AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 123 Putramu Sangat Lucu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tuan, lepaskan tanganku!” Mu Xue menarik kembali lengannya sendiri. “Aku sudah berkata tidak apa-apa, aku sudah hampir telat, maaf!”


Dia lanjut melambaikan tangan kepada mobil yang kedua.


Hello! Im an artic!


“Kemana kamu ingin pergi, aku akan mengantarmu, anggap saja sebagai kompensasi karena telah mengotori pakaianmu, aku tidak suka berutang pada orang!” Pria itu bersikeras.


“Ah! Tidak perlu! Tidak apa-apa.” Mu Xue berkata sambil melihat sekilas pria yang didepannya itu. “Tuan, aku benar-benar sudah hampir telat, maaf!”


“Kalau begitu, ayo pergi!” Pria itu menarik tangan Mu Xue sekali lagi, dan dengan begitu mendominasi, langsung menariknya berjalan ke arah Bugatti, “Aku akan mengantarmu!”


Setelah memasukkan Mu Xue ke dalam mobil, dia menatapnya dengan bingung, tidak mungkin, bukankah orang ini sudah terlalu mendominasi? Sudah bisa bersaing dengan Qin Yinuo!


Hello! Im an artic!


Dia merasa sangat lucu. “Tuan, Anda benar-benar tidak perlu mengantarku, aku naik taksi saja!”


“Diam!” Kata pria dengan dingin, dan kemudian menyalakan mobil. “Pakai sabuk pengaman! Kemana kamu ingin pergi?”


Dia terpaksa patuh, dan mengatakan alamat perusahaan dengan nurut. Dominasi pria ini benar-benar sangat menakutkan, dan mengejutkan!


Saat ini, ponselnya menerima pesan lagi.


Mu Xue memegang posnsel dengan erat, sepertinya ingin mendapatkan sedikit kehangatan dari ponsel. Ketika dibuka, melihat di atasnya tertulis : “Xiao Xue, mengapa tidak balas pesan? Aku sangat mengkhawatirkanmu! Apakah sudah tiba di perusahaan? Balas pesanku setelah tiba ! Cium kamu, sayangku……”


Dia tercengang sejenak, wajahnya memerah, lalu mengetik beberapa kata dengan cepat. “Segera tiba di perusahaan!”


Kemudian memiringkan kepala melirik orang yang di samping, lalu menyadari dia kebetulan juga menoleh ke arahnya, kedua mata yang tegas, dingin, dan dalam bagaikan laut itu melihat Mu Xue sekilas, membawa kedinginan yang tidak tertandingi.


Dia menggigil tanpa sadar. “Tuan, terima kasih!”


Semua orang yang mengendari Bugatti mungkin tidak akan menyatu dengan orang, sangat angkuh, seperti ini, ini sama sekali bukan cara untuk meminta maaf, bukan berniat baik mengantarnya ke perusahaan, ini benar-benar lebih canggung daripada menduduki mobil musuh.


“Namamu!” Pria itu tiba-tiba membuka mulut.


“Oh!” Mu Xue bereaksi lambat, lalu tiba-tiba berkata dengan waspada. “Tuan, hanya bertemu sekali saja, tidak perlu tahu nama! Terima kasih Tuan mengantarku ke perusahaan!”


Pria itu mengangkat alis, sudur bibirnya sepertinya terlintas sebuah senyuman dingin, membuat Mu Xue merasa sangat tidak nyaman.


Kedua orang tidak lagi berkata, hingga tiba di depan pintu perusahaan, mobil berhenti, Mu Xue membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil, kemudian berterima kasih dengan sangat segan : “Tuan, terima kasih!”


Orang itu malah menghentikan mobil di tempat parker perusahaan, kemudian setelah menghentikan mobil, dia bingung sejenak.


“Xiao Xue, apakah kamu mengenal Han Lie?” Du Jing juga kebetulan baru saja masuk kerja, ketika melihat mantelnya kotor, kemudian dia membalikkan kepala melihat Han Lie yang berjalan dari arah sana, dan sedikit terkejut, dia sepertinya melihat Xiao Xue turun dari mobil Han Lie.


“Han Lie?” Mu Xue bingung sejenak, menunjuk ke orang yang di sana, “Apakah kamu mengenal tuan itu?”


“Iya, benar, seorang teman lama, kebetulan juga ada hubungan bisnis!” Kata Du Jing sambil berkata kepada pria yang datang dari sana : “Lie, sejak kapan kamu pulang?”


Pandangan Han Lie jatuh pada wajah Mu Xue yang terkejut, sudut bibisnya menunjukkan sedikit kedinginan. “Baru saja pulang!”


“Kalian benar-benar saling mengenal?” Mu Xue menunjuk Han Lie, lalu tiba-tiba menyadari bahwa menunjuk orang itu sangat tidak sopan, dan segera menurunkan tangannya.


“Aku perkenalkan saja!” Du Jing memperkenalkan mereka satu sama lain.


Mu Xue sama sekali tidak menyangka pria ras campuran yang dingin ini akan datang ke perusahaan mereka.

__ADS_1


“Kopi sudah datang!” Setelah membuat kopi, Mu Xue membawanya ke kantor Du Jing, Han Lie sedang duduk di atas sofa, ketika melihatnya masuk, tatapannya berputar-putar.


Mu Xue meletakkan kopi di atas meja, lalu hendak pergi.


Han Lie mengangkat cangkir, mencicipinya, lalu mengerutkan alis, sepertinya terlintas sesuatu di matanya, kemudian bibirnya terangkat tanpa sadar : “Kopi yang dibuat Nona Mu sangat bagus!”


“Eh! Terima kasih!” Mu Xue menarik-narik sudut bibirnya, “Asisten Du, aku pergi kerja dulu, silahkan Tuan Han nikmati!”


Setelah dia pergi, tatapan Han Lie terus memandang ke arah pintu, seperti sedang memikirkan sesuatu. “Han Lie, apakah istrimu baik-baik saja? Apakah dia pulang bersamamu?”


Mendengar kata “Istri”, Han Lie mendengus dingin, dan tidak mengatakan apa-apa, hanya menjawab “Em” dengan pelan, sambil memegang cangkir kopi di tangannya, seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Apakah kamu tenang meninggalkan dia sendiri di Prancis?” Du Jing sedikit tidak mengerti.


***


“Xiao Xue, putramu sangat lucu! Bawa dia bertamu ke rumahku di lain hari, ya!” Ketika mengantarkan kopi ke Pei Lingfeng, dia berkata seperti itu.


“Eh! Presiden, Cheng Cheng masih kecil, tidak mengerti apa-apa, membuat Anda melihat lelucon! ” Mu Xue tersenyum tipis.


“Tidak, anak ini benar-benar sangat lucu! Sudah sepakat, aku akan suruh Du Jing pergi menjemputnya di akhir pekan ini, bawa dia ke rumahku untuk menemaniku bermain selama dua hari!”


“Tetapi……”


“Apakah kamu tidak rela?” Pei Lingfeng mengangkat alis.


Mu Xue menggeleng. “Presiden, Anda jarang-jarang dapat beristirahat pada akhir pekan, sebaiknya beristirahatlah dengan baik, Cheng Cheng masih adalah seorang anak kecil, tidak mengerti apa-apa!”


“Xiao Xue, kamu tidak boleh begitu pelit, aku, Pei Lingfeng tidak mempunyai putra maupun putri seumur hidup ini, kamu berilah aku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan memiliki anak, yah!”


Tidak memiliki putra maupun putri, ah! Presiden Pei benar-benar sangat kasihan.


“Teima kasih!” Pei Lingfeng tertawa, sangat ceria, bahkan lebih senang daripada berhasil mengerjakan sebuah bisnis. “Mari makan siang bersama-sama, pesan restoran yang agak bagus! Untuk menyambut kedatangan Han Lie!”


“Baik, Presiden. Kalau begitu, aku tidak pergi saja, aku akan membantu kalian memesan restoran!” Mu Xue mengetahui bahwa Han Lie dan Pei Lingfeng juga adalah teman lama, begitu datang, Han Lie mengobrol sebentar dengan Pei Lingfeng terlebih dahulu, kemudian barulah pergi ke kantor Du Jing.


“Pergilah, ini adalah pekerjaan!” Pei Lingfeng tertawa : “Han Lie orangnya memang sedikit dingin, sama seperti Du Jing, tetapi mereka adalah pemuda yang sangat bagus, sangat setia, jangan ditakuti oleh wajah dingin mereka!”


“Eh!” Mu Xue mengangguk, tetapi bergumam sedikit di dalam hatinya, Han Lie bukan hanya berwajah dingin saja, karena begitu melihatnya, dia selalu merasa sedikit takut. “Baik.”


Tidak lama setelah Mu Xue pergi bekerja, dia merasa sepertinya ada sebuah tatapan yang terus menatapnya, dia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menemukan Han Lie yang tidak jauh sedang berdiri di depan jendela di luar kantor presiden. Tatapannya seperti melihat ke arah sini, seperti sedang memikirkan sesuatu, melalui dinding kaca, dia masih bisa melihat matanya yang tajam itu, dan merasakan dingin di punggungnya.


Mu Xue memesan Restoran Mi Le.


Ketika mobil tiba di “Menunggu”, mereka berdiri di depan pintu “Menunggu”, dia melihat tatapan Han Lie memandang papan nama restoran, dan bibirnya mengatup erat.


“Iya, sudah banyak kali datang ke resotran ini, pertama kali masuk ke dalam, sepertinya lumayan bagus!” Pei Lingfeng sedikit mengangkat alis, matanya berkedip. “Nama ini sepertinya mempunyai arti tertentu, entah siapa yang sedang ditunggu pemilik restoran ini!”


Perkataannya yang sepertinya tidak sengaja dikatakannya, membuat hati Mu Xue terkejut, apakah presiden tahu bahwa Kak Wu dan Kak Mi adalah kekasih sebelumnya?


Astaga, sebaiknya tidak datang ke sini jika mengetahui itu sejak awal, dia benar-benar bodoh, bisa-bisanya memesan restoran ini.


Mu Xue melihat Mi Le dari jauh, dia tahu bahwa Mu Xue memesan makan, oleh karena itu dia menyediakan tempat yang terbaik spesial untuknya, hingga ketika melihat tiga pria gagah yang di sampingnya, Mi Le sedikit terkejut.


“Xiao Xue, aku sudah menyediakan tempat terbaik untuk kalian!”


“Terima kasih, Kak Mi!” Mu Xue tersenyum berterima kasih.


Ketika Pei Lingfeng melihat Mi Le, matanya berkedip, dan kemudian tertawa. “Aku tidak menyangka bahwa pemilik restoran ini adalah pemuda yang begitu tampan, ah, restoranmu ini pasti sangat menarik bagi banyak wanita muda! Tentu saja, pemiliknya lebih menarik!”

__ADS_1


Mi Le tertawa pelan, “Presiden Pei benar-benar pandai bercanda!”


“Apakah aku sedang bercanda?” Pei Lingfeng melihat sekeliling pada orang-orang yang sedang makan di sini, sepertinya benar-benar lebih banyak wanita muda. “Fakta sudah di depan mata, Anda tidak perlu rendah hati lagi, restoran ini sangat artistik, aku suka!”


Pei Lingfeng berkata dengan penuh arti, tetapi Mi Le malah sangat tenang.


Mu Xue diam-diam memandang Mi Le, sepertinya Kak Mi tidak tahu kejadian Presiden Pei dengan Wu JingXuan, jika tidak, bagaimana mungkin dia akan setenang ini.


Tetapi melihat tampilan Presiden Pei, juga tidak terlihat apa-apa!


Setelah menyapa satu per satu dan mengatur tempat duduk, Mi Le membawa Mu Xue ke samping. “Xiao Xue, mengapa kamu bekerja di ‘LingFeng’, semua orang mengatakan bahwa Pei Lingfeng sangat playboy, kamu jangan tertipu olehnya!”


Mu Xue menggeleng merasa lucu. “Kak Mi, Presiden Pei sangat humoris dan lucu, tidak seperti yang dikatakan di luar, dia tidak akan melakukan apa-apa terhadap pekerja wanita di perusahaan kami, lagipula, dia adalah senior di mataku! Terima kasih atas perhatian Kak Mi, apakah kamu baik-baik saja akhir-akhir ini?”


Mi Le menghela napas. “Tidak bisa dikatakan baik, tetapi juga tidak bisa dikatakan tidak baik, oke oke saja!”


Mu Xue tiba-tiba teringat kejadian Wu JingXuan dan Pei Lingfeng, mungkin karena takut bahwa Wu JingXuan dan Presiden benar-benar mempunyai hubungan ambigu yang tidak jelas, dan jika Kak Mi terus menunggu seperti itu, entah harus menunggu sampai kapan!


“Kak Mi, kamu segera carikan kakak ipar untuk aku dan Mi Ling ya! Daripada begitu kesepian!”


Hanya dengan sebuah kalimat saja, Mu Xue langsung melihat wajah Mi Le memucat, kemudian dia berkata dengan sedikit canggung, “Aku adalah aktivis non-nikah! Tidak ingin menikah, kakak ipar yang kalian inginkan, sayangnya itu sudah tidak mungkin! Kembalilah, mereka masih menunggumu memesan makanan!”


Setelah selesai mengatakan perkataan ini, Mi Le tersenyum dan menepuk bahunya. “Pergilah, kamu menjadi sangat kurus akhir-akhir ini, sudah seharusnya dirawat”


“Kak Mi……”


“Pergilah!” Setelah sedikit mengangguk, Mi Le pun buru-buru pergi.


Melihat bayangan punggungnya yang kesepian itu, hatinya merasa sakit, sejak zaman kuno, perasaan selalu terganggu oleh kekejaman, sepertinya Kak Wu dan Kak Mi akan sangat sulit untuk bersama, bukan?


“Lie, bagaimana bisa kamu dengan tenang meninggalkan istrimu sendirian di Prancis?” Pei Lingfeng bertanya dengan tidak sengaja.


Tangan Han Lie yang memegang cangkir kopi bergetar, lalu mengatup bibir dan berkata dengan santai : “Kami sudah cerai!”


“Cerai?” Pei Lingfeng dan Du Jing tercengang. “Bagimana mungkin?”


Ketika Du Jing bertanya kepada Han Lie pertanyaan tentang dia dan istrinya, Han Lie tidak berkata apa-apa, hanya menghela napas saja, pada saaat itu dia sudah merasa sedikit aneh, tetapi tidak menyangka ternyata sudah cerai! Informasi ini membuat kedua orang itu sangat terkejut, mengingat kembali betapa Lie mencintai istrinya saat itu!


“Kapan ini terjadi?” Pei Lingfeng melihat ekspresinya sepertinya tidak bagus, dan mengerti bahwa apa yang dikatakannya itu benar.


“Sudah setahun!” Han Lie berkata dengan santai. “Semua sudah berlalu!”


“Sudah berlalu begitu lama? Berapa lama terakhir kali aku pergi ke Prancis? Du Jing?” Pei Lingfeng mengerutkan kening.


“Ayah angkat, musim panas tahun lalu!” Kata Du Jing.


“Apakah sudah begitu lama? Mengapa waktu berlalu dengan begitu cepat?” Gumam Pei Lingfeng.


“Sebaiknya tidak perlu diungkit masalah ini lagi, Paman Pei, kali ini kembali aku akan tinggal lama, kita bahas sesuatu yang menyenangkan! Bisnis Anda cukup baik akhir-akhir ini, ya?” Han Lie berubah tenang kembali dalam seketika, tatapannya memandang Mu Xue yang datang dari sana, matanya sedikit berkedip, terlintas perasaan yang aneh.


“Bagus juga! Tidak ungkit lagi!” Kata Pei Lingfeng, dia juga melihat Mu Xue datang kemari. “Xiao Xue, duduk di sampingku!”


Begitu dia melambaikan tangan, Mu Xue pun mengangguk. “Baik!”


Ketika duduk di samping Pei Lingfeng, suasana tenang, dia juga tidak tahu harus berkata apa.


“Nona, bawakan segelas air hangat!” Kata Du Jing kepada pelayan.


Segelas air hangat segera diantar kemari, Du Jing memberikan air kepada Mu Xue, kemudian berkata dengan suara pelan : “Kamu minum air hangat saja, semua minuman yang berwarna tidak boleh diminum lagi!”

__ADS_1


__ADS_2