AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 100 Bernyanyi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Terserah kamu!” Qin Yinuo membakar sebatang rokok, lalu memberikan sebatang rokoknya kepada Ceng Li juga.


Ceng Li memanggil Mi Lei, “Hei, saudaraku, tidak bisakah kamu tidak terlihat seperti orang mati?”


Hello! Im an artic!


Mi Lei hanya menatap Ceng Li dengan samar, tersenyum pahit, dan tidak mengatakan apa-apa.


“Mi Lei, kamu benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata lagi!” Ceng Li menepuk pundak Mi Lei, “Sepertinya, cinta itu memang sungguh hal yang menyedihkan!”


“Mi Lei, sebenarnyak kami ini berpikir seperti apa?” Tanya Qin Yinuo.


“Semuanya kosong!” Mi Lei hanya mengucapkan dua kata tersebut. Mungkin, dia sudah gila. Mi Lei sendiri mengira dirinya sudah benar-benar gila. Setelah bertahun-tahun, dia masih merindukan seorang wanita, dan rasanya yang begitu kuat. Jelas-jelas sudah tidak mungkin lagi, tapi ia tetap tak bisa menahan dirinya untuk memikirkannya.


Hello! Im an artic!


“Masuk, ayo masuk kita bernyanyi. Jangan membuatku merusak suasana hati semua orang!” Mi Lei mulai segar kembali.


Suara bising heavy metal di private room itu bergema, disertai dengan suasana yang kabur, di bawah cahaya redup, Mi Ling dan Gong Tian’er menyanyikan lagu cinta dengan penuh kasih sayang, mereka berakting sebagai sepasang pria dan wanita!


Nyanyian Gong Tian’er sangat manis, sedangkan Mi Ling sangat berani.


Mu Xue hanya duduk di sofa dengan tenang dan mendengarkan mereka bernyanyi.


“Kenapa Xiao Xue tidak bernyanyi?” Ceng Li tiba-tiba mematikan suaranya.


Mi Ling dan Gong Tian’er langsung protes.


“Aku tidak bisa bernyanyi!” Mu Xue tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Kenapa tidak bisa bernyanyi, ayolah, cepat nyanyi!” Mi Ling menyerahkan sebuah mikrofon ke Mu Xue.


Mu Xue mendongak, tanpa sadar menatap Qin Yinuo, matanya mengunci alisnya dalam-dalam. Wajahnya langsung memerah.


“Cepat nyanyi, aku ingin mendengarnya!” Ceng Li menuangkan beer, lalu bersulang untuk diminum bersama Mi Lei.” Ayo! Jangan bernyanyi tanpa minum!”


“Tapi…” Mu Xue ingin mengatakan sesuatu.


“Bernyanyilah, aku tidak tahu kamu suka lagu apa, jadi nyanyikan lagu yang disukai ayahmu saja!” Mi Ling menyarankan: “Itu lagu lama, apa judulnya ya, oh iya, “Bunga di Laut”, nyanyikan itu saja. Kamu menyanyikan lagu itu dan langsung membuat sekelompok anak-anak laki-laki di sekolah terpesona saat sekolah dulu!”


Mu Xue bahkan semakin malu lagu, dia menyanyikan lagu itu di sekolah menengah karena ayahnya paling menyukai lagu itu.


Benar-benar sangat terpesona? Mata Qin Yinuo menyipit berbahaya, jadi dia benar-benar harus mendengarkan. Melihat alis pedang Qin Yinuo berkerut, Mu Xue menggaruk kulit kepalanya dan berkata, “Oke, aku akan bernyanyi, tetapi aku tidak bisa bernyanyi dengan baik!”


Dia tidak pernah bernyanyi. Setelah kematian ayahnya, dia tidak pernah bernyanyi lagi—


Kamu sangat lembut


Beri aku sebuah mimpi


Berkeliaran di ombak yang bergelombang


Dalam pelukanmu


Kamu sangat penyayang


Mengguncang mimpiku


Berlama-lama seperti ombak tak bernama di lautan


Bersamamu


Mimpi tidur bisa menjadi kenyataan


Bagaikan air mengalir yang tersisa tidak meninggalkan apa pun selain kebencian


Semoga dia tetap hidup


Bayangan tubuh kemarin bisa menyusul


Keabadian


Kamu sungguh aneh


Hancurkan mimpiku


Seperti cahaya singkat, seperti gelembung di atas air

__ADS_1


Apakah seumur hidupku


Mimpi yang menjadi kenyataan


Berbalik dengan ombak yang bergelombang


Saluran air yang tersisa tidak meninggalkan apa pun kecuali kebencian


Semoga dia tetap hidup


Mu Xue bernyanyi dengan sangat hati-hati, lagu ini adalah favorit ayahnya, dan dia juga sangat menyukainya. Terutama seperti liriknya, ada simpul-simpul yang kusut dalam liriknya, yang tidak bisa menjelaskan emosi dalam lagunya dengan jelas.


Suara Mu Xue terdengar sangat manis dan lembut, dengan rasa yang sangat halus, membuat Qin Yinuo tercengang, dan tatapannya semakin dalam saat menatapnya.


Setelah bernyanyi, tidak ada seorang pun yang meresponsnya.


Mu Xue tertegun, wajahnya mulai memerah.” Aku bilang aku tidak bisa bernyanyi!”


Dia meletakkan mikrofon dan berjalan ke sofa untuk duduk. Akhirnya, semua orang langsung bertepuk tangan, tetapi Qin Yinuo malah berpikir, kedepannya dirinya benar-benar tidak bisa membiarkannya bernyanyi lagi. Mu Xue hanya boleh bernyanyi untuk dirinya sendiri karena suaranya terlalu memesona, lembut. Qin Yinuo yang lembut, langsung bereaksi hanya dengan mendengar nyanyiannya.


“Enak sekali, terdengar sangat enak didengar!” Gong Tian’er tersenyum.” Bibiku juga sangat menyukai lagu ini, sering mendengarkannya di rumah! Nona Mu, kita benar-benar punya takdir ya!”


Ketika Mu Xue mendengar kata-katanya, dia terkejut sejenak, dan tubuhnya sedikit kaku. Ya, ayahnya menyukai lagu ini, dan wanita itu juga sama menyukainya.


Qin Yinuo berjalan ke arahnya dan duduk, kemudian semua orang mulai bernyanyi lagi, nyanyian Mi Ling dan Gong Tian’er datang satu demi satu.


Ceng Li dan Mi Lei sedang minum.


Mu Xue duduk dengan sangat hati-hati, karena Qin Yinuo terlalu dekat dengan dirinya sendiri, dia hanya bisa mundur dan mencoba menjauh darinya.


“Duduklah, kamu akan jatuh kalau terus mundur!” Qin Yinuo sangat tidak puas dengan keinginannya untuk menjauh, alisnya pun berkerut.


“Jangan duduk terlalu dekat denganku!” Dia berbisik.


“Baik-baik ya!” Qin Yinuo mengucapkan tiga kata itu!


Mu Xue menatapnya, kemudian mendapati mata kuningnya sangat membingungkan, seolah sedang memanggilnya.


Dia menggenggam tangan kecilnya dengan gugup, sedikit malu.


“Lain kali tidak boleh bernyanyi lagi!” Qin Yinuo berbisik, karena nyanyian Mi Ling dan Gong Tian’er menutupi suaranya, Mu Xue tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


Dia mendekatinya, langsung memeluknya dan menyeretnya ke sampingnya. Mu Xue terlambat bereaksi, ia tak bisa melawan kekuatannya. Tubuhnya bersandar ke arahnya, jatuh ke dadanya yang kuat, dan aroma yang khas tercium dari tubuhnya hingga membuatnya tertegun. Tapi mereka sedang di tempat umum, bagaimana dia bisa melakukannya.


Tanpa diduga, dia benar-benar berbisik di telinganya: “Kedepannya, tidak boleh bernyanyi untuk orang lain lagi!”


“Ah!” Dia tercengang.


Dia berkata lagi: “Kamulah yang menghancurkan mimpiku…”


Apa artinya?


“Hanya diizinkan menyanyi untukku saja!” Dia berkata lagi.


Di sisi lain, Ceng Li menoleh ke belakang dan melihat keakraban di sini, berkedip, lalu berbalik dan menyesap anggur, tiba-tiba berdiri, bergabung dengan keduanya sambil bernyanyi, “Aku datang juga!”


Suasana yang hidup ini malah membuat Mi Lei terlihat jelas sangat kesepian. Dia hanya terus minum, semakin minum semakin segar.


“Kamu adalah wanitaku, kamu hanya boleh bernyanyi untukku sendiri, jangan biarkan pria lain mendengarnya!” Qin Yinuo bersandar di telinga Mu Xue dan menghela napas yang berat.


Karena nyanyiannya terlalu seksi, Qin Yinuo langsung bereaksi begitu mendengarnya!


Napasnya langsung menyembur pada Mu Xue, membuat Mu Xue sedikit gemetar. Mendorongnya, lalu pergi ke sisi lain.


Ruangan itu berantakan, tapi Qin Yinuo menariknya dan keduanya berjalan keluar ruangan.


“Hei, semuanya ada di sini, tidak baik deh!” Dia berteriak dengan cemas.


“Apanya yang tidak baik?” Qin Yinuo mengangkat alisnya.


Di luar private room, tiba-tiba, dia membelai wajahnya, menundukkan kepalanya dan mencium bibirnya yang merah dan menawan, membuka mulutnya dengan ujung lidahnya, dan menyapu maju mundur.


“Qin Yinuo!” Mu Xue tidak menyangka dia akan begitu berani.” Jangan seperti ini!”


“Seperti apa?” Tanya Qin Yinuo.


Dia sangat malu. Lalu mendorongnya, “Kamu dan aku ayo cepat masuk!”


“Tidak boleh! Kita pulang ke rumah!” Ucapnya.

__ADS_1


“Tapi tasku ada di dalam, dan semua orang masih bernyanyi. Tidak sopan kalau kita pergi!” Mu Xue merasa benar-benar tidak enak.


“Aku akan mengambilnya!” Qin Yinuo tidak peduli, dia langsung mengambil tasnya.


Hanya dalam satu menit, Qin Yinuo mengeluarkan tasnya. Mu Xue pun merasa tidak berdaya.” Aku akan dimarahi sampai mati oleh Mi Ling kalau kita pergi seperti ini!”


“Jangan khawatir, ada aku siapa yang berani!” Qin Yinuo berkata dengan nada dominan: “Pulanglah dan masakkan aku makan malam, aku belum kenyang!”


“Tapi bukannya kamu sudah makan steak?” Tanya Mu Xue.


“Tidak enak, aku mau makan apa yang kamu masak!” Dia membelai kepalanya. Mu Xue sudah berhasil menarik perutnya, dan sekarang Qin Yinuo hanya ingin makan masakannya.


“Kalau begitu ayo cepat pulang!” Dia khawatir Qin Yinuo akan sakit kalau belum kenyang.


Jawaban Mu Xue akhirnya membuat Qin Yinuo puas. Tetapi bibir yang dia cium pada detik sebelumnya sangat menarik, dan dia tidak bisa menahan untuk tidak segera menekan ciuman di bibirnya, kemudian baru melepaskannya.


“Mami, wow! Di sini sangat besar! Aku suka di sini, sama besarnya dengan rumah Paman Feng!” Cheng Cheng mulai berteriak begitu dia memasuki vila.


“Kamu suka?” Tanya Qin Yinuo.


“Suka!” Cheng Cheng mengangguk dengan serus.” Tapi kenapa Tianyu tidak ada disini? Paman tidak bisa membawa Tianyu ke sini juga?”


“Bukannya kamu pernah pergi menemui kakek?” Qin Yinuo berjongkok, pandangannya sejajar dengan Cheng Cheng.


“Ya, aku tidak menyangka ayahmu begitu keras kepala, dia orang tua yang tidak masuk akal. Paman, biarkan aku memberitahumu, aku tidak suka kakek itu, dia tidak bisa tersenyum!” Ucap Cheng Cheng dengan datar.” Tapi orang yang tidak bisa tersenyum itu sangat menyedihkan!”


Qin Yinuo langsung bingung dengan kata-kata anak itu. Orang yang tidak bisa tersenyum itu sangat menyedihkan!


Iya!


Berapa tahun orang tua itu tidak tersenyum? Dalam ingatannya, ayahnya tidak pernah tersenyum, benar-benar sangat menyedihkan, seperti sekarang dikatakan oleh seorang anak berusia lima tahun.


Qin Yinuo hanya merasa pedih dan sedih di hatinya. Jika Tianyu dipaksa datang, Ayah hanya akan…


Dia tidak berani terus memikirkannya!


“Cheng Cheng, sudah, ayo kita makan!” Qin Yinuo menepuk kepala kecilnya.” Setelah selesai makan malam, aku akan mengantarmu ke sekolah. Setelah akhir pekan, Bibi Mi Ling akan menjemputmu, dan aku akan pergi liburan dengan ibumu. Boleh kah?”


Meski semuanya sudah diatur, Qin Yinuo masih menanyakan pendapat dari anak itu.


“Paman, apakah kamu benar-benar menyukai ibuku?” Cheng Cheng tidak menjawabnya, tapi malah balik bertanya.


Mu Xue baru saja turun tangga. Dia tidak menyangka akan mendengar anak di lantai bawah. Mu Xue langsung menghentikan langkah kakinya, ia berhenti di tangga lantai atas.


Qin Yinuo memandangi wajah polos anak itu dengan serius dan ia pun mengangguk dengan sangat serius.


“Baguslah kalau paman menyukai ibuku. Silakan, jangan khawatirkan aku. Aku akan patuh pada Bibi Mi Ling. Kalian bersenang-senang saja beberapa hari nanti!” Cheng Cheng akhirnya merasa lega.


Mu Xue tidak tahu bagaimana Qin Yinuo menjawabnya, jantungnya terus berdebar kencang.


Setelah kembali tadi malam, dia menghabiskan malam bersamanya semalaman suntuk, membuatnya merasa dirinya adalah tokoh utama wanita yang sedang jatuh cinta, mereasa sangat bahagia. Tapi dia tidak pernah berbicara tentang cinta, dan dia tidak bisa bertanya. Ia hanya merasa, jika terus seperti ini, sepertinya tidak akan ada yang salah juga.


Mengambil napas dalam-dalam, Mu Xue pun turun tangga.


Qin Yinuo dan Cheng Cheng melihatnya turun dan melihat ke sisi ini pada saat yang sama. Untuk sesaat, Mu Xue memiliki ilusi kalau mereka benar-benar terlihat seperti sepasang ayah dan anak!


“Aku mau masak!”


“Mami malu ya!” Cheng Cheng berbisik di telinga Qin Yinuo.


“Anak kecil, kamu bahkan bisa melihatnya?”


“Ya, aku sangat pintar, guru pun berkata IQ-ku terlalu tinggi!” Cheng Cheng sangat bangga memamerkan dirinya.


“Pergi ke atas dan lihat kamarmu. Paman meminta seseorang untuk mendekorasinya. Kamu dan Tianyu memiliki kamar masing-masing!”


“Baik! Aku pergi ke sana sekarang!” Cheng Cheng berlari ke atas dengan cepat.


Mu Xue sedang menggoreng telur di dapur, dan Qin Yinuo pun menghampirinya.” Haruskah kita pergi jalan-jalan ke Hokkaido setelah mengantar Cheng Cheng ke sekolah?”


“Kenapa mau pergi liburan?” Mu Xue sedikit bingung.


“Kebetulan saja ada waktu kosong, kamu dan aku sama-sama pengangguran, memangnya tidak bagus pergi liburan untuk bersantai dan relaksasi? Awalnya aku ngin membawamu ke Italia, tetapi penerbangannya terlalu jauh. Aku khawatir kamu akan kelelahan. Jadi, lebih baik pergi ke Hokkaido! Atau Pulau Jeju juga mungkin, kamu suka yang mana?”


Mu Xue meliriknya.


Dia benar-benar bertanya padanya, suka pergi yang mana? Apa ini penting?” Kamu saja yang memutuskannya, aku tidak tahu mana yang bagus!”


Karena dia tidak pernah bepergian, tidak punya uang, dan tidak punya waktu juga. Di dunianya, hampir tidak ada hiburan kecuali kerja paruh waktu untuk menghasilkan uang. Bagaimana dirinya bisa tahu apakah Hokkaido lebih baik atau Pulau Jeju yang lebih baik! Tapi di TV, Hokkaido tampaknya lebih baik, dia menyukai lingkungan yang tenang.

__ADS_1


__ADS_2