
Hello! Im an artic!
Dia memasakkan sup ayam untuknya!
Siapa yang akan percaya?
Hello! Im an artic!
Dia memegang remote tapi dia tidak berniat menonton TV, dia terus melihat ke arah dapur sambil menggigit bibirnya dan tiba-tiba matanya memerah, basah dan ada perasaan ingin menangis!
Dia begitu perhatian dan ini merupakan sebuah permulaan yang bagus atau ketakutan lainnya? Dia tidak tahu juga tidak ingin tahu hanya saja dia merasa tenggelam pada saat ini.
Dia melihat ke arah dapur yang jauh, sosok tampannya yang ada di belakang kaca benar-benar karya Tuhan yang sempurna, dahinya yang sombong, dagunya yang lancip, matanya yang dalam, bibirnya yang melengkung, hidung yang tajam, Yu Jinglan sangat tampan sehingga membuat orang silau, arogannya membuat orang takut dan pantas saja begitu banyak wanita yang bersedia naik ke ranjang bersamanya…..
Hati Song Yin mulai sakit lagi ketika memikirkan begitu banyak wanita bersamanya. Ketika memikirkan pria ini sedang bergumul dengan wanita lain maka hatinya merasa tidak enak.
Hello! Im an artic!
Mengapa dia akan seperti ini?
Meskipun dia bukan hanya sekali menyakitinya, meskipun dia dulu adalah pacar kakaknya, meskipun pernikahan kilat mereka mengandung maksud tertentu tapi dia bisa merasakan jika jantungnya terus berdegup kencang karena dirinya. Merasa hatinya sakit dengan setiap kata-kata pedasnya, pandangan mata dan sebuah tindakannya bisa membuatnya sakit dalam waktu yang lama sehingga dia tidak bisa menahan dirinya untuk terus memprovokasinya.
Perasaan apa ini?! Hatinya terasa getir dan sakit, perasaan apa ini?!
Jangan pikir terlalu banyak Song Yin dan kamu tidak boleh terlalu tamak!
Dia adalah orang yang tidak bisa santai dan dia bukan seorang nona besar maka dia berdiri dan berjalan menuju dapur.
Di dapur ada bahan makanan yang baru diantar, ada sayur, udang, ikan juga ada bumbu dan ada setumpuk sehingga bisa untuk seminggu. Song Yin berjalan ke dapur dan mulai membereskannya.
“Letakkan!” Terdengar suara berat Yu Jinglan . “Aku akan membereskannya sebentar lagi!”
“Aku sudah sembuh dan aku bisa melakukannya!” Song Yin tersenyum dan tidak berhenti, dia mulai bergerak dengan terampil, dia memisahkan bahannya, lalu memisahkan antara yang dibekukan dengan yang tidak.
Yu Jinglan tidak mengatakan apa-apa lagi, dia hanya melirik Song Yin yang sedang sibuk dan pandangannya semakin dalam.
Dia mulai menyendok supnya setelah dia selesai membereskan dan mencuci tangan.
Song Yin membawa asbaknya keluar lalu membuka kipas sehingga membawa pergi bau rokok yang kuat dan aroma yang wangi.
Setelah dia selesai menyendok supnya dan membawanya keluar, Yu Jinglan tidak bicara dan dia terus diam sejak Song Yin membereskan barangnya, sekarang juga tidak dan sewaktu dia membawa sup melewatinya juga tidak bicara, Song Yin membawa mangkuk terakhir dan mengikutinya keluar dari dapur.
Dia kembali ke dapur dan mulai sibuk, tidak lama kemudian, dia membawa dua mangkuk nasi putih, dia bahkan memasak nasi!
Song Yin seperti tersambar petir sekali lagi!
Sup ayam dan nasi putih sudah dibawanya juga ada makanan barat di dalam microwave….. burger hati angsa.
Song Yin melihatnya dengan bengong lalu Yu Jinglan membawa beberapa piring, mengapa masih ada makanan Rusia, jamur putih dan sayap ayam?
Dia tidak tahu ada di mana makanan itu tadi.
Yu Jinglan duduk sambil melihatnya lalu berkata, “Makan!”
Dia melihat jam dan waktu sekarang adalah 9.30 pagi, ini seharusnya waktu sarapan, tapi terlalu mewah bukan? Song Yin tidak tahu makan masakan china atau makan barat tapi Yu Jinglan makan nasi putih.
__ADS_1
“Cepat makan!” Dia memberikan perintah yang tidak boleh ditolak.
“Kakak besar Yu, menurutmu aku makan yang mana dulu?” Song Yin ragu sambil bertanya pelan.
Dia melihat di depannya ada sup ayam yang sedikit mengeluarkan minyak dan terlihat menyegarkan serta ada beberapa kurma merah di atasnya sepertinya rasanya sangat kental dan sekali lihat sangat menyehatkan karena ini masakannya sendiri sehingga merasa sayang untuk dimakan.
Yu Jinglan melihatnya sambil mengerutkan keningnya dan terlihat kesal, “Makan apa saja yang kamu inginkan!”
Wajah Song Yin langsung terlihat diam setelah dia mendengarnya dan menjawabnya dengan tidak puas dan dia memutuskan untuk minum sup ayam dulu.
Yu Jinglan melihatnya minum sesuap lalu melihatnya menjulurkan lidahnya dan terlihat puas, dia minum sesuap lagi lalu dia melihat ada butiran bening mengalir di matanya.
Dia mengerutkan keningnya. “Apakah tidak enak?”
Song Yin segera menggelengkan kepalanya sambil menyeka air matanya dan buru-buru berkata, “Sangat enak!”
“Jika begitu kenapa kamu menangis?” Dia merasa kesal lalu bertanya lagi, “Apakah perutmu sakit lagi?”
“Bukan!” Song Yin menggelengkan kepalanya. Hatinya tiba-tiba merasa sangat hangat, ternyata dia memperhatikannya serta melihat dia menangis karena tersentuh.
“Apa itu?’
Dia menggigit bibirnya sambil berkata dengan pelan, “Aku hanya tidak tahu kapan bisa minum sup buatan Kakak besar Yu lagi!”
Dia berkata seperti itu tapi dia tidak berani mendengar jawaban selanjutnya karena orang sibuk seperti dia, pebisnis handal seperti dirinya mana mungkin hanya berada di dapur memasakkan sup untuk wanita?
Dia seharusnya berada di dunia bisnis untuk memperkokoh bisnisnya.
Kelembutan seperti ini cepat berlalu!
Dia tidak menjawab pertanyaannya dan hanya terdiam untuk beberapa saat lalu berkata dengan galak dan dingin, “Berani sekali kamu, hanya kali ini saja dan tidak ada lain kali lagi! Cepat minum, jika tidak mau dibuang saja!”
Yu Jinglan tidak bisa menahan senyuman ketika melihat tampangnya yang seperti itu dan dia melanjutkan makannya lagi.
“Enak sekali!” Song Yin memujinya.
“Makan saja, kenapa cerewet sekali?” Yu Jinglan melihatnya lagi dan nada bicaranya terdengar dingin.
Song Yin menjulurkan lidahnya dan tidak bicara lagi.
Perutnya tidak terlalu sakit lagi tapi seluruh badannya terasa pegal. Makanan barat yang ada di atas meja tidak disentuh karena dia hanya makan nasi dan minum dua mangkuk sup ayam yang dia masak.
Yu Jinglan juga tidak makan makanan barat, Song Yin mau mencuci piringnya setelah habis makan tapi Yu Jinglan melarangnya dan dia sendiri yang merapikan piringnya dan segera menyelesaikannya kemudian dia pergi menjemur spreinya.
Song Yin merasa hidungnya sakit, dia paling takut tersentuh karena orang akan menjadi lemah jika tersentuh.
Dia mengatakan mau menari dan sekarang perutnya tidak sakit lagi.
Dia memilih sebuah musik dansa lalu memutarnya jika dia ingin menari maka dia akan menemaninya dan anggap saja sebagai balas budinya. Dia berbalik setelah selesai memutar musik dansa dan dia telah berdiri di belakangnya.
“Ah……” Song Yin kaget.
Dia melihat Yu Jinglan sedang melihatnya dengan tatapan yang arogan, Song Yin panik sehingga remotenya jatuh lalu dia buru-buru berjongkok untuk memungutnya tapi begitu dia membungkuk bagian bokongnya menabrak lemari TV yang ada di belakangnya sehingga dia mengerang kesakitan.
Yu Jinglan mundur ke belakang dan matanya menjadi tajam, “Wanita bodoh!”
__ADS_1
Wajah Song Yin terlihat merah.
“Kakak besar Yu, aku, aku mencari musik dansa…..” Dia mengatakan mau menari maka tentu saja dia tidak berani menolaknya.
Mata Yu Jinglan menjadi dingin dan berkata dengan suara berat, “Apakah kamu yakin bisa menari? Aku tidak mau menyentuh darah lagi! Menjijikkan!”
“Ya!” Song Yin segera menjawabnya dan wajahnya menjadi lebih merah lagi!
“Jika begitu ganti bajunya!” Dia berkata sambil menunjukkan kantong yang ada di sudut sofa dan Song Yin melihat kantong yang berisi gaun kuning muda dari tempat Mu Xue yang seharusnya ada di Hong Jing tapi tidak disangka jika dia menyuruh orang membawanya pulang.
Song Yin turun dan rambut panjangnya diikat, wajahnya secantik batu giok, alisnya cantik dengan mata hitamnya berkilau dengan memakai gaun kuning muda, betisnya yang indah terlihat putih dengan sepatu hak tinggi setinggi 5 cm berjalan turun dengan pelan dan kecantikannya sangat menggoda.
Dia perlahan-lahan turun, Yu Jinglan menoleh dan matanya membeku.
Ekspresi Song Yin terlihat malu-malu, tangannya menegang di sisinya dan dia mulai menyesal melihat tatapan matanya, apakah perbuatannya terlalu berbahaya, mengapa harus memakai gaun?
Yu Jinglan berjalan menghampirinya sambil mengulurkan tangannya dan Song Yin kebetulan berada di anak tangga kedua sehingga tatapan mereka sejajar yang membuat hatinya panik. Dia meletakkan tangannya di atas tangannya dengan gugup lalu digenggam erat-erat olehnya dan hatinya menegang.
“Ya! Sangat cantik!” Suaranya terdengar aneh dan jahat sehingga membuat hatinya bergetar. “Jika bukan karena kamu sedang datang bulan maka akan menekan tubuhmu….. memakanmu sepuasnya!”
Jari telunjuknya yang lain menyentuh bibir Song Yin yang membuatnya gemetaran, Song Yinmengangkat kepalanya dan matanya terlihat bersinar liar.
Dia melihat wajahnya di dalam matanya yang menggoda, mata yang gelisah juga badan yang gemetaran.
Dia menarik napas dalam-dalam dan tangan besar tiba-tiba memegang pinggang rampingnya sehingga masuk dalam pelukannya yang lebar, Song Yin kaget dan dia segera mengangkat kepalanya lalu melihat matanya yang marah, hati Song Yin bergetar dan dia berkata terbata-bata, “Kakak besar Yu, kamu membuatku sakit.”
“Kamu tidak boleh menari dengan orang lain lagi kelak, apakah kamu tahu?” Matanya terlihat rumit, marah, jahat juga…..
Hatinya selalu merasa takut dan gemetaran ketika berhadapan dengannya, dia mengangguk. “Baik!”
Dia teringat kakinya terbuka lebar ketika dia menari rumba dengan Ye Jintang sehingga ****** ******** kelihatan maka dia menjadi lebih marah.
Tapi dia akhirnya tidak menyuruhnya menemaninya menari, Song Yin pikir dia akan menari, musiknya sedang diputar tapi dia malah mematikannya lalu dia menarik pinggangnya yang membuatnya menempel di perutnya untuk membiarkan dia tahu dengan reaksinya.
“Hari ini tidak menari dulu, lain kali saja!” Dia berkata di telinganya sehingga napasnya yang terengah-engah mengenai daun telinganya dan matanya agak menyipit seperti binatang buas sambil memeluk badan Song Yin dengan erat lalu dia mendekat di telinga Song Yin.
Lain kali?
Song Yin menjadi panik.
Detik berikutnya sebuah perasaan mesra muncul di otaknya, dia menggigit telinganya dan dia tiba-tiba merasa wajahnya hampir terbakar!
Untung saja…..
Teleponnya berbunyi!
Wajah Yu Jinglan terlihat suram bahkan terlihat sedikit kesal, dia melihat baju yang dia pakai dan tiba-tiba membuatnya panas dan akhirnya dia berkata, “Ganti bajunya!”
Setelah itu dia pergi mengangkat teleponnya, Song Yin terlihat seperti model yang sedang melakukan pertunjukan dan berganti baju lagi, dia memakai baju rumah tertutup.
Song Yin mulai kembali kerja lagi setelah cuti dua hari.
Yu Jinglan pagi-pagi keluar melakukan perjalanan bisnis dan sebelum pergi dia mengatakan jika dia akan pulang tiga hari lagi.
Hubungan mereka sepertinya telah berubah lagi, dia memberitahunya tentang perjalanannya dan dia juga memperingatinya untuk tidak perlu mengurus masalah Song Sitong.
__ADS_1
Kepala Song Yin sakit ketika memikirkan masalah kakak, bagaimana mungkin dia tidak peduli padanya? Dia adalah kakaknya, putri bibi satu-satunya dan bibi juga mati karena menyelamatkan dirinya.
Song Yin masih tidak bisa tenang dan dia menelepon Song Sitong dan janjian bertemu setelah pulang kerja di sebuah restoran yang sering mereka datangi ketika hubungan mereka masih sebagai saudara sepupu dulu.