Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 83


__ADS_3

Ara menaiki tangga dengan ngos ngosan,


untung saja Cia mau turun saat di pertengahan tangga.


Dia menyapu peluh yang membasahi wajahnya, sesungguhnya saat ini dia sangat capek lelah, dan juga merasakan nyeri dan kram pada area perutnya karena pengaruh sedang datang bulan.


Dia berjalan menuju kamar sambil memegang si kembar di samping kiri kanannya.


"Senang ya di ajak sama mama belanja dan ke tempat wahana permainan?" Ara mengajak berbicara.


"Senang bangat ante, mama belikan kami banyak mainan, dan ngajak kami ke taman bermain, kalau ante ikut pasti lebih seru." jawab Cio


"Aku belikan ante permen lollipop lho." ucap Cia


"Wah Cia, terima kasih sayang." Ara tersenyum menyapu kepala Cia.


"Maaf sayang, ante sangat sibuk hari ini di kampus, jadi gak bisa nemani kalian, nanti kapan-kapan kita pergi bareng lagi ya."


"Iya ante." jawab si kembar serempak.


Ara kembali menyapu puncak kepala kedua anak anak itu sambil tersenyum.


Mereka sampai di depan pintu kamar.


"Ayo masuk sayang." Ara memutar handle pintu dan mendorong daun pintu kebelakang.


"Selamat ulang tahun sayang." terdengar ucapan dari dalam begitu pintu terbuka.


"Surprise......"


Ara terbelalak, melihat Raka nampak muncul dari balik pintu sambil memegang kue tart.


Lebih terbelalak lagi Ara melihat suasana ruang kamar yang terhias begitu indah.


Dia melongo dan terpaku memperhatikan suasana kamar yang indah.


Matanya seketika berkaca-kaca, sedih haru bahagia menjadi satu.

__ADS_1


"Kakak..." hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutnya, sungguh dia sangat lupa kalau hari ini adalah hari lahirnya.


Selamat ulang tahun kami ucapkan... 🎶🎶


Raka mulai bernyanyi.


Lalu masuklah, Ines, Cindy ikut bernyanyi


dan juga memegang kue tart, membuat Ara kembali terbelalak.


Pak Sam dan semua para pelayan juga muncul dan berdiri berbaris di depan pintu kamar, mereka menyanyi bersama Raka sambil bertepuk tangan.


Air mata Ara seketika jatuh mengalir di kedua pipinya. Dia menatap Raka dengan haru. Tak tahan lagi dia langsung memeluk suaminya,


menangis bahagia dalam dekapan suaminya.


Sala satu tangan Raka mendekapnya, dan yang satunya lagi memegang kue.


🎵Selamat panjang umur kita kan doakan


🎵Selamat panjang umur dan bahagia


🎵Happy birthday to you...


🎵Happy birthday to you...


🎶Happy birthday happy birthday...


🎵Happy birthday to you....


🎵Tiup lilinnya tiup lilinnya


🎵Tiup lilinnya sekarang juga


🎵Sekarang juga sekarang juga


"Sayang, ayo tiup lilinnya." Raka berbisik pelan,

__ADS_1


Ara perlahan-lahan melonggarkan pelukannya, air matanya masih terus mengalir, dia mendongak menatap wajah suaminya.


Raka tersenyum, mengusap air mata di kedua pipi istrinya, lalu mengecup kening istrinya lembut.


"Berdoa dulu, ucapkan apa yang menjadi keinginan mu, setelah itu tiup lilinnya." kata Raka kembali.


"Ayo ante ay, tiup lilinnya." Cio dan Cia antusias, mereka menarik celana jeans Ara.


Ara membalikkan tubuhnya, menyapu sisa sisa air matanya, lalu menatap satu persatu wajah wajah di depan yang tersenyum melihat ke arahnya dengan tatapan bahagia.


Ara tersenyum membalas.


Lalu dia menutup matanya rapat, mengangkat kedua tangan di depan dada.


Hening.....dia berdoa dalam hati dengan khusu. Semenit berlalu dia segera membuka mata, lalu meniup lilin di kue tart yang di pegang Raka, Ines Cindy dan salah seorang koki dapur secara bergilir di bantu suaminya, Cio dan Cia.


Setelah semua lilin padam, mereka bertepuk tangan.


Ara mengambil sebagian kue dan menyuapi suaminya, lalu pada si kembar, pada kedua sahabatnya dan terakhir pada pelayan yang di wakili dua orang pelayan wanita.


Satu persatu mereka mengucapkan selamat pada Ara


"Nona muda, semoga non sehat terus, di beri umur yang panjang oleh Allah, bahagia terus selamanya bersama tuan muda Raka, pokoknya kami berdoa yang terbaik untuk nona muda dan tuan muda." sala seorang pelayan mewakili memberi ucapan dan doa pada Ara.


Karena bagi mereka Ara adalah gadis yang baik, sopan dan menghormati orang lain tanpa pandang bulu.


Ara terenyuh, dia tersenyum haru menatap mereka satu persatu.


"Terimakasih atas kejutan, saya sangat senang skali, sangat bahagia dan sangat bersyukur karena di kelilingi oleh orang baik dan menyayangi saya di rumah ini. Saya pun ikut berdoa yang terbaik untuk kita semua, semoga Allah selalu memberi kita nikmat sehat, umur yang panjang, rasa selalu bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang di beri, Aamiin." Ucap Ara haru tapi bahagia.


"Aamiin." mereka membalas mengaminkan doa nona mudanya, lalu bergilir menyalami Ara satu persatu sambil memberi kado seperlunya, tentu saja Ara terperanjat, ternyata para pelayan menyiapkan kado untuknya.


Dia mengucapkan terimakasih yang tulus dan bahagia.


Setelah mengalami Ara mereka segera turun mempersiapkan sesuatu di bawah. Pak Sam membawa si kembar ikut turun.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2