
Hello! Im an artic!
Ibu hamil akan muntah-muntah, sayangnya Mi Lei tak tahu akan kabar kehamilan Tianer.
Ketika Mi Lei sampai di perusahaan, Tianer baru selesai rapat. Sang sekertaris memberitahunya kalau Mi Lei datang, dan Tianer langsung berkata, “Aku sudah kelelahan. Kau bilang saja aku tidak ada!”
Hello! Im an artic!
“Kenapa kau mau bersembunyi dariku?” Tiba-tiba Mi Lei mendorong pintu hingga terbuka dan masuk.
Gong Tianer tertegun untuk sesaat, menatapnya. Sudah tak bertemu selama beberapa hari, sepertinya Mi Lei tampak lebih rapuh. Janggut yang tumbuh di dagunya tidak dibersihkan. Ia meliriknya sekilas, lalu berkata pada sekertaris, “Keluarlah!”
Lalu di ruangan ini hanya tersisa mereka berdua. Gong Tianer tidak menatapinya, berkata pelan, “Katakanlah, kakak Mi mencariku ada apa?”
Nada suara yang dingin seperti ini, ucapan yang terasa jauh membuat Mi Lei tidak terbiasa. Ia menatapi wajah kecilnya, ia sudah jauh lebih kurus. Nada suaranya menyiratkan perhatian, “Tianer, masalah di perusahaan rumit tidak? Kenapa belakangan ini kau sepertinya kurusan?”
Hello! Im an artic!
“Tidak kok, belakangan aku diet!” Nada suaraanya dingin, “Kakak Mi, kalau kau tidak ada urusan, sudah boleh keluar! Aku sibuk kerja!”
**
New York.
Tiba-tiba Qin Yinuo mendapat telepon dari Zeng Li, “Nuo, ada masalah!”
“Katakan!” Qin Yinuo berkata dengan muram.
“Tadi aku mendapat informasi seperti ini di e-mail, tidak mirip pemerasan, karena tidak meminta uang. Tapi ketika dibuka, isinya adalah berita yang merugikan perusahaan, perusahaan kita akan segera menghadapi krisis! Kurasa ada yang sengaja membuat rumor perusahaan.” Zeng Li menekan mousenya,, “Kukirim dokumen itu ke emailmu, kau coba lihat!”
Qin Yinuo membuka laptopnya dan membuka dokumen tersebut. Kemudian sepasang matanya langsung menengang, “Ada apa ini?”
Kelihatannya ini adalah dokumen salinan, di dalamnya tertulis masalah tentang perusahaan Qin.
“Dilaporkan bahwa perusahaan Qin memiliki bisnis yang bagus karena QIn Maoxiang menghindari dan menggelapkan pajak serta melakukan kriminal penyelundupan yang membuatnya kaya dalam waktu satu malam. Sampai saat ini, setelah presiden Qin Maoxian sudah mundur dan memberikan bisnisnya pada anaknya Qin Yinuo. Maka mereka telah memulai bisnis yang bercahaya, namun tak bisa menutupi kriminal kejahatan mereka. Ingin tahu lebih banyak permainan di belakang mereka ketika itu, harap terus ikuti beritanya!”
Di atas dokumen tertulis informasi seperti ini!
Informasi ini belum tersebar keluar. Tapi jika sempat terbeberkan, maka perusahaan Qin mungkin akan menghadapi ancaman besar!
Tak hanya nilai saham yang terancam, namun takutnya seluruh perusahaan Qin juga akan terimbas. Mungkin informasi itu hanya gosip, tapi harus tahu kalau berita tidak menguntungkan seperti ini mungkin bisa langsung menghancurkan perusahaan Qin.
“Aku mengerti! Kau periksa dulu informasi ini muncul dari mana. Besok aku pulang. Kau harus menenangkan media, dalam dua puluh empat jam periksa pemain di belakang layar ini.” Qin Yinuo berkata dengan dingin, “Dan lagi, jangan beritahu ayahku! Belakangan ini syaraf darah otaknya tidak terlalu baik.”
“Mengerti!” Zeng Li mengangguk–
Di Kota Lu.
“Yan, minumlah segelas lagi!” Mata Mo Yihui cantik, tangannya terangkat tinggi memegang gelas dan nada suaranya bergumam. Ia bersandar pada dada pria di sebelahnya. Tubuhnya yang lembut tengah mengenakan gaun tidur transparan, menampakkan bentuk tubuhnya yang mengundang.
Mao Zhiyan bersandar di sofa empuk. Ia menjawabnya sesaat, lalu menghabiskan bir yang diberikannya. Tatapannya dalam dan muram.
Saat ini, telepon berdering.
Mao Zhiyan langsung mendorong Mo Yihui, tatapannya penuh dengan kebencian. Nada suaranya sedingin es, “Halo! Nona An tersayang, kenapa sampai sekarang belum terlihat?”
Mo Yihui tidak berbicara. Ia menuang segelas bir pada gelas kosong, wajahnya tetap tidak berekspresi. Tapi sepasang tangannya malah terus mengelus dada Mao Zhiyan yang kokoh. Mao Zhiyan yang tengah menelepon terus tegang sedari tadi.
“Kalau besok tidak ada di koran, kau tahu apa yang akan kulakukan!” Mao Zhiyan langsung menutup teleponnya dengan bantingan.
“Yan, kau melakukan rencana apa lagi?” Suara Mo Yihui pelan.
Tatapan Mao Zhiyan dingin. Tangan besarnya dimasukkan ke dalam gaun tidur dada Mo Yihui, lalu mencubitnya dengan puas.
__ADS_1
“Hm…ah…” Terdengar suara ******* yang menggoda.
“Kenapa, menginginkanku?” Suara rendahnya terdengar licik, namun bibirnya membentuk senyuman mengejek, “Atau kau menjadikanku sebagai Zeng Li?”
“Heh! Bukannya kau juga menganggapku sebagai kakakku!” Mo Yihui mengelus dadanya, dan terus mengelus mengikuti arah otot-ototnya. Tangannya bergerak ke arah bawah perutnya dengan penuh berani, “Kita ini sedang mengambil apa yang dibutuhkan masing-masing!”
Mao Zhiyan tidak lagi berbicara, langsung membaringkan tubuhnya yang lembut di atas kasur. Ia mendekatkan tubuhnay dan langsung merobek gaun tidur yang tipis itu darinya. Mereka melakukannya tanpa perasaan, cara bercinta yang seperti ini seolah hanya seperti sedang melampiaskan emosi.
Di udara terus terdengar suara ******* dan nafas terburu-buru…–
“Mami benar-benar sudah berbaikan dengan Paman Qin?” Cheng Cheng bertanya dengan khawatir.
Di dalam kamar hanya ada Mu Xue dan Cheng Cheng, Tian Yu sedang menonton kartun bersama Wu Jingxuan.
“Ya. Cheng Cheng, mami menikah dengan Paman Qin, oke?” Meski Mu Xue sudah memutuskana, tapi ia masih ingin berdiskusi dengan anaknya, “Kedepannya biarkan Paman Qin jadi daddymu, oke?”
Cheng Cheng berpikir selama sesaat, berkata, “Mami suka pada Paman Qin kan?”
“Cheng Cheng tidak suka kah?” Mu Xue agak gugup, kalau anaknya tidak suka, ia masih akan khawatir. Karena ia dan Cheng Cheng sudah hidup besama selama beberapa tahun ini, ia sangat peduli pada pendapat anaknya.
Cheng Cheng menggeleng, lalu tiba-tiba memeluk Mu Xue, berkata dengan suara rendah, “Kalau mami suka sama Paman Qin, Cheng Cheng juga suka. Cepatlah mami menikah, lalu lahirkan adik perempuan untuk kami.”
Mu Xue tersentuh, lalu memeluk anaknya. Tiba-tiba ia teringgat akan kata-kata Qin Yinuo tak tidak memperbolehkannya memeluk pria manapun, termasuk Cheng Cheng dan Tian Yu, maka ia lagnsugn tertawa.
Ini kan anaknya. Bisa kalau ia tidak memeluk pria lain, tapi bagaimana dengan anak sendiri?
“Chegn Cheng tidak suka sama anak perempuan ya?” Mu Xue berkata.
“Tidak suka anak perempuan lain, tapi suka pada mami dan adik perempuan!” Wajah Cheng Cheng menampakkan ekspresi penuh perhatian, “Kalau ada adik perempuan, aku bisa melindunginya…”
“Ya! Bagaimana kalau dapatnyua adik laki-laki?” Mu Xue bertanya dengan wajah memerah.
Cheng Cheng berpikir sekali lagi. “Kalau begitu mami dan Paman Qin terus berusaha lagi, buat adik perempuan. Kalau adik laki-laki juga tidak apa, mami jangan khawatir, aku dan Tian Yu akan suka!”
Saat ini telepon berdering. Begitu Mu Xue mengambil handphone, hatinya langsung berdetak cepat.
“Mami, itu telepon dari Paman Qin kah?” Begitu melihat reaksi mami, Cheng Cheng sudah bisa menebak kalau itu adalah telepon dari Qin Yinuo.
“Bagaimana kau bisa tahu?”
“Mami jadi malu!” Cheng Cheng mengecup wajah Mu Xue, “Mami, aku mau pergi mencari Tian Yu dan nenek Jingxuan untuk menonton TV!”
“Nenek Jingxuan?” Mu Xue tertegun, sementara handphonenya terus berdering.
“Katak kakek kedepannya pangil tante Jingxuan sebagai nenek. Dia itu nenek muda! Mami, kedepannya tante Jingxuan akan jadi istri kecil kakek!”
“Astaga!” Mu Xue langsung melongo.
“Cepat mami angkat teleponnya!” Cheng Cheng berpesan, lalu membantu Mu Xue menutup teleponnya dengan penuh perhatian.
Setelah Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, ia baru mengangkat teleponnya, “Halo!”
“Sudah kangen denganku?” Terndengar suara Qin Yinuo yang serak.
Wajah Mu Xue langsung memanas,”Kau memang tidak jetlag?”
“Istriku, aku kangen denganmu!” Qin Yinuo berkata lagi. Suaranya yang serak terdengar dari samudra yang jauh, seolah datang dari mimpi, membuat hati Mu Xue berdetak kencang.
Tentu ia kangen dengannya, tapi kalau memberitahunya, ia akan malu sekali.
Mendengarnya yang tidak menjawab, Qin Yinuo jadi agak kecewa, “Tidak kangen ya? Kalau begitu kututup teleponnya!”
Mendengarnya yang hendak memutus telepon, Mu Xue jadi gugup, berkata cepat-cepat, “Kangen-”
Lalu terdengar suara tawa senang dari seberang sana.
__ADS_1
“Kau menertawaiku!”Tangannya menutupi wajahnya, “Jangan ketawa lagi!”
“Istriku, ketika aku tidak ada disana, kau penurut tidak?”
***
Setelah Qin Yinuo pergi dinas, Xiao Xue kembali bekerja di “Ling Feng” dan tetap menjadi sekertarisnya Pei Lingfeng.
Hanya saja hari pertamanya kerja, ia langsung melihat berita tentang perusahaan Qin di koran.
Judul yang besar– Berita Gelap Perusahaan Qin.
Mu Xue langsung bengong. Penipuan dan penggelapan pajak, spekulasi pasar, menyuap pejabat besar, seolah semuanya benar-benar ada. Astaga, hal ini akan memberi tekanan seberapa besar pada saham?
Pei Lingfeng juga sudah melihat korannya, “Xiao Xue! Sudah baca koran?”
Mu Xue pas sekali tengah memegang korannya, “Ayah, bagaimana ini? Qin Yinuo masih di Amerika!”
“Jangan kalut, perusahaan Qin punya properti keluarga, takkan takut pada kejahatan dari luar. Setiap perusahaan akan menghadapi masalah seperti ini. Kau percaya saja pada Qin Yinuo, dia bisa menyelesaikannya!”
“Tapi sekarang dia tidak ada disini!” Mu Xue berteriak pelan, “Ayah, sekarang aku segera mencari kakak Zeng!”
“Kusuruh Du Jing untuk mengantarmu pergi!” Pei Lingfeng tidak tenang.
Pas sekali Du Jing juga berjalan kemari, “Kuantar kau, Xiao Xue!”
Tak sempat menjelaskan, Mu Xue langsung menelepon Zeng Li.
“Kakak Zeng, ada apa?”
“Xiao Xue, kau pergilah ke kediaman Qin, aku khawatir akan kesehatan paman!” Zeng Li tak sempat menjelaskan, “Aku sudah memberitahu Nuo, dia akan segera kembali!”
“Perusahaan Qin punya musuh kah?”
“Informasi ini dikirim dari sebuah warnet di Kota Shui. Untuk sementara belum menemukan orangnya! Tapi kau tenang saja, akan kami temukan!”–
Di dalam sebuah vila di Kota Lu.
Mao Zhiyan memegang sebuah koran di tangannya. Melihat isi di atasnya, bibir tipisnya tersenyum, “Permainan baru akan dimulai!”
“Kau ingin menghancurkan Perusahaan Qin?” Mo Yihui berjalan mendekat.
“Kalau dihancurkan memangnya kenapa?” Mao Zhiyan mengerutkan alisnya, “Dia yang membuat Yilan jadi seperti ini, memangnya kau tidak mau balas dendam? Ini bukan hal yang tak ada sebabnya. Begitu bukti dikeluarkan, kalau perusahaan Qin tidak hancur juga akan diperiksa!”
“Aku curiga kau bukan benar-benar mencintai kakakku!” Mo Yihui mengedutkan sudut bibirnya, “Kau, Qin Yinuo, semuanya tidak mencintainya. Yang benar-benar mencintai kakakku adalah Han Lie!”
Mao Zhiyan tersenyum remeh, “Apa itu cinta? Kalau menginginkan kakakmu, untuk apa aku menunggu sampai sekarang!”
“Sebenarnya kau punya dendam apa dengan Qin Yinuo?” Tubuh Mo Yihui bergetar, bertanya dengan kaget, “Dia itu bukan orang yang bisa dijatuhkan dengan mudah!”
“Sehingga aku sudah merencanakannya bertahun-tahun! Aku ingin menghancurkannya, membuatnya menghilang dari dunia ini!” Nada Mao Zhiyan yang anggun malah menyiratkan isi pembicaraan yang kejam.
“Kau bukannya berteman baik dengannya?”
Melihat Mo Yihui tertegun, Mao Zhiyan tertawa remeh sekali lagi, “Ya! Kami itu teman baik!”
“Kalau begitu?”
“Kalau begitu kenapa memangnya? Menghancurkannya, mengancurkan perusahaan Qin, dengan begitu baru seru!” Mata muram Mao Zhiyan menyiratkan kebencian, ia menggertakkan giginya sambil berakata, “Membuatnya kehilangan semuanya, bukannya hal yang menyenangkan?”
“Eh! Kau ini mengerikan sekali!” Mo Yihui mengangkat gelasnya, “Tak peduli bagaimanapun, aku mau kehidupan Mu Xue si manusia murahan itu menderita! Aku tak peduli pada yang lain.”
“Tunggu saja perlahan! Ia merenggut segalanya dari tubuh Yi Lan dan diriku, aku akan mengambilnya kembali perlahan!” Mao Zhiyan tersenyum dingin, “Mu Xue itu tak pantas diungkit! Tunggulah saja, besok masih ada berita gosip yang lebih menyenangkan!”
Menghancurkan Qin Yinuo, menghancurkan perusahaan Qin, ini adalah tujuannya selama tiga puluh tahun!
__ADS_1