Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 88


__ADS_3

Tidak berapa lama mobil berhenti di sebuah Restoran besar dan mewah, Raka memarkir kendaraan mewah itu tepat di depan pintu masuk utama.


Dia segera turun begitu petugas keamanan membuka pintu untuknya. Kemudian membukakan pintu mobil untuk Ara. Lalu memberikan kunci mobil kepada petugas keamanan.


Seorang lelaki yang menggunakan stelan jas hitam di dampingi 4 orang stafnya, 2 pria dan 2 wanita langsung menyambut kedatangan mereka dengan sopan dan ramah.


"Selamat datang tuan dan nyonya Artawijaya."


ucap manajer restoran seraya membungkuk sedikit di ikuti oleh ke 4 stafnya. Raka tersenyum melanjutkan langkah kakinya mengikuti langkah kaki sang manajer.


Ara terperangah dengan kemewahan restoran itu. Dia menahan tangan Raka.


"Kak.... " bisiknya pelan.


Raka menghentikan langkahnya.


Hhmm?


"Kita akan dinner di sini? apa tempatnya gak salah?" Ara mengarahkan pandangannya ke segala sudut ruangan itu, dan entah di mana akhir sudutnya karena resto itu sangat besar dan bertingkat.


Raka tersenyum.


"Ikut saja sayang, yuuk."


"Tempat ini sangat mewah kak.."


Raka menggenggam kembali tangan istrinya melanjutkan langkah mengikuti manajer.


Mereka masuk ke dalam lift dan berjalan ke atas. Tidak lama lift berhenti dan pintu terbuka.


Manajer menuntun mereka menuju ke suatu ruangan private yang sudah di persiapkan khusus untuk dinner mereka berdua.


Manajer membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk.


"Silahkan tuan dan nyonya Artawijaya."


"Terima kasih." kata Raka.


Raka menarik pelan tangan Ara ke dalam, dan menutup pintu.


Ara mengikuti langkah suaminya, dia kembali terperangah melihat suasana ruangan yang di dekor sangat indah.


Dia melangkahkan kaki perlahan melihat lihat setiap sudut dekorasi ruangan yang terhias indah. Lagi lagi dia terpukau.


Sebuah meja makan mini yang telah di hias dengan meletakkan lilin di atas holder, setangkai bunga mawar, sebuah kue tart berbentuk hati ada foto dirinya sewaktu kecil.


Juga dua buah gelas dan sebotol anggur.

__ADS_1


Meja mini itu terdapat di balkon sehingga terlihat keindahan alam dan kerlap kerlip lampu di malam hari di lihat dari ketinggian.


Di lantai ada taburan bunga mawar merah dan putih berbentuk hati mengelilingi dan membatasi meja makan. Pada bagian atas tergantung balon warna pink dan putih dengan tali menjuntai indah, dan di tiap balon di tempelkan foto mereka berdua.


"Masya Allah, cantiknya." Ara terpukau menutup mulut dengan kedua tangannya, dia memperhatikan satu persatu foto dirinya bersama suaminya.


Raka memeluknya dari belakang, menempelkan pipinya pada pipi Ara.


"Apa kamu menyukainya sayang?"


"Ini sangat indah kak, benar benar indah." Ara membalikkan tubuhnya menghadap pada suaminya.


"Aku menyiapkan ini untukmu, aku sangat senang dan bahagia bila kamu menyukainya." Raka menatap lembut wajah istrinya, mengecup bibir mungil di depannya sesaat.


Mata Ara berkaca kaca, dia segera memeluk suaminya.


"Terima kasih kak, terimakasih untuk cinta dan kasih sayang kakak kepadaku."


Raka membalas pelukan istrinya dengan mesra.


"Jangan berterima kasih sayang, aku sangat mencintaimu. Sudah sepantasnya aku melakukan ini untukmu." mengelus lembut punggung Ara.


"Sudah jangan menangis, ini hari bahagia mu, jangan ada air mata." melepaskan pelukannya.


Dia menyapu dua butiran kristal yang jatuh di kedua pipi mulus Ara.


Ara tersenyum sambil mengulum bibirnya. Benda itu semakin memerah dan membuat Raka tergoda.


"Sayang, aku tidak akan tahan melihat."


Raka langsung menciumi bibir Ara.


Dia terus menyerang benda kenyal itu. Ara yang terbuai perlahan mulai membalas ciumannya.


Ciuman hangat dan lembut berlangsung lama. Hingga sebuah ketukan menghentikan keduanya. Ara segera menarik wajah sekaligus tubuhnya, memperbaiki Rambutnya yang sedikit acak. Wajahnya merah merona di sembunyikan dengan segera menjauh dari suaminya, menuju jendela kaca berpura pura melihat keindahan luar.


Raka tersenyum kecil dengan tingkahnya yang menggemaskan.


Pintu terbuka, masuklah manajer beserta para stafnya membawa hidangan malam. Cukup dua menu yang di pesan Raka, di tambah pembuka dan makanan penutup.


Para pelayan segera menyajikan makanan ke atas meja. Setelah itu mereka segera pamit.


Raka mendekat ke arah istrinya,


"Sayang, ayo kita duduk." menarik kursi untuk Ara.


Ara segera duduk, dia memperhatikan menu yang tertata rapi di depannya.

__ADS_1


Dia terperanjat karena semuanya makanan mewah dan mahal, terutama untuk buahnya,


dua tangkai anggur rubby yang hanya di produksi di Ishikawa Jepang. Ara tahu tentang buah itu dari berbagai sumber buku yang di bacanya, setangkai harganya mencapai ratusan juta rupiah.


"Kak, ini anggur Rubby kan?"


"Iya sayang, buah ini sangat besar manfaatnya untuk kesehatan tubuh, dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit, selain itu bagus juga untuk kulit. Ayo makanlah."


"Semuanya serba mewah dan mahal, kakak pasti akan mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membayar ini semua, aku....!"


"Sayang, kamu gak usah khawatir tentang hal itu, semuanya gratis kok, kita gak akan ngeluarin sepersen pun untuk makan malam ini. Ayo makan, nanti steak nya keburu dingin. Dan kamu harus habiskan buah anggur itu, rugi kan sudah harganya mahal tapi gak di habisin." kata Raka seraya menyuapkan buah tersebut ke mulut Ara.


Ara menyambutnya sambil tersenyum lebar.


"Kok gratis?" Ara mengernyit.


"Emangnya restoran ini lagi bagi bagi kupon gratis ya?" sambungnya kembali.


Raka tertawa kecil. idia meletakkan pisau dan garpunya, lalu menatap wajah cantik di depannya ini.


"Tidak sayang, karena restoran ini punya kak Rafa." katanya Raka kemudian.


Hah? Ara tercengang.


"Punya kakak ipar?" ulangnya kembali, tidak menyangka kalau restoran besar dan mewah ini punya kakak iparnya.


Pantas saja sang manajer sangat sopan dan hormat melayani mereka berdua.


"Iya, ayo cepat makan, atau kalau kau ingin menu lain akan kakak pesankan."


"Ah nggak kak, ini sudah lebih dari cukup."


"Ya sudah, ayo di makan, atau kakak suapin aja ya ? buka mulutmu, aaaa ....." Raka menyodorkan kembali steak ikan salmon ke mulut istrinya dengan garpu.


Ara segera membuka mulutnya, karena makanan itu sudah berada di depan mulutnya. Dia mulai mengunyah, sangat enak di lidah dengan teksturnya yang lembut.


"Enak kan?"


"Iya kak, sangat enak dan nikmat di lidah."


"Sesuai dengan harganya, ayo makanlah."


Ara meraih pisau dan garpu mulai memotong daging steaknya. Keduanya saling suap suapan di selingi obrolan mesra dan canda tawa.


*****


Happy reading 😊😊😊

__ADS_1


Beri dukungan dong....😘


__ADS_2