AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 485 Bersama Lompat Ke Laut


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Seseorang mengikuti kita! Apakah itu benar-benar Mu Xue?” Song Yin seperti tidak percaya bahwa Xiaoxing telah diculik. Dia pun menjadi lebih khawatir, sekarang mobil mereka sedang di buntuti, tampaknya seseorang benar-benar akan menculik dirinya!


“Lepaskan aku!” Mu Xue menendang-nendang kakinya, tetapi kekuatan Chen Xinghuai membuatnya tidak dapat melepaskan diri.


Hello! Im an artic!


Di vila, Mu Xue menggerak-gerakkan tubuhnya yang kesakitaan. Dengan mengenakan baju hitam, tubuhnya yang putih seperti salju menjadi sangat terlihat berbeda dengan tubuh gelap Chen Xinghuai.


“Sayang, setelah melakukannya sekali lagi, aku akan langsung membawamu membereskan Song Yin!” Chen Xinghuai tidak bisa menahan nafsunya dan menarik celananya dengan tergesa-gesa.


Air matanya terus mengalir dan kakinya dibuka dengan kaut, tetapi sayangnya tubuh pria yang kuat itu sudah mendominasinya.


Rasa sakit dan kebencian di mata Mu Xue mengumpul dan ingin membalaskan dendam kepada Song Yin , “ah!”


Hello! Im an artic!


Dalam kondisi hina dan air matanya yang mengalir deras, Mu Xue dipaksa untuk berpegangan erat pada tubuhnya, dia dipukul lagi dan lagi sampai pria itu merasa puas dan lega.


Sekarang jam sepuluh siang.


Chen Xinghuai selesai melampiaskan nafsunya dan mengenakan pakaiannya dengan rasa puas, “Kamu istirahat setengah jam, kemudian kita akan langsung berangkat!”


Di dalam ruangan itu hanya tersisa Mu Xue dan dia selalu terpikirkan dengan apa yang terjadi tadi.


Dia membayangkan dirinya sendiri yang terhina dan diperkosa dengan posisi yang tidak pantas.


Air matanya langsung mengalir. Perasaan dihina, penyesalan, rasa malu, berbagai emosi kompleks pun bercampur bersama.


Song Yin! Semua penghinaan yang aku terima hari ini, akan aku berikan kepadamu sau per satu! Mu Xue menyeka air mata yang ada di wajahnya dan dengan cepat mengenakan pakaiannya. Dia melihat keluar jendela dan berpikir untuk membuat Song Yin membayar semua penderitaannya.


Di sisi lain dalam mobil.


“Aku akan melapor ke polisi!” Song Sitong melihat tiga mobil menyerang mereka, dan langsung mengeluarkan teleponnya.


“Ah – ponsel!” Saat mobil berputar, ponsel yang baru dikeluarkan oleh Song Sitong langsung terjatuh ke lantai. Mobil yang melaju dengan kencang membuatnya tidak bisa mengambil ponselnya, terlebih lagi dia tidak tahu di bagian mana ponsel itu jatuh.


“Hati-hati, kalian duduk dengan baik dulu! Mereka mungkin saja akan menabrak kita!” Xing Jiabai merasakan bahwa ini adalak kondisi yang genting sampai wajah gantengnya menjadi sangat tegang.


“Aku akan menelepon polisi!” Song Yin meraih pegangan mobil dengan satu tangannya agar di tidak terpental dan tanganya satu lagi berusaha mengambil tasnya.


“Aku akan membantumu! Hati-hati, Yin Yin!” Song Sitong memegang tas Song Yin.


“Hati-hati!” Xing Jiabai menginjak pedal gas secara maksimal. Untungnya, hanya ada sedikit mobil di jalan pegunungan, tetapi dia berbelok dengan cepat dan langsung naik ke jalan pegunungan. Karena itu, ketiga orang itu pun terayunkan dan berada dalam kondisi yang sulit.


Dengan bantuan Song Sitong, akhirnya Song Yin berhasil mengambil ponselnya. Kali ini, dia sangat berhati-hati dan memegang ponselnya dengan erat. Tapi sebelum dia sempat menelepon, salah satu dari mereka telah menyusulnya dan menabrak bagian belakang mobil yang membuat ponselnya hampir terjatuh lagi.


“Hati-hati, Yin Yin!” Song Sitong berteriak, “Sialana, sebenarnya siapa orang-orang ini?”


“Kalian duduk dengan tertib, aku tidak bisa mengerem lagi. Ketiga mobil itu jelas-jelas sudah melakukan persiapan!” Dari kaca spion, Xing Jiabai melihat tiga mobil mengejarnya. Namun, di tempat itu terlalu dekat dengan kuburan dan jauh dari pemukiman warga. Saat melintasi Jalan Pan Shan yang merupakan jalan Hai Bin, dia tetap pergi ke Jalan Haibin terlebih dahulu. Ketika dia sampai di Jalan Haibin, maka akan ada jalan besar.


Dikejar oleh tiga mobil sungguh-sungguh membuat mereka sangat gelisah.


“Yin Yin, telpon polisi, jangan khawatir, pegang ponselmu dengan baika dan jangan sampai jatuh. Kita sudah tidak ada waktu untuk mengambil ponselmu lagi!” Xing Jiabai dengan tidak sadar berkata demikian.


“Oh, baik, aku mengerti.” Song Yin menyadari kebahayaan ini dan langsung menelpon ke kantor keamanan.


Anggota keamanan yang menerima telpon itu pun berkata: “Song Yin?”

__ADS_1


“polisi, aku Song Yin. Ada 3 orang di dalam mobil kami, kami berada sekitar 10 kilometer dari jalan Hai Bin ke arah jalan Shan Xi di Kota Feng, tolong bantu kami menghubungi polisi di Koata Feng, mobil kami adalah Ferrari merah dengan plat nomor Axxx, dibelakang kami ada 3 mobil yang sedang mengejar kamu. Plat nomornya ketiga mobil itu adalah… ”


Song Yin tidak bisa melihatnya dengan jelas. Dia terus berusaha melihat dengan jelas, tetapi Song Sitong sudah melihatnya dengan jelas terlebih dahulu dan segera berkata dengan suara yang lantang: “Axxxx, A3wxx, A3wxx0 …”


“Pak, apakah kamu medengarku? Tolong segera hubungi polisi! teriak Song Yin.


“Song Yin, jangan khawatir, jangan tutup telepon ini. Aku akan segera menghubungi kantor polii di Kota Feng dan meminta mereka untuk memberi kalian bantuan! ”


“Terima kasih! ~” Song Yin merasa lebih gelisah lagi sambil memegang ponselnya dengan erat.


Xing Jiabai mengemudikan mobil dengan serius, jalannya curam dan perlu berkonsentrasi saat mengemudi. Tetapi tiga mobil di belakangnya benar-benar kebut dan tidak santai.


“Sebenarnya siapa yang bisa membuntuti kita sampai begini?” Song Sitong bertanya sambil berteriak.


“Jangan-jangan itu adalah Mu Xue!” Song Yin juga merasa khawatir. “Kakak Yu mengatakan bahwa dia hilang dan Xiaoxing juga hilang, aku juga tidak tahu apa yang terjadi. Bagaimana ada orang yang bisa tahu bahwa kita ada disini?”


Ponsel Song Yin berdering lagi, “Halo! Song Yin, apa kamu bisa mendengarkanku?”


“Pak, silahkan katakan!”


“Kantor Keamanan Zhao telah mengirim polisi untuk pergi ke sana. Sekarang kalian segera melaju jalan Hai Bin. Perhatikan, ada pertigaan di persimpangan jalan Hai Bin dan jalan Pan xi sekitar dua kilometer jauhnya. Jangan naik ke arah gunung, jangan di kejar ke arah gunung!”


“Aku mengerti!” Song Yin mengangguk.


Ferrari pada dasarnya bisa melaju dengan kencang, jadi perjalanan di jalan gunung yang berjarak 2 km akan dengan cepat mereka tuntaskan.


Bapak keamanan mendengar suara berisik disana dan merasa khawatir!


Mobil itu seperti angin yang kencang menuju ke Jalan Hai Bin. Pemandangn hutan gunung yang ada di luar jendela pun dengan cepat sudah dilewati.


Tiga orang duduk di dalam mobil, Xing Jiabai berkonsentrasi pada mengemudi dan pada saat yang sama juga mengamati mobil yang ada di belakang.


“Mereka memaksa kita untuk naik ke atas gunung!” Teriak Song Yin.


“Sialan! Jangan takut!” Xingjia Bai berusaha menenangkan dirinya. Sikap tenangnya membuat Song Yin dan Song Sitong merasa sedikit tenang. “Tebing di depan tidak terlalu curam, jadi tidak apa-apa untuk terjun ke laut. Ayo ke sana dan ikuti keinginan mereka!”


Ponsel Xing Jiabai pun berdering. “Si Tong, kamu angkat! Telepon itu ada di saku jaketku. Hati-hati, jangan sampai jatuh lagi!”


“Aku tahu!” Song Sitong dengan cepat menarik bagian belakang kursi pengemudi Jiabai lalu dengan hati-hati merogoh saku jaketnya dan mengambil ponselnya.


“Ini adalah panggilan telpon dari orang yang tidak dikenal!”


“Angkat saja”


“Halo? Xing Jiabai , aku ingin kamu segera berhenti. Apakah kamu mengerti?”


“Siapa kamu?” Song Sitong bertanya dengan dingin: “apakah kamu mengikuti kami? Apa yang kalian inginkan?”


“Sangat sederhanana, bekerja samalah dengan menghentikan mobilmu. Jika tidak, maka siap-siap untuk terjun ke laut!”


“Sialan!” Speaker ponsel itu dibuka, jadi Xing Jiabai mengutuknya dengan suara yang keras. “Itu adalah mereka, apakah mereka sungguh-sungguh tidak tahu malu? Katakan, apa yang ingin kalian lakukan?”


“Hentikan mobil dengna patuh. Kami punya senjata, Jika kamu ingin hidup, maka berhenti! ”


“Sebenarnya apa yang akan kamu lakukan? “Kata Song Yin dengan dingin. Dia telah menjadi petugas polisi selama dua bulan, jadi dia sedikit tenang. Dia tahu selama dia tetap sadar dan rasional, para penjahat akan ketakutan sendiri, dan mereka mungkin akan sadar lalu berhenti. “Kalian sedang melanggar hukum!”


“Jangan mengungkit masalah hukum, apakah kalian mau berhenti atau tidak?”


Tampaknya pihak lawan tidak takut degan ancamannya. Enam mobil dengan merek yang sama sedang mengejar mereka dan mereka sungguh berada di dalam posisi yang tidak diuntungkan.

__ADS_1


Xingjiabai masih mengemudikan mobilnya ke tepi tebing. Di depan adalah jalan buntuh, jadi dia berhenti.


Kemudian keenam mobilitu pun mengepung mereka.


“Apa yang harus kita lakukan?” Song Sitong menutup telepon dan bertanya pada Xing Jiabai .


“Kalian tunggu disini, aku akan keluar dari mobil! Yin Yin, Sitong, apakah kalian bisa berenang?”


“Bisa!”


“Bisa!”


 


“Jika benar-benar sudah tidak ada pilihan lain, kalian lompat saja ke laut! ” Xing Jiabai berkata dengan seriu. “Jika kamu bisa berenang, melompat ke laut tidak akan menjadi masalah!”


“Hiks …” Pada akhirnya adalah pria itu sedikit takut, “kami hanya ingin Song Yin saja, Xing Jiabai . Jika kamu meremehkan kami, maka kami tidak akan memaafkanmu! ”


“Aku tidak bisa melakukannya! “Teriak Xing Jiabai .


“mencariku? “Song Yin tertegun.”Kakak Xing, jangan bergerak. Aku akan turun! Kamu bawa kakakku pergi!”


Tidak sempat untuk banyak berpikir lagi, Song Yin pun langsung turun dari mobil!


“Song Yin!” Xing Jiabai juga melepaskan sabuk pengamannya dan mengikutinya.


“Kakak Xing, siapa suruh kamu turun?”


“Aku tidak bisa meninggalkanmu!” Kata Xing Jiabai .


Puluhan pria berkacamata turun dari bagian belakang mobil sambil memegang parang. Untungnya, itu bukan senapa, jadi Song Yin merasa sedikit lega, seharusnya mereka hanya preman jalanan biasa, mereka bekerja untuk orang laiin dan tidak tahu soal hukum, Itu sebabnya mereka tidak takut dengan ancamannya tadi.


“Kakak Xing, masuk ke mobil!” Song Yin berteriak: “Cepat! Masuk ke dalam mobil!”


“Song Yin, kami hanya ingin Song Yin! “Kata pemimpin mereka.” Song Yin, cepat kemari! ”


“Yin Yin, jangan pedulikan aku! “Xing Jiabai berlari ke sampingnya, dan meraih pergelangan tangan Song Yin, “jangan pergi!”


“Kakak Xing, jika aku pergi maka kalian akan aman!”


“Tidak, kamu tidak boleh pergi, kita semua masuk ke dalam mobil!” Bagaimana mungkin Xing Jiabai bisa membiarkannya ditangkap?


Saat ini, keduanya masih terusan-terusan berbicara dan para penjahat itu sepertinya tidak terburu-buru, jadi mereka hanya menonton mereka berdua berbicara.


Di dalam mobil, Song Sitong berpindah ke kursi pengemudi. Melihat mereka semua sedang sibuk memperhatikan Song Yin dan Xing Jiabai . Dia diam-diam menyalakan mobil dan langsung mengendarainya menuju para pennjahat itu dengan kencang.


“Ah -” Song Yin tertegun.


Para penjahat itu langsung berbubaran!


“Kalian cepat lompat ke laut, cepat! “Song Sitong langsung melontarkan kata-kata itu, dia pun langsung menginjak pedal gas lagi dan menabrak salah satu dari mobil mereka. Tangki mobil yang ditabrak oleh ferrari merah itu mulai bocor, tidak lama kemudian mobil itu pun mulai mengeluarkan api.


“Tidak -” Song Yin hampir.


“Si Tong, cepat lompat keluar dari mobil!” teriak Xing Jiabai , jika terlambat mungkin mobil itu akan meledak!


Dia melihat tangki ferrarinya juga sudah mulai ada api! Apinya mulai membesar dan para penjahat mulai berlarian, Song Sitong pun berguling dari mobil danXing Jiabai berlari ke depan lali menariknya, “lompat ke laut bersama!”


Orang-orang yang ada dibelakang mengendarai mobil yang belum terkena api dan mundur.

__ADS_1


“Ayo kita cepat lari!” Xing Jiabai meraih Song Yin dengan satu tangan dan Song Sitong dengan tangannya satu lagi lalu berlari menuju tebing. Dia mendengar suara berderak dari tangki bahan bakar yang terbakar, dan kemudian meledak. “Cepat, sudah tidak ada waktu lagi! Lompat!”


__ADS_2