AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 325 Aku Mau Cerai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ibu, kamu memercayaiku, itu sudah sangat cukup, sungguh bukan seperti yang kamu pikirkan, Xing Jiabai adalah temanku!” Song Yin menjelaskan : “Ibu, aku… ”


“Kenapa? Cepat katakan saja?”


Hello! Im an artic!


“Aku mau cerai!” Song Yin mengumpulkan keberaniannya.


“Kenapa?” Lan Ying terkejut, bergegas memerhatikan Song Yin, menatap matanya. “Kamu nangis semalam? Kenapa kelopak matamu bengkak? Kamu mau cerai dengan Yu Jinglan karena wakil presiden itu?”


“Ibu, bukan!” Song Yin sudah mau nangis. “Aku benar hanya ingin cerai.”


“Anak bodoh, apa kamu kira pernikahan itu sebuah mainan anak-anak?” Lan Yin menghela nafas pelan, namun tidak marah, juga tidak terkejut, hanya berkata dengan tulus : “Setiap pasangan pasti pernah mengalami masa-masa sulit, bukankah kamu menyukai Yu Jinglan ?”


Hello! Im an artic!


“Ibu?” Song Yin terkejut, kemudian membantah. “Aku tidak suka Kakak Yu!”


“Anak bodoh, jika kamu tidak suka dengannya, lalu kenapa aku dan ayahmu menyetujuimu menikah dengannya kemarin? Apa kamu mengira hanya karena video Tong Tong?”


“Ibu?!” Lagi-lagi Song Yin terkejut, “Kalian?”


“Kami berharap kamu bahagia, apa kamu mengira bahwa kami menyetujui kalian hanya karena muka keluarga Song?” Lan Ying membelai wajah Song Yin. “Anakku, jika hanya karena muka keluarga Song, ibu tidak akan menyetujuimu menikah dengannya, namun karena melihatmu sangat menyukainya, mungkin saja Yu Jinglan ada niat lain saat menikahimu, namun aku memercayai putriku, asalkan dia sudah lama bersamamu, pasti akan menyukaimu!”


“Ibu, bukan, dia tidak akan menyukaiku, kamu tidak mengerti!” Song Yin sangat terkejut, ternyata ibunya sudah mengertinya, ayahnya juga. Mereka semua tau bahwa ia menyukai Yu Jinglan , namun hanya dia sendirilah yang mengira ia sudah menyembunyikannya.


“Yin Yin, mencintai seseorang itu perlu membiarkan orang itu tau bahwa kamu menyukainya, membiarkannya merasakan rasa cintamu padanya, jika ia tidak tau kamu mencintainya, bagaimana dia menyiapkan rasa cintanya padamu? Kamu pernah memberitahunya bahwa kamu menyukainya?


“Ibu…aku… ” Song Yin menggelengkan kepala dengan tak berdaya. “Aku tidak tau harus berbuat apa, aku sangat sedih, aku hanya ingin cerai.”


“Kamu tidak ingin menjadi alat guna-guna dia?”


“Ibu!” Seorang ibu selalu menjadi orang yang paling mengerti anak.


“Yin Yin, ada beberapa benda jangan hanya melihat luarnya saja, ibu bisa melihatnya, sikap dia padamu dan Tong Tong berbeda.”


“Bagaimana berbeda?”


“Dia demi dirimu, memanggilku ibu, demi dirimu, ia sangat menghormatiku, dan dia sengaja memusuhi ayahmu.”


“Begitu ya?” Song Yin mengerutkan wajah mungilnya.


“Yin Yin, ibu tidak menyetujui kamu cerai!” Lan Ying baru berkata dengan serius. “Namun jika kamu benar tidak bisa melewatinya, jika kamu merasa tidak bahagia, sungguh mau berbuat begitu, lakukan saja! Namun kamu coba tanyakan pada hatimu, apa kamu benar mau meninggalkannya?”


“Ibu. ” Seketika, Song Yin ragu. “Jika aku cerai dengan Kakak Yu, kamu akan sangat sedih bukan?”


“Perasaan ibu tidak penting, yang terpenting adalah perasan kamu yang sebenarnya, apa benar sudah sampai pada tahap tidak bisa melewatinya bersama?” Lan Ying bertanya dengan lembut : “Aku percaya dengan anakku, kita berdua saja sudah melewati masa sulit itu, kamu sudah melewati sangat banyak cobaan, ibu harap semua cobaan itu adalah kekayaan hidupmu. Terkadang terasa seperti sudah di ujung tebing, namun, orang selalu tidak mengerti untuk membalikkan badan, bagaimana kita bisa tau bahwa jalan di arah lain akan mulus jika kita tidak membalikkan badan? Pernikahaan itu harus dijalankan dengan kebijaksanaan, bukan dengan emosi sesaat. Sudah berapa banyak sepasang suami istri yang sudah melewati pernikahaan emas mereka, bahkan hidup mereka hidup bersama lebih lama, namun siapa yang tau bahwa mereka dulunya juga berpikiran mau bercerai? Mungkin saja pada pasangan yang sangat langgeng, sudah beberapa kali mereka berpikiran untuk bercerai, namun pada akhirnya mereka menahan dan melewatinya, barulah mereka berjalan melewati pernikahan emas mereka, pernikahan berlian mereka, seumur hidup itu tidak mudah, bisa bersama dengan orang yang disayang, walaupun ada sedikit keterlewatan, lalu kenapa tidak menyelesaikannya dengan bijaksana?”


“Song Yin menundukkan kepalanya, perkataan ibunya ini, membuatnya mengerti bahwa sebenarnya ibunya tidak ingin ia bercerai, namun mencoba untuk membicarakan beberapa prinsip padanya, berharap bisa menolong hubungan pernikahan dia, namun, bagaimana jika diteruskan dan hubungan tidak menjadi lebih baik?


Song Yin benar tidak tau.

__ADS_1


Yu Grup.


“Lan, sudah ditelusuri? Siapa yang menelepon nomor tidak dikenal itu?” Xing Jiabai mengikuti Yu Jinglan memasuki ruangan presiden.


Melihat Yu Jinglan mengerutkan alisnya, Xing Jiabai menyimpan niat bercandanya dan bersikap serius.


“Tidak ada cara untuk mengetahuinya, sepertinya memang disengaja, kamu sudah bertanya pada pihak apartemen Haolan?”


“Sudah, manajer Xu bilang ada hacker yang menyelinap masuk ke jaringan mereka, dan mengambil videonya, bukan pembocoran!”


“Perlahan pasti akan dapat!” Yu Jinglan duduk di kursi kantornya.


“Tapi ini sangat berpengaruh pada saham perusahaan, harga saham juga dipengaruhi!”


“Sekarang sudah tau khawatir?”


“Bisa tidak khawatir? Wakil presiden berebut wanita dengan presiden, tipuan yang mendarah daging.” Xing Jiabai emosi.


“Bahkan sudah mencari dirimu, benar-benar datang dengan tujuan, kamu dan aku, tidak dapat lari dari masalah ini!”


“Tidak ada petunjuk sama sekali!” Xing Jiabai pusing dan menyalakan rokok, “Walaupun aku berbakat dan terkenal, namun juga tak perlu dilibatkan bukan?”


“Mari kita lihat perubahannya!” Yu Jinglan mengerutkan alisnya, tiba-tiba teringat Song Yin, saat ini, hatinya terasa hampa, mulai terasa sakit.


“Beberapa hari ini, sebaiknya kamu tidak bertemu dengan Song Yin, jika kamu tidak ingin ia semakin terpuruk, sebaiknya kamu ingat, jangan membuatnya marah!” Setelah menenangkan diri dari emosi tadi, Yu Jinglan berkata dengan tenang, intonasi yang tenang menenangkan suasana hati Yu Jinglan yang tak stabil.


“Kamu takut aku benar menikung istrimu!” Xing Jiabai mulai bercanda, “Namun Song Yin benar-benar adalah pasangan baik yang sulit didapatkan, didepan reporter, ia tenang dan rendah hati, tidak sombong, jangan lupa umurnya masih sangat kecil!”


“Wanita yang kupilih tidak akan sangat jelek!” Ada kebanggaan dan memanjakan dalam intonasi tenangnya, Yu Jinglan teringat dengan kejadian semalam, menghadapi reporter, Song Yin benar sangat tenang dan rendah hati.


Sepertinya tidak ada pria yang bisa menerima pria lain mendambakan wanitanya, walaupun dia adalah teman baik Lan sendiri, walaupun ia hanya berbaik hati mengasihani istrinya, raut wajah Lan menjadi sedikit tegang, mungkin Lan sendiri bahkan tidak tau posisi Song Yin dalam hatinya.


“Keluar kerja!” Yu Jinglan mengabaikan candaan Xing Jiabai, mulai mengambil dokumen, dan melihatnya.


“Baiklah, aku keluar!”


Pintu ruang presiden ditutup, Yu Jinglan malah tidak ada suasana hati melihat dokumen, alisnya mengernyit kencang.


Tiba-tiba ponsel berdering, Yu Jinglan melihat ponselnya, panggilan telepon dari ibu mertua, alisnya mengernyit semakin kuat, menekan tombol mengangkat, suara Lan Ying terdengar, “Jing Lan, aku tidak menganggumu kan?”


“Ibu! Tidak!” Yu Jinglan sopan dan tenang, suaranya rendah, “Ada apa anda meneleponku?”


Lan Ying menghela nafasnya, “Begini, Yin Yin pulang ke rumah, jika pulang kerja nanti kamu tidak ada urusan, datang jemput dia!”


Yu Jinglan sedikit terkejut, sepertinya teringat sesuatu, mengangguk. “Baik! Aku pergi sekarang!”


“Hm hm, Jing Lan, Yin Yin belum dewasa, dia masih kecil, kamu banyak mengalah padanya! Aku matikan telepon!” Lan Ying ingin menutup telepon.


“Ibu…tunggu… ” Suara Yu Jinglan panik.


Lan Ying belum mematikan teleponnya, tersenyum dan bertanya : “Katakan saja.”


“Aku ingin makan tulang iga yang kamu masak!”

__ADS_1


“Ha, baik! Baik! Baik! Aku pergi beli sekarang, masak sekuali besar!”


“Sampai ketemu nanti, merepotkanmu!” Setelah mematikan teleponnya, kerutan alis Yu Jinglan mengendur, sudut bibirnya tersenyum, membuka melihat dokumen.


Namun, tiba-tiba menaikkan kepalanya, teringat sesuatu, bertelepon kembali.


Baru saja Lan Ying menutup teleponnya, menerima panggilan telepon dari Yu Jinglan lagi.


“Ibu, apa Song Yin ada mengatakan sesuatu ketika pulang?” Yu Jinglan bertanya dengan suara rendah.


Lan Ying tersenyum, “Tidak, Song Yin bilang acara konferensi pers semalam sangat melelahkan, sekarang sedang tidur, kami menunggumu pulang untuk makan!”


“Hm, baik!”


Tidak mengatakan apa-apa, Yu Jinglan mengernyit, tidak bilang, atau ibu mertuanya sedang menyembunyikannya?!


Yu Jinglan melihat waktu, jam 5.30 sore, ia berdiri memegang jasnya.


“Lan, kemana?” Baru saja keluar sudah bertemu Xing Jiabai.


“Apa perlu memberi laporan padamu? Wakil presidenku?”


“Pergi cari Song Yin?” Xing Jiabai mengernyit.


Ekspresi wajah Yu Jinglan tidak berubah, mengiyakan.


Di ruang tamu rumah keluarga Song, Lan Ying sangat senang dengan kedatangan Yu Jinglan , namun tidak mengatakan apa-apa. “Yin Yin ada di dalam kamar, cepat pergi, nanti kita makan, malam ini ayah ada rapat, hanya kita bertiga, kamu tunggu sebentar, tidak lama lagi sudah siap!”


“Hm! Iya!” Yu Jinglan kelihatan sangat tidak alami, meletakkan jasnya diatas sofa, kemudian naik ke lantai atas.


Dibaliknya, Lan Ying menghela nafas pelan, ia memanggilnya datang, dan dia mau datang, itu berarti masalah mereka tidak separah yang ia pikirkan, hanya tidak tau apa yang akan dilakukan Yin Yin?


Yu Jinglan membuka pintu Song Yin, berjalan lurus kearahnya, pagi hari ketika ia keluar, Song Yin masih tertidur, mengoleskan obat untuknya, tidak tau bagaimana keadaannya saat ini.


Di atas Kasur, terbaring tubuh yang meringkuk, rambut berantakannya menutupi samping wajahnya, ia tidur dengan sangat pulas, bibir merahnya sedikit terbuka, terlihat sangat kekanak-kanakan, matanya bengkak dan merah, alisnya mengernyit, namun itulah titik yang paling membuat hatinya merasa lembut.


Ia duduk di samping Kasur, Yu Jinglan menyampingkan dengan lembut rambutnya, menatap wajah putihnya, tersenyum.


Jantungnya berdebar, membelai lembut dari dahi dan turun ke tulang dagunya, ada rasa ketenangan, seolah-olah seperti arus hangat yang meleleh dihatinya, penuh dengan rasa kebahagiaan.


Yu Jinglan menunduk dan menatap, tiba-tiba menyadari, Song Yin yang meringkuk di Kasur ini begitu kecil. Sudah ditahap ia tidak dapat menerimanya?


Mengulurkan tangannya, tidak henti membelai lembut wajahnya, dengan berhati-hati, seperti takut merusak boneka itu.


Akhirnya Song Yin terbangun karena rasa gatal, Song Yin tiba-tiba membuka matanya, melihat sepasang mata yang lembut. Karena tiba-tiba melihatnya, secara reflek ia memanggil “Kakak Yu”, namun tiba-tiba menutup mulutnya lagi, menelan kembali kata-kata yang ia katakan.


Tangan Yu Jinglan tidak melepaskan wajahnya, Song Yin akhirnya tak dapat menahan, menarik turun tangannya, berkata dengan dingin : “Buat apa kamu datang?”


“Masih marah?” Yu Jinglan menaikkan alisnya.


Song Yin tercengang, teringat lagi bahwa ia hanya sedang berakting. “Aku mau cerai!”


“Aku sudah tau, kamu sudah pernah bilang!”

__ADS_1


“Kamu?”


“Ibumu yang menyuruhmu datang!” Kata Yu Jinglan .


__ADS_2