AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 136 Tidak Tidur Sepanjang Malam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Jarinya memegang rokok, ia menghirup sekali demi sekali.


Sepanjang malam ia terus berdiri disini. Ia sudah menunggu semalaman penuh.


Hello! Im an artic!


Ia ingin pergi untuk menjelaskan, tapi tidak tahu harus berkata apa. Ia marah dirinya telah menyakiti Xiao Xue tanpa sengaja, marah dirinya seceroboh ini, marah karena selalu membuatnya sedih. Kenapa ia masih diam-diam memutuskan untuk membahagiakannya, tapi malah tidak bisa memberinya kebahagiaan?


Ia pasti sakit hati sekali!


Di luar gang.


Mi Ling menghela nafas tanpa suara. Semalam ketika ia pergi, ia melihat mobil Qin Yinuo, tapi tidak memedulikannya. Pagi ini ketika datang ia malah menyadari kalau mobil itu masih ada. Maka ia menatapi sosoknya, mengerutkan alisnya dan berjalan mendekat.


Hello! Im an artic!


“Qin Yinuo, kau tidak pulang semalaman? Berdiri disini jadi roh penjaga pintu?”


Ia menoleh menatapi Mi Ling. Ekspresi Qin Yinuo agak kaku. Ini pertama kalinya dirinya tidak tahu harus berkata apa.


Mi Ling tertegun, seolah agak kaget, “Kau benar-benar tidak pulang semalaman?”


Qin Yinuo menjawan “Hmm” sesaat, lalu merokok lagi.


“Qin Yinuo, kenapa kau tidak masuk? Kalau kau punya kata-kata untuk diungkapkan, kenapa tidak masuk?” Tatapan Mi Ling tengah menilai wajahnya.


Wajahnya menegang, ia terdiam.


“Kau ingin menginjakkan kakimu di atas dua perahu sampai kapan?” Mi Ling terus bertanya, “Hari ini kutanyakan padamu, diantara Xiao Xue dan Mo Yilan, kau pilih siapa?”


Qin Yinuo mengisap rokoknya. Ia telah memikirkannya semalaman, ia juga tidak tahu harus bagaimana! Dirinya yang seperti ini malah akan membuat Xiao Xue semakin sedih!


Memikirkan senyum Xiao Xue kemarin, ia hanya merasakan bagai sebuah pisau yang menusuk masuk ke dalam hatinya. Sakitnya sampai ia tak bisa bernafas, ia tahu dirinya sudah harus membuat keputusan.


“Aku hanya mau Mu Xue!” Nada suaranya pasti sekali, “Keputusan ini bukan karena kedatangan seseorang dan jadi berubah!”


“Kalau begitu lepaskan Mo Yilan. Dia hidup atau mati tak ada hubungannya denganmu!” Mi Ling sifatnya tidak sama dengan Xiao Xue, ia tidak akan mengecewakan dirinya sendiri, ia tidak akan membiarkan dirinya kecewa, “Xiao Xue bukannya sendirian. Kalau kau ingin mengerjainya, dia akan menahannya, tapi malah menderita sekali. Aku tak tahu apa yang terjadi diantara kalian, tapi kemarin Xiao Xue benar-benar sangat tak berdaya.”


Tubuh Qin Yinuo menegang, hatinya bagai disilet pisau, “Aku tahu!”


“Kalau tahu kenapa masih menyakitinya? Kau tahu tidak sekarang ia tidak boleh emosi? Tubuhnya…”


“Tubuhnya kenapa?” Qin Yinuo langsung tegang.


Mi Ling telah mengatakan sesuatu dan tiba-tiba teringat bagaimana Xiao Xue memohon padanya agar jangan memberitahu masalah kehamilannya kemarin. Maka Mi Ling menelan kembali kata-katanya dan menenangkan nada suaranya, berkata, “Tak apa, dia sekurus ini kalau marah kan tidak bagus!”


Qin Yinuo menghela nafas lega, ia kira Xiao Xue kenapa!


Mi Ling menatapi Qin Yinuo, melihat wajahnya yang murung dan penuh bersalah. Ia benar-benar tak berani memercayai kalau pria ini adalah presiden perusahaan Qin yang pernah populer. Melihatnya yang begitu, maka ia tidak tahu harus bagaimana menyalahinya, “Qin Yinuo, sebenarnya kau mau Xiao Xue bagaimana?”


“Aku mau dia bahagia!” Qin Yinuo berkata.


“Kau mau bagaimana membuatnya bahagia? Bahagia yang kau katakan adalah dirinya kemarin yang memberitahuku ia hendak menangis tapi malah tak bisa menangis. Mungkin ini yang namanya menangis tanpa air mata? Kau pernah merasakan perasaan ini? Kalau kenal denganmu ia selalu ingin menangis namun tak bisa, bukankah kebahagiaan ini terlalu mengerikan?”


“Kubilang aku akan melakukannya! Aku pasti punya cara. Maaf, aku sudah harus pergi!” Tiba-tiba Qin Yinuo membuka pintu mobilnya dan masuk, lalu menyalakan mobil tersebut.

__ADS_1


Mi Ling melototi kepergian bugatti Qin Yinuo, bergumam, Benar-benar tragis, ia malah berdiri semalaman disini, kalau bilang dirinya tidak cinta pada Xiao Xue aku juga tak percaya! Tapi kalau cinta ya jangan biarkan dia sedih terus!


Begitu menoleh, Mi Ling melihat Mu Xue.


Sambil menenteng tas ia berjalan keluar, lalu melihat bugatti yang melesat pergi. Mu Xue mengerutkan wajahnya, bertanya dengan kaget, “Mi Ling, itu mobil Qin Yinuo kah?”


Mi Ling menghela nafas sekali lagi, “Ya, semalam Qin Yinuo tidak istirahat. Ia berdiri semalaman disini!”


Mi Ling memanyunkan mulutnya dan melihat ke tanah. Ada setumpuk puntung rokok di atasnya, kelihatannya ia sudah menghabiskan tiga kotak penuh. Untuk apa ia berdiri semalaman disini? Hanya untuk merokok?


Wajah Mu Xue memucat untuk sesaat. Ia tidak menerima teleponnya semalaman, maka ia juga kecewa sekali. Tapi begitu melihat puntung rokok di atas tanah, tiba-tiba ia tertawa.


“Xiao Xue?” Mi Ling melongo, “Apa yang kau tertawakan?”


“Dia itu mencintaiku!” Mu Xue mengatakannya sambil tertawa, kesedihan dan kekecewaannya semalaman telah menghilang, seolah cukup hanya dengan begitu!


“Gila ya, aku pun tahu dia mencintaimu! Tapi kau ini hitungannya juga termasuk terlalu mudah puas dong? Buat dia sengsara, jangan pedulikan dia. Biar dia selesaikan masalah Mo Yilan, sebelum masalah itu selesai, jangan pedulikan dia!” Mi Ling memutar bola matanya, “Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian? Tapi tak peduli apapun yang terjadi, ia tak bisa menginjakkan kakinya di atas dua perahu. Kau harus ingat! Dengar?”


Mu Xue menggeleng, “Tak apa, mungkin aku harus berbesar hati. Tak seharusnya sepelit ini!”


“Akutak mengerti apa yang kau katakan!” Mi Ling mengerutkan alisnya.


“Ia benar-benar disini sepanjang malam?”


Mi Ling agak tak berdaya, “Semalam ketika aku pergi mobilnya ada disini. Pagi ini aku coba-coba melihat apakah dia sudah pergi atau belum, tak kusangka ia masih disini. Setelah ngomong, ia bilang ia ingin kau bahagia! Melihatnya yang penuh dengan rasa bersalah dan kepalanya yang penuh dengan tetesan anak salju, aku tak tahu harus bagaimana membelamu. Pria ini menurutku sih bodoh di urusan perasaan! Melihat Qin Yinuo yang agak bodoh, tiba-tiba aku teringat akan suatu kalimat.”


“Apa?”


“Pria dan wanita yang tengah jatuh cinta itu orang-orang bodoh, kalimat ini benar sekali! Kau dan Qin Yinuo sekarang keduanya ini bodoh!”


Mu Xue tertegun, “Mungkin saja!”


Mungkin tidak!


Dengan keadaan semalam, ia butuh keheningan untuk berpikir. Setelah menenangkan hati, seolah ia bisa melihat jelas isi hatinya sendiri. Masa lalu adalah masa lalu, tak peduli apapun pilihannya, serahkan saja pada Qin Yinuo. Dirinya hanya butuh mendukungnya diam-diam! Ini adalah kebesaran hati seorang wanita–


Di perusahaan Qin.


“Nuo, kau mencariku pagi-pagi untuk apa?” Begitu Zeng Li masuk ia langsung bertanya, “Semalam kau tidak tidur?”


Qin Yinuo berkata, “Aku memutuskan untuk memberikan Mansion Ming Chang pada Yilan, kedepannya aku takkan pergi ke apartemen Ming Chang lagi!”


“Eh!” Zeng Li kaget, lalu terdiam dan mengangguk, “Aku menghormati keputusanmu!”


Qin Yinuo menandatangani dokumen, berkata sambil menunduk, “Kau carikan pengacara, bantu aku pindahkan kepemilikannya pada Yilan, hitung-hitung sebagai memberinya sesuatu, lalu serahkan pada Mo Yihui! Kemudian cari hotel, aku mau menikah!”


“Menikah?” Zeng Li kaget, “Kau bilang kau mau menikah! Dengan Xiao Xue?”


“Kalau bukan Xiao Xue masih ada siapa?” Qin Yinuo menaikkan alisnya, kenapa orang-orang hendak mencurigai keteguhannya pada Mu Xue?


“Baik! Aku mengerti, aku segera beritahu paman!” Zeng Li tersenyum dan masih agak kaget, “Nuo, aku benar-benar tak menyangka kau akan setegas ini, tapi Xiao Xue itu lumayan, selamat!”


“Li, masih ada satu hal yang perlu kuminta tolong!” Qin Yinuo berpikir sesaat.


“Katakan!”


“Bantu aku jaga Yilan agar dia cepat sembuh! Demi Xiao Xue, kedepannya aku tak ingin bertemu dengan Yilan lagi!”

__ADS_1


Ia mengangguk dan memastikan, “Aku mengerti! Kau tenang saja!”


Qin Yinuo menandatangani dokumen dengan cepat, lalu kembali ke rumah keluarga Qin. Begitu masuk, ia langsung berkata pada ayahnya, “Aku mau menikah, lebih cepat lebih baik!”


Tuan besar Qin tertegun dan merasa agak aneh, ia jadi serius, “Dengan siapa?”


“Mu Xue!” Qin Yinuo mengatakannya dengan pasti.


Tuan besar Qin yang serius jadi tenang, ekspresinya seperti tengah memuji, “Baik! Aku setuju! Pernikahannya pastikan minggu depan saja. Aku akan menyuruh orang untuk mengatur, biar Bibi Zhang yang membereskan rumah baru untukmu!”


“Aku mau menikah di vila nomor 15!” Qin Yinuo berkata dengan serius.


“Kenapa mau disana?” Qin Maoxiang agak tidak senang, ia masih ingin bertemu cucunya setiap hari.


“Kalau ayah rindu pada anak-anak, aku bisa membiarkan kedua anak itu dirawat di rumah tua, tapi Xiao Xue harus tinggal denganku!” Qin Yinuo berkata dengan bossy.


“Hitungannya kalian berdua terlalu egois kalau begitu?” Qin Maoxiang mengerutkan alisnya, “Kenapa menantu tidak boleh tinggal bersama mertua di rumah lama? Kau takut aku memakan istrimu?”


“Aku butuh ruang privasi, memangnya kau tidak menginginkan cucu yang lebih banyak?” Qin Yinuo mengerutkan alisnya.


“Baiklah! Demi memiliki banyak cucu, kumaafkan kau sekali ini,” Qin Maoxiang berkata, “Tapi kau harus berpacu dengan waktu untuk memberikan cucu lebih banyak untukku!”


“Ayah, aku pergi dulu! Aku masih belum tahu Xiao Xue mau menikah denganku atau tidak!” Qin Yinuo menghela nafas, hatinya gugup.


“Memang masih ada wanita yang tidak bisa ditaklukkan olehmu?” Qin Maoxiang mendengus dingin.


“Xiao Xue ini perlu disentuh dengan hati. Ia tidak peduli pada uang, sebelumnya tujuh setengah juga yuan yang kuberikan padanya tak disentuh sedikitpun. Selama beberapa tahun ini ia membesarkan Cheng Cheng, dan masih bertahan untuk menyelesaikan kuliahnya. Wanita seperti ini hanya bisa disentuh dengan perasaan!” Selesai mengatakan kalimat ini, ia membalikkan badan dan berjalan keluar dari rumah keluarga Qin.


Di dalam ruang pasien rumah sakit.


Gong Peixin menemani Mei Xiyun sepanjang malam, ia baru pergi ketika hari terang.


Maka Pei Lingfeng memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam ruang pasien.


“Xiyun!” Begitu ia mengatakan nama ini, bahkan ia sendiri pun merasa asing. Sudah berapa tahun lamanya ia tidak memanggil nama ini? Pei Lingfeng menatap kejauhan, seolah tengah menembus waktu!


Begitu Mei Xiyun melihat Pei Lingfeng, ia langsung kalut, “Kau, kau datang untuk apa?”


Tatapan Pei Lingfeng jatuh pada wajahnya yang gugup. Wajah yang sama, sudah dua puluh empat tahun lamanya. Sekali berpisah nyatanya dua puluh empat tahun telah lewat!


“Xiyun, apakah ada hal yang kau sembunyikan dariku?” Pei Lingfeng menatapinya, tatapannya yang dalam jatuh pada wajahnya yang gugup.


“Pei Lingfeng, kau keluarlah! Aku tidak menyembunyikan apapun darimu, diriku sudah selesai dengan hutang-hutangmu selama dua puluh empat tahun lalu!” Mei Xiyun berkata dengan emosi, “Harap kau jangan datang menggangguku lagi!”


Pei Lingfeng malah tak memedulikan apa yang dikatakannya, maka ia bertanya dengan muram, “Xiao Xue itu putriku atau bukan?”


Mei Xiyun sendirian di ruangan ini, ia tidak sempat bereaksi. Mendengar kalimatnya ini, wajahnya langsung memucat dan menghindari tatapannya. Nada suaranya cepat, “Aku tak tahu apa yang kau katakan!”


“Tidak berani mengakui atau tidak ingin mengakui?” Ia bertanya, nada suaranya tajam.


“Keluar!” Ia menunjuk pintu, “Kau keluar!”


“Xiyun, tak peduli bagaimanapun aku tetap berterima kasih padamu. Terima kasih kau telah melahirkan Xiao Xue untukku, dia adalah anak perempuan yang kasihan!”


“Pei Lingfeng, kau jangan pergi mengganggunya! Sekarang kehidupannya baik-baik saja, kau jangan mengganggu hidupnya yang tenang!”


“Apa yang kau khawatirkan?” Pei Lingfeng mengerutkan alisnya, memincingkan matanya yang tajam.

__ADS_1


“Tidak ada!” Mei Xiyun langsung menyadari apa yang dikatakannya.


__ADS_2