AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 94 Tidak Bisa Diubah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nona Mu, ini benar-benar tidak mungkin!”


Mu Xue malah mendongak, tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arahnya, melihat ke arah Tuan Qin yang acuh tak acuh, wajahnya tegang, dia akhirnya tahu seperti apa Qin Yinuo, temperamen itu, pesona itu, ayah dan anak itu benar-benar sangat mirip.


Hello! Im an artic!


Qin Maoxiang menatapnya dengan tajam. Gadis itu tampaknya tidak terlalu tua. Menurut penyelidikan sebelumnya, dia baru berusia 17 tahun ketika dia hamil, menjadi ibu pengganti, dan sekarang kurang lebih baru berusia 23 tahun.” Halo, Nona Mu!”


Mu Xue terkejut, ia buru-buru berkata, “Tuan Qin, halo!”


“Nona Mu, aku suka berterus terang! Aku rasa kamu seharusnya mengerti, kamu ini adalah ibu pengganti saja. Bahkan kalau dirimu hebat, tetap tidak akan bisa mengubah fakta kalau kamu hanya ibu pengganti yang menyewakan rahimnya saja.”


Kata-katanya menabrak hati Mu Xue seperti palu yang berat, dan untuk sesaat, dia merasakan seluruh hati seolah terkoyak! Udara dingin melonjak ke dalam hati Mu Xue, sangat dingin, sangat menyakitkan!


Hello! Im an artic!


“Nona Mu, kamu harus mengerti bisnis properti Keluarga Qin. Tianyu adalah cucu tertuaku, Qin Maoxiang. Ia adalah penerus bisnisku. Lantas, beberapa tahun ke depan, apakah kamu ingin orang-orang tahu kalau kamu hanya ibu kandungnya adalah ibu pengganti yang dibayar saja? Apa kamu rasa, saat waktunya tiba, dia bisa mewarisi Perusahan Qin? Aku hanya khawatir begitu masalah ini terungkap, saham Perusahaan Qin akan turun tajam. Apakah kamu ingin melihat putramu akan begitu malu pada saat itu?”


Satu tarikan napas, ucapan itu membuat hati Mu Xue semakin dingin!


Iya!


Dia hanya peduli akan perasaannya sendiri saja, hati nuraninya tidak dikutuk, sejak awal tidak pernah memikirkan Tianyu akan seperti apa nantinya! Dia bukan ibu yang kompeten, sejak awal bukan.


“Nona Mu, saku bisa memahami bagaimana rasanya seorang ibu kehilangan anaknya. Tapi, penerus keluarga Qin harus mendapatkan latihan yang keras agak menjadi orang yang sukses dan berbakat! Yinuo tidak memiliki ibu sejak dia lahir. Dia bisa tumbuh sangat berbakat, begitu juga cucuku, Tianyu. Jadi Nona Mu, apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?” Suara Qin Maoxiang dingin dan datar.


Mu Xue menundukkan kepalanya, air mata memenuhi matanya, tetapi tidak jatuh, dia tidak berbicara, tetapi hatinya terasa seperti ditusuk pisau tajam yang dipelintir, dan rasa sakit itu hampir membuatnya kehabisan napas.


“Masih ada lagi! Yinuo adalah presiden direktur Perusahaan Qin. Bahkan jika dia diusir olehku sekarang, dia tidak bisa mengubah fakta kalau dia adalah pewaris keluarga Qin. Nona Mu, kamu benar-benar tidak cocok dengannya! Orang dahulu juga sangat teliti dalam berbicara dengan semua orang, bukan?”


“Aku mengerti!” Sangat sulit dan sakit hati bagi Mu Xue untuk mengatakan ini.


“Apa yang kamu inginkan?” Qin Maoxiang tidak menyangka kalau dia akan menyetujuinya dengan mudah.


“Berikan cinta Tianyu, dia masih pemalu, aku hanya ingin dia bahagia dan ceria, aku hanya ingin dia menjalani kehidupan yang baik, seperti anak normal, dan tolong katakan padanya, aku bukan maminya, ayahnya saja yang menyuruhku pura-pura menjadi maminya untuk sementara agar ia bahagia! Tuan Qin, Tuan adalah kakek dari anakku. Aku pikir Tuan bisa memahami suasana hatiku saat ini. Kita semua berharap anak itu baik-baik saja! Tahu dia baik-baik saja sudah cukup untukku! Maaf, putraku, Cheng Cheng sudah mengganggu Tuan! Jangan khawatir, kami tidak akan muncul dalam hidup Tuan lagi di masa depan!” Mu Xue menarik napas dalam-dalam, berbalik, dan air matanya pun terjatuh.


Dia baru saja keluar, dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini, dia hanya merasa seluruh tubuhnya sakit, dan dia merasa bahwa setiap langkah terasa seperti sedang menginjak pedangnya.


Ternyata, perasaan ini memang sangat memilukan! Ternyata ini adalah perasaan bagaimana rasanya terpisahkan antara daging dan darah, memasukkan hati ke dalam penggiling daging dan diaduk dengan kuat. Aduk akan membuat daging menjadi hancur, sampai tak bisa dibedakan lagi, sampai napas saja terasa sangat menyakitkan! Bahkan udara yang ia hirup pun terasa seperti mencekiknya!


“Tianyu, Mami pergi, maakan Mami!” Mu Xue berbisik di dalam hatinya, tetapi hatinya sangat sakit, dia menyipitkan mata, memadatkan rasa sakit yang memenuhi perutnya, air matanya jatuh lagi. Setelah terjatuh, air matanya malah tak terjatuh lagi!


Dia tiba-tiba menyesal mengakui Tianyu, mungkin dia seharusnya sudah memerhatikannya dari awal, mungkin kalau dari awal tidak ada mami, ia lebih bisa menerimanya. Kalau seperti ini, di tengah jalan tiba-tiba tidak ada seorang ibu, maka pukulan terhadap anaknya akan terlalu besar! Memikirkannya, dia benar-benar merasa sangat berdosa!


Mu Xue tidak tahu bagaimana dia bisa kembali ke apartemen Yongxiang Road, tapi begitu sampai dia melihat Bibi Zhang memegangi Cheng Cheng untuk menunggunya.


Wajahnya tenang, atau memang sudah mati rasa, hampir tidak ada ekspresi tersisa di wajahnya.

__ADS_1


“Mami!” Teriak Cheng Cheng.


“Halo, Nona Mu!” Bibi Zhang berjalan mendekat dan melihat wajah Mu Xue pucat. Seperti sudah menangis, untuk beberapa saat, ia sedikit khawatir, “Nona Mu, apa kamu baik-baik saja?”


“Terima kasih. Aku baik-baik saja.” Mu Xue meraih tangan putranya.Cheng Cheng, ayo kita pulang, terima kasih sudah mengantar pulang!”


“Anakmu sangat pintar! “Nona Mu, aku tidak menyangka, kamu adalah mami Tianyu!” Bibi Zhang masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Mu Xue malah menunjukkan maksud tidak ingin berbincang lagi. Mu Xue benar-benar tenggelam dalam lamunannya.


“Aku bukan mami Tianyu!” Mu Xue tiba-tiba menyelanya.Itu karena demi membuat Tianyu bahagia.Aku menandatangani kontrak dengan Qin Yinuo. Maaf, masih ada yang harus aku lakukan. Maaf tidak bisa menemani Anda mengobrol lagi!”


Setelah mengatakan ini, Mu Xue membawa putranya ke dalam rumah.


“Sampai jumpa lagi, Nek!” Saat pintu hendak ditutup, Cheng Cheng berkata dengan sopan.


Bibi Zhan tertegun. Ia sedikit terkejut menatap pintu yang tertutup. Bukan ibunya? Tak mungkin ah?


“Mami!” Cheng Cheng mengira maminya sedang marah pada dirinya.


“Cheng Cheng, pergi ke kamarmu, Mami ingin sendiri!” Mu Xue merasa sangat lelah, dia berdiri dan pergi kamar tidurnya.


Sejak awal memang tidak bisa diubah! Tidak bisa diubah. Tianyu adalah produk kontrak, dan dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi ibu Tianyu. Dia adalah pewaris keluarga Qin, dan keluarga Qin tidak mengizinkan ada sedikit noda pada pewarisnya!


Di balkon, Mu Xue berdiri di dekat jendela melihat ke luar jendela, tatapannya masih kosong, ia masih begitu linglung.


Tiba-tiba, ketika matahari bersinar, awan beterbangan, awan suram, dan angin bertiup semakin kencang, meniup daun-daun berguguran di seluruh tanah. Hujan pun deras, merobohkan bunga-bunga krisan musim gugur yang mekar di halaman rumahnya.


Mu Xue masih berdiri sambil memeluk dirinya sendiri di balkon. Angin dingin bertiup masuk. Dia tidak menutup jendela sampai tubuhnya mulai gemetar kedinginan. Dia roboh di lantai sampai kegelapan menyapunya, matanya kosong. Tidak ada jejak panjang fokus pada matanya. Hujan masuk melalui jendela dan membasahi seluruh tubuhnya!


Rasa sakit yang menyapu dadanya, tangan yang meremas dadanya tiba-tiba tak bisa merasakan rasa sakit lagi. Ia menghantamkan jari-jarinya ke dinding kamarnya di sampingnya. Ternyata, ia masih bisa merasakan rasa sakit?


Dia tersenyum lesu, menyerah tak memberontak lagi, dan meringkuk di sudut balkon lagi, seperti yang disebut sebagai ibunya meninggalkannya sama seperti Mu Xiao bertahun-tahun yang lalu, meringkuk, tidak memikirkan apa-apa, mengabaikan apa pun, hanya diam-diam menyusutkan tubuhnya, membiarkan kesedihan memenuhi wajahnya!


Bandara.


Mu Xue meraih tangan putranya dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.


“Mami, kita mau pergi kemana?” Cheng Cheng bertanya pada Mu Xue karena tak mengerti apapun.


Setelah kembali kemarin, Mami mengunci dirinya sendiri di dalam rumah seharian penuh, lalu berkata akan membawanya pergi pada keesokan harinya, kedepannya tidak akan tinggal di sini lagi.


“Kembali ke pegunungan, di rumah bambu yang kita tinggali dulu!” Ekspresi Mu Xue sangat tenang saat ini.


Telepon pun tiba-tiba berdering.


Begitu Mu Xue melihat ke bawah dan melihat nama yang dikenalnya di telepon, dia merasakan rasa sakit, lalu tidak menjawab telepon itu, dan menutup ponselnya


“Cheng Cheng, Mami pergi menukar boarding pass dulu ya. kamu jangan pergi ke mana-mana, tunggu Mami di sini ya!” Mu Xue mengaturnya untuk duduk di kursi.


“Baik!” Cheng Cheng memegangi ponsel dan tas Mu Xue, kemudian tetap menunggunya di sana.

__ADS_1


Tetapi telepon berdering lagi, Cheng Cheng melihat dan menemukan penelepon itu adalah Qin Yinuo, “Ah, telepon dari Paman!”


Si kecil tidak tahu, jadi dia menjawab teleponnya saja.


“Mu Xue, kamu di mana?” Suara berat Qin Yinuo terdengar.


“Paman! Aku bukan Mami, aku Cheng Cheng!” Cheng Cheng terkekeh.


“Oh! Cheng Cheng, kamu di mana?”


“Paman, kami mau pergi. Ibu tidak menginginkan Tianyu lagi. Ibu berkata kalau Tianyu bukanlah bayinya. Kamu dan dia berbohong hanya untuk menghibur Tianyu! Paman, berbohong itu salah!”


“Kalian mau pergi ke mana?”


“Kembali ke gunung, selamat tinggal paman!” Ucap Cheng Cheng sambil mau mematikan teleponnya.


“Jangan tutup teleponnya, Nak, kalian di mana?” Dari dulu tidak pernah merasa suara dirinya akan begitu mendesak seperti saat ini, hati Qin Yinuo sangat gugup, dia benar-benar mengatakan kalau Tianyu bukanlah anaknya, apa yang sudah terjadi? Lantas, apa ayahnya sudah menemuinya?


“Kami di bandara, paman, ibu sedang menukar boarding pass!” Ucap Chengchegn.


“Kamu menunggu di mana, aku akan segera ke sana!” Qin Yinuo berteriak.


Pulang dengan naik pesawat, dengan lebih dari sepuluh jam waktu terbang, begitu turun dari pesawat langsung meneleponnya. Tidak disangka dia akan pergi. Bahkan putranya sendiri saja sudah tidak diinginkan olehnya, dasar wanita sialan, benar-benar membuatnya kacau. Bukannya dia sudah memberitahunya kalau dia akan menyelesaikan semua ini?


“Yi! Aku akan ke terminal dulu, kalau tidak bisa menunggu, pulang saja duluan!” Qin Yinuo berkata kepada Feng Baiyi yang mengenakan setelan putih di sampingnya.


“Apa yang terjadi?Terdengar sentuhan perhatian dari suaranya yang acuh tak acuh.


“Masalah kecil!” Namun, ekspresi Qin Yinuo saat ini tidak sesederhana saat terjadi masalah sepele. Feng Baiyi mengangkat alisnya, dan matanya yang sipit dan panjang memancarkan tatapan sedikit tanda main-main.


“Aku akan ikut denganmu!”


Berkata seperti itu, kedua pria itu berjalan menuju terminal, diikuti oleh beberapa pengawal berpakaian hitam, hingga membuat orang-orang di sekitarnya tak tahan untuk menatap ke arah mereka.


Di ruang tunggu, tatapan Qin Yinuo menyapu kerumunan, menyapu ke setiap sudut ruang tunggu, matanya tajam, mencari seseorang.


Mu Xue sudah mengganti boarding passnya dan kembali, membawa tasnya dan berkata kepada putranya: “Ayo pergi!”


Cheng Cheng melirik ke aula, bukankah Paman menyuruhnya untuk menunggu? Tapi kenapa dia belum datang?


“Mami, aku mau pipis!” Ucap Cheng Cheng secara tiba-tiba sambil memegangi perutnya.


“Ah! Pipis ya, Mami bawa kamu ke toilet ya!” Mu Xue menuntunnya, lalu melihat toilet di sebelah kiri, dan ketika melewati toilet, dia harus melewati lift. Kebetulan Qin Yinuo dan Feng Baiyi naik lift dan melihatnya sekilas.


“Mu Xue!” Teriak Qin Yinuo.


Mu Xue tertegun, ia mendongak melihat Qin Yinuo. Dia mengenakan setelan hitam tanpa jejak kerutan di tubuhnya, dia masih sangat tampan, dan Mu Xue terpana saling memandang dengannya!


Apa yang sedang dia lakukan di sini?

__ADS_1


Cheng Cheng dan Qin Yinuo saling mengedipkan mata, lalu terlihat ia sedang berlari ke arahnya.


Mata Feng Baiyi yang panjang dan sipit menyipit, tatapannya semakin dalam, uh! Menarik, menarik sekali! Nuo marah, ia berurusan dengan seorang wanita! Cukup menarik!


__ADS_2