AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 39


__ADS_3

Ucapan Ceng Yangyang membuat mereka bertiga tertegun, wajah Mu Xue langsung memerah, dia langsung berkata, “Nona Ceng, kamu salah paham, aku hanya sekretaris CEO!”


Hello! Im an artic!


Jawaban Mu Xue yang begitu cepat membuat Qin Yinuo tidak senang.


Ceng Li juga melihat ekspresi Qin Yinuo, dia tersenyum, “Yangyang, kamu kepo sekali, tidak lihat Xiao Xue takut dengan candaan kamu!”


Hello! Im an artic!


“Aku pergi ke toilet dulu!” Mu Xue berdiri, dia tidak mau terus dibercandain.


Siapa tahu kakinya licin dan hampir saja terjatuh.


“Hati-hati!” Ceng Li langsung memeluk pinggannya, “Xiao Xue, hati-hati ya!”


“Manajer Ceng, terima kasih!” Mereka saling bertatapan, Xiao Xue yang malam ini beneran sangat cantik.


Hello! Im an artic!


Ceng Yangyang tertegun melihat tatapan Ceng Li, tangan kecilnya terlihat dikepalkan.


Kakak Li jatuh cinta?


“Xiao Xue, memakai sepatu hak tinggi beneran menyiksamu bukan?” Ceng Li dari awal sudah melihat ketidaknyamanan di kakinya.


Mu Xue juga mulai malu karena perhatiannya, wajahnya terlihat memerah. Dia mendengar detak jantungnya yang semakin cepat, “Iya, aku tidak terbiasa pakai!”


Tatapan Qin Yinuo terus berputar di antara mereak. Tangan Ceng Li masih belum lepas dari pinggang Mu Xue.


Ceng Yangyang melihat ke arah Qin Yinuo, lalu melihat ke arah tatapannya, tiba-tiba dia tertawa dan berkata, “Hahahaha….. kakak, kalau kamu tidak melepaskan tangamu, kakak Nuo mungkin akan membunuhmu!”


“Uuh!” Ceng Li baru sadar, “Maaf!”


Ceng Li melirik ke arah Qin Yinuo, ekspresinya beneran sangat menakutkan, tapi Mu Xue juga berkata, “Tidak apa-apa! Terima kasih!”


Qin Yinuo menatapnya dengan menakutkan, melihat tatapannya, membuat detak jantung Mu Xue semakin kencang.


“Iya! Sekretaris Mu, manajer Ceng begitu perhatian denganmu, kamu memang harus berterima kasih padanya!” Dia berkata, Qin Yinuo kemudian melihat ke arah ceng Li.


Ceng LI tiba-tiba berdiri, dan melihat ke arah Mu Xue, “Nuo, aku beneran perhatian dengan Xiao Xue! Tadi Yangyang juga bilang, Xiao Xue mirip keluarga kami, jadi aku lebih baik jad orang baik sampai akhir saja, Xiao Xue, demi menghindari kamu terjatuh lagi, kakak yang anter kamu ke toilet saja!”


Ceng Yangyang tertegun dan langsung tertawa, “Hahaha, kakak, pergi pergi! Aku suka kakak Xiao Xue, kalau Xiao Xue bukan pacarnya kakak Nuo, biarkan dia jadi kakak ipar aku saja!”


“Tidak perlu! Aku bisa pergi sendiri!” Wajah Mu Xue semakin merah, keluarga Ceng ini memang sangat ribut, candaan mereka sangat berbahaya. “Aku mau pergi ke toilet wnaita, manajer Ceng sebaiknya tidak usah ikut!”


“Hah?” Ceng Li mengerutkan keningnya.


Mu Xue langsung kabur, kalau nggak, mungkin dia akan gila.


Melihat dia kabur dengan cepat, Ceng Li berkata: “Iya, aku memang tidak cocok! Tapi maksud aku anter sampai depan pintu saja!”


Tiba-tiba, Qin Yinuo berdiri dan menatap Ceng Li dengan serius, dia merasa Ceng Li yang ikut datang ini beneran menyebalkan.


Dia berkata, “Jauhi dia!”


“Haha!” Ceng Yangyang tertawa lagi, “Lucu sekali kalian!”

__ADS_1


Dia pertama kali melihat kakak Nuo begitu membela seorang wanita.


“Kenapa jauhi Xiao Xue, dia kan bukan pacar kamu?” Ceng Li berkata dengan tidak takut mati.


“Diam!” Qin Yinuo menatapnya, “CEO Pu datang, cepat selesaikan tugas kamu hari ini!”


“Baiklah!” Ceng Li merasa tidak perlu bercanda lagi, dia pergi sambil menatap ke arah kamar mandi.


Ceng Yangyang melihat Ceng Li pergi, senyumannya langsung menghilang, “Kakak Nuo, kamu suka dengan kakak Xiao Xue?”


Qin Yinuo mengerutkan keningnya.


“Kalau suka harus didapatkan ya!” Ceng Yangyang tersenyum kembali.


“Yangyang, kalau sudah lulus kenapa tidak pulang?” Qin Yinuo mengalihkan topiknya.


Ceng Yangyang menatap ke arah pestanya, lalu tatapannya berhenti di seorang pria yang berpakaian rapi dan sedang berpura-pura tertawa itu, “Kenapa harus pulang?”


Qin Yinuo melihat ke arah tatapannya, dan mengerutkan keningnya, “Yangyang, dia itu kakak kamu!”


“Bukan kandung!” Ceng Yangyang cemberut dan berkata.


Qin Yinuo tertegun, apakah Yangyang punya rasa dengan Ceng Li?


Tatapan di aula pesta itu saling bresilang, mereka semuanya bingung dengan kehadiran wanita pendamping Qin Yinuo ini, para karyawan kantor cabang ini merasa aneh, sejak kapan CEO mereka ganti wanita lagi, dia ingat sejak 3 tahun lalu CEO selalu membawa wanita yang menggoda, dan didengar-dengar wanita itu adalah tunangannya CEO.


Sekarang katanya sudah putus.


Dan selama 3 tahun tidak pernah membawa satu orangpun datang, kali dia membawa orang baru lagi, dan seperti bocah yang belum dewasa, sangat polos dan suci, apakah ini menandakan Qin Grup akan punya nyonya baru?


Mu Xue merasa kesal dengan tatapan orang-orang ini. Dia yang kembali dari toilet, melihat banyak orang yang sedang menatapnya.


Baru saja masuk ke aula pesta, dia melihat Qin Yinuo berada di kerumunan orang, dia melihat gayanya yang begitu elegan itu.


Dan di satu sisi, Ceng Li sedang merokok, Mu Xue pertama kali melihat Ceng Li merokok.


“Xiao Xue?” Ceng Li tersenyum melihat orang yang datang ini. “Kenapa nggak di dalam?”


Ceng Li mematikan rokoknya, dia tidak suka orang jadi perokok pasif.


“Kamu juga tidak di dalam!” Mu Xue melihat Ceng Li terlihat kesal dan capek, dan di lantai penuh dengan puntung rokok, seluruh lorong juga penuh dengan asap rokok, “Kamu sangat capek?”


Ceng Li berusaha tersenyum, dia menatap ke Mu Xue dan mengedipkan matanya, “Enggak kok, kenapa aku bisa capek?”


Mu Xue mengangguk, setiap orang pasti punya kesulitan masing-masing, dia mengerti, hanya saja melihat Ceng Li yang merokok sendirian, dia merasa Ceng Li yang sekarang bukan seperti biasa, mungkin dari awal dia sudah menebaknya, orang ini adalah orang yang selalu menutup emosinya di belakang senyumannya.


Dia melihat keluar lorong, lampu warna warni di luar sana, negara yang asing, semua yang terasa begitu asing, tidak tahu bagaimana dengan Cheng Cheng malam ini.


“Kita masuk dulu!” Ceng Li tersenyum.


“Iya!” Mereka berdua berjalan masuk ke dalam.


Ceng Li terlihat tidak fokus, Mu Xue walaupun tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia bisa melihat bahwa Ceng Li terlihat sedikit capek.


Qin Yinuo langsung kesal melihat mereka masuk bersama, tatapan yang setajam mata elang itu langsung tertuju ke arah Mu Xue, wanita sialan, tadi dia tidak menemukannya, ternyata sedang bersama Ceng Li.


Dan sekarang, Mu Xue melihat Ceng Yangyang tidak tahu pergi ke mana, dan di depan mereka muncul satu wanita. Ceng Li sepertinya tidak memerhatikan wanita yang berjalan ke arahnya itu.

__ADS_1


Mu Xue malah melihat ada aura kebencian dari mata orang itu, kemudian dia melihat wanita itu mengeluarkan sebuah benda dari tasnya, pisau.


Uuh!


“Awas!” Seketika, Mu Xue langsung mendorong Ceng Li.


“Uuh!” Ketika Ceng Li sadar, tangan Mu Xue sudah tertusuk oleh pisau itu.


Dan pisau wanita itu ternyata mengarah ke Ceng Li.


“Xiao Xue!” Ceng Li berteriak, dan dengan cepat menendang wanita itu, dia melihat banyak darah segar keluar, wajah Mu Xue mulai pucat.


Qin Yinuo berdiri sangat jauh, ketika sadar, Mu Xue sudah duduk di lantai.


Sakit sekali!


Dan seketika, wanita itu berdiri lagi, dia melotot ke arah Mu Xue dengan kesal, kalau bukan wanita ini, dia sudah membunuh Ceng Li.


“Awas!” Mu Xue melihat wanita itu datang lagi.


Ceng Li sekali lagi menendang wanita itu, dan sekarang, semua tamu di pesta sudah pada ramai, kenapa ada orang yang berbuat jahat di pesta ini?


Darah segar yang keluar dari tangan Mu Xue membuat Ceng Li panik, dia dengan cepat memeluk Mu Xue.


“Mu Xue!” Qin Yinuo yang berlari kemari melihat darah segar keluar dari tangan Mu Xue, dia berteriak dengan kerasa, membuat semua orang di acara itu terkejut.


Wajah Mu Xue sangat pucat ditambah keringat dingin, membasahi beberapa helai rambutnya, ketika melihat Qin Yinuo yang melotot dirinya, dia merasa sangat pusing, sambil bergumam: “Sakit sekali!”


“Kamu berani, kamu berani…..”Dia sudah marah sampai tidak bisa berkata-kata, wajah yang begitu dingin, Qin Yinuo langsung menggenggam satu tangannya lagi, “Cepat ke rumah sakit!”


Sekarang security sudah menangkap wanita itu.


Ceng Li juga terkejut! Dia tidak pernah ada perasaan seperti ini, kenapa Xiao Xue mau menyelamatkannya?


“Aku tidak apa-apa!” Mu Xue selesai berkata, seketika dia merasa pandangan menjadi gelap dan terjadi ke pelukan Qin Yinuo.


“Ceng Li, cepat, ke rumah sakit!” Qin Yinuo berkata dengan panik, dia menggendong tubuh kecil yang pingsan ini, dan menoleh ke arah wanita yang sudah ditangkap itu, “Serahkan ke polisi!”


Di perjalanan, Qin Yinuo terus memeluk Mu Xue, wajah gantengnya itu sangat dingin.


Di ranjang rumah sakit, Mu Xue masih belum bangun, wajahnya terlihat begitu pucat.


Mata Qin Yinuo terlihat sangat khawatir, wanita sialan ini, kenapa dia tidak mempedulikan nyawanya dan pergi menyelamatkan Ceng Li, dia bisa melakukan hal itu dalam sekejap.


Luka di daerah bahunya itu sudah dijahit oleh dokter.


“Dokter, kenapa masih belum bangun?” Qin Yinuo bertanya dengan kesal.


“Tuan, nona ini kekurangan gizi, dan terluka parah, jadi pasti lebih capek, jangan khawatir, dia akan sadar sebentar lagi!”


“Dia kekurangan gizi?” Qin Yinuo tertegun, kemudian melihat ke arah Mu Xue, “Pantesan begitu kurus!”


Ceng Li pertama kali melihat Qin Yinuo begitu marah, walaupun kejadian waktu itu membuat dia berubah emosi, tapi juga tidak semarah ini.


Dia sedang marah, tapi kenapa?


Dia dan Xiao Xue? Ceng Li menghela nafasnya, dia masih kaget dengan Xiao Xue yang tidak mempedulikan diri sendiri dan menyelamatkannya, sesaat, dia merasa sangat bersalah, perasaannya sangat kacau.

__ADS_1


Ceng Li pertama kali melihat Qin Yinuo begitu marah, tidak dingin seperti dulu, dan langsung marah berteriak, kedua matanya terlihat begitu besar, dan terus menatap ke arah Mu Xue yang pingsan itu, seperti ingin mencekiknya.


__ADS_2