AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 27 Apa Yang Dia Lakukan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Paman, mami sangat capek, mami harus menjual semua barang ini baru boleh pulang, Cheng Cheng kasihan dengan mami, jadi mau bantu mami jual, paman beli satu donk!” Melihat paman ini tidak beli, Cheng Cheng segera menggunakan cara kasihan.


“Papa kamu?” Qin Yinuo bertanya, apakah papa anak ini menyetujui istrinya membawa anak keluar jual ******?


Hello! Im an artic!


“Paman, kalau tidak mau beli pergi saja, kenapa bertanya tentang papa ?” Mu Cheng sedikit sedih, karena dia tidak pernah punya papa, bukan semua orang akan punya papa, dia dari awal sudah tahu!


Melihat dia menundukkan wajahnya, Qin Yinuo merasa kasihan.


“Semua ini aku beli! Berapa?”


“Beneran? Paman beneran orang baik, pria sejati, 20 juta!” Mu Cheng ingat maminya berkata begitu.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo mengeluarkan dompetnya, sejak diteriaki oleh Mu Xue, dia mulai membawa dompet, dia mengeluarkan 40 juta, dan memberikannya kepada Mu Cheng, “Aku kasih 40 juta, jangan jual ini lagi, anak kecil harus belajar dengan baik!”


Dia harusnya bermanja di pelukan orang tuanya sekarang!


“Tidak perlu sebanyak itu! hanya butuh 20 juta!” Mu Cheng memberikan uang sisanya, “Paman, kardusnya kamu bawa pergi!”


Sambil berkata, dia membawa 20 juta dan pergi mencari Mu Xue!


Melihat bocah kecil yang pergi itu, di benak Qin Yinuo muncul wajah wanita itu lagi, dia sedikit kesal, kemudian memasukkan kardus itu kedalam bagasi Buggatinya!


“Mami! Barangnya sudah habis, hari ini kita bisa pulang!”


Mu Xue tercengang, dia melihat Mu Cheng yang memberikan uangnya, dia baru sadar: “Astaga! Cheng Cheng, kamu gimana…..”


“Seorang paman yang membeli semuanya mami, paman yang aku temui di pesawat waktu itu! Ternyata paman itu tidak sejahat itu! Dia memberikan aku 40 juta, tapi aku ingat mami bilang 20 juta saja cukup, jadi Cheng Cheng hanya menjual 20 juta!” Bocah kecil ini menjelaskannya, “Cheng Cheng tidak akan menipu orang!”


“Uuh!” Mu Xue merasa tidak enak di hati, melihat wajah anaknya yang lucu ini, air matanya berlinang, dia berpikir, apakah dirinya beneran salah!


“Mami? Kamu kenapa?”


Dia beneran salah! Dia tidak seharusnya menjual barang ini, Cheng Cheng baru berumur 5 tahun, dia kenapa membiarkan anak berumur 5 tauhn untuk menjual ****** bersamanya.


Anak ini beneran sangat kasihan, dibuang oleh orang tuanya sejak kecil, hampir saja kedinginan di pinggir sungai, kalau bukan hari itu dia ingin bunuh dirinya, Cheng Cheng mungkin sudah mati kedinginan! Astaga! Dirinya beneran sangat kacau!


“Anakku, mami mulai sekarang tidak akan jual barang begini lagi! Ayo kita pulang!” Mu Xue mengembalikan barang di tangannya, dia menggenggam tangan Cheng Cheng, “Mami bawa kamu jalan-jalan yah, sekalian pakai uang yang didapatkan oleh Cheng Cheng untuk membeli baju!”


“Mami! Baguslah kalau tidak perlu jualan lagi, Cheng Cheng yang akan menghidupi mami!” Cheng Cheng berkata dengan berani, “Cheng Cheng jamin pasti bisa menghidupi mami!”


“Mami tentu percaya Cheng Cheng bisa menghidupi mami, tapi kamu masih kecil sekarang, harus belajar dengan guru dulu, tunggu kamu besar, baru hidupi mami nanti!”


“Mami! Kamu jangan khawatir, semua game yang dibeli oleh tante Mi Lin sudah Cheng Cheng selesaikan, selanjutnya Cheng Cheng akan meneliti game sendiri dan akan dijual, nanti kita akan menjadi kaya!”


“Anak baik! Mami tidak mau kamu mencari uang, hanya ingin kamu senang saja.” Dia menaruh semua harapan di anaknya, selama hidup ini, dia telah kehilangan anak kandungnya, dan Tuhan memberikan anak baru untuknya, dia mana mungkin tidak menyayanginya?


Mereka berjaaln keluar toko itu, di belokan, Cheng Cheng menunjuk ke arah mobil yang terparkir tidak jauh itu: “Mami lihat, mobil itu! Mobil yang bagus sekali! Paman itu yang membeli semua kondomnya! Menurut kamu kalau tidak habis, apakah dia akan seperti Tao Qiqi, meniupnya seperti balon?”

__ADS_1


Melihat ke arah sana, Mu Xue seperti melihat sebuah mobil Bugati, warna biru, dia mengerutkan keningnya, kenapa seperti mobil CEOnya?


Dia menggelengkan kepalanya, sepertinya salah lihat, CEO mana mungkin beli barang beginian?


Selama sabtu minggu dia hidup dengan tenang, tidak ada telepon yang mengganggu.


Hari senin.


Mu Xue masuk ke kantor dengan takut, karena hari itu dia tidak pergi menjemput CEO, tidak tahu akan dimarahi atau tidak.


“Xiao Xue sayangku, kenapa bengong?” Suara Ceng Li terdengar dari jauh.


“Pagi Manajer Ceng!” Mu Xue menyapanya dengan sopan, kemudian melihat ke belakangnya, CEO belum datang?


Dan tiba-tiba, telepon di mejanya berbunyi.


Mu Xue terkejut, dia kemudian mengangkat teleponnya.


“Minta kopi!” Suara serak yang rendah terdengar dari seberang telepon, Mu Xue tercengang, CEO sudah datang sepagi ini?


“Uuh! Sudah datang dia! Cepat pergi, nanti juga bawain segeleas ke ruangan aku!”


“Iya!” Mu Xue menyeduh kopi dan membawanya ke ruangan CEO.


Dia mengetuk pintu dan berjalan masuk, kemudian melihat pria yang sedang merokok di meja kerjanya itu, asap rokok di ruangannya membuat orang tidak nyaman, Mu Xue berpikir dia pasti sudah datang lama, kalau nggak tidak mungkin sebanyak itu asapnya.


“CEO, kopinya!” Mu Xue meletakkan kopi di mejanya.


Setelah diletakkan, baru mau pergi, tiba-tiba terdengar suara CEOnya, “Kenap tidak pergi jemput?”


Qin Yinuo mematikan rokoknya dan tiba-tiba berdiri, dia lalu berjalan ke depan membuat Mu Xue kaget dan berjalan mundur.


Dia berdiri di depannya, badan yang tinggi ini memberi tekanan yang sangat kuat, bau rokok langsung menyegat hidungnya.


“CEO, kalau kamu merasa aku tidak pantas menjadi sekretaris anda, boleh memecat aku!” Dia memberanikan diri berkata.


Qin Yinuo hanya diam saja, Mu Xue melihat Qin Yinuo yang menatapnya dengan serius, badan yang tinggi itu semakin mendekat.


Tiba-tiba dia semakin bisa mencium bau tembakau di tubuhnya, dan juga ada sebuah wangi lain, yang cukup seger, sepertinya wangi parfum Cologne, hanya saja sangat tipis.


“Apa yang kamu lakukan?” Mu Xue menatap Qin Yinuo dengan tegang.


Ekspresi Qin Yinuo sangat datar, tapi tatapannya terlihat seperti sedang mempermainkan, dia mengulur tangan ke arah rambut Mu Xue, dia melihat Mu Xue yang membesarkan matanya dan menatapnya dengan tajam, wajah yang memerah.


Dia teringat ciuman malam itu! Apa yang mau CEOnya lakukan lagi?


“Di rambut kamu ada kapas salju!” Dia menahan tawanya, kemudian dengan jari panjangnya mengelus pelan rambutnya, kemudian melihat sebentar Mu Xue, lalu kembali ke kursinya.


Kapas salju? Mu Xue pelan-pelan menatap kembali ke Qin Yinuo, dan melihat dia dengan penuh kecurigaan.


Pertama kali Mu Xue merasa Qin Yinuo bukan hanya ada ekspresi dingin, wajahnya terlihat seperti ada senyuman seekor rubah licik.


Setelah beberapa saat, Mu Xue berkata dengan kasar: “Kamu sengaja ya!”

__ADS_1


“Sengaja kenapa?” Dia tidak melihatnya, Qin Yinuo hanya bertanya dengan bingung.


“Sengaja…..”Dia tidak tahu harus berkata apa, Mu Xue terlihat cemberut dan kesal, dia kemudian menundukkan kepalanya, dia merasa ada yang salah, tapi tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi dan apa maksud senyuman di wajah Qin Yinuo itu.


“Tidak!” Dia tiba-tiba berteriak.


Senyuman Qin Yinuo langsung hilang, dan menatapnya tanpa ekspresi: “Apa yang salah?”


“Ini kan musim gugur, dariman datangnya kapas salju?” Dia akhirnya sadar apa yang salah.


Qin Yinuo langsung mengalihkan topiknya: “Jumat kemarin kenapa nggak pergi jemput ?”


“Tidak mau pergi!”


“Proposal nya sudah selesai?” dia bertanya lagi, seperti tidak peduli dengan emosinya.


Tidak mau menjawabnya, tidak mau memecatnya, apa yang sebenarnya yang terjadi? Dia sudah membuat Qin Yinuo marah berkali-kali, kenapa dia masih belum dipecat?


“Nona Mu Xue, mana proposalnya?” Qin Yinuo tersenyum.


“Aku segera ambilkan!”


“Ambil proposal kamu, hari ini ada meeting departemen, aku berharap proposal kamu bisa tahan banting di meeting nanti!” Qin Yinuo tiba-tiba berdiri, “Turun sekarang, ruang meeting di lantai 58!”


“Iya!”


Di dalam ruang meeting, setiap manajer departemen dan supervisor telah hadir. Mu Xue membawa proposalnya dengan perasaan takut muncul di ruang meeting, semua manajer mulai penasaran dengan kedatangannya.


Pintu tiba-tiba terbuka, semua orang berdiri dan menyapa dengan kompak : “CEO!”


Qin Yinuo berjalan masuk dengan elegan, di belakang adalah Ceng Li dan Sekretaris Gao.


Qin Yinuo duduk duluan, Mu Xue berdiri di samping pintu, menunggu perintah dari CEO, sambil memegang proposalnya dengan tegang.


Ini pertama kali Mu Xue mengikuti meeting seperti ini, dan karena sebentar dia harus berbicara, dia terlihat tegang, dia menoleh ke semua orang, dan tiba-tiba menyadari ada yang sedang menatapnya.


Ceng Li mengedipkan matanya, dan menyuruhnya duduk, tentu tempatnya adalah di samping Qin Yinuo yang kosong.


Mu Xue tertegun, Ceng Li kemudian mengangguk ke arahnya.


Mu Xue masih saja takut.


“Sekretaris Mu, duduk! Ini perintah pertama dari Qin Yinuo setelah masuk.


Setelah mendapatkan perintah, Mu Xue baru berani duduk.


“Mulai meetingnya.” Qin Yinuo menyilahkan tangannya, sambil menunggu laporan. Setiap manajer memberikan laporan mingguan dengan detail.


Setelah semuanya selesai melapor, Qin Yinuo berkata: “Sekretaris Mu, ceritakan proposal kerja sama dengan WVL.”


Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, dan berdiri, kemudian berjalan ke samping projektor.


Dia mengangkat kepalanya, dan berusaha tersenyum profesional, dia berharap senyumannya bisa menutup ketegangannya. Kemudian dia meletakkan dokumen yang diprint di depan projecktor, sambil menutup layar dan berakta: “Semua orang tahu bahwa penyelenggara fashion show pakaian musim dingin ini adalah Qin Grup kita. Fashion show ini berbeda dari catwalk dengan panggung T sebelumnya. Kali ini kami memindahkan panggung T ke luar ruangan dan membiarkan lebih banyak orang berpartisipasi dalam fashion show kita……”

__ADS_1


Dia berusaha menenangkan diri, dan membuat orang merasa dia percaya diri.


Qin Yinuo terus menatapnya, waja yang begitu putih mulus, setiap ucapan dari mulutnya begitu kuat. Dan dia tidak memiliki make up sama sekali, warna bibir juga alami, berbeda dengan semua orang yang dia kenal, dia tubuhnya seperti ada sebuah warna yang begitu alami…


__ADS_2