AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 68 Bukan Anak Kandun


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu kenapa mandi hujan begitu?” Mu Xue berkata dengan tidak senang: “Setelah hujan selesai turun barulah pergi!”


“Sudahlah! Aku tidak usah bersusah payah lagi, mending pergi sambil basah-basahan!” Melihat Mu Xue yang datang mengejarnya, hati Qin Yinuo jadi kacau.


Hello! Im an artic!


“Kalau mandi hujan lagi mending kamu masuk rumah sakit lagi saja!” Mu Xue berkata dengan tidak senang, “Cepat ikuti aku pulang!”


“Kan kamu yang menyuruhku pergi!” Ia tidak tergesa-gesa untuk kembali dengannya. “Sekarang aku pergi cari taksi!”


Mu Xue melongo, melihat ujung gang, begitu mendapatkan taksi orang ini pasti akan langsung demam, maka ia menarik bajunya sekuat tenaga. “Cepatlah sedikit, nanti kalau kena angin lagi kamu akan demam lagi!”


Qin Yinuo mengerjapkan matanya. “Demam ya demam!”


Hello! Im an artic!


“Kau?” Saking kesalnya Mu Xue tidak bisa mengatakan kata-kata, Mu Xue melihat dirinya yang kebasahan, lalu anehnya ia jadi kesal sendiri.


“Aku apa?” Seolah merasakan kekhawatiran Mu Xue, ya, ia datang mencarinya, ini artinya wanita ini benar-benar khawatir, tapi tadi ia bilang dirinya tak bisa diandalkan. “Aku ini tak bisa diandalkan kan?”


“Kau!” Mu Xue melongo, lalu menariknya lagi, tapi pria ini kuat sekali, mana bisa ia berhasil menariknya? “Kamu memang tak bisa diandalkan!”


Lalu ia berkata, “Cepat ikut pulang denganku!”


Melihat Mu Xue yang kesal, Qin Yinuo tidak mengatakan apapun lagi, kemudian ia mengulurkan tangannya, menarik tangan Mu Xue, membuatnya menjadi lebih dekat dengannya.


“Hei!” Ia berteriak rendah.


“Kan cuma satu payung, memangnya kamu mau kehujanan? Kalau tidak mendekat bagaimana bisa?” Ia mengatakannya seolah memang seharusnya.


Ia tidak sempat memikirkan apapun, Mu Xue membiarkannya memegang tangan kecilnya sambil berlari ke arah apartemen, sampai ke lantai bawah, barulah Qin Yinuo melepaskannya dengan tidak rela.


Melihat payung yang meneteskan air, kenapa Mu Xue tiba-tiba merasa dirinya telah melakukan sesuatu yang bodoh, Qin Yinuo mau hidup atau mati apa hubungannya dengan dirinya?


“Dingin sekali!” Qin Yinuo tersenyum.


“Dan kamu masih mandi hujan!” Ia membuka pintu dengan kesal. “Cepat masuk!”


“Paman, kamu sudah basah kuyup loh!” Cheng Cheng berlari kemari, berteriak dengan agak khawatir.


“Tidak apa-apa!” Rasanya diperhatikan orang benar-benar nyaman sekali, pikir Qin Yinuo.


“Cheng Cheng, berikan handuk pada paman, mami menyiapkan air untuk mandi!”


“Aku tidak mandi!”


“Kamu harus mandi, kalau tidak demam lagi.”


“Tak punya baju ganti!” Qin Yinuo berkata: “Memang kamu ingin setelah aku selesai mandi telanjang bulat di rumahmu? Dengan begitu bukannya akan makin demam lagi?”


“Aku pergi belikan untukmu! kamu mandi dulu!” Mu Xue berjalan ke arah kamar mandi untuk mengatur suhu air, lalu keluar. “Air sudah siap, kamu pergilah mandi, Cheng Cheng, mami pergi membeli baju di depan gang, kamu tunggu!”


Mu Xue pergi dengan terburu-buru, Qin Yinuo menoleh untuk melihat sosok itu sesaat, wanita ini benar-benar berbakat jadi ibu yang baik! Hanya saja…

__ADS_1


Mu Xue membeli satu set pakaian olahraga beserta sehelai ****** *****, ketika kembali, ia mendengar percakapan Cheng Cheng dan Qin Yinuo dari dalam kamar mandi: “Paman, kata mami kalau tumbuh besar nanti aku akan sama seperti paman!”


“Sama apanya?”


“Burung kecil!”


“Eh! Mamimu itu tak bisa diandalkan!” Suara tawa Qin Yinuo terdengar, wajah Mu Xue langsung memerah. “Anak kecil, ingin punya ayah tidak?”


“Untuk apa paman menanyakan ini? Paman Li ingin mengejar mamiku loh! Kalau paman baik pada mamiku, aku akan memikirkannya.”


“Apa?” Qin Yinuo seolah mendengar informasi baru mendadak. “Zeng Li mengejar mamimu?”


“Ya!” Cheng Cheng mengangguk setelah berpikir, seolah paman Li tidak pernah berkata, tapi seolah hari itu ia tidak menyangkal kan! Benar, benar begitu, ia ingin mengejar mami!


“Sialan!” Qin Yinuo menggeram rendah.


“Paman, jangan-jangan paman juga mau mengejar mami?” Cheng Cheng bertanya dengan tidak yakin.


Mu Xue ingin menahan Cheng Cheng untuk meneruskan percakapan yang tidak jelas ini, tapi ia malunya sampai memerah, kemudian tidak ada suara dari dalam. Dadlam hati Mu Xue juga ikut bertanya, Presiden bagaimana mungkin menyukai dirinya? Ia bukan gadis cantik, juga tidak berhak, sedari awal dirinya sudah kehilangan hak untuk memiliki kisah cinta yang manis!


Saat ini ia mendengar Qin Yinuo berkata: “Mamimu kan bukan orang terkenal yang diperebutkan banyak orang, kenapa aku harus mengejarnya? Anak kecil, apakah kamu ini terlalu mengira dirimu benar?”


“Oh! Ternyata kamu tidak ingin mengejar mamiku ya! Cheng Cheng kecewa. “Kukira kamu suka pada mami!”


“Bagaimana bisa aku suka pada dia!”


Mendengar kalimat ini, ekspresi di wajah Mu Xue jadi tenang.


Hanya saat Qin Yinuo mengatakan kalimat ini, matanya berkilat, siapapun tidak tahu apa yang tersembunyi di baliknya.


“Cheng Cheng!” Mu Xue meneriakinya.


“Ambilkan baju untuk paman!” Nada suara Mu Xue sangat tenang, seolah lega sekali.


Mu Xue mencuci piring di dapur, ketika Qin Yinuo keluar setelah mengganti baju, ia mendengar suara deras air yang mengalir, Qin Yinuo bersandar di dinding dengan tenang.


Tatapannya melihat pada Mu Xue yang tengah sibuk, hanya pemandangan seorang wanita yang mencuci mangkok, tapi malah membuatnya merasa bahagia, wajahnya yang pucat pasi juga jadi ikut tersenyum, dibanding dengan bisnis bernilai puluhan juta yuan, seolah pemandangan saat ini membuatnya jauh lebih senang.


Suasana hatinya agak kcau, Mu Xue tengah mencuci mangkok, lalu merasakan tatapan dari arah pintu, suasana hatinya yang agak kacau kini makin kacau, ia tidak bisa menyangkal, ia sudah menyadari perubahan dirinya sendiri.


Sementara ia memakai pakaian olahraga, ini pertama kalinya ia memakai pakaian yang begitu asal-asalan, ia terpaksa mengakui, posturnya ini kalau mengenakan pakaian apapun enak dilihat! Setelah mengelap bersih mangkok terakhir, ia meletakkannya di dalam lemari, lalu Mu Xue menoleh melihat pada sosok yang melihatnya dari pintu, entah kapan ia telah berdiri di pintu dapur, bersandar disana, sementara bibirnya membentuk senyum yang jahat, membuat hati orang yang melihatnya jadi berdetak cepat.


Ia menarik nafas dalam-dalam, tatapannya berkilat, Mu Xue berkata dengan tenang: “Presiden, sudah saatnya makan obat!”


Ini pertama kalinya Qin Yinuo memakai pakaian seperti ini, ia tidak terbiasa sekali, sekali dilihat juga tahu ini harganya murah, dipakai juga tidak enakan rasanya, resleting baju olahraganya tidak ditarik benar, menampakkan dadanya yang seksi.


Posturnya yang bersandar di samping pintu membuatnya terlihat agak malas, tidak seperti dirinya yang biasa dingin dan serius, yang tak bisa dipungkiri adalah, pria yang terlihat asal-asalan seperti ini, ditambah dengan wajah yang ganteng, seksinya sampai bisa menyedot perhatian para wanita. Apalagi ketika sakit wajahnya memucat, senyum di mulutnya seolah tengah menarik perhatian orang: “Presiden, aku bilang sudah boleh makan obat? Sudah waktunya!”


“Baiklah, tuang air dan bawa ke kamar!” Suara rendah Qin Yinuo seraknya luar biasa, ia melirik sekilas pada Mu Xue yang diam, lalu berjalan ke arah kamarnya.


Ia tengah memikirkan pertanyaan Cheng Cheng ketika mandi, ia tengah berpikir, ia hanya ingin bertujuan untuk mencari ibu kandung untuk anaknya, semudah ini kah? Kalau ia tidak memiliki perasaan sedikit pun pada wanita itu, untuk apa ia bersusah-susah ingin mendapatkan tubuhnya?


“Baik!” Mu Xue berkata dingin pada punggungnya, ia tahu pria itu tidak suka padanya, dengan begitu bagus sekali, tak perlu khawatir semua orang jadi kaku kan! Hanya saja kenapa dirinya jadi agak kecewa?


“Cheng Cheng?” Mu Xue berteriak sesaat, entah apa yang dilakukan anaknya!

__ADS_1


“Mami, aku sedang ngobrol dengan tante Mi Ling di internet!” Cheng Cheng berlari keluar dari kamar mandi, lalu berjalan ke kamarnya.


“Ya, setelah mami memberikan obat pada paman maka akan langsung mencarimu, malam ini mama tidur denganmu!”


“Kalau begitu mami cepat sedikit!”


“Presiden, obat dan air sudah kusaipkan! Beristirahatlah lebih awal!” Kata-katanya agak cepat, seolah tengah melarikan diri, lalu Mu Xue membalikkan tubuhnya secepatnya ke arah pintu.


“Tunggu!” Ia tiba-tiba berteriak sesaat, “Ada yang ingin kutanyakan padamu!”


“Masih ada masalah?” Mu Xue berkata, tapi tidak menoleh.


Qin Yinuo tidak berbicara, menatapi punggungnya, tubuhnya yang kurus benar-benar terlihat lembut, memikirkan dirinya diperkosa, ia bisa membayangkan dirinya yang tak berdaya, wanita ini ramping sekali, membuat orang-orang tidak bisa menahan diri untuk memeluknya, sementara Mu Xue tidak mendengar pertanyaan yang dilontarkan, maka ia menoleh.


Melihat wajah Qin Yinuo yang penuh dengan pemikiran, ekspresi wajahnya juga agak kaku, maka seolah ia ingin mengatakan sesuatu namun ditahannya. “Presiden? Ada apa?”


“Kau, benar-benar pernah diperkosa?” Qin Yinuo bertanya dengan nada rendah, ketika ditanyakan ia merasa agak tidak cocok, tapi ia benar-benar ingin tahu!


Tubuh Mu Xue jelas-jelas membeku, ini adalah masalah yang membuat semua wanita merasa dipermalukan, kenapa ia malah mengorek luka hatinya?


Mu Xue hanya merasa kesal sekali dalam hatinya, rasnya ia tidak bisa bernafas, karena mendengar satu kalimatnya yang membuat Mu Xue kaget, bahkan untuk bernafas pun susah.


“Presiden, kamu terus menanyai masalah pribadi orang, enak ya?” Nada suaranya jadi dingin.


“Aku…bukan ini maksudku!” Qin Yinuo hanya ingin tahu siapa ayahnya Cheng Cheng!


“Kalau begitu apa maksudmu?” Ia bertanya dengan dingin, dalam matanya seolah hampir mengeluarkan air mata.


“Cheng Cheng itu anakmu yang lahir dari pemerkosaan?” Yang ditanyainya adalah ini!


Wajah Mu Xue jadi muram. “Ini apa hubungannya denganmu?”


“Aku hanya ingin tahu apakah kamu ini wanita yang sembarangan!” Ia berteriak, suasana hatinya agak tidak terkontrol, karena dirinya kacau sekali, ia ingin tahu apakah wanita ini layak atau tidak!


“Aku sembarangan! Aku sangat sembarangan! Aku saking sembarangannya sampai bisa tidur dengan pria yang belum pernah kulihat wajahnya, setelah tidur pun aku tidak tahu siapa orang itu, betul! Aku adalah orang yang sembarangan sekali!” Nada suara Mu Xue agak emosional. “Tapi apa hubungannya ini denganmu?”


Ekspresi Qin Yinuo membeku, bibirnya berkata, “Kamu tidur dengan berapa pria?”


“Satu! Satu tidak cukup kah?”


“Bagaimana mungkin hanya satu?” Ia melongo. “Kalau begitu siapa ayahnya Cheng Cheng?”


Kalau Mu Xue memerhatikan kalimatnya, mungkin ia akan mengerti sesuatu, tapi karena terlalu emosi maka ia tidak memerhatikannya. “Kamu bajingan!”


Kenapa ia harus mengatakan masalah pribadinya padanya? Ia sudah hampir gila!


Tiba-tiba Cheng Cheng mendengar suara teriakan, ia berlari keluar dengan khawatir, tapi begitu mencapai depan pintu, ia mendengar teriakan lagi.


“Kutanya kamu dan pria yang melahirkan Cheng Cheng bersamamu itu pria keberapa yang bersamamu? Kalau diperkosa kenapa malah melahirkan anak pria itu?!”


“Aku sama sekali tidak tahu siapa ayah Cheng Cheng, aku juga tidak tahu siapa maminya!” Ia berteriak kembali, air mata sudah memenuhi matanya, tiba-tiba ia sedih sekali.


Pria ini melihat rendah dirinya, serendah itu.


Ia tertegun. “Apa maksudmu?”

__ADS_1


“Cheng Cheng itu bukan anakku, ia bukan anak yang kulahirkan, dia adalah bayi buangan yang kubawa!” Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba mengatakan rahasia ini keluar, ketika mengatakannya air matanya juga jatuh. “Dia kasihan sekali, sekecil itu sudah dibuang orangtua kandungnya, maka aku memungutnya, aku memungutnya, mengerti?”


Ia langsung melongo!


__ADS_2