
Langkah ara terhenti.
Dia berbalik menatap gadis itu.
"Maaf...permisi." katanya tersenyum.
lalu berbalik melangkah.
Gadis itu berdiri dan menahan tangannya.
"Apa kau menggodanya dengan menggunakan tubuhmu?"
Ara tercengang, darahnya terasa panas bergemuruh.
"Tubuh? tubuhnya jelek begini di pakai menggoda Raka?" seru gadis yang satunya sambil tertawa keras.
Hingga mengundang perhatian orang-orang .
"Ssst pelankan suara mu lisa." bisik temannya.
"Oopssss." gadis yang bernama Lisa menutup mulutnya dengan masih tertawa kecil.
"Kau juga Mona, jaga ucapanmu, bahaya kalau di dengar oleh suaminya, terlebih lagi oleh tuan Ravendro. Aku dengar dari ayahku, tuan Ravendro sangat tidak suka jika ada orang yang menyakiti keluarganya." kata gadis itu kembali, bernama Yuri anak pak Kresna rekan bisnisnya Rafa.
"Baiklah Yuri, aku akan menutup mulut ku. Aku hanya heran saja bagaimana bisa gadis kampungan seperti dia bisa di nikahi Raka, sementara kita semua tahu Raka itu sangat tampan dan banyak di gilai gadis gadis cantik dan kaya raya. Bahkan Raka sendiri tidak menanggapi perasaanmu, kau sangat cantik dan kaya raya. Sementara dia? lihatlah fisiknya. Dengan fisik seperti itu bisa membuat Raka menikahinya, kalau bukan karena pelet terus apalagi?" ujar Mona kembali melirik sinis pada Ara.
Ara meremas ujung dress-nya kuat.
__ADS_1
Hatinya terasa sakit tapi dia lebih memilih diam dan tidak menanggapi
"Maaf , permisi." katanya kembali pada gadis gadis itu.
Lalu berbalik dan melangkah cepat. Dia semakin mempercepat langkahnya menghindari seseorang yang nampak menuju ke arahnya.
"Itu pasti kak Raka." gumannya.
Dadanya turun naik menahan tangis.
Dia berlindung di balik tembok menormalkan jalan nafasnya yang terasa sesak.
"Jangan sampai kak Raka melihat keadaanku seperti ini." ucapnya berusaha untuk tidak menangis.
Lagu All I Want, lagu sedih yang nyanyikan oleh penyanyi artis, mengalun indah memenuhi ruangan ballroom, menambah kepedihan di hatinya, karena dia mengerti arti dari lagu berbahasa Inggris itu.
Dia menyesal kenapa harus beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Raka tadi, seharusnya dia tetap bersama suaminya, tidak mengikuti desakan lapar di perutnya yang menyebabkan ia mendengar kata-kata yang menyakiti hatinya.
Ara melepaskan topengnya, juga kacamatanya. Ia menyapu air mata di kedua pipinya.
Lampu tiba tiba padam, Ara kembali memasang kacamatanya. Dia memperhatikan sekelilingnya yang gelap, tapi masih bisa melihat bayangan orang orang.
Sementara lagu masih tetap mengalun indah.
Sepertinya acara dansa sudah di mulai, di lihat dari gerakan tubuh orang orang yang bergerak berpasangan.
Seseorang nampak mendekat ke arahnya,
__ADS_1
memakai setelan jas hitam, semakin dekat sehingga Ara dapat mencium aroma parfum tercium, aroma parfum yang di ciumannya tadi di kamar mereka.
"Kak Raka." gumannya pelan, menyapu kembali sisa air matanya.
Dia melangkah mendekat dan segera memeluk tubuh suaminya, menyesapi aroma parfum dari tubuh laki laki yang sangat di cintainya ini.
"Aku tahu ini kakak dari aroma parfum yang kakak pakai, parfum yang di berikan oleh kakak ipar." semakin mempererat pelukannya.
Sosok tubuh yang di peluknya tidak merespon pelukannya.
Ara teringat sesuatu. Apakah aku akan memenuhi permintaan kakak sekarang ? gumannya dalam hati.
Dia mengangkat wajahnya mendongak ke atas menatap wajah suaminya yang tertutup topeng.
Dia tersenyum sesaat,
Lalu mengangkat tangan menyentuh bibir suaminya, menyentuh lembut dengan jari jemarinya.
*Aku akan memenuhi permintaan kakak sekarang." katanya kemudian.
Dia menjijitkan jari jari kakinya.
Lalu mengecup bibir suaminya, sosok Raka di depannya ini terkejut.
Dia menarik tubuhnya mundur, tapi Ara memperkuat pelukannya.
"Kakak diamlah, aku mohon. Meskipun keadaannya gelap, tapi setidaknya aku melakukannya di depan banyak orang, boleh ya kah ? aku cium kakak di sini saja ya? kakak diam saja, aku yang akan cium." kata Ara kembali dengan wajah memelas.
__ADS_1
******