
Tak henti-hentinya Ara mengucap rasa syukur kepada Allah SWT.
Karena yayasannya mendapatkan donatur tambahan selain suaminya Raka, seorang dermawan yang ikhlas menyumbangkan harta bahkan menjadi donatur tetap di yayasannya.
Tapi dengan syarat sang dermawan itu meminta identitasnya di rahasiakan.
Sore itu saat sedang bekerja di cafe, dia mendapat telepon dari mbok Imah.
Mbok Imah mengatakan ada sebuah paket yang di kirimkan atas nama dirinya sesuai alamat panti Asuhan, juga tertera nomor
telponnya. Ara bergegas menuju panti setelah izin pada manajernya.
Di dalam paket itu berisi sebuah kartu kredit, dan surat yang di tujukan buat dirinya,
yang berisi bahwa sang donatur menyanggupi membiayai relokasi yayasan Azahra dan juga biaya pembangunan.
Bahkan sang dermawan menambah lahan lokasi lebih besar dari sebelumnya.
Karena lokasi itu bukan hanya akan di bangun sebagai panti dan sekolah pondok pesantren saja, tapi juga akan di bangun sekolah madrasah Tsanawiyah, Ibtidaiyah, klinik kesehatan, apotik, musholah, dapur, kantin, kantor serta mes pengurus, asrama putra putri, dan juga akan di tambahkan satu gedung untuk para lansia, karena mereka melihat sudah ada beberapa lansia yang hidup menumpang di panti Asuhan.
Selain membiayai pembangunan yayasan Azahra, sang dermawan juga akan membiayai kebutuhan hidup anak anak panti dan para lansia, serta akan membiayai pendidikan anak anak.
Penambahan pembelian lahan bangunan sebesar Rp 5 Miliyar dan pembangunan Rp 7 Miliyar. Pembangunan akan di laksanakan dua hari kedepan.
Dan untuk biaya hidup dan pendidikan, pemilik yayasan bisa menggunakan biaya yang berada di kartu kredit yang telah di siapkan sang dermawan atas nama dirinya, dan setiap bulan sang dermawan akan mentransfer ke rekening tersebut.
Air mata kebahagiaan membanjiri kedua pipi Ara, tak henti hentinya dia menangis bahagia.
__ADS_1
Begitulah juga mbok Imah dan Tito.
Mereka saling bertanya siapa gerangan yang sudah berbaik hati membagi rezekinya untuk anak anak panti?
"Sudah pasti dia adalah hamba Allah." kata Ara.
Ara sudah bertanya pada Raka, Ines, dan Cindy, tapi mereka tidak tahu menahu tentang donatur rahasia itu.
Tapi meskipun sudah ada donatur tetap, Ara tidak menutup diri jika ada dermawan lain yang ikut berkontribusi.
Ara juga akan tetap mencari para donatur lain.
*****
Saat itu Rafa dan Wisnu sedang menghadiri undangan jamuan makan malam di rumah pribadi Gubernur.
Undangan yang bukan hanya sekedar jamuan makan malam biasa itu berlangsung hampir sejam, yang di akhiri jabatan tangan yang menandakan persetujuan Rafa Untuk membantu pembuatan beberapa gedung ibadah dan sekolah.
Rafa mendesah, dia melonggarkan dasinya seraya menyandarkan kepalanya ke jok mobil, matanya di pejamkan.
Capek, lelah, stres dengan pekerjaan dan juga tekanan lainnya yang lebih membuat tubuh dan pikirannya sakit dan lemah.
Wisnu sangat mengerti dengan keadaan tuannya. Dia segera memutar musik.
sebuah lagu dari Ariel Noah menggema mengalun indah memecah keheningan di antara bunyi halusnya mesin mobil mewah tersebut.
Kala Cinta Menggoda
__ADS_1
Sejak jumpa kita pertama
Ku langsung jatuh cinta
Walau ku tahu kau ada pemiliknya
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini
Maka ijinkanlah aku mencintaimu
Atau boleh kah ku sekedar sayang padamu
Memang serba salah rasanya
Tertusuk panah cinta
Apalagi ku juga ada pemiliknya
Tapi ku tak mampu membohongi hati nurani
Ku tak mampu menghindari gejolak cinta ini
Maka maafkanlah jika ku mencintaimu
Atau biarkan ku mengharap kau sayang padaku.
__ADS_1
Rafa hanyut dengan pemikirannya sendiri. Entah apa yang di rasakan, hanya dia yang tahu. Berulang kali dia mendesah dengan dada yang sesak, sakit dan perih seiring berakhirnya lagu Noah.
*****