AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 387 Luka yang terlalu dalam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Song yin bertanya lagi , “Bukankah kamu mencari kakak? ”


Song Qingquan menganggukkan kepala sambil menatap ke arah Song yin dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Ketika melihat matanya yang penuh dengan perjuangan Song yin merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menafsirkan isi hati Song Qingquan .


Hello! Im an artic!


“Ayah , apakah kamu tidak mengijinkan saya untuk pergi mencari kakak?”


Song Qingquan hanya mengangguk saja.


Song yin menghela nafas


Kedua mataSong Qingquan menatap kearah langit-langit plafon di kamar pasien seperti sedang memikirkan sesuatu.


Hello! Im an artic!


Hari itu, Song yin keluar dari kamar pasien kemudian duduk di bangku panjang koridor sambil memejamkan mata serta mengerutkan dahi dan matanya tiba-tiba memerah.


Tiba-tiba dari kejauhan tedengar suara yang tidak asing memanggil “Song yin ?”


Song yin menengok dengan tatapan kosong, terlihat Wen Xiaoxing yang nampak jauh lebih kurus dari sebelumnya memakai celana jeans dan kaus putih dengan lukisan gambar bunga plum khas tiongkok. Dia memegang seikat bunga sambil menatapSong yin dengan tatapan yang mengandung seribu makna , namun pada akhirnya hanya satu kalimat yang terucap, “Song yin , tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan, kita semua pasti kuat!”


Song yin berdiri sambil mengusap matanya, kemudian mengulurkan kedua tangannya untuk memelukWen Xiaoxing “Apa yang kamu katakan benar, kita semua harus kuat! Mengapa kamu kesini? Apakah kamu sudah lebih baik?”


“Baik!” Wen Xiaoxing menjawab sambil tertawa. “Ayo kita masuk melihat ayahmu!”


Song yin menganggukkan kepala sambil menjawab “em” kemudian memimpinWen Xiaoxing masuk.


Song Qingquan tertidur lagi , Wen Xiaoxing meletakkan seikat bunga diatas meja dan berbicara beberapa patah kata dengan Lan xin kemudian bertanya kepadanya : “Bibi, apakah saya boleh keluar denganSong yin sebentar?”


Lan xin menganggukkan kepala . “Yin yin, pulanglah, sudah malam jing lan pasti mengkhawatirkanmu!”


“Ibu! saya…” Song yin tiba-tiba terdiam. “Ibu, nanti saya akan kesini untuk menggantikanmu , malam hari kamu pulang untuk istirahat, saya akan menjaga ayah!”


Ketika jalan keluar bersamaWen Xiaoxing, Lan xin seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi terhenti , pada akhirnya ia tidak mengatakan apa-apa.


Kedua gadis itu duduk di sebuah pondok yang letaknya tepat berada dibawah gedung rumah sakit, lalu Song yin membeli koran yang cukup tebal untuk diajadikan sebagai alas duduk Wen Xiaoxing karenaWen Xiaoxing baru saja mengalami keguguran serta pendarahan yang hebat dan masih dalam masa nifas sehingga ia tidak boleh masuk angin.


Wen Xiaoxing melihat tumpukan koran itu sambil berkata “Song yin , kamu benar-benar membuatku marah sekaligus tidak tega”


Song yin menengadahkan kepalanya dan hanya berkata : “Duduk!”


“Sudah sampai detik ini, kamu masih sangat perhatian denganku, kamu benar-benar teman sejatiku!” Wen Xiaoxing yang sudah lama tidak menangis karena ia sudah terlalu sering menangis sampai air matanya terasa keringpun tidak dapat menahan tangisannya lagi untuk kali ini dan matanyapun seketika memerah.


Song yin menjawab dengan suara yang lembut sambil menatap ke arah Wen Xiaoxing ” Bukankah kita adalah teman sehidup semati?”


“Tentu saja!” Wen Xiaoxingyang duduk diatas tumpukan Koran yang disiapkan oleh Song yin merasa hatinya perlahan-lahan luluh. “Apakah kamu sudah menemukan kakakmu?” Song yin menggelengkan kepalanya.


“Siapa yang begitu benci? Aku benar-benar tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, bagaimana bisa hal semacam itu tersebar, sungguh memalukan!” Wen Xiaoxingyang masih dipenuhi kemarahan ingin mencari keadilan untuk mengembalikan nama baik keluarganya berkata “Benar-benar tidak berperikemanusiaan!”


” Ibu Yujing lan !” kataSong yin dengan lembut.


“Ah….” Tiba-tiba Wen Xiaoxingterdiam.


“Saya sudah mempersiapkan pereraian!” Song yin dengan santainya berkata “Kamu sudah cukup menderita”

__ADS_1


“Song yin … apabila bukan Yujing lan yang melakukan ini, apakah kamu akan….”


“Jangan membujukku!” Song yin memotong pembicaraan : “Kamu adalah temanku jadi jangan membujukku! Hanya meninggalkan seorang laki-laki saja, kita masih bisa hidup seperti biasa!”


Wen Xiaoxing mengerutkan dahinya dan tiba-tiba bertanya “Apakah aku boleh merokok?”


Song yin merasa bingung berkata “Kesehatanmu belum seutuhnya pulih, dan kamu ingin merokok?”


Dengan suara yang anehWen Xiaoxing berkata “Agak panik!”


“Ya, kalau begitu merokoklah!”


Dia merasa ingin meneteskan air mata ketika mendengar ucapanWen Xiaoxing.


Wen Xiaoxingmengeluarkan sekotak rokok yang bentuk kotaknya tipis berwarna putih seperti tanganya. Kemudian ia menyalakan sepuntung rokok dan merokok dengan gaya yang sangat menawan, dari dalam kepulan asap rokok tersebut terlihat Wen Xiaoxingyang begitu cantik.


Sebelumnya belum pernah melihat wanita merokok secantik ini, sambil menatapWen Xiaoxingmerokok, Song yin mengulurkan tangannya berkata “Beri aku satu puntung”


Wen Xiaoxingmenatap kearahSong yin sambil memberikan sepuntung rokok dan membantu menyalakannya “Song yin , kamu yakin tidak apa-apa?”


Ini adalah kali pertama Song yin merokok , ketika menghisap mulutnya terasa seperti mati rasa dan pedas kemudian ia tersedak dan batuk “uhuk uhuk uhuk….”


Wen Xiaoxingmengehela napas dan berkata “Song yin , kamu tidak bisa merokok!”


Song yin tidak menjawab dan terus menghisap kemudian ia batuk lebih keras lagi sampai ia mengeluarkan air mata.


Wen Xiaoxingdengan santai berkata “Menangislah jika kamu ingin menangis, kakak akan meminjamkan bahu ini untukmu, jangan cari alasan dengan cara bilang kamu tersedak oleh rokok!”


“Bisakah kamu jangan terlalu jujur?” Tiba-tiba, ketika Song yin menoleh kearahnya ternyata air matanya sudah mengalir.


“Jika tidak jujur , kamu akan terus menahannya? Kakak takut kamu tidak dapat menahan lagi!”


Song yin menangis tanpa terdengar dan mereka terus duduk disana dengan suasana sedih sampai menjelang senja.


Wen Xiaoxing sambil menghisap beberapa puntung rokok dengan lembut berkata “Aku sama sekali tidak menyesali pilihanku yang dulu, tahu? Ye Jintangmasih saja menikah denganGao Tian, ibuku berkata, Ye Jintang tidak pantas menerima cintaku karena sekarang ia sedang membawaGao Tian ke Australia untuk bulan madu!”


Song yin sangat terkejut dan tercengang merasa bahwaWen Xiaoxing jauh lebih menderita dari dirinya. “Oleh karena itu, aku tidak menyesal menggugurkan bayiku karena ini bukan hasil dari cinta tetapi bayiku sendiri!” Wen Xiaoxingtertawa lagi, tawanya agak sedikit terpaksa “Aku mencintainya selama belasan tahun, memperhatikannya selama belasan tahun, setelah bersamanya begitu lama pada akhirnya aku hanya menjadi orang asing baginya yang tak ia kenali.”


Ini semua adalah takdir! Tetapi kamu , Yujing lan , dan kita berbeda, coba kamu pikirkan sekali lagi!”


Song yin terdiam. Ini berbeda, tetapi satu yang sama yaitu sama-sama menderita!


Wen Xiaoxing melanjutkan : “Wanita tidak boleh pelit, apalagi pelit dengan pria yang tak layak, sekalipun pria itu layak, aku tetap ingin bersikeras menjadi pelit!”


“Apakah kamu masih percaya dengan cinta?”


“Percaya! Kenapa tidak percaya? Soal hubunganku dengan orang lain dan soal percaya tidak percaya dengan cinta itu sama sekali tidak ada hubungannya!” Wen Xiaoxingmenatap langit. “Segala sesuatu telah berlalu, aku berhutang pada Ye Jintangdan aku telah melunasinya! Di kehidupan sebelumnya aku berhutang dengannya, aku akan melunasinya di kehidupan ini, lalu melanjutkan sisa hidupku yang indah!”


Song yin juga menatap kearah langit dan meneteskan air mata dengan deras seperti hujan.


Setelah keluar dari rumah sakit Wen Xiaoxing menjadi semakin kurus dan tatapan matanya menjadi sangat dingin, yang dahulunya adalah mawar merah yang menawan kini sudah berubah menjadi wanita yang sangat kurus.


Song yin hanya dapat menghela nafas, ketika masih muda ia juga kurus.


Malam itu, Lan xin menyuruhnya untuk pulang beristirahat, kemudian Lan xin berkata “Dia tidak perlu menjaga ayah, dia hanya harus melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Song Qingquan adalah seorang walikota, pemerintah juga sudah mengutus 2 orang penjaga khusus sehingga pada malam hari ia tidak perlu menginap disini.”


Song yin pulang ke komplek Liyuan.

__ADS_1


Setelah mandi dan mengganti piyama, dia mendengar suara ketukan pintu dan dia sudah mengetahui dengan jelas siapa yang mengetuk pintu, tetapi merasa enggan untuk membuka pintu karena tidak tahu harus mengatakan apa, dia benar-benar tidak ingin menambah kesedihan lagi.


Suara ketukan pintu itu terdengar terus-menerus berlangsung selama beberapa menit.


Song yin hanya memandang pintu itu dengan santai dan sama sekali tidak membukanya sampai suara ketukan pintu itu sudah tidak terdengar lagi dan kamar menjadi sunyi. Kemudian Song yin berpikir mungkin dia sudah pergi!


Selang tidak begitu lama, tiba-tiba ponsel berdering tanda ada pesan suara yang masuk , “Yin yin, aku berada di depan pintu!”


Tampilan ponsel menunjukkan Yujing lan.


Song yin hanya memegang ponselnya saja kemudian berpikir bahwa dia benar-benar keras kepala, tetapi aku akan bersikap jauh lebih keras kepala, lalu dia menekan tombol jawab di ponselnya dan hanya mengucapkan satu kalimat , “Silahkan pergi, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!”


Sosok Yujing lan yang tinggi besar hanya dapat berdiri di depan pintu sambil menatap layar ponselnya yang berisikan pesan balasan tersebut, dengan tangan yang gemetar mengeluarkan sepuntung rokok kemudian menyalakannya.


“Aku tidak akan pergi!”


“Tidak ada hubungannya denganku!”


Dia benar-benar tidak membuka pintu lalu bergegas mematikan lampu serta berbaring di kasur dan hampir tidak bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam.


Tiba saatnya pagi hari setelah cuci muka dan sikat gigi lalu membuka pintu, menemukan bahwa dia masih duduk di lantai depan pintu dengan mempertahankan posisi tubuh menyandar kedinding semalaman serta jas yang kusut.


Song yin tidak ingin melihat wajahnya, karena apabila melihat lebih dekat dia akan melihat wajahnya yang penuh lebam, terlebih lagi matanya yang membiru.


Begitu pintu terbuka, diapun langsung berdiri dengan tubuhnya yang sempoyongan serta kaki yang kaku dan hampir terjatuh. Mau tidak mauSong yin harus memapahnya.


Tubuh yang tinggi besar serta aroma yang sangat akrab membuatnya merasa sakit hati lagi. Tetapi pelukan ini membuatnya merasakan lelah serta sakit yang merasuk sampai ke tulang. Semua hal yang pernah mereka lalui bersama juga merupakan suatu kenangan yang sulit dilupakan, tetapi semuanya hanya sebatas kenangan saja.


Dia langsung memeluknya dan berbisik dengan suara yang agak serak “Yin yin!”


Song yin berkata dengan lembut “Pergi kamu!” Song yin memapahnya kemudian menyuruhnya untuk berdiri dengan tegak kemudian Song yin langsung menutup pintu lalu turun kebawah.


Tetapi tangan besar Yujing lan menarik tangan Song yin , dengan wajah yang dingin dan lelah serta tatapan yang lembut berkata “Aku sakit, jangan mencari masalah dengaku lagi!”


Hati Song yin berdebar-debar, dia tidak bermaksud mencari masalah hanya saja dia sudah sangat lelah.


“Yujing lan ! Lepaskan!” Song yin mengerutkan dahinya dan berusaha melepaskan tangannya tetapi tidak berhasil karena tangannya digenggam dengan sangat erat dan sama sekali tidak ada kesempatan untuk melarikan diri.


“Tidak akan kulepaskan!” dengan ekspresinya yang selalu tenang , untuk pertama kalinya dia terlihat seperti anak kecil yang nakal, bukan hanya tidak mau melepaskan tangan malah menarik tubuh Song yin dengan paksa kemudian langsung mencium bibir Song yin yang lembut sambil tersenyum.


“Yujing lan !” semua nama dan margapun disebutnya. Song yin berusaha melepaskan diri dariYujing lan yang terlihat sangat menikmati dengan cara mendorongnya dengan kedua tangan.


Yujing lan menahan tanganSong yin yang ingin menampar sambil menatapnya berkata”Yin yin, wajahku sudah lebam, apakah kamu masih ingin memukul?”


Song yin terdiam, kemudian menatap wajahnya yang penuh lebam dan satu sisi matanya membiru serta bengkak tetapi satu sisi lagi masih normal.


Yujing lan mengelus wajah Song yin dengan lembut sambil berteriak dengan suara yang hampir habis “Yin yin, aku sakit! Aku belum makan dan tidur selama sehari!”


Nada bicaranya agak manja seperti seorang anak kecil yang sedang berusaha mendapatkan perhatian.


“Jangan sentuh aku!” Song yin langsung mendorong tanganYujing lan dan segera menghindar darinya “Kamu makan sendiri saja! Aku harus pergi ke rumah sakit!”


Yujing lan berteriak dengan suara yang hampir habis “Masalah itu tidak ada hubngannya denganku!”


Song yin turun kebawah sambil berkata dalam hati “Bahkan jika masalah ini tidak ada hububungannya denganmu, hubungan kita juga tetap tidak dapat dilanjutkan lagi!”


Yujing lan tidak berusaha mengejarnya lagi dan rasanya seperti kehilangan sebagian dari hati, benar-benar menyakitkan. Tetapi dia sudah tidak peduli lagi dikarenakan rasa sakit yang terlalu dalam!

__ADS_1


Setelah kembali ke kantor Yujing lan yang duduk di kursi direkturnya mendapati bahwa saham yu grup bermasalah karena ada seseorang yang membeli saham yu grup secara rahasia tetapi Yujing lan tidak mengetahuinya, dia hanya dapat mengikuti prosedur untuk menghentikan jalannya perusahaan selama beberapa hari kedepan agar dapat menyelidiki para pemegang saham sepenuhnya.


__ADS_2