Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 81


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 15.00,


Ara baru selesai mengikuti kursus bahasa jepang, dia mengangkat kedua tangannya ke atas, meluruskan seluruh tubuhnya, melemaskan otot-otot karena rasa capek dan lelah seharian berkutat terus dengan materi kuliah.


"Hay Ara ..." sebuah sapaan lembut terdengar dari belakangnya.


Ara menurunkan kedua tangannya, lalu menoleh kebelakang.


"Kak dion?" serunya setelah melihat siapa yang memanggilnya.


Yang di panggil tersenyum, lalu duduk di kursi sebelah Ara.


"Kakak ikut kuliah bahasa jepang juga?" Ara bertanya, dia tidak tahu kalau Dion ikut kursus bahasa jepang juga dan sekelas dengannya.


"Iya, aku tadi duduk paling belakang."


"Aku tidak melihat dan tidak tahu kalau kakak ada di ruangan ini."


"Tentu saja kamu tidak melihat ku, karena waktu masuk tadi, kamu langsung duduk tanpa memperhatikan sekelilingmu dan hanya fokus terus ke dosen." Dion menjelaskan, menatap tak bergeming wajah cantik dan ayu di depannya yang terlihat lelah.


Ara tersenyum tipis


"Maaf tidak menyadari keberadaan kak Dion di belakang, kenapa kakak tidak menyapaku? biar aku tahu kakak juga ada di sini."


"Sebenarnya sih iya, tapi dosennya keburu datang." jawab dion, lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyodorkan pada Ara.


"Nih minumlah, kamu pasti haus kan? dan juga pasti lelah, terlihat tuh dari wajahmu."


Ara menatap botol minum di tangan dion.


"Terus buat kakak?"


"Ada kok di dalam tas, tadi juga aku udah minum."

__ADS_1


Ara menerimanya.


"Terimakasih kak." membuka penutupnya yang masih tersegel, lalu meneguk pelan pelan.


Dion memperhatikannya.


"Makan yuuk, nanti aku yang traktir." ajaknya


"Gak usah kak, aku gak lapar." Ara menolak dengan halus sambil tersenyum, membuat hati Dion bergetar melihatnya.


Sedikit kecewa di rasakan Dion, saat ini perutnya terasa sangat lapar karena belum makan siang tadi, hanya air yang mengisi perutnya seharian ini. Dia sangat berharap Ara mau menemaninya makan, tapi ternyata gadis ini menolak.


Sebenarnya bukan persoalan karena dia lapar. Tapi karena ada alasan lain dia mengajak Ara makan bersama, dia ingin mengatakan dan memberikan sesuatu yang sangat penting pada Ara.


"Halo semua." sapa Ines dan Cindy yang baru saja masuk, kedua gadis itu mendekatinya.


"Kak Dion ada di sini?" tanya Cindy menatap dion yang duduk bersama Ara.


"Kakak juga ingin belajar bahasa jepang Cin, kalau kakak tahu dari awal Ara ikut kursus ini, kakak pasti akan datang bersama dia kesini." Dion ikut menjelaskan seraya menoleh pada Ara yang sedang tersenyum menatap ke dua sahabatnya Ines dan Cindy bergantian.


"Ooh" Cindy manggut manggut menanggapi kata kata kakak sepupunya ini.


"Terus, udah selesai kursusnya?" Ines menyela bertanya.


Ara mengangguk.


" Iya..." jawabnya.


"Kalau gitu ayok kita pulang." Ajak Ines kembali.


"Iya Ra, ayo .." Cindy ikut mengajak.


"Kakak antar ya, kakak juga mau pulang, sekalian ngantar kamu juga Cind.." Dion menawarkan diri dan menoleh pada Cindy.

__ADS_1


"Gak usah kak, kami pulang naik taksi kang narto saja, tadi aku sudah menghubunginya, mungkin sekarang dia sudah berada di parkiran menunggu kami." kata Ara.


Dion kembali terlihat kecewa.


Ara memasukan bukunya ke dalam tas, lalu bangkit dari duduknya.


"Kak terima kasih ya atas minumnya, kami pulang dulu." ujarnya menatap Dion, dia tersenyum sesaat, lalu segera melangkah kan kaki di ikuti Ines dan Cindy.


"Kak, malam ini aku nginap di apartemen kakak ya? da da..." kata Cindy pada kakak


sepupunya itu, lalu mengikuti langkah Ara dan Ines.


Dion melambaikan tangannya, menatap kepergian ke tiga gadis itu.


"Selamat ulang tahun Ara." bisiknya pelan,


ucapan yang ingin di sampaikan pada Ara sejak tadi pagi, tapi tidak kesampaian.


Karena di lihatnya Ara sangat sibuk dengan pelajaran mata kuliahnya dari pagi.


Dia benar telah jatuh cinta pada gadis Ara.


Dari sudut pandangnya Ara bukan hanya seorang gadis memiliki paras yang cantik, tapi juga gadis yang sederhana memiliki keanggunan yang dalam, sopan dan lembut berbicara pada siapa saja, jarang bicara , bicara hanya seperlunya saja, suka berbagi dan rendah diri.


"Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta dari hati, dan itu hanya kepadamu Azahra Radya Almira, setiap melihat kau tersenyum, hatiku bergetar." guman Dion pelan dengan sorot mata yang hangat menatap ke tiga gadis itu sampai hilang dari pandangannya.


Dia menggenggam sebuah kotak kecil yang terbungkus indah terlilit oleh pita kecil.


Sebuah kotak kecil yang di persiapkan dari semalam, berisi hadiah ulang tahun untuk Ara.


*****


Bersambung πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2