
Hello! Im an artic!
“Apakah aku masih tidak cukup bersabar?” Lan Yan meraung.Sepuluh tahun yang lalu, aku sudah tahu kalau kamu dan Lan Xin memiliki masalah. Aku sudah bersabar selama sepuluh tahun demi kamu, demi keluarga kita, juga demi Tong Tong! Apakah aku tidak cukup bersabar?! Jika orang lain, hari ini kamu, Walikota Song sudah menjadi bahan pembicaraan satu kota Fengcheng! Pria keji yang sudah mengkhianati pernikahan dan keluarganya!”
Song Sitong bersandar di dinding, merasakan seluruh perutnya mual dan seluruh organnya berguling…berteriak kesakitan.
Hello! Im an artic!
“Song Qingquan , apakah Lan Xin tahu kamu membuat keributan seperti ini dan ingin menceraikanku? Aku ingin bertanya padanya, apakah dia harus membuat kita bercerai baru merasa puas?”
“Ini adalah masalah kita berdua, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lan Xin! Kamu jangan pergi mencari dia!”
“Song Qingquan ! Bajingan kamu. Kamu tidak membiarkanku hidup, aku juga tidak akan membiarkanmu hidup. Aku ingin membunuh Lan Xin dan Song Yin, membunuh mereka!” Lan Yan akhirnya meraung dan berteriak dengan sekuat tenaga.
“Lan Yan!” Nada suara Song Qingquan berubah menjadi nada memohon dan bahkan berbisik, “Aku mohon padamu, aku yang bersalah padamu. Aku yang tidak baik. Aku juga mohon padamu untuk memaafkanku. Tapi aku tidak bisa membiarkan Lan Xin tidak memiliki status.”
Hello! Im an artic!
“Apakah ini permintaan dia?”
“Dia selalu berkorban untukku, tidak pernah meminta padaku! Aku yang ingin menikahinya!”
“Kenapa?” Lan Yan terisak. Aku sama sekali tidak peduli. Kamu juga dapat terus berhubungan dengannya, bukankah selama ini aku telah berpura-pura bodoh? Mengapa kamu harus menikahinya? Tidak bisakah kamu membiarkan aku mempertahankan kebahagiaan palsu ini? Biarkan Tong Tong tetap menjaga rasa hormatnya padamu, kamu adalah ayah yang paling dicintainya!”
“Aku tidak bisa!” Song Qingquan sudah begitu bertekad.
“Hahaha…” Lan Yan tertawa sedih.
Song Sitong tidak bisa mendengarkan lagi dan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
Tawa sedih ibunya telah menghancurkan segalanya. Dia merasa dirinya akan menjadi gila dan akan meledak. Pada saat itu, dia baru tahu kalau dirinya hidup di dunia yang penuh dengan kebohongan.
Dia mengulurkan tangannya untuk membuka pintu sampai terbuka dan langsung berjalan masuk lalu berteriak pada Song Qingquan , “Mengapa? Mengapa? Ayah, kamu benar-benar membuatku kagum, membiarkanku memujamu dari hatiku! Ternyata perselingkuhan bisa disembunyikan begitu lama, sampai dua puluh tahun lamanya! Benar-benar hebat, apakah aku harus belajar juga?”
“Tong Tong?”
“Tong Tong!” Song Qingquan dan Lan Yan tercengang.
“Aku akan mencari bibiku yang kotor dan murahan, lalu bertanya padanya, mengapa harus menggodamu?”
“Tidak boleh pergi!”
“Kalau begitu kau ingin aku belajar sikap bibi yang murahan? Dan merayu pria di mana-mana?” Song Sitong mengertakkan gigi dan menggelengkan kepalanya dengan marah. Dia berbalik dan berlari keluar, sambil berlari sambil berteriak seperti orang gila, “Aku akan pergi mencari mereka! Aku ingin melihat betapa kejamnya dia!!”
“Tong Tong!” Song Qingquan berteriak dan melompat dari tempat tidur. “Kembali! Kamu dengarkan penjelasanku!”
Song Sitong sudah berlari menuruni tangga seperti angin puyuh dan bergegas keluar dari ruang tamu.
__ADS_1
Ketika dia bergegas ke rumah Lan Xin yang berada di kompleks Liyuan, Lan Xin membuka pintu dan tersenyum lembut, “Tong Tong, kenapa kamu begitu pagi datang kemari? Kamu sudah makan belum? Aku dan Yinyin baru saja selesai makan. Apakah kamu ingin aku memasak sesuatu untukmu?”
Song Sitong menyeruak masuk seperti angin puyuh dengan amarah di wajah yang tidak dapat disembunyikan dan menatapnya dengan terengah-engah.
Lan Xin sedikit terkejut, dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Song Sitong sudah membalik meja makan.
“Ah…” Song Yin berteriak karena terkejut. “Kakak, apa yang kamu lakukan?”
“Apa yang kulakukan? Apa yang kulakukan?! Yinyin, harusnya kamu bertanya apa yang sudah ibumu lakukan. Dia adalah wanita kejam yang sudah merayu suami orang lain. Tidakkah kamu ingin tahu siapa ayahmu? Coba kamu tanya pada ibumu!” Song Sitong berdiri di sana dengan penuh kemarahan.
Nama Song Yin waktu itu adalah Lan Yin. Dia berdiri tercengang di sana dan menoleh melihat ibunya dan baru menyadari wajah ibunya sudah memucat.
Dan sorot mata Song Sitong penuh dengan amarah, seperti dua lampu sorot yang memancarkan cahaya terang di malam gelap. Dia menatap Lan Xin dengan tajam. Kemudia dia menunjuk ke arah Lan Xin dan memaki, “Dasar kamu wanita murahan, kamu sudah merebut suami kakakmu sendiri. Kapan ibuku bersikap buruk padamu? Kenapa kamu harus memperlakukannya seperti itu?”
Song Sitong menatap tajam Lan Xin dan dalam sekejap menatap wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang gemetar. Penampilannya yang ketakutan seperti ini memang membuat orang tersentuh.
Kemarahan di hati Song Sitong meledak keluar seperti gunung berapi. Ia menatap tajam ke arah Lan Xin dan berkata dengan tajam, “Bibi, ajari aku dan Yinyin bagaimana cara merayu pria. Kami akan belajar dengan baik darimu bagaimana caranya merayu pria di kemudian hari!”
“Kak, apa sebenarnya yang kamu bicarakan?” Song Yin tidak mengerti.
“Bicara apa? Aku beritahu padamu, kita memiliki ayah yang sama. Ibumu ini sudah merayu ayahku dan melahirkanmu!”
Saat itu, Song Yin langsung terpana, “Ibu?”
Lan Xin menggigit bibirnya, wajahnya pucat pasi dan menganggukkan kepala.”Iya! Yinyin, pamanmu memang ayah kandungmu!”
“Kau sudah dengar? Ibumu mengakui kalau dia seorang wanita murahan!” Song Sitong mengangkat alisnya dan melangkah maju lalu berteriak, “Bagaimana kamu bisa dibandingkan dengan ibuku? Apa yang baik darimu?”
“Bu, kenapa bisa seperti ini?” Song Yin buru-buru melangkah maju untuk menarik Song Sitong, karena sepertinya dia akan melakukan sesuatu pada ibunya. Song Sitong menepis tangannya dan mundur selangkah, “Aku tidak akan memukulmu, karena kamu tidak pantas!”
“Maaf, Tong Tong. Bibi bersalah padamu dan bersalah pada ibumu!”
Song Sitong mengepalkan kedua tangannya erat-erat dan berteriak dengan penuh kemarahan, “Kamu bukan bibiku, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu adalah kekasih ayahku? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu adalah wanita murahan yang sudah merayu pria yang sudah menikah?! Kamu ingin ayahku menceraikan ibuku lalu menikahimu, kan? Apakah kamu memiliki kemampuan ini?”
“Ah!” Lan Xin berseru dan mundur terhuyung-huyung. Wajahnya berubah drastis, tubuhnya gemetar saat dia bersandar di sofa. “Tidak…tidak…tidak! Aku tidak ingin! Tong Tong, dengarkan aku. Aku tidak ingin mereka bercerai.”
Dia berkata dengan sedih, “Tidak seperti ini, tidak seperti ini…”
“Kamu adalah wanita murahan! Masih tidak mau mengakuinya!”
“Tong Tong, diam!” Tiba-tiba terdengar suara rendah yang penuh kemarahan, berwibawa dan kuat dari depan pintu.
Semua orang mengangkat kepala melihat, ternyata Song Qingquan !
Dia berdiri di depan pintu menatap Song Sitong dengan penuh rasa sakit.
Ketika Lan Xin melihat Song Qingquan ,dia seperti melihat penyelamat. Dia merasa sedih juga gembira. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berdiri dan berlari ke arahnya dengan air mata di wajahnya. Dia merintih dan terisak, “Qingquan !”
__ADS_1
Setelah berteriak, dia bergegas berlari ke arahnya. Song Qingquan melihat wajahnya yang penuh air mata dan hatinya sudah merasa sakit. Dia mengulurkan tangan dan secara alami menariknya ke dalam pelukannya.
Song Sitong berbalik dan melihat pemandangan itu lekat-lekat. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan tajam, “Bagus! Ayah! Kamu akhirnya tiba! Kamu buru-buru datang untuk melindungi wanita simpananmu? Apakah kamu pikir aku akan memakannya? Bagus, kalian benar-benar mesra! Benar-benar tidak tahu malu!”
Song Yin juga terpana. Saat itu, seluruh orangnya menjadi seperti orang bodoh. Mengapa pamanku adalah ayahku?
Mengapa ibuku bisa berlari ke pelukan pamanku?
Ironis sekali, paman yang tegas dan baik hati itu ternyata adalah ayahnya? Ibunya benar-benar merebut suami kakak perempuannya dan menjadi wanita simpanan selama bertahun-tahun.
“Tong Tong, apapun yang kamu katakan sudah tidak ada gunanya. Aku ingin menceraikan ibumu, ingin bercerai!”
“Kalian semua bersalah pada ibuku!” Mata Song Sitong menatap lurus dan tajam. “Aku membenci kalian!”
Air matanya akhirnya memenuhi matanya. Dia menatap tajam ke arah ayahnya yang paling dia hormati dan kemudian menoleh ke arah Song Yin. “Kamu sudah lihat, seorang suami dengan dua istri. Ini adalah ayah kita. Ayah kamu dan aku, hahaha…”
Song Yin sama sekali tidak bisa mempercayai kalau semuanya ternyata seperti ini.
Song Sitong berteriak dengan keras, “Ayah! Kamu munafik! Kamu adalah orang paling munafik di dunia!”
“Plak!” Pipi Song Sitong ditampar keras-keras oleh Song Qingquan . Song Sitong terhuyung mundur beberapa langkah. Song Qingquan mengejarnya dan menamparnya lagi. Ketika dia mengangkat tangannya lagi, Song Yin berteriak dengan keras, “Jangan pukul kakak, jangan pukul!”
Pada saat yang sama, Lan Xin dengan cepat menghampirinya dan memeluk lengan Song Qingquan dengan putus asa. Dia berteriak, “Qingquan , kamu jangan gila! Bagaimana bisa memukuli anak-anak karena kesalahan kita? Aku yang tidak baik, aku yang salah. Aku yang sudah berbuat salah! Aku pikir jika aku mendedikasikan diriku padamu tidak akan bisa menyakiti orang lain. Aku tidak tahu kalau ternyata dedikasiku ini juga bisa menyakiti orang lain! Aku yang salah! Aku yang salah! Aku yang salah!”
Song Qingquan menutup matanya dan berkata dengan nada rendah, “Cinta itu tidak bersalah!”
“Bagus sekali…Cinta yang tidak bersalah!” Song Sitong perlahan mengangkat kepalanya, dan ada bekas darah di sekitar sudut mulutnya. Dia menyeka darah itu lalu melarikan diri.
“Kakak…” Song Yin melihat dia dipukul dengan begitu keras. Kakaknya yang begitu bangga akan dirinya sendiri, kakak yang begitu ceria. Bagaimana dia bisa menerima pukulan seperti itu?
Song Sitong melesat ke arah pintu seperti anak panah dan bergegas keluar. Dia berlari begitu tergesa-gesa sehingga dia hampir jatuh ke bawah. Song Yin mengejarnya dan mereka berdua lari keluar dari kompleks.
Song Sitong berlari tanpa tujuan, di tengah suara klakson mobil dari semua sisi. Dia berlari tanpa memedulikan kendaraan. Dia sama sekali tidak bisa berpikir, tidak memiliki kesadaran. Dan hatinya yang terbakar hanya dipenuhi dengan rasa depresi yang begitu hebat. Dalam keadaan emosi, marah dan sedih…dia hanya bisa berlari…Berlari menuju masa depan yang tidak diketahui.
Sebuah mobil melaju kencang. Pada saat itu, Song Sitong tidak melihatnya, dan Song Yin berseru, “Kakak…”
Dia mendorong Song Sitong dengan cepat. Song Sitong didorong keluar olehnya, dan orang di belakangnya juga mendorongnya. Saat dia menoleh karena terkejut dan mendengar suara rem yang tajam bergesekan dengan tanah, dia tercenang. Orang yang berada di tengah kolam darah itu adalah bibinya yang begitu mulia dan cantik. “Bibi!!”
Song Yin merangkak ke arahnya, sedangkan Song Sitong tetap terpana.”Ibu…ibu…”
Ada begitu banyak darah mengalir keluar dari mulut Lan Yan. Dia memegang tangan Song Sitong dengan erat, “Tong Tong…ibu…tidak, tidak bisa menjagamu lagi!”
“Ibu, tidak! Tidak, kita pergi ke rumah sakit, bu!” Song Sitong menangis.
“Bu, tidak…tidak boleh!” Lan Yan memuntahkan begitu banyak darah lagi kemudian menoleh untuk melihat Yinyin, ada senyum yang tersungging di bibir Lan Yan, “Yin…Yinyin, berjanjilah pada Bibi untuk menjaga kakakmu!”
“Bibi, aku akan menjaganya!” Song Yin menangis dalam kesedihan. Pada saat itu, jika bibi tidak mendorongnya, mungkin saat ini orang yang berada di genangan darah itu adalah dia.
__ADS_1
Di dalam kamar, Song Qingquan tiba-tiba tersadar. Ada rasa sakit yang tajam melanda hatinya seperti cambuk.
“Qingquan , kita cepat keluar, terjadi sesuatu!” Lan Xin berteriak dengan cemas.