
Hello! Im an artic!
Dia berkata, “Sekretaris An tidak sengaja menumpahkan supnya, dan kena aku!”
“Gitu saja?” Dia bertanya. Dia mengira Mu Xue akan berkata hal lain.
Hello! Im an artic!
“Iya! Kenapa?” Dia tidak mengerti.
“Dia sengaja!” Bahkan dirinya juga kaget dengan ucapannya sendiri.
Karena di mata orang lain dia selalu begitu dingin.
“Apa?!” Mu Xue menatapnya dengan bengong, dia tidak percaya apa yang didengarnya, “CEO, sekretaris An bagaimanapun adalah kesayangan kamu, kamu seharusnya membela diri, kenapa malah ngomong begitu sekarang?”
Hello! Im an artic!
Dia baru sadar pria ini beneran sangat tinggi! Tapi…..ini bukan intinya! Pria ini beneran sangat kejam, sudah meniduri orang, dan mendapatkan pertama kalinya, sekarang malah ngomong jahat di belakangnya.
Iya! Sekretaris An pasti sengaja, tapi, siapa yang bisa membuktikannya?
“Apakah kamu mengira dia tidak sengaja?” Dia menaikkan alisnya, “Mau aku belain kamu?”
Sambil berkata, dia menundukkan kepalanya dan melihat ke arahnya, nafas panasnya tersembur ke telinganya, dan wangi dari tubuhnya terus menggelingi Mu Xue.
Mu Xue lalu tersenyum ke arahnya, dan berkata dengan santai, “Kenapa harus belain aku? Aku tidak marah!”
Lain kali dia akan mencari pojokan untuk makan, pojokan yang siapapun yang tidak akan pergi, dengan gitu dia tidak akan terluka lagi?
“Tidak perlu aku?” Dia terus menghembut nafas telinganya.
“CEO, aku baru sadar kamu beneran menyebalkan! Kenapa berdiri begitu dekat dengan aku?” Dia kesal menunjuk dadanya, tapi tidak diduga dadanya begitu keras, membuat jarinya sedikit sakit.
Qin Yinuo tersenyum sambil menggenggam jarinya.
“Perlu aku belain nggak?” Dia bertanya sekali lagi.
“Membosankan!” Dia menarik tangannya kembali.
Dan liftpun terbuka.
Dia bukan pertama kali naik Bugatti Qin Yinuo, waktu kejadian ****** kemarin, dia sudah pernah masuk sekali, kali ini juga sama.
Hanya saja mereka tidak berbicara lagi, dan pergi ke rumah sakit untuk mengambil obat, kemudian kembali ke kantor, seluruh kantor seperti meledak, semuanya bergosip ria.
Di depan lobbi.
Xiao Li yang di resepsionis tidak tahu sedang berbicara dengan siapa: “Wah! Beneran loh, CEO menggenggam tangan sekretaris Mu, aku pertama kali melihat CEO menggenggam tangan seorang wanita…..”
Ketika pulang, Qin Yinuo berjalan di depan, Mu Xue membawa obat dan berjalan di belakang, tangannya walaupun sudah diobati, tapi beneran sangat sakit, Qin Yinuo langsung berjalan ke arah lift pribadi, dan dia tahu diri langsung berjalan ke arah lift karyawan.
Qin Yinuo menoleh ke belakang dan melihat dia yang mau kabur, langsung menarik kerah bajunya, “lewat sini!”
Seluruh lobi menjadi sunyi.
Mu Xue berkata: “Aku lewat sana saja!”
“Ini perintah!”
“Iya!”
Dan, informasi Mu Xue dan CEO naik lift pribadi tersebar ke semua kantor…..
Ketika sampai di lantai atas.
__ADS_1
“Ya! Xiao Xue, kamu sudah kembali?” An Qian tiba-tiba mendekat dan sok perhatian.
Melihat An Qian, Qin Yinuo mengerutkan keningnya. Mu Xue juga sedikit mengangguk dan tidak berbicara, dia kembali ke tempat duduknya.
Tatapan Qin Yinuo yang dingin itu langsung menatap ke arah An Qian. Dan ekspresi dia sama sekali tidak berubah karena kecantikan An Qian.
An Qian yang kaget, berkata: “CEO!”
“Yo! Sudah pulang? Xiao Xue, dokter bilang kenapan ggak?” Ceng Li muncul lagi.
“Tidak apa-apa!” Mu Xue berdiri dan menggelengkan kepalanya.
An Qian beneran sangat iri melihat kedua pria ini begitu perhatian kepada Mu Xue, wajah cantik itu terlihat dingin.
Tentu, semua ini juga dilihat oleh Ceng Li. Dia menghela nafas, tidak bisa dipungkiri, wanita kalau menjadi kejam beneran sangat menakutkan, semua jurus bisa digunakan, kali ini hanya sup panas, lain kali siapa tahu akan menjadi apa?
Qin Yinuo melihat sekeliling, Sekretaris Gao, He Jing, Ceng Li, Mu Xue, kemudia terakhir tatapannya terjatuh ke An Qian, kemudian dia berkata: “Sekretaris Gao, telepon ke ruang CCTV, suruh dia bawa rekaman makan siang tadi ke sini.”
Semua orang tercengang.
Mu Xue juga mengira dirinya salah dengar.
Ceng Li juga tidak tersenyum lagi, beneran? Mau dihajar sekarang?
“Baik! Aku segera telepon!” Sekretaris Gao langsung menelepon.
Wajah An Qian terlihat sangat pucat.
Qin Yinuo tetap terlihat dingin, dan wajah yang ganteng itu beneran terlihat sangat kejam, membuat semua orang di sekeliling tidak berani menatapnya langsung.
Kemudian, dia berjalan ke arah ruangannya.
“CEO!” Mu Xue tiba-tiba berteriak.
Semua orang tertegun, tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Mu Xue.
Dan Mu Xue tidak tahu harus berkata apa karena tatapan semua orang, dia menatap ke wajah An Qian yang terlihat pucat itu, dia tidak berani membicarakannya di depan semua orang, “Tidak apa-apa!”
Qin Yinuo lalu kembali ke ruangannya.
Wajah An Qian tetap terlihat sangat pucat.
Ceng Li juga ikut ke ruangan Qin Yinuo.
Ketika orang dari ruang CCTV membawa rekamannya, Mu Xue langsung membawa dua gelas kopi ke ruangan CEO, dan rekaman itu diletakkan di atas meja.
“CEO!” Mu Xue melihat ke arah rekaman itu. “Rekaman ini boleh dibuang saja?”
Tentu, ketika pertanyaan dilontarkan, tatapan Ceng Li dan Qin Yinuo langsung mengarah ke dia.
“Sekretaris Mu, apa maksudnya?” Qin Yinuo menaikkan alisnya.
Mu Xue langsung berkata: “Aku tahu maksud CEo, tapi ini tidak perlu, CEO, bukankah lebih baik kalau perusahaan tidak ada konflik internal dan semuanya lebih damai?”
Qin Yinuo dan Ceng Li sedikit kaget.
“Xiao Xue, CEO mau menghukum karyawan jahat, kamu jangan ikutan!” Ceng Li tidak mengerti Xiao Xue beneran bodoh atau gimana.
“Manajer Ceng, aku tidak peduli dengan yang lain, aku hanya tidak ingin menyinggung orang lain karena urusan aku!” Dia seorang perempuan dan harus membawa anak kecil, dia selalu hidup dengan damai dan tidak mau menyinggung siapapun, karena dia menganggap sebagai manusia harus malakukan hal baik.
“Sekretaris Mu, kenapa kamu tahu aku meminta rekaman ini demi kamu?” Qin Yinuo bertanya.
“Uuh!” Mu Xue tertegun, dan wajahnya memerah.
“Sekretaris Mu beneran terlalu percaya diri!” Qin Yinuo tersenyum dingin.
__ADS_1
“Jadi bukan demi Xiao Xue?” Ceng Li bertanya.
Mu Xue juga tidak mengerti, bukan demi dia? dia yang terlalu pede? Astaga! Wajahnya langsung memerah, “Maaf! Aku mengira……”
“Keluar!” Dia menyuruhnya keluar, tatapan Qin Yinuo tidak lepas dari wajah Mu Xue yang malu itu.
Sambil menatapnya, dia menganggap dirinya terlalu percaya diri, CEO mana mungkin demi seorang sekretaris dan memecar pacarnya sendiri?
Menatapnya, Mu Xue sama sekali tidak mengerti emosinya, pria ini terlalu berbahaya, tatapannya membuat orang bisa tergoda dan tertarik ke dalam.
Tapi, kenapa dia merasa ada yang salah?
Kemudian dia berjalan pergi dengan ekspresi bingung.
“Nuo! Tidak disangka!” Ceng Li tersenyum seperti rubah licik, “Kamu beneran demi seorang sekretaris dan berbohong seperti itu.”
“Kamu santai banget ya!” Dia terlihat sedikit kesal karena ketahuan.
“Nuo! Bukan seperti yang kamu bayangkan!” An Qian berteriak dengan panik, dia sama sekali tidak percaya, dia tidak menduga Qin Yinuo memecatnya demi seorang Mu Xue, bahkan pacar juga tidak bisa lagi.
Melihat wajah An Qian, Qin Yinuo hanya menyalakan rokok dengan santai: “Sudah berakhir! Kamu tahu kenapa! Aku paling benci wanita yang melakukan hal begitu!”
“Nuo! Aku salah! Aku tidak akan berani lagi!” An Qian mulai menangis, dia memeluk kaki Qin Yinuo, “Nuo, aku beneran salah!”
“Tahu apa yang harus dilakukan? Pergi dari kota K ini, aku tidak ingin bertemu kamu di kota K.” Dia membukakan satu cek. “Ini buat kamu.”
“Nuoo—-”
“Keluar sekarang!” Suaranya sangat dingin, Qin Yinuo menghempaskan tangannya.
An Qin tahu tidak ada jalan balik lagi, dia menatap Qin Yinuo dengan dingin, dia mengepalkan tangannya dan berkata: “Demi Mu Xue?”
“Keluar!” Dia berkata.
An Qian membereskan barangnya, ketika dia pergi, Mu Xue disuruh Qin Yinuo pergi ke bagian keuangan, ketika dia pulang An Qian sudah pergi.
“Xiao Xue, An Qian sudah dipecat, kamu tahukah?” He Jing bertanya.
“Ahhhhh” Dia tercengang. “Apa yang kamu katakan?”
“Kamu tidak tahu? CEO yang memecatnya, An Qian sudah pergi!”
Beneran demi dirinya?
Mu Xue langsung masuk ke ruangan Qin Yinuo. “CEO, sekretaris An……”
“Bagaimana dengan tanganmu?” Qin Yinuo berjalan mendekatinya, dan mengangkat tangannya, dengan alami melihatnya sekilas, dan memastikan dia sudah memakai obatnya baru dilepaskan.
Mu Xue kaget dengan sikap lembutnya, dia hampir lupa dengan pertanyaan sendiri. “CEO, kenapa mau memecat sekretaris An?”
“Karena kamu!” Jawaban yang begitu diluar dugaan, kemudian di luar dugaan dia juga, dia langsung mencium pelan keningnya, dan di sela waktu Mu Xue masih bingung, dia sudah memeluknya.
“Tidak!” Dia tiba-tiba berteriak, tapi malah dicium oleh Qin Yinuo, begitu sombong dan liar.
Itu seperti sebuah pengumuman.
Seperti sedang mengumumkan dia adalah wanitanya.
Mu Xue menggigil.
Kejadian di pesta waktu itu di mana pria ini juga merebut ciumannya di toilet. Dia teringat dan bergetar, dia berusaha melawan, tapi dia tidak bisa melepaskan diri, bibirnya digigit dengan sangat sakit! Dia tidak bisa menahan diri, dan menggigit kembali bibirnya, bau darah tercium di bibir mereka, dia tetap tidak mau melepaskannya, malah menciumnya lebih dalam lagi……
Ciuman yang tiba-tiba datang ini, seperti sedang mengumumkan sesuatu.
“Mulai sekarang, kamu adalah milikku!” Dia akhirnya melepaskannya dan berkata dengan somobong, suaranya terdengar begitu serius dan pasti.
__ADS_1