
Kejadian malam itu membuat Ara depresi. Ara lebih banyak murung dan menyendiri, baik di rumah maupun di kantor. Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang di dekatnya. Baik orang orang rumah, maupun rekan kerjanya di kantor. Bahkan pada suaminya sendiri, Rafa. Dia malah menghindari dan menjauhi suaminya itu.
Sikapnya itu membuat hati Rafa sedih dan frustasi. Sudah berbagai cara yang Rafa lakukan agar istrinya kembali ceria seperti dulu.
Tapi meski pun begitu, Ara tetap profesional dalam pekerjaan di kantor dan tugasnya sebagai istri mengurus keperluan suaminya ke kantor.
Rizal mengatakan kalau hal itu di sebabkan karena Ara depresi.
"Ara mengalami kejadian traumatik." katanya pada Rafa. Saat ini dia, Moly berada di ruang kerja Rafa.
"Apa maksudmu?" tanya Rafa menatapnya.
"Kau masih tidak mengerti juga? Cih....dasar brengsek. Kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang kau lakukan padanya bajingan." sentak Rizal menatap sinis.
Rafa terperangah.
"Kami sudah memperingatkan dirimu, tapi kau terlalu menuruti amarah dan cemburumu itu." sambung Moly ketus.
"Kau sudah tahu istrimu itu sangat takut dengan kekerasan, bahkan hanya di kejar tikus dan kecoak saja dia sangat ketakutan dan mau pingsan. Apalagi mengalami kekerasan yang kau lakukan padanya?" kata Moly kembali agak keras.
Rafa membuang nafas kasar. Merasa bersalah mengingat kejadian itu.
Moly kembali menatapnya tajam.
"Di tambah lagi kekerasan yang kau lakukan pada Dion di depan matanya. Membuat Ara semakin takut padamu, aku yakin dia menganggap mu pria yang kejam, pria kasar dan arogan. Jangan tanya kenapa Ara tidak bisa melupakan Raka dan sangat sulit membuka hati untuk bisa mencintaimu. Karena dia terlalu takut padamu, kau pria yang kasar dan pemarah. Kau selalu menyelesaikan masalah dengan amarah dan kekerasan. Berbeda dengan Raka yang selalu memberikan kelembutan dan kenyamanan pada dirinya."
"Kau bahkan menuduhnya berselingkuh dengan Dion. Dan lebih parah lagi kau menuduh dirinya tidur dan melakukan hubungan intim dengan lelaki itu. Kau pikir Itu tidak sangat menyakiti dan melukai hatinya? Kau kelewat batas Rafa. Meski dia sudah mengatakan itu hanya sebuah kesalahpahaman tapi kau tidak mau memberikan kesempatan padanya untuk
bicara." kata Moly kembali menatap sedih campur marah.
Rafa mengeram kuat semakin bersalah.
"Dan akhirnya apa yang kau dapatkan dari tuduhan tuduhan keji mu itukeperawanannya, kesuciannya." Moly Kembali menatapnya tajam menyeringai.
Rafa memejamkan mata mendengar ucapan Moly, keduanya semakin terkepal kuat di atas meja.
Sedangkan Rizal terkejut mendengar ucapan Moly.
"Keperawanannya? Apa maksudmu Moly?"
Rizal tidak mengetahui karena hanya Moly yang di beritahukan oleh Rafa tentang kesucian Ara.
Moly menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pelan.
"Ternyata Nona Ara masih perawan Zal. Dia masih suci, Raka belum menyentuhnya." katanya kemudian dengan pelan.
Rizal terbelalak.
"Kok bisa? Mereka menikah dan hidup bersama hampir setahun mana mungkin belum melakukan hubungan suami istri? Raka pria yang normal, begitu juga dengan Ara. Terkadang aku melihat mereka berciuman, bercumbu di taman belakang rumah dan di balkon teras." kata Rizal tidak percaya.
"Hanya Nona Ara yang tahu alasannya kenapa." kata Moly mengangkat kedua tangannya.
"Dan kau malah merenggut nya dengan kasar dan kejam." menunjuk Rafa kuat.
"Kau pikir itu tidak menyakitinya? Ara menjerit kesakitan, menangis dan meminta untuk berhenti, tapi kau tidak perduli dan hanya mengikuti amarah dan nafsumu. Dan itu sama saja memperkosanya."
"Moly....." sentak Rafa menatapnya tajam.
"Lalu apa bedanya? Kau memaksanya dengan menggunakan kekerasan. Memaksa dengan cara seperti itu sama saja dengan memperkosa, meskipun dia adalah istrimu sendiri. Seharusnya kau melakukannya dengan lembut." sentak Moly Kembali.
"Ya ampun Rafa, kau benar benar sangat keterlaluan, kau sama seperti seorang bajingan." ucap Rizal menatapnya geram.
__ADS_1
Rafa terduduk lesu di kursi kerjanya. Dia semakin sedih dan bersalah, menatapi istrinya yang sedang sibuk di meja kerjanya.
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Beberapa saat kemudian Rafa tiba tiba bangkit dari duduknya. Dia segera keluar dari ruang kerja berlari menuju pantry.
Moly dan Rizal saling berpandangan bertanya tanya.
Beberapa karyawan yang sedang duduk beristirahat sambil menikmati minumannya terkejut melihatnya masuk, begitu juga beberapa OB.
Selama ini pimpinan mereka tidak pernah menginjakkan kakinya kesini. Mereka langsung berdiri dan menunduk sesaat, lalu segera keluar dengan perlahan lahan karena takut dengan tatapan tajam dan dingin Rafa.
Perlahan Rafa mendekati istrinya yang sedang membuat kopi pada mesin pembuat kopi dengan posisi membelakanginya.
Ara terkejut saat merasakan kedua tangan melingkar pelan di perutnya.
"Sayang." bisik Rafa di telinganya, di susul kecupan lembut di pipi kanannya.
Ara langsung membalikkan tubuhnya.
"Apa apaan kak, lepas ...banyak orang di sini." ucapnya kelabakan.
Tapi selanjutnya dia menarik nafas lega setelah melihat ruangan ini telah kosong dan hanya ada mereka berdua.
Ara memijit dan menekan nekan kening antara alisnya untuk mengurangi ketegangan.
Lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan pelan hingga menerpa wajah suaminya yang tepat berada beberapa centi di wajahnya.
Rafa hendak mengecup bibirnya, tapi Ara cepat menutup bibirnya dengan tangan.
"Mundur, jangan menciumku, lepaskan aku." menatap tajam.
"Sayang....." kaget, tapi dia tidak mau melepaskan.
"Nggak akan ada sayang, biarkan aku memelukmu sebentar, aku sangat merindukanmu sayang." mendekatkan wajahnya ingin mencium kening istrinya.
Ara menarik wajahnya mundur dan mulai kesal.
"Lepaskan aku tuan Ravendro, kita sedang berada di kantor." kata Ara Kembali dengan suara tegas dan di tekan.
Rafa terperangah mendengar perkataannya.
Dan ini bukan pertama kalinya Ara menolak untuk di peluk dan dicium sejak kejadian malam itu di Paris. Di rumah pun dia selalu menghindar dari dirinya. Rafa hanya bisa memeluk dan menciumnya saat dia sedang tertidur nyenyak sama seperti pencuri.
"Sayang, maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku? Aku tidak tahan dengan sikapmu menjauhiku seperti ini, aku sangat tersiksa."
Ara tak menjawab, hanya terdengar ******* sedih yang tertahan dari mulutnya.
Dia berusaha melepaskan pegangan kuat suaminya di perutnya.
"Sayang, tolonglah bicaralah."
"Aku sudah katakan aku sudah maafkan, tolong lepas." sentak Ara.
"Terus kenapa kau terus menghindar seperti ini?"
"Ini di kantor, ini tempat umum, kapan saja orang bisa masuk kesini." kata Ara agak keras dengan nafas tak beraturan.
"Di rumah pun kau bersikap seperti ini padaku artinya kau masih benci dan marah padaku." kata Rafa lirih dengan tatapan sedih.
"Jangan perlakukan aku seperti ini terus sayang, jangan mengabaikan ku terus." memelas meminta.
__ADS_1
Ara menelan ludahnya.
"Aku tidak pernah menyimpan kemarahan dan sakit hati pada seseorang."
"Sekarang tolong lepaskan aku tuan Ravendro Artawijaya yang terhormat." menatap tajam Rafa dengan bibir bergetar, dadanya terasa sesak, kelopak matanya di penuhi gelombang air mata yang siap tumpah.
Rafa Kembali terperangah, dia menatap wajah istrinya itu lekat. Ara mendorong kuat tubuhnya begitu dia lengah. Lalu segera melangkah cepat ke pintu. Rafa langsung berbalik dan mengejarnya. Secepatnya Ara membuka pintu.
Rizal, Wisnu dan Moly yang berdiri di balik pintu terkejut. Begitu juga dengan Ara saat melihat mereka di situ.
"Buk, bolehkah masa magang ku di percepat?" ucap Ara melihat Moly.
Air matanya sudah basah membanjiri kedua pipinya.
Ketiganya saling berpandangan mendengar permintaannya.
"Ara sayang." Moly menyapu airmatanya.
Tapi kristal bening itu kembali memenuhi ruang matanya lalu mengalir cepat di kedua pipinya.
"Aku mohon buk, aku ingin kembali ke kampus." pinta Ara menghiba.
Rizal dan Wisnu ikut sedih melihat keadaannya. Karena mereka dapat merasakan kepedihan yang di pendam Ara.
"Sayang......" Rafa yang datang dan mendengar perkataannya pada Moly langsung memeluk kembali istrinya.
Pria tangguh dan perkasa itu sudah menangis di lihat dari matanya yang basah.
"Jangan tinggalkan aku. Kau pasti berniat untuk meninggalkan aku kan? Tidak, jangan lakukan itu, jangan tinggalkan aku, jangan pergi dariku sayang. Mintalah apa pun, beri aku hukuman apa pun, tapi jangan tinggalkan aku. Dan jangan memintaku untuk meninggalkan mu. Aku tidak akan sanggup berpisah darimu." dia langsung melorotkan tubuhnya berlutut memeluk pinggang Ara dan membenamkan wajahnya di perut istrinya.
Mereka berempat terkejut.
"Apa yang kakak lakukan?" menarik bahu suaminya "Berdiri kak...," kata Ara.
Wisnu segera memperhatikan sekelilingnya,
memastikan tidak ada orang yang akan datang ke ruang ini. Begitu juga dengan Moly, dia celingukan kesana-kemari.
Wisnu dan Moly tidak begitu terkejut melihat apa yang di lakukan tuannya, karena tuannya selalu melakukan hal ini dulu sewaktu mengetahui Ara adalah istri Raka. Berlutut, lalu berteriak teriak dan menangis di sepanjang malam sambil memandangi foto foto Ara. Menahan segala kerinduan nya pada gadis ini.
Entah sudah berapa banyak air mata yang di keluarkan tuannya ini pada Ara.
Seorang pria dingin dan angkuh pada banyak wanita, di takuti musuh musuhnya, di takuti lawan dan kawannya Hanya bisa takluk pada seorang Azahra, bahkan bertekuk berlutut dan menangis di depannya.
Mereka sangat tahu bagaimana penderitaan yang di alami Rafa dulu saat kehilangan Ara. Maka tidak heran bila Rafa berlutut dan memohon seperti ini.
"Hey bos, berdirilah. Apa yang kau lakukan? Bagaimana jika ada yang datang ke sini. Cepat berdiri." Rizal ikut memegang bahunya, berusaha menaikkan tubuhnya ke atas.
Rafa tidak mengindahkan ucapannya, dia semakin kuat memeluk pinggang Ara dengan sedih.
Ara sudah tahu dengan sikap suaminya seperti ini. Suaminya akan tetap bersikukuh melakukan hal yang ada dalam benaknya karena memiliki sifat keras kepala.
Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya Ara ikut menjatuhkan tubuhnya, berlutut di depan suaminya.
Mereka saling bertatapan dengan mata basah dan air mata yang mengalir
"Sayaang, maafkan aku ...." ucap Rafa lirih menyentuh lembut kedua pipi istrinya yang basah.
Ara terisak-isak semakin menangis.
*****
__ADS_1
Maaf baru bisa up, terimakasih yang sudah mampir dan meninggalkan like dan votenya πππ