AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 31 Putus Dengan Pacar Kamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak!”


“Putus tidak?” Dia terus memeluknya.


Hello! Im an artic!


“Putus! Aku putus boleh nggak?”


Iya, sekarang tujuannya sudah tercapai, wanita ini sudah dipelukannya, tapi, yang dia inginkan bukan hanya ciuman doang…..


Mu Xue terus memarahinya dalam hati : CEO gila, CEO gila!


Qin Yinuo tiba-tiba menghentikan gerakannya, melihat wajah kecilnya ini, dia berkata dengan senang, “Sudah, sekarang keluar dan kasih tahu pria yang menunggumu itu, kamu ingin putus!”


Hello! Im an artic!


“……” Mu Xue langsung mengangguk setelah mendengarnya, “Baik, lepaskan aku dulu!”


Qin Yinuo akhirnya melepaskan tangannya, dia menggenggam tangannya, dan mencium pelan tangannya.


Sekarang, dia sudah kembali elegan seperti biasa.


Setelah mendapat kebebasan Mu Xue langsung pergi dari toilet, dia tidak kembali ke restoran, tapi langsung turun ke bawah.


Ketika Qin Yinuo keluar dia sudah tidak melihat Mu Xue.


“Mi Lin, aku tiba-tiba mendapat telepon dari kantor untuk lembur, kamu makan dengan Cheng Cheng saja ya, aku pergi!” Mu Xue sambil berlari sambil menelepon.


“Nuo! Sini duduk!” Ceng Li melihat Qin Yinuo keluar dan memanggilnya.


Mereka duduk di samping mje Mi Lin dan Mu Xue, Cheng Cheng yang lagi makan tiba-tiba melihat seorang paman berjalan ke arah mereka, dia sedikit mengerutkan keningnya, kemudian dia menjadi sangat senang.


Qin Yinuo mencari di penjuru restoran dan tidak menemukan Mu Xue, wanita ini pergi ke mana?


Setelah meletakkan hpnya, Mi Lin berkata: “Cheng Cheng, cepat makan, mami kamu sudah pergi lembur, sisa kita saja.”


“Paman burung besar!” Cheng Cheng turun dari kursinya dan berlari ke arah Qin Yinuo.


Bocah yang tiba-tiba muncul ini, tiba-tiba membuat semua orang bengong.


Ceng Li melihat ke arah bocah itu.


“Paman burung besar, kenapa kamu berada di sini?” Cheng Cheng tersenyum melihat Qin Yinuo.


Qin Yinuo juga tersenyum ketika menundukkan kepalanya dan melihat bocah ini, membuat dia terlihat tidak begitu dingin, “Kamu? Kenapa kamu di sini?”


“Paman burung besar?” Ceng Li hampir memuntahkan kopinya, “Burung besar itu apa?”


Cheng Cheng menoleh ke arah Ceng Li, paman yang cantik sekali! “Paman cantik, burung besar itu yah burung loh, yang buat pipis itu! Masa itu saja kamu nggak tahu, beneran bodoh sekali!”


“Hahaha…..”Dia tertawa terbahak-bahak, dan beneran memuncratkan kopinya, “Maaf, Maaf, aku tidak sengaja!”


“Ceng Li, kamu jaga sikap donk!” Wu Jingxuan hampir kena kopinya, tapi dia juga berusaha sekuat tenaga menahan tawan, dan melirik ke arah Qin Yinuo dan anak itu.


Astaga, anak ini beneran sangat lucu. Jadi ini yang dimaksud dengan kekanak-kanakan. Wu jingxuan menatap ke arah Cheng Cheng, kedua mata yang indah itu tiba-tiba ada sedikit emosi kesepian.


Dia melihat Qin Yinuo menundukkan kepalanya, dan menatap bocah kecil itu.


“Cheng Cheng, apa yang kamu lakukan!” Mendengar pembicaraannya, Mi Lin langsung berlari dan meminta maaf, dia menarik Cheng Cheng, dia tidak menduga anak ini akan berkata seperti itu, “Maaf Tuan, anak ini masih kecil!

__ADS_1


“Paman, ****** yang kamu beli sudah habis?” Suara anak kecil sekali lagi terdengar di sekeliling mereka.


Ekspresi Qin Yinuo langsung berubah, anak ini beneran sangat menakutkan!


“Kondom? ****** apa?” Ceng Li tidak mengerti.


“Jangan bicara lagi!” Qin Yinuo menghentikannya.


Siapa tahu Cheng Cheng tidak peduli, dia berkata ke Ceng Li dengan keras: “Paman cantik, kamu beneran bodoh sekali, ****** kamu tidak pernah pakai? Biasanya dipakai buat pacaran dengan nona cantik! Tao Qiqi di kelas kami bilang, kalau tidak pakai ******, bisa punya anak!”


“Astaga!” Wajah Mi Lin langsung memerah, “Tuan maaf, Maaf!”


“Paman, kamu membeli begitu banyak ****** pasti karena tidak mau punya bayi bukan?” Dia bertanya sekali lagi.


Kemudian dia melihat Qin Yinuo maju dan memeluknya, “Bocah, semua citra paman sudah kamu rusak total!”


“Ya! Nuo, betul! Ini anaknya, mata anak ini sangat mirip dengan kamu!” Mi Lei baru berjalan kemari.


“Betul! Betul, beneran sangat mirip!” Ceng Li juga melihatnya, tiba-tiba dia sadar, Cheng Cheng dan Qin Yinuo sedikit mirip! Kurang lebih 30-40%!


“Tapi hidung ini, hidung ini kenapa sedikit mirip dengan aku?” Ceng Li mengerutkan keningnya, dan bertanya.


“Aku pamit sebentar!” Qin Yinuo tidak mendengarnya, dia ingin bicara baik-baik dengan anak ini.


“Ya! Lepaskan anak itu!” Mi Lin panik.


“Mi Lin, tenang saja, teman aku, tidak perlu khawatir!” Mi Lei menjelaskan.


Ceng Li dan Wu Jingxuan tertawa melihat kepergian dua orang itu. “Anak itu beneran membuat Nuo panik!”


“Kekanak-kanakan!”


“Iya! Anak yang sangat cantik, dan bisa punya mata yang mirip dengan Nuo, dan hidung yang mirip dengan aku, Hahaha…..” Dia tidak peduli, Ceng Li kemudian sambil tertawa sambil berbicara dengan Mi Lei lagi.


“Kamu!” Kali ini, Qin Yinuo beneran hampir saja panik berlebihan, dan pertanyaan anak ini juga membuatnya bingung, dia tidak bisa mengakuinya, tapi tidak mengakui juga salah.


“Paman! Paman!” Tiba-tiba, Cheng Cheng mengerutkan keningnya, “Paman, aku mau pipis!”


“Ya! Urusan kamu banyak sekali!”


“Paman tidak pipis kah?”


“Baiklah!” Qin Yinuo langsung membawanya ke toilet.


“Paman, jus di sini sangat banyak, jadi kebanyakan minum dan membuat ingin pipis terus. Dan daging sapi juga enak….sayang mami aku pergi lembur, dia tidak bisa makan daging sapi yang enak ini!”


“Mami kamu juga datang?” Qin Yinuo penasaran dengan mami anak ini, dia mau lihat wanita seperti apa yang menyuruh anaknya untuk menjual ******.


“Iya, tapi mami aku pergi lembur lagi!” Cheng Cheng tersenyum melihatnya, tidak tahu kenapa, sejak paman ini membeli kondomnya, dia mulai merasa dekat dengannya, “Paman, semua ****** kamu sudah habis?”


“Bocah, kamu jangan-jangan mau jual aku ****** lagi?”


Ketika sampai toilet, dia meletakkan Cheng Cheng, “Pipis sana, aku tungguin, setelah keluar baru kita bicara lagi!”


“Baik!” Dia berlari masuk.


Qin Yinuo melihat anak ini, entah kenapa dia merasa sangat akrab dengan anak ini, 80% anak ini seumuran dengan Tian Yu, sangat lucu dan pintar, dan juga hampir merusak semua citranya.


Setelah selesai pipis, dia memakai celananya, dan berjalan keluar sambil tersenyum ke Qin Yinuo. “Paman, mami aku tidak akan jual ****** lagi. Jadi paman kalau mau beli ****** harus ke tempat lain ya!”


Cheng Cheng berbaik hati memberitahunya.

__ADS_1


Qin Yinuo tertegun, “Kenapa nggak jualan lagi?”


“Mami bilang Cheng Cheng terlalu kecil, tidak baik.”


Baguslah kalau begitu, tahu anak ini kecil, tapi kenapa masih membiarkan anak ini berjualan barang itu?


“Paman, kalau tidak habis, kamu boleh meniupnya, baru gambar pikachu, doraemon dan gantung di kamar!”


“Uuh!” Dia sedikit pusing dengan saran anak ini, tapi sepertinya bisa dicoba, tapi mungkin setelah dia gila. “Bocah, kamu belajar dari mana?”


“Tao Qiqi melakukan seperti itu!” Cheng Cheng berkata sambil tersenyum, “Paman, kamu kenal Tao Qiqi?”


Astaga!


“Aku tidak kenal!” Qin Yinuo tidak merasa anak ini menyebalkan, mungkin karena anak ini seumuran dengan Tian Yu, jadi ketika melihat anak ini, dia akan teringat Tian Yu, anaknya, sudah beberapa hari dia tidak bertemu Tian Yu, jadi makanya ketika melihat anak ini, dia merasa akrab! Dia berpikir!


“Tao Qiqi adalah….” Cheng Cheng menjelaskannya.


Qin Yinuo mengerutkan keningnya, tapi ketika melihat dia menjelaskan kejadian di sekolah TKnya, dia tidak memotongnya, dan anehnya dia ingin tertawa mendengarnya.


“Sudah selesai?” Ketika dia berhenti, Qin Yinuo bertanya dengan sabar.


“Paman, aku mau berterima kasih padamu!” Cheng Cheng kemudian berkata dengan tulus kepada Qin Yinuo.


“Terima kasih apa?” Qin Yinuo mengerutkan keningnya.


“Terima kasih karena sudah menyelamatkan mami aku, kalau nggak mami aku tidak tahu harus secapaek apa!” Cheng Cheng berkata dengan senang. “Mami punya pekerjaan dan harus kerja sampingan lagi, jadi Cheng Cheng ingin cepat dapat uang, membantu mami membayar utang, kemudian menghidupi mami!”


“Kamu mencari uang?” Dia tercengang.


“Iya! Aku bisa mencari uang sendiri, aku bisa membuat game!” Cheng Cheng berkata.


“Kamu?” Qin Yinuo tercengang.


“Paman tidak percaya? Paman ada MSN nggak? Kalau tidak percaya aku bisa kirim game aku untuk paman main!” Cheng Cheng berkata dengan bangga.


Qin Yinuo sambil tertegun dia mengangguk, dan tidak menolaknya. “Nomor aku …….”


Dia berpikir, tidak peduli ucapan anak ini benar atau tidak, kalau beneran ada gamenya, dia bisa memberikan kepada Tian Yu !


“Iya! Aku sudah ingat, nanti aku kirimkan ya, setelah main paman harus kasih saran!”


“Kamu beneran ingat?” Qin Yinuo tercengang, ingatan anak ini beneran sebaik dia, hanya sekali saja dia sudah ingat!


“Cheng Cheng, kamu di mana?” Mi Lin berlari ke arah toilet.


“Ya! Paman!” Cheng Cheng langsung berakta, “Aku harus pergi! Tante Mi Lin pasti panik!”


Melihat dia pergi, Qin Yinuo menyalakan rokoknya.


Cheng Cheng yang berjalan beberapa langkah kemudian menoleh ke arah Qin Yinuo dan melihat rokok di tangannya, “Paman, kurangi rokok, tidak baik buat kesehatan!”


Qin Yinuo tertegun, anak ini membawa perasaan hangat untuknya, dia kemudian tersenyum dan mengangguk, “Paman ingat ucapan kamu.”


Tapi, tidak merokok, beneran tidak bisa.


Qin Yinuo meminum kopinya, kemudian terlihat dia mengerutkan kening, kopi di restoran Mi Lei beneran sangat biasa, bahkan tidak sebaik seduhan Mu Xue.


“Qin Yinuo! Kamu hebat juga, kapan punya teman sekecil bocah tadi!” Wu Jingxuan berkata sambil tersenyum.


“Iya! Aku juga tidak tahu, dia masih memanggil kamu paman burung besar!” Ceng Li sambil berkata sambil tersenyum, “Lucu sekali, anak ini beneran sangat lucu!”

__ADS_1


“Mati sana!” Qin Yinuo berkata.


__ADS_2