Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 99


__ADS_3

"Rafa, mama juga ingin kau mengabulkan keinginan mama. Kau sudah membacanya bukan?" kata Maya mengungkit tentang kertas permintaannya.


Rafa menarik nafas pelan.


"Sudah tiga tahun berlalu, permintaan mama masih sama, tidak berubah, tolong kabulkan nak."


"Ma..." Rafa menghentikan makannya.


"Kau sudah berjanji akan memenuhinya di tahun ini, ingat nak.. umur mu sudah tidak muda lagi, mama ingin kau segera menikah dengan Levina. Lagi pula hubungan kalian juga sudah lama, jangan di tunda lebih lama lagi, sudah waktunya kalian membawanya ke jenjang yang lebih serius." Maya memotong ucapannya.


Rafa membuang nafasnya kasar.


"Aku belum bisa memenuhi keinginan mama, jangan memaksaku dan jangan meminta hal ini lagi."


"Rafa, kenapa kau seperti itu? kita sudah sepakat bukan? akan mengabulkan setiap keinginan orang yang menulis di kertas permintaan, apa kau ingin mengingkarinya?"


"Aku tidak mengingkarinya, aku hanya bilang belum bisa mengabulkan keinginan mama untuk menikah, aku minta mama jangan mengungkit hal ini lagi, aku mohon ma.."

__ADS_1


"Tapi kenapa? apa alasannya? apa kau punya kekasih lain? apa kau sudah tidak mencintai Levina? katakan Rafa."


"Cukup ma ...." kata Rafa agak keras keras.


Membuat Ara yang di dekatnya tersentak kaget.


Rafa terkejut, menoleh sesaat kepadanya


yang menunduk dengan wajah tegang dan takut.


"Sudahlah ma, hentikan perdebatan ini." katanya dengan suara rendah.


"Cukup ma, tidak perlu berteriak seperti itu."


"Tante, tenanglah. Tante harus tenang, jangan terbawa emosi, nanti penyakitnya kumat lagi." Rizal segera menenangkan melihat situasi yang mulai memanas di antara mereka berdua,


dia memegang kedua tangan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Tapi Rizal, Rafa sudah berjanji akan memenuhi keinginan tante di ulang tahunnya kali ini."


"Mungkin Rafa punya alasan hingga belum bisa kembali memenuhi harapan tante."


"Apalagi alasannya? pekerjaan lagi? sampai kapan dia terus memikirkan pekerjaan? ha kenapa pekerjaan terus yang ada di kepalanya? kenapa dia tidak memikirkan dirinya dan juga tante yang sudah tua. Tante ingin melihat dia menikah saat tante masih hidup, tante tidak tau berapa lama lagi tante punya kesempatan hidup di dunia ini." kata Maya dengan suara sendu.


"Ma, mama jangan bicara begitu, mama pasti akan hidup lebih lama lagi dan bisa melihat kakak menikah." Raka mendekat dan merangkul pundak mamanya.


"Tahun lalu kak Rafa memang sudah berkata akan mengabulkan keinginan mama, dan ternyata berubah lagi, karena mungkin ada sesuatu hal yang membuat kakak membatalkannya, kita beri kesempatan kepada kakak lagi, dan seharusnya kita berdoa semoga Allah beri kita kesehatan serta umur yang panjang agar nanti bisa melihat kakak menikah dengan wanita yang dia cintai, entah itu dengan kak Levina atau dengan siapa ...yang penting kakak bahagia bersamanya, dan kita sebagai keluarga harus mendukung kak Rafa." kata Raka kembali dengan panjang lebar meyakinkan.


"Raka benar tante, aku juga yakin Rafa belum bisa mengabulkan keinginan tante bukan karena dia punya kekasih baru, bukan karena itu. Mungkin ada alasan lain, tapi Rafa tidak bisa mengatakannya pada tante dan kepada kita semua." Rizal menyambung kata kata Raka.


"Baiklah Rafa, mama akan mencoba memahami mu lagi kali ini, untuk sekarang mama tidak akan membicarakan tentang pernikahanmu, tapi mama tetap berharap secepatnya kamu akan memenuhi keinginan mama." ucap Maya mengalah.


Rafa menarik nafas lalu membuangnya kasar.


Sedangkan Ara hanya diam menunduk di tempat duduknya sambil meremas remas ujung kausnya dengan perasaan takut, tidak berani bicara dan menatap kedepan apalgi pada Rafa.

__ADS_1


Diam adalah pilihan yang terbaik baginya dari pada turut campur dan nanti salah bicara yang akan menambah kemurkaan kakak iparnya.


*****


__ADS_2