya, orang tuanya, keluarganya.
Dari kalangan atas atau ekonomi bawah?
__ADS_1
Berbagai pertanyaan terlontar dari mulut mereka, ada juga yang memilih diam karena tidak berani berkomentar, ada yang acuh tak acuh.
******